
Shadow Spike milik Azzure menusuk tangan kiri Celestine dan menembus tangannya. Celestine menarik Shadow Spike milik Azzure dan melemparnya ke tanah.
Celestine beruntung, karena yang tertusuk adalah tangan kirinya. Jika tangan kanannya yang tertusuk, Ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Meski begitu, dengan tangan kirinya yang tertusuk Ia tidak bisa bergerak terlalu bebas. Meski begitu, Celestine tetap berusaha untuk tetap berdiri meski menahan rasa sakit yang luar biasa.
Melihat Celestine, Azzure merasa sedikit kasihan. Tetapi, Ia melihat Celestine seperti sedang mempersiapkan serangan. Azzure bersiap di tempatnya dan mengeluarkan Shadow Spike nya, menggenggamnya ditangan kanannya untuk menangkis ataupun bertahan dari serangan Celestine.
Tidak lama kemudian, Celestine mengarahkan tangannya kearah Azzure, Ia menciptakan tali yang terbuat dari air dan mengikat Azzure. Tidak hanya itu, Celestine juga membuat sebuah penjara dari elemen air miliknya. Lalu, Celestine menambah kurungan untuk Azzure. Ia mengurung Azzure dengan elemen petirnya, dengan membuat sebuah kurungan berbentuk bola.
Penonton bersorak. Pertandingan semakin memanas, Azzure nampak sangat terpojok. Tetapi bagi Azzure, semua kurungan ini sangatlah tidak cukup untuk menahan dirinya.
Azzure melepas ikatan tali tersebut dengan sangat mudah. Celestine melihat hal itu dengan mata terkejut dan kagum. Biasanya, tidak banyak orang yang bisa terlepas dari ikatan itu.
Lalu Azzure mencoba untuk memegang tiang dari penjara air yang dibuat oleh Celestine. Baru tersentuh sedikit saja, tangan Azzure terbawa arus airnya yang sangat kencang ke bawah.
Tetapi, Azzure tidak terlihat bingung. Tanpa berpikir panjang, Azzure menebas penjara air itu dengan Shadow Spike yang ada di tangannya, penjara air itu seketika pecah dan airnya tersebut terciprat di dinding penghalang Celestine.
Celestine tidak percaya melihat itu. Wajahnya terlihat terkejut, tubuhnya terlihat sangat lemas dan Celestine jatuh tersujud diatas arena.
Dengan begitu, tinggal tersisa kurungan Petir buatan Celestine. Azzure juga menebasnya, tetapi kurungan itu hanya tergores. Lalu Azzure mengumpulkan energy miliknya di kepalan tangan kanannya, lalu menghantam kurungan itu dengan kuat. Kurungan itu hancur berkeping-keping.
Celestine yang sudah merasa ingin menyerah, menguatkan tekad nya untuk terus melanjutkan pertandingan. Ia menggunakan separuh kekuatannya dan membuat sebuah penghalang petir dalam jangkauan yang luas, yang menutupi seluruh arena. Penonton terkejut, mereka tidak bisa melihat pertandingan Azzure dan Celestine.
Sedangkan didalam penghalang tersebut, Celestine terlihat sangat serius. Ia terlihat seperti ingin merahasiakan jurusnya yang kali ini.
Celestine membuat sebuah trisula yang terbuat dari air, lalu mengangkat trisula tersebut. Lalu dibelakangnya, terbentuk sebuah ombak yang amat besar.
Tanpa menunggu lama, Celestine mengayunkan trisula nya, dan dengan cepat ombak tersebut bergerak cepat kearah Azzure.
Dengan tenang, Azzure bertahan dari terjangan ombak besar milik Celestine. Tetapi, Azzure merasa heran. Karena Ia juga merasakan sengatan listrik disaat yang bersamaan. Karena sudah muak, Azzure menebas ombak tersebut dengan Shadow Spike nya. Ombak tersebut terbelah dan lenyap dalam sekejap.
Tetapi, tidak disangka, didalam ombak tersebut terdapat tombak petir dengan jumlah yang sangat banyak. Azzure berusaha keras untuk menangkis segala serangan tombak petir tersebut dengan menggunakan Shadow Spike miliknya.
