
"Apa yang baru saja kau katakan?! Apakah hal seperti itu dapat dilakukan? Bahkan dengan teknologi manusia yang maju hal seperti itu masih tidak dapat dilakukan!" Aku bertanya dengan serius.
"Apakah kau sedang bercanda denganku? Tidak ada kekuatan yang bisa membangkitkan orang dari kematian." Lanjutku.
"Kau meremehkan kemampuanku, Tuan. Aku adalah Roh kegelapan, pendamping Raja Agung Kegelapan. Aku hidup selama miliaran tahun, dengan kemampuan penuh ku menghancurkan dunia Ini adalah hal yang mudah. Jadi menghidupkan satu manusia adalah hal yang mudah. Namun dengan kondisi kita yang sekarang, menghidupkan kembali Ibumu adalah hal yang masih mustahil."
"Dengan kekuatan kita yang lemah, tugas seperti itu tidaklah mungkin dilakukan." Lanjut roh kegelapan.
Perkataan Roh kegelapan ada benarnya, dengan diriku yang sekarang melakukan hal itu adalah tindakan sulit.
"Jadi Apa yang Harus Kita lakukan?"
"Ada beberapa cara untuk membuat kita lebih kuat, semakin banyak energi negatif yang bisa kuserap maka semakin kuat diri kita. Atau kita bisa melakukan latihan yang akan memakan waktu yang lama. Ada juga cara yang jauh lebih berbahaya." Ucap roh kegelapan.
Aku mendengarkan dengan serius perkataan Roh kegelapan, 'Energi negatif'?
"Apa maksud mu dengan Energi negatif?" Aku bertanya.
"Ada bermacam-macam Energi negatif yang bisa kuserap. Seperti saat Kau ditindas oleh orang-orang disekolah. Aku menyerap energi negatif yang dihasilkan. Rasa marah, jijik, dan rasa benci yang di tunjukan padamu, aku bisa menyerapnya." Jelas Roh kegelapan.
"Aku menyerap semua Energi negatif yang telah terjadi dalam hidup mu, membuat ku dapat pulih dari luka yang kuterima." Lanjut Roh kegelapan.
"Terluka? Siapa yang dapat melukai orang seperti mu?" Tanya ku.
"Para Dewa, mereka mengusirku dari langit di malam kau dilahirkan, dan pada akhirnya aku menetapkan diriku dalam jiwamu, dan membuatmu menjadi wadah Raja kegelapan. Untuk memulihkan beberapa kekuatan ku aku menyerap kekuatan mu, yang menyebabkan dirimu menjadi manusia biasa."
"Jadi kau adalah penyebab semua kemalanganku?" Aku berkata dengan pelan.
"Aku minta maaf sudah menyerap kekuatan mu tuan. Namun, kemalangan yang terjadi selanjutnya adalah para Dewa. Mereka lah yang menulis takdir-takdir kehidupan manusia di muka bumi ini. Namun dengan keberadaanku yang sekarang sudah dalam keadaan pulih, kau terbebas dari belenggu takdir yang mengikat dirimu."
"Aku paham." Ucapku.
"Jadi cara terakhir, apa maksud mu dengan berbahaya?"
__ADS_1
"Dengan membunuh Olorang aku dapat menyerap tubuhnya dan mengambil kekuatan yang orang Itu miliki. Bila kau baik-baik saja dengan itu aku tak mempermasalahkan nya." Roh kegelapan berkata dengan tenang.
"Lupakan hal itu." Ucapku. "Aku bukanlah orang yang sekejam itu. Membunuh orang tak bersalah bukan lah sifat ku, namun jika orang itu adalah orang yang jahat mungkin aku akan mempertimbangkannya." Lanjut ku.
"Roh kegelapan, apakah memukuli orang habis-habisan merupakan energi negatif?"
"Tentu, tindakan kekerasan merupakan energi negatif yang dapat ku serap." Jawabnya.
"Maka aku tau dimana tempat yang tepat untuk kita mendapatkan mendapatkan energi negatif itu...." Azzure tersenyum tipis dan menunjukkan wajah jahat.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Keesokan harinya aku bangun dari tidurku dan melanjutkan tugas harian yang telah di tetapkan Roh kegelapan. Setelah membersihkan tubuhku dan mengganti pakaian, aku memakan makanan yang bisa kutemukan di dapur sebagai sarapan.
Aku mulai berangkat ke sekolah seperti biasa, bolos satu hari merupakan hal yang tidak pernah kulakukan. Dalam kondisi apapun aku akan masuk kesekolah, bisa dibilang aku adalah murid teladan dengan nilai yang lumayan bagus.
