True King

True King
chapter 51


__ADS_3

"Bisa dibilang kami adalah pembunuh bayaran. Kau harus siap kapan pun dan dimana pun. Dalam keadaan apapun, kau harus bisa bertindak bijak."


"Membunuh adalah hal yang sangat ku inginkan saat ini. Aku tidak akan mudah terbunuh, jika terdesak pun aku tidak takut mati dalam setiap tindakan yang kulakukan." Azzure menjawab dengan tatapan dingin.


Wanita itu terdiam beberapa detik setelah mendengar perkataan Azzure.


"Jawaban yang sangat memuaskan, kau adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini. Langsung ke intinya, kau diterima disini. Selamat datang di organisasi bounty hunter Raven's Eye. Lalu aku ounya satu pertanyaan penting. Apa nama yang ingin kau pakai sebagai nama samaran dalam misi?, nama ini akan bersifat permanen, kau tidak diijinkan untuk mengganti nya." Ujar wanita itu dengan serius.


"White.... Specter?... Aku tidap peduli bagus atau tidak, aku tidak pandai membuat nama." Jawab Azzure.


"Tidak buruk, setiap nama samaran tidak perlu dibuat bagus, itu bukan nama umum." Saut wanita tersebut sambil menuliskan nama nya di sebuah kertas.


"Baiklah sekarang kau resmi terdaftar disini. Aku tidak akan menanyakan biodata lengkap, karena itu tidak terlalu penting bagi pekerjaan ini. Aku sudah mencatat hal penting di kertas ini dan akan ku serahkan kepada petinggi disini." Wanita itu menjawab dengan senyum kecil, Ia terlihat puas dengan datangnya Azzure ke Raven's Eye.


"Kau bisa langsung mengambil misi, dibelakang sana ada papan yang berisi kertas daftar misi pembunuhan yabg tersedia. Diatas kertas itu tertulis *Bounty*, dibawah tulisan itu terdapat wajah tatget, dibawah wajah target ada beberapa info yang telah didapatkan. Lalu di paling bawah terdapat jumlah bayaran yang akan kau dapatkan jika berhasil menyelesaikan pembunuhan." Wanita itu menjelaskan.


"Sebagai bukti pembunuhan, apa yang harus dilakukan?" Azzure bertanta singkat.


"Kau harus membawa kepala target ke tempat ini untuk di konfirmasi oleh pengawas misi disini. Ada pertanyaan lain?"


"Tidak, itu cukup." Azzure menjawab.


"Baiklah, kuharap kau betah disini. Sekali lagi, selamat datang di Raven's Eye." Wanuta itu menjawab dengan senyuman.


Azzure sedikit menundukkan kepalanya, lalu Ia meninggalkan ruangan itu.


"Aku tidak bisa merasakan hawa keberadaan siapapun disini, tapi aku bisa melihat banyak orang yang sedang bersembunyi maupun tidak bersembunyi. Orang orang disini benar benar terlatih sebagai pembunuh."


Azzure berjalan ke papan bounty, disana juga terdapat beberapa orang yang sedang memilih misi pembunuhan. Ukuran papan tersebut lebih besar dari dugaan Azzure, ada ratusan misi yang tertempel disana.


Azzure berjalan sambil menatap gambar wajah target di tiap kertas yang Ia lewati.


Lalu Azzure mengambil salah satu kertas, Ia membaca biodata target bounty nya.


[Seorang pria mantan petinggi Kota, Ia dipecat karena tertangkap mengedarkan obat-obatan palsu yang menelan banyak korban jiwa. Sekarang ini Ia tidak mempunyai pekerjaan. Tapi, mata-mata Raven's Eye mendapati bahwa pria tersebut sering membunuh orang lain yang Ia tidak suka. Pria ini sering menjual organ organ dalam milik korban yang Ia bunuh. Informasi ini tidak diketahui oleh siapapun, yang mengetahui informasi ini hanyalah para anggota Raven's Eye. Lokasi : ******]

__ADS_1


Azzure mengambil kertas itu lalu memasukkan nya ke dalam penyimpanan Ruang waktu miliknya, lalu Ia meninggalkan tempat itu dan segera pergi ke lokasi target.


Di depan tempat itu Ia melihat seorang bounty hunter yang baru kembali dari misinya sambil memegang sabuah kantung kain yang berisi sesuatu.


"Memotong kepala target? Hal mudah."


Azzure pergi dengan Midnight Steps nya ke lokasi target pembunuhannya.


Azzure sampai di sebuah gang sempit yang sepi dan kotor. Ia naik ke atap untuk mendapatkan jangkauan pengelihatan yang lebih luas.


"Tempat yang sempit, kotor, juga sepi. Memang wajar jika tindakan target ku tidak diketahui. Dan disini..., ada bau darah." Azzure berkata dalam hati.


"Hampir di sepanjang jalan tercium darah, tidak salah lagi, ini adalah tempat target itu. Berhati-hatilah, sepertinya banyak jebakan di tempat ini." Drex menambahkan.