Disaat akhir, Celestine terlihat melesat kearah Azzure sambil memegang trisula nya. Melihat itu, Azzure tidak bisa tinggal diam. Ia bisa kalah jika hanya diam di tengah serangan tombak-tombak petir ini.
Ia membalas dengan melesat balik kearah Celestine sambil menangkis segala tombak cahaya tersebut. dalam jarak dekat, Azzure mengayunkan Shadow Spike nya kearah Celestine, sedangkan Celestine mengayunkan trisula nya ke arah Azzure.
__ADS_1
Keduanya saling bertabrakan, menghasilkan sebuah tekanan yang sangat kuat.
“Hei……. kenapa?….. kenapa kau begitu kuat….? Padahal Kau hanya menggunakan Satu Skill.” Tanya Celestine pelan.
“Hm? Haha, ini hanya karena latihan. Aku berlatih keras untuk hari ini.” Jelas Azzure sambil sedikit tersenyum.
Mereka berdua langsung melompat menjauh, Celestine yang sudah mulai terlihat lemas tetap berusaha untuk terus menyerang.
“Hei, nama mu kalau tidak salah Celestine kan? Kau terlihat sangat Lelah, tapi kenapa kau terus menyerang?” tanya Azzure yang terlihat iba dengan keadaan Celestine dan gerakannya yang mulai melambat.
“Aku…. Aku sudah terpilih untuk mewakilkan sekolahku….. aku harus menang.” Ucap Celestine lemas.
“Lupakan pertandingan ini, kita sudahi saja pertandingan ini. Jika kau melanjutkan ini, itu akan berdampak buruk untuk dirimu.” Ujar Azzure.
Serangan mereka berdua terhenti. Lalu Celestine berkata dengan mata berkaca-kaca, “Tidak….. aku tidak boleh kalah…. Aku tidak boleh mengecewakan sekolahku, Jangan meremehkan diriku.”
Azzure sudah benar-benar tidak tega melihatnya. “Kalau aku menyerah, kau akan beristirahat?” Tanya Azzure yang kasihan padanya.
Celestine terkejut. Ia terdiam. Wajahnya memerah, Ia tidak pernah diperlakukan sebaik ini oleh orang yang tidak dikenalnya. Ia hanyalah seorang anak perempuan yang di adopsi oleh Kepala Sekolah Angelic Mage sejak Ia masih bayi. Ia tidak punya banyak teman. Temannya pun jarang ada yang sebaik ini.
Lalu Celestine mundur sangat jauh sampai di pinggir arena, Ia terlihat sedang memperkuat trisula nya dengan seluruh kekuatan sihir yang Ia punya, dan Azzure melakukan hal yang sama. Mengeluarkan seluruh kekuatan nya pada Shadow Spike terakhirnya ini.
Lalu Celestine melemparkan trisula nya kearah Azzure, dan Azzure mengikuti tindakannya. Trisula milik Celestine bergerak sedikit lambat, sedangkan Shadow Spike milik Azzure bergerak sangat cepat lebih cepat dari biasanya. Trisula yang terbuat dari Air itu mengeluarkan percikan listrik yang begitu banyak, menyelimuti nya dengan sempurna.
Lalu keduanya terlihat akan saling bertabrakan tidak jauh dari tempat Celestine. Tetapi trisula milik Celestine mulai menghilang, serupa dengan kesadaran Celestine. Celestine yang terlihat lemas mulai jatuh perlahan ke tanah, dan trisula nya semakin tidak terlihat, begitu pula penghalang milik Celestine yang mulai memudar.
Dan pada akhirnya trisula tersebut menghilang, dan hanya tersisa Shadow Spike milik Azzure yang sedikit lagi menusuk Celestine.
Melihat itu Azzure langsung menggunakan Midnight Steps nya ke arah Celestine, menahan Shadow Spike nya sendiri dengan tangan kosong, membuat telapak tangannya tergores lebar, dan dengan cepat Azzure menopang tubuh Celestine.
“Kenapa….? Kenapa kau malah menyelamatkanku?” Tanya Celestine yang sudah terlihat sangat lemas.
“Kalau kau bertanya Kenapa? jawaban ku hanya satu Karena kau itu juga manusia, sama sepertiku, Aku tidak ingin melukai seseorang yang tak berbuat jahat kepada diriku. Terlebih lagi kau itu perempuan yang sangat cantik, haha.” Jelas Azzure sambil tersenyum tipis.
