
"Berakhir" Itu yang diharapkan oleh Azzure. Tapi sebuah iblis tidak akan terbunuh semudah itu.
Iblis tadi memang nampak tidak siap dengan serangan Azzure. Tapi, dibalik asap tebal tersebut Azzure masih merasakan hawa kehidupan disana serta sebuah energi yang meluap luap seolah mengamuk.
Asap tebal itu mulai menipis, iblis itu terlihat sedang meregenerasi tubuhnya. Tapi, ada Sesuatu yang aneh. Setelah seling waktu beberapa puluh detik, tubuhnya masih beregenerasi.
Dibandingkan saat pertama kali, regenerasi nya kali ini sangat lambat. Entah energi nya tidak sanggup menyembuhkan luka nya sekaligus, atau memang jumlah luka nya membuat regenerasinya terhambat.
"Aku memang belum tau pasti mengapa regenerasi nya melambat, tetapi dengan begini aku sudah menemukan kelemahan regenerasinya. Tapi tiap serangan yang ku berikan harus memberikan efek besar atau luka yang besar. Untuk sekarang hanya itu kelemahan nya."
Iblis itu berdiri dengan tubuhnya yang masih dalam regenerasi. Energi nya meluap luap.
Setelah regenerasi nya selesai, Ia mengangkat kepalanya dan menatap Azzure dengan tajam. Azzure menatap balik iblis itu, mata yang melotot, pupil yang mengecil, tidak salah lagi iblis itu mulai kehabisan kesabaran.
"Tch, entah kenapa aku merasa sesuatu yang buruk akan segera terjadi..." Azzure menghunuskan pedangnya di tangan kanan, dengan Dagger di tangan kirinya yang Ia genggam seperti pisau.
Iblis yang berada di depan Azzure mulai mengangkat Spear besar nya dengan energi yang terkumpul padat di sepanjang badan Spear itu.
Kemudian iblis itu berkata, "Kau main main denganku..." dan Ia menancapkannya ke tanah dengan kuat.
Tanah di seluruh ruangan itu bergetar. Dari bawah tanah mulai bermunculan pilar pilar api berwarna merah yang lama kelamaan berubah menjadi warna ungu.
Pilar pilar api itu terus bermunculan secara acak dari bawah tanah. Pecahan tanah berterbangan di udara karena getaran yang luar biasa.
__ADS_1
Perlahan pilar api tersebut menghilang satu per satu. Tetapi pilar api tersebut malah muncul tepat di bawah Azzure.
Azzure yang menyadari itu dengan cepat menghindar dengan keuda sayap nya. "Kalau sampai kena akan sangat berbahaya. Kekuatan yang sangat di luar nalar."
Pilar api tersebut terus bermunculan tepat dimana Azzure berada. Pilar pilar api tersebut mengejar keberadaan Azzure. Itu terus bermunculan dari tanah, dengan cepat membakar semua objek yang di sentuhnya menjadi abu. Dari tanah pilar api itu bergerak sampai menembus atap ruangan itu.
"Bagian tubuhku akan langsung terbakar menjadi abu jika aku tersentuh oleh serangan itu. Aku akan mengulur waktu sampai energi nya menipis." Pikir Azzure.
"Tunggu..., udara di tempat ini bisa saja ikut terbakar! Aku harus segera menghentikan ini sebelum udara di tempat ini terbakar dan membuatku tidak bisa bernafas. Tapi bagaim-"
iblis itu tiba tiba muncul tepat dihadapan Azzure sambil memukul perutnya dengan tangannya yang dilapisi api hitam. Azzure hanya sempat menahan serangan itu terang terangan tanpa persiapan apapun.
Azzure terpental sangat jauh, tetapi Azzure tidak punya waktu untuk memikirkan luka yang Ia dapat. Ia lekas bangun dan kembali bergerak karena pilar api tadi pasti terus mengikutinya.
"Tch, tulang tangan kiri ku sepertinya patah karena menahan serangan mendadak tadi. Aku harus membunuh makhluk itu segera."
Sambil menunggu tangan kiri nya pulih, Azzure menghindari pilar pilar api yang terus bermunculan dan diiringi dengan serangan Iblis itu.
"Tunggu, kenapa dia tidak membawa senjatanya? Dimana benda itu?...... Benda itu masih menancap di tanah?! Energi yang membara terus memancar dari benda itu. Benda itu harus kuhancurkan lebih dulu."
Azzure mengulur waktu sambil menghindari serangan, Ia mencari waktu yang tepat untuk mendekati Spear milik iblis itu yang menancap di tanah.
Azzure memperkuat kedua kaki dan sayapnya, Ia bersiap untuk melompat dan bergerak cepat menuju Spear milik si iblis.
__ADS_1
Tidak lama kemudian iblis itu meluncur dengan cepat ke depan Azzure sambil mengepalkan tangannya untuk memukul.
Azzure langsung berhenti ke arah tembok, lalu Ia melompat dengan cepat dan terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Spear iblis yang menancap di tanah itu.
Ia mengangkat pedangnya, lalu Ia memutarnya dengan kuat ke bagian tengah Spear tersebut.
Serangan pertama nya tidak membuahkan hasil. Tanpa berpikir panjang Ia mengangkat tangan kiri nya yang menggenggam Dagger miliknya.
"Rolling Dark Slash!" Ia menebas Spear itu sekali lagi dengan kuat sambil menahan rasa sakit di tangan kiri nya yang masih belum pulih total.
Spear tersebut patah terpisah menjadi dua. Energi yang dipancarkannya seketika lenyap dan tanah berhenti mengeluarkan pilar pilar api.
Iblis itu tiba tiba muncul di atas Azzure. Azzure menghindar dengan cepat. Kedua tangan iblis tersebut diperkuat dengan energi dan menghantam Tanah dengan keras.
Serangan itu terjadi sangat cepat, seluruh tempat itu bergetar dan terjadi ledakan energi dari serangan iblis itu tadi.
Asap tebal muncul dan berterbangan disekitar iblis yang baru saja menyerang tadi.
"Cepat sekali makhluk itu bergerak! Untung saja aku masih sempat menghindar, Tapi apa apaan ini...? Ada energi yang membara dari tempat nya..."
Energi amukan iblis itu kembali membara, asap tebal disekitarnya seketika menghilang tertiup degan aura energi yang mengamuk dari si iblis.
"Sekarang apa lagi..... Serangan gila makhluk itu tidak ada habisnya..." Ucap Azzure dengan nafas yang terengah engah kelelahan.
__ADS_1
Azzure memegang erat kedua senjatanya, bersiap menghadapi semua serangan keji sang iblis. Entah sudah berapa lama waktu berlalu di dungeon ini.