True King

True King
chapter 21


__ADS_3

Keesokan hari, Azzure terbangun lebih awal dari biasa nya. “Hhmm....Entah kenapa aku tidak bisa tidur dengan tenang malam ini, seperti ada yang mengganjal rasanya……” Ucap Azzure yang baru saja terbangun dari tidurnya.


Pada akhirnya, Azzure memutuskan untuk bangun dan berlatih sampai tiba waktunya untuk pergi sekolah.


“Latihan ini lama kelamaan terasa sangat ringan, sepertinya tubuhku ini semakin terbiasa. Mulai besok aku akan melakukan latihan ini dua kali lebih lama.” Kata Azzure yang sedang melanjutkan latihannya.


Menit demi menit berlalu, sudah 2 jam sejak Azzure terbangun dan melakukan latihannya. Azzure mengintip keluar jendela, Ia melihat matahari yang mulai menampakkan diri.


Azzure menghentikan latihannya, lalu lekas mandi, makan dan bersiap untuk sekolah.


Azzure berangkat menuju sekolahnya, Seperti biasa Ia ditatapi oleh murid-murid lain sepanjang jalan. Azzure berjalan kearah kelas, menaruh tasnya, lalu Ia duduk dengan kepala yang terbaring diatas meja dan tangannya dijadikan bantal.


“Aku lelah, Aku tidak terbiasa bangun se pagi ini, sekarang aku merasa sedikit mengantuk.” Gumam Azzure pelan. “Dan tumben sekali manusia itu tidak menggangguku, rasanya aneh. semoga saja dia sudah mati.” Lanjut Azzure dengan suara pelan.


Bel berbunyi. Semua murid masuk ke kelas masing-masing dengan tenang, dan para guru memasuki kelasnya untuk mengajar.


Hari ini walikelas Azzure terlihat senang. Ia memasuki kelas dengan wajah tersenyum dan langsung berkata, “Baiklah anak-anak, semuanya duduk. Ibu punya berita bagus.”


“Dalam 7 hari, kita akan mengadakan turnamen antar sekolah. Ini sudah menjadi tradisi Kota Dyslan setiap 10 tahun. yang akan menjadi peserta turnamen ini adalah semua sekolah yang ada di Kota Dyslan.” Jelas sang guru


“Di Kota ini kan ada seratus lebih sekolah bu. Bukannya jumlah itu terlalu banyak?” Tanya salah satu murid.


“Ya, jadi setiap sekolah akan mengutus satu anak untuk menjadi perwakilan masing-masing sekolah, Kita Akan memilih 5 orang terbaik untuk menjadi perwakilan sekolah kita.” Jelas sang guru.


“Berarti sekolah Silius juga akan menjadi lawan kita bu?!” Tanya seorang murid.

__ADS_1


“Ya benar! Ini kesempatan kita untuk mengalahkan sekolah itu. 10 tahun lalu sekolah itu menghina sekolah kita karena sekolah kita dikalahkan di ronde pertama. Jangan sampai hal ini terulang kembali! Kita harus bisa mengalahkan sekolah itu.” Jelas sang guru. “Kali ini kita harus mengutus orang yang tepat.” Lanjut nya.


''Hadiahnya pun sangat melimpah, Bila kita dapat memenangkan Pertandingan ini kita akan menjadi salah satu sekolah terbaik diseluruh kota Dyslan. Dan juga untuk orang yang memenangkan nya akan diberi Uang sebanyak 100.000 Coin emas, juga mendapatkan Elixir yang dapat memurnikan tubuh dan jiwa, dan satu Hadiah misterius yang tidak di beritahu!''


Sekolah Silius adalah salah satu sekolah terbaik Di kota Dyslan, berbeda dengan sekolah milik kita yang berada di pinggir luar kota Dyslan, Silius berada di pusat kota menjadikan nya tempat para bangsawan dan orang penting belajar atau pun mengajar.


Sekolah itu terkenal karena telah menghasil kan banyak Orang-orang yang kuat, Bahkan pahlawan yang Pernah membunuh mahluk buas level 6 pun pernah bersekolah disana.


10 tahun lalu, Kita sangat tidak beruntung untuk melawan mereka di ronde pertama. Kita dikalahkan dengan mudahnya, mereka begitu kuat. Itulah yang aku dengar waktu Aku kecil, sebuah penghinaan atas sekolah ini.


Satu kelas terlihat senyap. Dan tidak terlihat seorangpun yang mengajukan diri. Lalu sang guru berkata, “Ibu akan menunggu bagi kalian yang ingin mengajukan diri sebagai perwakilan sekolah ini. Ibu akan tunggu sampai 2 hari lagi.”


