
Tatapan mereka berdua saling memberi tekanan satu sama lain. Azzure yang sudah terengah-engah kelelahan harus melawan Razel yang masih kuat dan bertenaga banyak, terkesan sangat tidak seimbang.
“Aku tidak boleh kalah….. mereka semua telah datang untuk mendukungku…. Aku tidak boleh membuat mereka kecewa. Celestine, Paman Zef, Bapak Kepala Sekolah, Walikelas ku…… aku akan memenangkan ini, atas nama mereka semua. Aku tidak boleh kalah apapun yang terjadi….. bahkan jika nyawa taruhannya, aku akan berjuang sampai akhir!! Kemenangan ini…. Milikku. Dia sudah macam-macam dengan ku, akan ku beri dia pelajaran. Akan ku buat dia bersimbah akan darah!” Ucap Azzure dalam hati.
“Tuan, anda harus bisa menahan emosi anda. Aura kekuatanmu berantakan, energi mu memancar tidak merata. Jika dibiarkan lebih lama lagi, anda bisa kehilangan kesadaran anda. Anda bisa saja menyerang secara membabi buta, anda sudah tidak bisa mengendalikan tubuh anda sepenuhnya lagi.” Jelas Roh kegelapan di pikiran Azzure yang sedang marah.
“Aku…. Harus….. Menang. Apapun cara nya. Akan kuhabisi orang itu!” Ucap Azzure yang sedang dikuasai amarah.
“Tuan, saya sudah memperingatkan anda. Tahan emosi anda, anda bisa saja memasuki mode Berserk dimana anda dikuasai oleh kekuatan sendiri dan menyerang terus menerus tanpa berhenti tanpa mempedulikan pertahanan tubuh anda. Tahan emosi anda.” Lanjut Roh kegelapan
Azzure mencoba menahan amarahnya, tetapi di kepalanya masih ada emosi yang sangat sulit dihilangkan.
Dari kejauhan, Razel mengumpulkan energi di tangannya. Tak lama kemudian Ia mengepalkan tangannya dan mengayunkannya ke arah Azzure.
Sebuah tangan besar yang mengepal dan beraliran energi Roh muncul tepat di depan Azzure dan menghantam tubuhnya. Mulut Azzure mengeluarkan darah yang cukup banyak, tubuhnya terpental.
Azzure mencoba untuk menahan tubuhnya dengan kaki, jadi tubuhnya tidak terpental keluar arena. Tubuh Azzure berhenti beberapa langkah sebelum keluar dari arena, hampir saja Ia dinyatakan kalah karena itu.
“Sialan orang itu…… dia hanya berani menyerang dari jauh?? PENGECUT!” Azzure berkata demikian. Emosi nya mulai memuncak, Ia menggunakan sayapnya dan mengepakkan nya dengan kencang dan bergerak sangat cepat ke arah Razel.
Namun, gerakan Azzure dihentikan kembali oleh Tangan Roh ciptaan Razel. Tangan tersebut memukul tubuh Azzure ke atas, lalu di atas langit Tangan tersebut kembali muncul dan menghantam Azzure ke tanah.
Razel mendekati Azzure yang terbaring ditanah bersimbah dengan darah, lalu Ia berkata, “Jangan main-main kau. Ini bukan tempat bagi makhluk lemah seperti mu, pulanglah ke rumah mu. Atau….. kau mau ku kirim ke neraka? Hahahahhh……” Sambil memperlihatkan wajah geramnya, Razel terus menggerakkan Tangan Roh nya dan menghantam Azzure yang berada di tanah berkali-kali.
Azzure berlumuran Darah dan terlihat berada diambang kehilangan kesadaran, Razel tertawa liar melihat kondisi Azzure yang Hanya bisa terbaring lemah berdiam. Darah membasahi tanah Arena membuatnya tampak mengerikan, Razel membalikan badannya merasa yakin kemenangan berada ditelapak tangan nya.
