True King

True King
chapter 10


__ADS_3

Aku lalu kembali menuju rumahku, hari masih menunjukan waktu siang hari.


"Roh kegelapan, mari gunakan energi itu untuk memperkuat tubuhku!" Aku berkata merasa sedikit bersemangat.


"Baiklah, semua energi yang telah dikumpulkan akan membuat tubuh mu lebih kuat. Tubuhmu akan dinaikan menjadi Level 1 Tahap Bawah." Ucapnya.


"Level 1? Tahap bawah? Apa-Apaan itu?" Aku bertanya dengan bingung.


"Seperti yang kuduga, kau tidak mengetahui tentang tahapan kekuatan. Sekolahmu tidak pernah mengajari hal ini, memang sekolah yang kuno." Keluh Roh kegelapan.


"Baiklah aku akan menjelaskannya dengan singkat, jadi dengarkanlah dengan baik."


"Terdapat 10 level dengan urutan Tahap Bawah, Tahap Menengah, dan Tahap Akhir. Semakin tinggi levelnya semakin hebat kekuatan dan kemampuan penguasaan mereka akan kekuatan tersebut. Bahkan kekuatan simpel seperti Air bila dilatih sampai level sepuluh dapat menenggelamkan planet ini dalam air." Lanjutnya dengan datar.


"Ooooohh, Aku paham. Tetapi Apakah ada level yang lebih tinggi dari 10?" Tanyaku.


"Ya, tentu saja Ada. Keberadaan mereka sebanding dengan diriku, bahkan Para Dewa. Dunia mu ini level yang paling tertinggi adalah 7, mereka adalah orang yang kau sebut sebagai Raja Agung." Jawab Roh kegelapan.


"Baiklah, terima kasih atas penjelasan mu itu. Jadi aku akan dinaikan menuju Level 1 Tahap Bawah, Apakah Akan memakan waktu lama?"


"Tidak lama, namun akan terasa sedikit sakit selama prosesnya. Kau akan segera terbiasa dengan itu." Roh kegelapan berkata dengan santai.


Sedikit sakit? Aku sedikit tidak mempercayai perkataannya. Pasti akan terasa sangat sakit, pikirku. Aku menguatkan tekad ku.


"Baiklah! Ayo kita lakukan untuk menjadi kuat!" Ucapku.


Kabut gelap dengan cepat keluar dari tubuh ku, dan menyelimuti seluruh badan dan area sekitar ku. Rasa sakit seperti ditusuk tusuk diseluruh tubuhku bisa ku rasakan. Aku menahan rasa sakit ini, mengepalkan tanganku dengan keras.


Kabut kegelapan itu Berubah menjadi merah, lalu membentuk sebuah pakaian yang menyelimuti seluruh tubuhku lalu kabut tersebut memendam masuk kembali ke dalam tubuhku.


Aku menghela nafas lega, Apakah sudah berakhir? Rasa sakit yang menusuk nusuk bagaikan jarum kecil diseluruh tubuhku sudah menghilang.


"Prosesnya sudah selesai. Kau sudah berada di Level 1 Tahap Bawah. Selamat tuan."


"Baguslah, rasanya sangat menyakitkan. Tetapi kenapa kabut kegelapan itu berubah menjadi merah seperti itu?"


"Kabut itu terbuat dari darah mu. Jadi, semakin kuat tubuhmu semakin kuat kabut kegelapan yang dapat Nkau ciptakan dan bentuk sesuai keinginan mu." Jawab Roh kegelapan.

__ADS_1


"Jadi seperti itu..... Apakah terjadi perubahan apapun setelah proses itu?"


"Kau dapat menggunakan Shadow Spike dua kali. Dan di dua kali serangan Shadow Spike yang baru ini, anda dapat membunuh Level 1 Tahap bawah dan melukai parah Level 1 Tahap Menengah namun hanya memiliki sedikit efek pada tingkat Akhir. Dan tubuhmu yang spesial dapat menahan serangan terus-terusan dari level 1 tahap menengah dan bawah." Jelas Roh kegelapan dengan panjang lebar.


"Luar biasa! Aku menjadi begitu kuat. Tapi dapat membunuh seseorang dalam 2 kali serangan, bukan kah itu sangat hebat?....." Aku merasa takjub dan hampir tidak percaya dengan perkataan Roh kegelapan.


"Tentu saja hebat. Kekuatanmu adalah yang terbaik dan terhebat, semua kekuatan akan tunduk dihadapan mu." Roh kegelapan berkata dengan bangga nya.