Dengan begitu, penghalang milik Celestine lenyap, dan Azzure berkata pelan, “Tenanglah, kau istirahat saja. Aku akan membawa dirimu ke ruangan mu.” Ucap Azzure sambil tersenyum.
Celestine tersenyum dan berkata, ''Terima kasih.... Aku berhutang pada mu.” Lalu Celestine tertidur di tangan Azzure.
__ADS_1
Penonton terkejut dan terdiam melihat bahwa Azzure yang masih kuat berdiri, sedangkan Celestine terbaring lemas di gendongan tangan Azzure.
“DIKARENAKAN KONDISI CELESTINE YANG SUDAH BENAR-BENAR TIDAK MEMUNGKINKANNYA UNTUK MELANJUTKAN PERTARUNGAN, KEMANANGAN KALI INI DI RAIH OLEH AZZURE!” Ucap sang wasit.
Walikelas dan Kepala Sekolah Azzure terlihat sangat kagum sekaligus tidak percaya. Lawan kuat seperti Celestine dari sekolah Angelic Mage pun bisa dikalahkan oleh Azzure.
Dengan demikian, Azzure menggendong Celestine ke ruangannya. Dan dari kursi penonton, terlihat Kepala Sekolah Angelic Mage sedang berjalan cepat kearah ruangan peserta.
Sesampainya di ruangan Celestine, Azzure membaringkan Celestine di tempat tidurnya. Dan tidak lama kemudian mereka dihampiri oleh Kepala Sekolah Angelic Mage.
“Celestine, nak? Kau tidak apa-apa?” Ucap Kepala Sekolah Angelic Mage.
“Tuan, dia adalah Kepala Sekolah dari sekolah Angelic Mage. Dan sekaligus sebagai Ayah angkat Celestine. Dialah yang mengadopsi dan merawat Celestine sejak Ia masih bayi.” Jelas Roh kegelepan.
“Aku tidak tau dengan apa aku bisa berterima kasih kepadamu nak. Betapa baik nya dirimu ini terhadap putriku. Oh ya, nama saya Zef, saya adalah Kepala Sekolah nya sekaligus Ayah angkatnya.” Ucap Ayah Celestine berterima kasih.
“Ah, nama saya Azzure. Putri anda terlihat sangat kelelahan setelah serangan terakhir yang Ia luncurkan tadi, jadi saya menggendongnya kemari. Saya tidak tega melihat perempuan seperti dia kelelahan. Dan saya juga minta maaf jika saya bertindak seenaknya, pak.” Ucap Azzure.
“Tidak, tidak. Aku malah berterima kasih. Dan juga, kau tidak perlu memanggilku seperti itu, terdengar sedikit aneh, karena kau baru saja menolong putriku kau bisa memanggilku dengan panggilan apapun.” Ucap Zef dengan tersenyum.
“Hmm…. Apa boleh bila saya memanggil anda dengan sebutan Paman?”
“Tentu saja. Saya senang mendengar itu. Sekali lagi terima kasih telah menolong putriku. Dan satu hal lagi aku ingin meminta padamu….”
“Apa itu, Paman? Kau bisa meminta apapun.” Ucap Azzure tersenyum.
“Kau benar-benar baik. Saya hanya ingin meminta. Jikalau putri saya ingin meminta mu untuk menjadi temannya, tolong terimalah. Ia tidak memiliki banyak teman, saya merasa sedikit kasihan padanya.” Ucap Zef.
''Kalau dia dan paman meminta, dengan senang hati saya akan menjadi teman Celestine.” Ucap Azzure dengan nada santai.
“Terima kasih, nak. Saya berhutang budi padamu.” Ucap Zef.
“Tidak apa-apa Paman. Baiklah Paman, saya permisi, saya harus beristirahat penuh karena setelah ini masih giliranku.” Ucap Azzure tersenyum.
“Oh ya, berjuanglah nak! Angelic Mage juga akan mendukungmu!” Ucap Zef memberi semangat.
Lawan Azzure berikutnya adalah pengguna elemen cahaya. Azzure harus beristirahat penuh, karena pertandingan berikutnya pasti tidak akan mudah.
__ADS_1