Berjalan memasuki sekolah yang berada di pusat desa, aku merasa tatap-tatapan orang yang menuju kepadaku. Hal seperti itu sudah biasa dengan tampilan mencolokku. Mengabaikan tatapan itu, aku kembali berjalan menuju kelasku.
Dan seperti biasa disaat aku menginjak kan kaki ku di depan kelas, suara tidak asing yang selalu membuat ku kesal terdengar.
"Ngomong-ngomong terima kasih atas uang yang kau berikan kemarin, bagaiman jika kau mulai memberikan ku uang setiap hari? Setidaknya kau mempunyai kegunaan lain selain menjadi samsak ku!" Lanjutnya.
Mendengar perkataan itu aku merasa sangat marah. Uang yang ku hasilkan susah payah dari hasil kerja kerasku dirampas oleh orang sepertinya. Azzure teringat lagi oleh ibunya yang bangga dengan dirinya saat mendapatkan pekerjaan ini.
"Sebaiknya kau menyingkir Klein. Aku sedang tidak dalam mood yang baik." Ucapku secara pelan namun dapat didengar olehnya dengan baik.
Klein tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan ku, lemak diperut nya bergoyang disaat dia tertawa. Aku menatap Klein dengan rasa jijik.
"Hei, lihatlah sampah ini! Apakah kau berusaha mengancamku? Jangan bercanda, orang lemah sepertimu bisa melakukan apa? Sadarilah posisimu!" Klein dengan lantang berbicara.
Lalu Klein mengangkat tinjunya mencoba memukul wajah ku dengan pukulan keras, aku melangkah mundur dengan cepat. Klein yang tidak mengenai sasarannya, kehilangan keseimbangan. Tubuhnya yang gendut jatuh ke lantai dengan keras.
"Sialan kau!!!" Klein berteriak dengan keras.
__ADS_1
Klein kemudian berdiri lalu mencoba kembali memukul ku dengan cepat, aku berusaha menghindari pukulannya. Bila aku terkena salah satu pukulan tersebut semuanya akan berakhir, kekuatan Klein ada kemampuan super kuat diluar batas manusia. Satu pukulannya dapat menghancurkan batu besar.
Sudah saatnya aku mencoba kekuatan milikku yang baru. Aku segera menjauhkan diriku dari Klein. Menunggu saat klein mencoba menerjangku, aku segera mengakat tangan ku.
"Shadow Spike!" Aku berteriak.
Kabut gelap muncul dari tangan ku, kabut itu segera membentuk sebuah duri yang berada dilantai. Duri tersebut dengan cepat memukul jauh klein, tubuhnya yang besar terlempar menjauh mengarah kedalam kelas membuat meja-meja dan kursi hancur dan berantakan. Darah mengalir keluar dari mulutnya.
"Bukankah ini terlalu kuat.....?" Gumam ku pelan.
Klein yang terlempar jauh, bangkit kembali. Dia mengusap darah yang keluar dari mulutnya dan menatap ku dengan tatapan membunuh.
"Apa-apaan ini??!! sejak kapan kau memiliki kekuatan?! Apakah kau menyembunyikan nya selama ini? Dasar sampah!!" Dia berteriak dengan marah.
"Itu bukan urusan mu." Jawab ku singkat.
Klein kembali menerjang ku dengan kecepatan yang luar biasa, aku berusaha sekuat tenaga menghindari serangan yang dilancarkan Klein. Namun entah kenapa aku merasa lelah. Ada apa ini?
Suara Roh kegelapan terdengar di pikiran ku,
"Shadow Spike memakan banyak tenaga mu, karena itulah tubuh mu lelah."
Aku pun mengerti dengan perkataan itu, jika aku mengeluarkan Shadow Spike lagi aku akan pingsan karena kelelahan. Aku berusaha sekuat tenaga menahan dan menghindari pukulan-pukulan klein.
"Berhentilah menghindar, dasar pengecut!" Klein berteriak.
"Kau juga berhentilah memukulku, karna itu hanya membuang tenagamu. Pukulanmu tidak akan bisa mengenai ku." Kata ku.
Dia kembali dengan ganas menyerang ku, keringat menetes dari dahiku. Apa yang harus kulakukan? Dengan kekuatan ku sekarang memukul klein adalah hal yang percuma.
Sebelum aku dapat memikirkan sebuah cara, Suara keras terdengar.
"Hentikan kalian bedua sekarang juga!"
__ADS_1
Klein dengan cepat berhenti, nafasnya terengah-engah. Kita berdua menoleh menuju sumber suara. Sosok wanita cantik menggunakan seragam guru datang menghampiri kami, matanya menatap diriku lalu Klein dengan ekspresi marah.