Wajah para penonton memucat. Kepala Sekolah, walikelas Azzure dan murid-murid lainnya terdiam. “T-ti-tidak… mungkin….” Suara Kepala Sekolah terdengar pelan dengan kaki nya yang gemetaran.
“Heh…… dari awal memang mustahil bocah itu bisa menang. Pengecut itu memang lemah.” Ucap Klein dengan wajah senang dan tersenyum jahat.
__ADS_1
“Tidak…. Ini pasti bohong……” Zef berkata dengan mata nya terbuka lebar terdiam menatap ke arah Azzure.
Celestine terdiam, yang awalnya Ia percaya Azzure akan menang, sekarang Ia terdiam dengan wajahnya pucat dan air mata berlinang di matanya. Kondisi Azzure yang benar-benar memprihatinkan sukses membuat penonton khawatir.
“Bunuh……. Dia akan kubunuh…….. KUBUNUH KAU!” Teriak Azzure berusaha menahan serangan Tangan Roh Razel dengan tangan kosong yang dialiri aura hitam ke unguan miliknya.
Matanya terbuka dengan lebar, Matanya Birunya bersinar terang dengan Cahaya ungu mewarnainya. Ekspresi Wajahnya yang Mengerikan, sayapnya melebar, Dan Auranya Yang semakin mengamuk membuatnya tampak Seperti Iblis.
“Tuan, tolong kendalikan emosi anda. Anda sedikit lagi kehilangan kesadaran anda. Jika terus seperti ini anda akan memasuki mode berserk. Sadarlah!” Suara Roh kegelapan terdengar menggema di pikiran Azzure.
“Tidak peduli…… yang penting dia mati…. Dan AKU MENANG!!”
Aura Azzure meledak, angin berhembus kencang dari arah Azzure. Di kedua tangannya keluar sebuah Aura gelap Dengan Cahaya ungu melapisinya dan Secara perlahan sebuah dagger terbentuk dengan Aura Kegelapan yang pekat. Kekuatan Azzure meningkat berkali-kali lipat dalam mode Berserk namun dia harus membayar harga yang berat.
“S-syukurlah…..” Celestine menangis terharu melihat Azzure yang masih bisa bertahan. Kepala Sekolah Azzure dan lainnya juga terlihat lega. Para penonton bersorak.
Dibalik semua itu, mereka tidak mengetahui kalau itu bukanlah Azzure yang mereka kenal lagi. Tubuhnya sudah tidak bisa dikendalikan lagi, Ia sudah sepenuhnya memasuki mode Berserk.
Razel bergerak menjauh, mencoba melakukan regenerasi. Tetapi sekejap mata Azzure menggunakan Midnight Steps nya dan menusuk lengan kanan Razel.
“KAU GILA?!!” Teriak Razel.
“Sekarang giliranmu, untuk merasakan KESAKITAN!” Azzure berkata demikian sambil melempar Razel ke langit. Di langit, Razel mengarahkan Tangan Roh nya dan memukul balik Azzure.
“MAJU KAU!!!” Teriak Razel sambil menyerang Azzure dengan segala kekuatannya.
Azzure menggunakan Midnight Steps nya, bergerak ke belakang Razel dan menusuk perutnya. “Kau yang menyuruhku maju bukan?” Ucap Azzure dengan tatapan marah sambil memutar Dagger nya di perut Razel.
Di tengah pertarungan, wasit berseru,“PERTANDINGAN SELESAI, DIKARENAKAN RAZEL SUDAH TIDAK-“
__ADS_1
“MASIH BELUM!!! AKAN KU KALAHKAN ORANG INI. AKU YANG AKAN MEMENANGKAN INI SIALAN KAU!!” Razel berteriak sambil kesakitan lalu menjauh dari Azzure. dengan begitu pertandingan tetap berlanjut, karena Razel sendiri yang berkata demikian.
Regenerasi Razel melemah. Sudah terlihat bahwa Razel sudah kehabisan banyak tenaga menggunakan Tangan Roh nya tadi.
