
Hujan semakin deras dalam sesaat. Aura Roh Angin semakin pekat. Ia mengangkat tangannya, lalu Melemparnya ke arah Azzure. Tiba-tiba Azzure terpental lumayan jauh dan tubuhnya terbaring di atas tanah.
“Sialan, Apa-apaan itu?!” Azzure berkata dalam hati sambil membangunkan dirinya dari tanah. “Memangnya ada angin sekuat itu? Lagipula angin itu tidak terdeteksi, hanya mengeluaran sedikit suara. Ku kira akan menjadi lebih mudah, namun sepertinya malah akan bertambah sulit.” Lanjut nya dalam hati.
Roh Angin mengarahkan tangannya kearah Azzure, lalu Ia mengayunkan tangannya itu ke atas. Angin kencang meniup Azzure ke udara. Lalu Roh Angin kembali mengayunkan tangannya kebawah, dan Azzure terbanting dengan keras Ke tanah Arena.
Debu-debu disekitar Azzure berterbangan membentuk sebuah gumpalan asap tebal. Para penonton terdiam, dan ada beberapa yang terlihat khawatir. Kepala Sekolah Azzure meneteskan keringat dari dahi nya, dia tidak menyangka lawan Azzure akan sekuat ini, dia sedikit terkejut dan khawatir.
Celestine melihat Azzure dengan tatapan penuh khawatir. Namun Zef terlihat percaya kepada Azzure, Dia yakin Azzure memiliki kemampuan yang belum dia tunjukan.
Kabut debu tersebut mulai menghilang. Tubuh Azzure yang penuh goresan dan darah Nampak sedang terbaring di tanah dengan lemas.
“E-eh? Apa yang…. Terjadi?....” Ucap Celestine terkejut dengan kaki nya yang gemetaran.
“Sekuat itu kah… serangannya?!” Ucap Zef terkejut. Wajahnya yang tadi seketika berubah menjadi terkejut.
“Kurang ajar. Tidak hanya menerbangkanku, angin tadi bahkan bisa menyayat tubuhku dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Sekarang aku harus beregenerasi, tapi aku tidak yakin dia akan membiarkanku beregenerasi dengan tenang.” Ucap Azzure dalam hati sambil memperlihatkan wajah kesal.
Pemikiran Azzure benar. Roh Angin mengarahkan kedua tangannya kearah Azzure, lalu ditangannya terlihat sebuah kumpulan angin yang berputar. Tidak lama kemudian, angin ditangannya itu membesar dan membentuk dua buah tornado yang menghisap begitu kuat.
Tornado tersebut bergerak kearah Azzure sesuai dengan gerakan tangan Roh Angin. Roh Angin terus menghambat regenerasi Azzure. Serangannya itu sangat membabi buta. Sedangkan Azzure hanya bisa menghindari tornado itu sambil terbang.
“Kalau begini terus aku yang akan tamat.” Keluh Azzure dalam hati.
Ia dengan segera menggunakan Midnight Steps nya kebelakang Roh Angin dan menebas kepalanya. Seluruh bagian tubuh Roh biasanya sangat keras, bahkan jarang ada orang yang mampu mendekati Roh dengan mudah.
Namun leher Roh Angin terlihat sangat mudah ditebas oleh Azzure. Kepalanya itu terpisah dari tubuhnya dan jatuh ke tanah bersama tubuhnya, dan lama kelamaan Roh tersebut seperti kembali kedalam tubuh Razel.
Sekarang tinggal tersisa razel. Azzure melesat ke arahnya, namun Ia tidak bisa menyentuhnya. Sesosok Roh yang memiliki kekuatan petir itu menahan tangan kanan Azzure.
Rambutnya yang berdiri tegak dan dialiri oleh aliran listrik itu terlihat menyeramkan. Mata nya yang berwarna kuning menatap wajah Azzure dengan sangat tajam memberikan tekanan yang besar pada Azzure.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Roh itu mengaliri listrik bertegangan tinggi dari tangannya ke tangan Azzure. Azzure merasa kesakitan, tangannya mati rasa. Ia langsung menendang perut Roh Petir itu menjauh dan Azzure juga bergerak menjauh.
“Roh lagi?! Sekuat apa manusia itu? Aku masih merasakan satu aura kekuatan asing lagi, tapi aku belum tahu pasti dari mana aura kekuatan ini berasal.” Keluh Azzure yang sedang bingung memikirkan cara terbaik melawan Roh itu dan Razel.
Karena sedang dalam keadaan hujan, ini sangat menguntungkan Roh Petir. Elemennya bisa merambat melalui genangan air.
Tak menunggu lama, Roh Petir langsung menyerang Azzure dengan menggunakan tangannya yang dialiri listrik. Ia melancarkan serangan bertubi-tubi dengan sangat cepat dan sangat kuat.
Azzure ingin membalas serangan, namun serangannya yang begitu cepat membuat Azzure tidak bisa mencari celah.
Tapi pada akhirnya terlihat sedikit celah pada Roh Petir, Azzzure memanfaatkan celah kecil tersebut untuk menyerang balik.
Dengan menggunakan Shadow Spike nya, Azzure melakukan tebasan bertubi-tubi kepada Roh Petir. Sedikit demi sedikit Roh Petir mundur ke arah Razel. Azzure berpikir bahwa dia sedang memancingnya.