Tidak lama kemudian Ia melihat seorang laki laki yang memakai jubah hitam dengan bercak merah di tubuhnya, nampaknya itu darah manusia. Ditangannya Ia memegang pisau panjang yang berlumuran darah. Ia membuka pintu dan melihat sekelilingnya.


"Tempat persembunyiannya pasti disana. Dari sini bisa ku lihat, dia target ku."


Orang itu kembali ke dalam setelah melihat-lihat sekelilingnya untuk memastikan tidak ada orang yang lewat.


"Akan kubunuh dia di kandang nya sendiri."


Dari luar Ia mendengar suara pisau yang memotong suatu objek.


Azzure mengetuk pintu, sambil menyiapkan Daggernya.


Pria itu membuka pintunya dengan keras sambil mengangkat tangannya yang sedang memegang pisau.


Kurang dari satu detik, lehernya sudah terpotong rapih, kepala nya terpisah dari tubuhnya dan jatuh ke tanah. Darahnya bercucuran.


Azzure memotong pakaian itu dan membungkus kepalanya dengan potongan pakaian tersebut


Azzure membuka penyimpanan ruang waktu nya dan memasukkan kepala targetnya ke dalam. "Selesai."


Lalu tubuh pria itu ditendang oleh Azzure ke dalam, lalu membakar seluruh tubuhnya dengan api hitam.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama Ia pergi dengan Midnight Steps nya ke markas Raven's Eye. Ia pergi ke tempat yang tidak jauh dari papan bounty yang merupakan tempat menyerahkan misi untuk dikonfirmasi.


Azzure berjalan mengeluarkan kertas misi nya dan kepala targetnya yang Ia bungkus. Ia menyerahkannya kepada salah satu pengurus tempat itu.


"Wajah asing, kau baru?" Tanya penjaga itu pelan sambil mengambil kertas dan kepala target Azzure.


"Ya, ini hari pertama." Azzure menjawab pelan.


"Hari pertama sudah bisa menjalankan misi semulus ini? Anak baru di masa sekarang memang hebat...." Penjaga itu memberi cap stempel di kertas misi itu dan melipat kertas itu kecil kecil. Setelah itu Ia memberi sekantung uang sebagai bayaran.


"Pembunuh bayaran..., tidak buruk. Pekerjaan mudah dengan bayaran tinggi. Aku suka ini...." Azzure menyimpan bayaran nya dan pergi.


"Cukup untuk hari ini, aku tidak boleh berlama lama lagi. Hari sudah mulai gelap. Ada yang menungguku di rumah.... Tapi jubah ini kotor terkena sedikit cipratan darah, aku harus membersihkan ini."


Azzure pergi ke Toilet. Toilet yang bersih dan luas, Azzure pergi ke salah satu wastafel dan mulai membersihkan noda darah di jubah yang Ia pakai.


Azzure menatap cermin di depannya. Ia melihat wajahnya yang benar-benar berbeda. Ia melihat tatapan matanya yang lumayan terlihat kejam dan dingin. Raut wajahnya juga terlihat berbeda dari biasanya.


"Aku tidak boleh memperlihatkan wajah dan tatapan seperti ini kepada orang-orang yang ku kenal." Azzure mengeringkan jubahnya dengan api hitan yang Ia ciptakan ditangannya.


Laku Ia mengenakan jubah nya dan menggunakan Midnight Steps ke rumah.


Azzure berada didepan rumah, Ia masih khawatir kalau Vai menjadi takut kepadanya karena kejadian tadi pagi.


Azzure membuka pintu dan melihat Vai sedang bersandar di tembok dekat pintu.


"Kakak tidak apa-apa? Apa yang Kakak lakukan? Aku tidak tau apa yang bisa kulakukan.... Tapi aku tidak mau Kakak berubah.." Vai sedikit menangis.


"Hentikan tangisan mu, tidak ada apapun yang terjadi. Tenanglah, aku minta maaf untuk tadi pagi."


"Jangan menyembunyikan itu... Aku melihat surat itu... Kakak dikeluarkan dari Guild, iya kan? Kenapa begitu... Aku tau Kakak tidak melakukan sesuatu yang buruk. Kenapa Kakak bisa dikeluarkan..?"


"Terkadang rekan mu bisa menjadi musuh terbesar bagi dirimu sendiri. Kau pernah dengar kata-kata itu bukan?.... Singkatnya, aku dikhianati." Azzure berkata sambil tersenyum untuk mencegah emosi nya meluap-luap lagi.


"Kakak itu orang baik.... Aku tau itu... Kakak masih bisa tersenyum sambil berkata seperti itu.."

__ADS_1


"Sudahlah. Ayo makan, aku tau kamu belum makan. Akan kumasakkan sesuatu." Ucap Azzure sambil berjalan masuk ke dalan rumah.


"Pembalasan dendam ini masih belum berakhir, akan kubunuh semua orang yang berani menghalangiku."


__ADS_2