Razel terus menyerang Azzure dengan segala cara. Emosi nya sudah memuncak. Ia tidak lagi melakukan regenerasi. Kecepatan Razel meningkat, tetapi energi nya juga pasti terkuras lebih banyak
Sampai pada suatu saat, Razel menebas sedikit bagian tubuh Azzure yang terlihat lengah dengan pedang cahaya, lalu Ia menggunakan Tangan Roh nya dan memukul Azzure ke tanah, Kemudian Mengangkat dan melempar Tubuh Azzure Ke langit. Di atas langit, Razel sudah siap dengan pedangnya Untuk menikam Azzure.
Azzure semakin dekat dengan Razel, Razel menggerakkan ujung pedangnya tepat ke arah kepala Azzure. Namun serangannya itu gagal. Azzure menggunakan sayapnya dan bergerak secepat mungkin ke samping Razel, lalu menembus perutnya itu dengan Dagger yang Ia genggam di tangannya.
Azzure menusuk Razel, lalu Ia menendang Razel ke tanah. Tubuhnya menghantam tanah dengan sangat keras. Tidak lama kemudian Azzure menusuk dada nya dengan kedua Daggernya itu. Darah mengalir deras dari dada Razel.
Para penonton terdiam. Lalu tiba-tiba wasit berseru.
“RONDE FINAL INI, DIMENANGKAN OLEH AZZURE!!! KEMENANGAN BESAR TELAH DIRAIH BERKAT PERJUANGANNYA!! KEMENANGAN PERTANDINGAN ANTAR SEKOLAH SEPULUH TAHUN SEKALI INI, DIMENANGKAN OLEH AZZURE!!! SELAMAT KEPADA AZZURE DAN JUGA SEKOLAHNYA!!! MARI KITA SAMBUT KEMENANGAN INI DENGAN MERIAH!!!!”
“Kurang ajar! Beruntung sekali manusia itu!” Ucap Klein dengan wajah dengki.
Para penonton bertepuk tangan dan bersorak. Para pendukung Azzure terlihat bahagia. Tidak dengan Celestine, mata nya terbuka lebar menatap Azzure, wajah nya menunjukkan rasa khawatir yang sangat dalam. Itu wajar, dengan kondisi Azzure yang tubuhnya penuh luka dan goresan, pakaian nya terkoyak, dan ada beberapa luka tusuk di tubuhnya.
Di tengah sorakan penonton, Celestine berlari sekuat tenaga ke arah Azzure. Kondisi nya sangat memprihatinkan. Beberapa tim medis juga terlihat sedang dalam perjalanan menuju mereka.
“Hei, hei! sadarlah. Bertahanlah, buka mata mu! Kau terlalu memaksakan diri. Tubuh mu sudah tidak kuat” Ucap Celestine sambil setengah menangis.
Melihat putri nya yang sedang menolong Azzure, Zef dan beberapa murid nya yang mempunyai kemampuan penyembuh juga menghampiri Azzure. lalu kedatangan mereka disusul oleh Kepala Sekolah dan Walikelas Azzure.
“Tolong sembuhkan luka nya! Nak, bertahanlah.” Ucap Zef khawatir.
Azzure benar-benar kehabisan tenaga dan darah. Wajah nya pucat, dan mata nya sepenuhnya tertutup. Lalu Ia dibawa oleh Celestine dan yang lainnya ke ruangannya.
__ADS_1
Dalam perjalanannya, darah Azzure terus mengalir. Tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga membuat Ia terlihat seperti orang mati. Semua orang khawatir.
Dibelakang, tim medis menghampiri Razel dan membawanya ke ruang medis. Bukannya khawatir, para guru dan murid-murid Sekolah Silius malah memandang rendah Razel. “Memalukan, kalah oleh murid sekolah murahan? Kau hanya menimbulkan aib bagi sekolah ini.” Ucap salah satu guru, lalu Ia bersama murid-muridnya pergi meningalkan arena.