True King

True King
chapter 42


__ADS_3

Jam demi jam berlalu, matahari berganti bulan, dan bulan berganti matahari. Azzure tertidur sejak siang kemarin, dan terbangun keesokkan pagi nya.


"Malam?... Tidak, ini menjelang Pagi. Selama itu kah?... Dan anak ini tidur disebelahku..."


Azzure bangun dari sofa, Ia mengendong Vai ke tempat tidur nya. Azzure berjalan ke depan rumah, Ia menatap langit gelap berwarna biru tua.


"Masih jauh...aku masih jauh dari kata Kuat. Aku tidak akan bisa kembali dengan tubuh yang masih lemah ini."


"Sudah lama aku tidak latihan fisik, aku hanya melakukan misi. Misi yang mudah dan tidak cukup disebut latihan."


Azzure membasuh wajah nya, Ia pergi ke daerah hutan. Binatang buas yang tidak diketahui jumlahnya, jebakan-jebakan para pemburu, ditambah dengan daerah luas yang sangat cocok untuk latihan.


Dari arah semak-semak Ia merasakan keberadaan suatu makhluk, itu pasti para binatang buas yang kelaparan


"Pertama latihan fisik."


Azzure memperkuat tubuh nya dengan aliran energi, dengan cepat melesat ke arah sebuah semak-semak. Saat semak semak tersebut dibuka, nampak lima ekor serigala yang sudah siap menyantap mangsanya.


"Nampaknya ini daerah kekuasaan serigala hutan."


Azzure menendang salah satu kepala serigala yang ada didepannya, retakkan tulang terdengar. "Kerusakan tengkorak, pasti mati."


Lalu Ia memalingkan pandangannya, dan memukul kepala serigala yang lain. Saat serigala itu kesakitan, Azzure mematahkan kedua kaki depannya. "Patah tulang kaki, bukan luka fatal, tapi cukup melumpuhkan."


Lalu salah satu serigala melompat ke arah Azzure dengan kedua cakar dan gigi nya yang runcing. Sebelum Ia diterkam, Azzure bergerak ke bawah serigala itu, lalu memukul perutnya dengan keras dan menendang kembali perutnya sampai serigala itu jatuh ke tanah. "Luka organ dalam, lumpuh."


Dari belakang, dua serigala yang tersisa melomoat ke arah Azzure. Azzure melompat dan menendang leher salah satu serigala tersebut hingga patah. "Patah tulang leher, sudah pasti mati."

__ADS_1


Lalu Azzure beralih ke serigala yang lain, menendang punggung nya ke tanah, lalu meninjak kapala nya dengan keras. "Mati."


"Belum cukup."


Azzure terus berjalan ke tengah hutan, Ia terus berjalan tanpa ketakutan, ingin mencari sekumpulan serigala lagi atau hewan lain yang bisa Ia lawan.


Jauh di depan matanya terlihat sekelompok serigala yang sedang berkumpul, ada lebih dari dua puluh serigala yang terlihat disana. Dan diantara mereka terdapat seekor serigala yang besar dan nampak seperti serigala Alpha di kelompok tersebut.


"Sekarang latihan Senjata."


Azzure mengeluarkan Dagger nya, Ia melesat me arah kumpulan serigala itu dan menebas dua serigala dengan cepat.


Sekumpulan serigala itu menyerang satu per satu. Mereka menerkam tubuh Azzure, namun hal itu tidak berhasil, karena sebelum sempat menerkam, tubuh mereka sudah habis di tebas menggunakan Dagger Azzure.


Semakin lama gerakan mereka terlihat bertambah cepat, Azzure mulai kesulitan untuk membunuh mereka.


"Gerakan kemarin yang ku lakukan, mungkin akan ku coba lagi.".


Azzure mengumpulkan energi dalam Daggernya, memfokuskan seluruh energinya untuk dilepaskan dalam satu serangan.


"Rolling Dark Slash!"


Azzure memutar kedua Dagger nya, serigala disekitar nya terbelah rapih menjadi dua, bahkan ada beberapa pohon yang tumbang karena serangan itu.


Yang tersisa tinggal lah serigala Alpha. Tubuh nya yang besar, serta aura nya yang mengerikan, membuat dia menjadi terlihat kuat.


Azzure bergerak cepat ke arah serigala itu dan mengayunkan Dagger nya untuk menebas kepala nya. Namun serangan nya itu masih bisa dihindari.

__ADS_1


"Menghindar? Sepertinya Ia takut dengan Dagger ini, ku kira dia akan menangkis."


Azzure terus menyerang, Serigala tersebut terlihat kelelahan menghindar.


Serigala itu menghantam tanah dengan salah satu cakar nya itu, membuat tanah bergetar. Tidak lama kemudian muncul duri-duri dari tanah bergerak ke arah Azzure dengan cepat.


"Elemen tanah ya...?"


Dibalik, Serangan itu, serigala Alpha sedang melakukan serangan lain. Tanah bergerak, dan banyak bebatuan besar melayang seolah dikuasai oleh sang Alpha.


Batu tersebut dilemparkannya ke arah Azzure. Gerakan nya begitu cepat, Azzure dibuat kebingungan untuk menghindar.


Ia menebas batu tersebut satu per satu dengan kecepatan tinggi sambil menghindari duri-duri yang muncul dari tanah.


Saat batu besar itu sudah terlemparkan semua, Azzure langsung menggunakan Midnight Steps nya ke depan wajah sang Alpha. Ia menusuk kepalanya, lalu memutar kedua Daggernya dan membelah tubuh sang Alpha menjadi dua.


Beberapa batu besar yang masih melayang jatuh ke tanah dalam keadaan utuh. Daerah disekitar sana terlihat seperti habis terjadi pertempuran antara binatang buas.


"Tidak sekuat yang ku kira."


Azzure menatap langit yang masih gelap, "Akan ku lanjutkan lagi nanti." Kata nya.


Ia berjalan perlahan keluar dari hutan lebat tersebut, melewati mayat-mayat serigala yang tadi Ia bunuh.


"Ku kira hari ini akan dapat mangsa yang cukup, ternyata hanya hewan-hewan biasa saja."


Azzure menghilangkan Dagger nya, dan melanjutkan perjalanan nya ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2