Setelah pengumuman tersebut selesai, sang guru mulai mengajar.


Salah satu orang berkata, “Klein, kenapa kau tidak ikut saja? Kau itu kuat. Jika kau berhasil menjuarai pertandingan ini, kau bisa menjadi terkenal!” Mendengarnya ucapan itu, Klein menolak dengan keras. Dia menjelaskan bahwa hal itu hanya membuang-buang waktu dan tenaga.


Mendengar itu Azzure mulai berjalan pulang, dan Ia terlihat tertarik untuk mengikuti pertandingan itu. Tetapi Ia masih ragu.


Tidak lama kemudian, Roh kegelapan mengeluarkan suara. “Kenapa anda tidak langsung mengajukan diri, tuan? Dengan tubuh anda dan segala kemampuanmu yang hebat ini, bangsawan pun bisa anda kalahkan dengan mudah.”


“Tidak, aku lebih baik menunggu 2 hari lagi. Jika ada yang ingin mengajukan diri tidak apa-apa, aku tidak jadi ikut.” Jelas Azzure.


“Tuan, jika anda bisa memenangkan pertandingan ini. Anda bisa menjadi terlihat kuat. Ini saat yang tepat untuk menunjukkan kekuatan anda yang sesungguhnya. Jangan sampai ada orang yang mengajukan diri sebelum anda.” Ujar Roh kegelapan.


Kata-kata Roh kegelapan sama sekali tidak merubah pemikiran Azzure. Azzure melanjutkan perjalanannya ke rumah.

__ADS_1


Azzure sedikit tertarik dengan hadiah Yang diberikan oleh hasil pertandingan itu, Dia tentu saja ingin mengikutinya namun dia akan menunggu waktu yang tepat untuk mengajukan diri.


Sesampainya di rumah, Azzure langsung berlatih dengan keras. Roh kegelapan bisa merasakan tekad Azzure untuk memenangkan pertandingan sekolah tersebut. Roh kegelapan hanya bisa mendukungnya.


Hari-hari berlalu. Dan hari ini adalah kesempatan Azzure untuk mengajukan diri, karena sampai hari itu belum ada yang mau mengajukan diri.


Pada jam istirahat, Azzure pergi ke kantor kepala sekolah untuk mengajukan diri mewakili sekolahnya untuk ikut pertandingan tersebut. lalu kepala sekolah memanggil guru kelas Azzure dan memberitahu bahwa murid kelas nya ada yang mengajukan diri.


Mendengar itu sang guru berkata, “Bukannya saya tidak setuju, tapi memangnya kamu mempunyai kemampuan seperti apa? Saya belum pernah melihat satu pun kekuatan mu. Tapi saya tau kalau kau ini mempunyai kekuatan.”


Mendengar itu, Azzure berniat menunjukkan pada sang guru dan kepala sekolahnya betapa kuat energi sihirnya. Azzure mengeluarkan aura gelap dari tubuhnya, aura tersebut berwarna hitam dan sedikit warna ungu.


Melihat aura tersebut, kaki sang kepala sekolah bergetar seperti ada sebuah tangan besar menekan tubuhnya. Sang guru pun terlihat terkejut dan tidak percaya.


“Ya sudah, saya akan menyetujuinya. Tetapi keputusan tetap ada di tangan kepala sekolah.” Ucap sang guru.


“Saya percayakan sekolah ini padamu, nak. Berjuanglah! Menangkan pertandingan ini. Saya berharap besar padamu!” Ucap Kepala Sekolah dengan wajah penuh harapan.


Sang kepala sekolah bisa merasakan Aura level dua yang dimiliki Azzure, Dia sedikit terkejut dengan itu karena bahkan dia yang sudah tau terjebak pada level 1 tahap atas.


Sepulang sekolah, Azzure terlihat sangat senang. Ia langsung melakukan latihan dan meminta Roh kegelapan untuk membantu mengajarinya teknik bertarung yang baik.


Sungguh hari yang melelahkan. Azzure menghabiskan hari-harinya untuk berlatih. Untuk sementara waktu, Dia meminta ijin kepada bosnya untuk tidak bekerja karena ingin berlatih. Mendengar hal itu, bosnya terlihat sangat bangga. Glenn pun terkejut mendengarnya. Mereka berdua mendoakan yang terbaik untuk azzhure.


Azzure ingin menaikan dirinya ke Level 3 secepat mungkin karena dia merasa bahwa sekolah-sekolah lain sudah melatih muridnya untuk menjadi sangat kuat oleh karena itu dia harus dengan cepat menjadi kuat.

__ADS_1


__ADS_2