Dugaan Azzure benar. Dibelakang Razel terdapat sesosok Roh yang bersembunyi.
“Ada Roh lain? Hebat sekali! Ini sangat langka! Ini pertama kalinya aku melihat orang yang bisa mengendalikan empat Roh !” Ucap salah satu penonton.
Luka-luka banyak ditemukan di sekujur tubuhnya. Nafasnya pun sudah sulit dikontrol. Razel menatap Azzure dengan tajam, lalu Ia mengayunkan tangannya ke Arah Azzure.
Lalu Si Roh air membuat sebuah gelombang Air besar dan mengarahkannya kearah Azzure. Azzure hanya bisa bertahan, Ia tidak boleh asal bergerak. Pilihan terbaik saat ini hanyalah bertahan.
Azzure menerima gelombang kuat tersebut dengan penuh santai, Ia terlihat pasrah. Namun sebenarnya Ia sedang bersiaga terhadap serangan tersebut, Gelombang tersebut menghantam dan menenggelamkan Azzure dengan mudahnya. Azzure terkurung di dalam gumpalan air dan terjebak di dalamnya.
Waktu berlanjut, Azzure tidak bergerak dari tempatnya. Para penonton dibuat khawatir olehnya.
“Si tengik itu tidak akan bisa bertahan lama, lihat saja.” Ucap Klein pelan disebelah Kepala Sekolah. Kepala Sekolah makin khawatir. Ia tidak tahu keadaan Azzure di bawah sana.
“Kenapa…. Dia diam saja?? Dia bisa kehabisan nafas jika terus berada disana.” Ucap Zef pelan, tangannya sedikit gemetaran.
“Dia pasti bisa. Dia tidak mungkin kalah. Azzure yang ku kenal tidak bisa dikalahkan semudah itu.” Ucap Celestine percaya pada Azzure.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Roh petir terbang ke atas arena. Ia mengangkat tangannya, lalu di atasnya mulai muncul awan gelap dengan petir yang menyambar dengan keras. Nampaknya Roh Petir itu sedang mengendalikan petir dilangit untuk menyerang Azzure.
Lama-kelamaan tangannya bersinar, lalu Ia mengayunkan tangannya kearah sekumpulan air berjumlah besar itu bersama Azzure didalamnya.
Lalu seketika petir yang amat besar itu menyambar kearah gumpalan air itu, dan kekuatan petir itu merambat dengan cepat ke seluruh bagian gumpalan air tersebut. Azzure tersetrum sangat kuat. Tegangan petir yang sangat tinggi itu terasa seperti menyambar dan terus mengalir di sepanjang aliran darah ditubuhnya.
“Hah, selesai sudah. Memalukan.” Ucap Klein sambil membuat senyuman jahatnya
“Aku harus… segera keluar….. dari sini….” Ucap Azzure dalam hati yang sedang kesakitan.
“Hmh…. Dengan begini selesai sudah. Tidak hanya kalah, Ia juga pasti sudah kehilangan nyawa setelah menerima sambaran petir tadi. Manusia biasa tidak akan bisa bertahan dari serangan itu.” Ucap Razel yang sudah terlalu percaya diri.
“Kau pasti bisa. Kau itu kuat, aku tau itu. Berjuanglah.” Ucap Celestine pelan.
Dari tempat Azzure terlihat sebuah kumpulan aura berwarna hitam keunguan. Rupanya itu berasal dari kedua tangan Azzure. Kedua tangannya terlihat menggenggam Shadow Spike nya dengan sangat kencang.
Tak lama kemudian Azzure mengangkat kedua Shadow Spike nya, lalu meancapkannya ke tanah dengan sangat kuat. Tanah tersebut bergetar dengan keras, Aura gelap meledak dari Kedua Shadow Spike milik Azzure, gumpalan air tersebut pecah dan lenyap seketika.
“Kau…… Kau mencari masalah dengan orang yang salah.” Ucap Azzure yang diselimuti Aura kegelapan yang terlihat sedang marah.
“A-apa? Dia bahkan masih sanggup berd-diri?!!” Ucap Razel terkejut.
Penonton bersorak keras, yang khawatir berubah menjadi semangat. Zef yang tadi terlihat khawatir sekarang terlihat sangat lega. Sedangkan Celestine hanya tersenyum manis melihat Azzure.
Azzure menggunakan Midnight Stepsnya ke Roh Petir, menebas kedua tangannya lalu menusuk dada nya. Seketika Roh Petir mati dan kembali masuk kedalam tubuh Razel. Begitu pula Roh Air, Azzure menggunakan Midnight Stepsnya dan langsung menebas kepala si Roh Air.
“Kurang ajar!” Ucap Razel sedikit kencang sambil melotot marah.
Ia terlihat sedang mempersiapkan serangan selanjutnya. Aura kemarahan menyelimuti tubuhnya. Aura nya memancar sangat kuat, meski tidak sekuat Aura Azzure.
Para penonton bersorak, namun ada beberapa yang terlihat diam. Ada pula yang ketakutan melihat Aura mengerikan yang keluar dari tubuh Azzure dan juga Razel.
__ADS_1
Kedua dari mereka saling menatap dengan tajam penuh amarah. Pertandingan akan menjadi semakin sengit. Elemen kegelapan milik Azzure melawan elemen cahaya milik Razel, pertarungan kali ini tidak akan mudah Apalagi dengan Azzure yang sudah melewati batasnya.