True King

True King
chapter 9


__ADS_3

Guru itu berjalan mendekati kami. Sepatu hak tinggi nya mengetuk-ngetuk lantai. Rambut hitamnya terurai panjang sebahu, mata hijau terangnya menatap kami berdua dengan tajam.


"Apa yang kalian pikirkan? Apa apaan ini?! Kalian pikir apa yang sedang kalian lakukan?! Merusak kelas dan berkelahi di dalam sekolah? Dasar berandalan!" Suaranya terdengar dengan lantang.


Klein membersihkan debu yang mengotori pakaiannya, berjalan menghadapi sang guru lalu menunjukkan jarinya pada diriku.


"Dia penyebab semua ini, Bu Guru!" Dia mengucapkan kata itu dengan nada sedih.


"Dia berusah merampas paksa uang saku ku, aku mencoba melawan balik namun dia melukai diriku dengan parah..... Lihatlah darah ini." Lanjutnya. Wajahnya menunjukkan ekspresi sedih dan terluka.


"Bajingan. Dia sekarang mencoba bermain korban? Aku benar-benar membenci orang itu." Kata ku dalam hati.


Bu Guru menatap diriku dari atas kebawah, tatapannya yang tajam serasa menusuk jiwaku tetapi wajah cantiknya menunjukan sedikit ekspresi ragu. Aku mencoba menjaga ketenangan ku dibawah pandanganya.


"Apakah perkataan Klein itu benar, Azzure?" Tanya Bu Guru dengan heran. "Namun seingat ku kau tidak memiliki kemampuan sama sekali, kenapa kau bisa melukainya?" Lanjutnya.


"Ini bukan kesalahan ku! Aku bersumpah! Klein yang mencari masalah dengan ku. Dia mencoba memukuli dan menindas ku!"

__ADS_1


Sebelum aku dapat berbicara untuk membela diri ku sendiri, Klein menyela perkataan ku dengan cepat.


"Dia selama ini menyembunyikan kekuatannya, kita sudah dibohongi oleh dirinya! Jangan percaya lagi dengan omongan apapun yang dia katakan!" Teriak Klein melanjutkan sandiwaranya.


"Cukup! Diam kalian berdua!" Bu Guru berkata dengan serius.


Keributan yang terjadi telah membawa banyak warga sekolah berkumpul disekitar kami, meraka menatap kami dengan rasa ingin tahu. Dua orang laki-laki dengan badan ramping dan tubuh yang berotot melangkah maju dari kerumunan.


Dengan satu tatapan aku langsung mengenali mereka, mereka berdua adalah teman Klein. Mereka sering memukuliku dan mempermalukan diriku.


Apalagi yang mereka inginkan sekarang? Pikirku. Laki-laki dengan badan ramping yang bernama Chris menatap ku dengan tatapan licik, senyum lebarnya yang jahat menghias wajah bulatnya.


"Itu benar, teman sekelas kami juga melihatnya, benarkan teman-teman?" Ucap orang yang berotot mencoba menyakinkan sang Guru. Tatapan membunuhnya mengitari kerumunan mencoba membuat mereka mengancam untuk mengatakan "Iya".


Mereka berdua memiliki reputasi yang ditakuti disekolah ini, Ayah Chris merupakan salah satu pendiri sekolah ini dan tentu saja Chris memiliki kekuasaan di sekolah ini, sedangkan pria berotot yang bernama Jito merupakan salah satu murid terkuat sekolah ini. Tidak ada yang ingin menyinggung mereka berdua oleh karena hal itu para kerumunan menyetujui perkataan Chris. Tidak ada yang mencoba membela Azzure walaupun mereka tau bahwa Klein mungkin adalah orang yang bersalah.


Azzure mengigit bibirnya, dia berada di posisi yang sulit tidak ada yang bisa membantunya. Sang Guru yang melihat dan mendengar perkataan para siswa mulai merasa yakin.

__ADS_1


"Azzure, kupikir kau adalah siswa yang cerdas dan teladan..... namun aku tidak menyangka kau akan melakukan hal jahat seperti itu kepada teman sekelas mu!" Ucap sang Guru dengan lantang.


"Tapi Klein yang sebenarnya mencoba menindas dan merampas uangku! Mereka semua berbohong padamu!" Aku mencoba untuk membela diriku untuk yang terakhir kali.


Kerumunan orang-orang menatap ku dengan rasa iba, sedangkan Chris memiliki senyum lebar di wajahnya. Aku merasa muak dengan sekolah ini!


"Hentikan omong kosong mu! Banyak orang yang menyaksikan tindakan yang telah kau perbuat!" Lanjut sang Guru.


"Aku akan menghukum mu. Kau harus membayar semua kerugian yang telah kau rusak dan kau akan di skors dari sekolah selama seminggu untuk merenungkan perbuatanmu!"


"Sekarang pergi dari sini!" Dia berteriak.


Aku mengambil tasku lalu berjalan pergi melewat kerumanan orang-orang, tidak mempedulikan tatapan mereka yang melihat ku dengan rasa kasihan bahkan ada yang merasa senang melihat penderitaan ku.


Berjalan keluar dari tempat yang paling kubenci, aku tertawa dengan keras. Sudah dari dulu aku ingin pergi dari lubang neraka itu.


"Apakah kau menyerap semua energi itu, wahai Roh kegelapan?" Ucap ku dengan suara pelan disertai senyuman jahat.

__ADS_1


"Sudah tuan, energi negatif yang terkumpul sangat banyak dengan energi ini kita dapat memperkuat tubuh dan kemampuan milik anda." Jawabnya dengan nada datar seperti biasa.


Aku tersenyum mendengar jawabannya. Ini adalah awal dari perjalanan ku menuju yang terkuat dan membalaskan dendan orang tua ku. Dengan senang hati aku berjalan menuju masa depan yang panjang.


__ADS_2