Aku hanya memutar mataku mendengar perkataannya. Diatas langit masih ada langit, pikirku. Matahari mulai tenggelam, siang berganti sore hari.


Aku mulai mempersiapkan diriku, sudah saatnya berangkat menuju kafe dan kembali berkerja disana. Aku harus menjelaskan ketidak hadiran ku selama ini dengan jelas kepada boss.


Berjalan menuju Kota Dyslan, seperti biasa disana ramai dikunjungi oleh orang-orang, dan sepanjang jalan dikuasai oleh pedagang makanan dan barang-barang lainnya. Aku berjalan melewati gerbang masuk kota Dyslan yang dijaga penjaga berpedang dan berjirah besi, mereka tampak gagah dengan pedang itu.


Disaat aku melewati kerumunan orang-orang, aku merasakan tarikan energi yang kuat. Tarikan itu seperti ingin membawa ku ke sebuah tempat.


"Apakah kau merasakan aura energi itu? Sepertinya ada harta karun kuno yang sesuai dengan kekuatan mu. Harta karun itu berpikir kau adalah bagiannya karena aura kalian sangat mirip. Kita harus mendapatkan nya, bila itu sebuah senjata itu akan sangat membantu mu dalam bertarung." Ucap Roh kegelapan dengan serius.


Aku menganggukan kepala ku dan mengikuti tarikan energi itu, lalu aku sampai disuatu toko yang usang dan terlihat jarang di bersihkan. Toko itu sangat sepi dan berada disebuah gang sempit yang jarang orang lewati.


Aku memasuki toko itu. Hidungku disambut oleh bau asap rokok yang menyengat. Di belakang meja counter berdiri seorang pria tua berjanggut, hidung nya yang lancip dan wajahnya yang penuh bintik merah membuatnya seperti orang aneh.


"Apakah ada keperluan kau berada disini?" Suara seraknya yang lantang memenuhi ruang toko yang kecil ini.


Aku berjalan mendekati meja tempat sang pria tua itu berdiri menatap ku.


"Emmm....aku melihat toko mu dan merasa sedikit tertarik, bisakah aku melihat-lihat sebentar barang yang kau jual?" Jawabku.


"Silahkan saja. Asalkan kau tidak mengacau atau merusak barang-barang ku." Ucapnya dengan tatapan tajam.


Aku menganggukan kepalaku lalu lanjut melihat-lihat barang yang berada di toko itu.


"Roh kegelapan, dimana sumber aura itu berada? Setelah sampai di toko ini aku tidak merasakan apapun." Ucap ku dalam pikiran.


Roh kegelapan menjawab, "Aura itu berasal dari dagger yang berada di meja sang pria tua itu."


Aku segera mengalihkan pandangan ku menuju meja pria tua itu dan disana terdapat dagger dengan ujung lancip, dagger itu diukir dengan indah dan elegan. Pinggiran dan ujung dari bilah dagger itu berwarna hitam pekat dengan pola-pola bergaris dengan warna silver. Pegangan dagger itu terbuat dari kayu yang dilapisi oleh sedikit besi putih dan pola naga dengan warna hitam menghiasinya kayunya.

__ADS_1


Aku menatap dagger yang terlihat bagus dan mahal itu, lalu berjalan mendekatinya.


"Berapa harga dagger ini?" Aku bertanya kepada pria tua itu.


Pria itu menatap wajah ku dengan ekspresi tertarik, "Kau memiliki mata yang bagus, nak. Namun sayang sekali, dagger ini tidak dijual."


"Apakah kau serius? Aku akan membayar harga yang kau tetapkan, sebut saja." Ucapku.


"Aku serius anak muda, aku tidak akan menjual dagger ini."


Mendengar jawaban sang pria tua aku merasa sedikit kecewa, jika mendapatkan dagger itu mungkin saja aku bisa menjadu lebih kuat.


Melihat wajah kecewa ku sang pria tua tersenyum tipis, lalu dia menunjukan ekspresi berpikir. Setelah beberapa lama, dia membuka mulutnya dan berkata,


"Aku akan memberikan dagger ini kepadamu, bila kau bisa membantu ku melakukan sesuatu." Dia berkata kepadaku.


Mendengar hal itu aku segera mengambil kesempatan mendapatkan dagger itu.


"Apa yang harus kulakukan?" Tanya ku dengan semangat.


Dengan senyum tipis sang pria tua berkata dengan lantang, "Kau harus pergi ketempat yang berbahaya di bagian luar utara kota Dyslan, menuju hutan dan dapatkan aku jantung mahluk buas Avithor." Ucapnya.


Aku merasa terkejut mendengar perkataan pria tua itu. 'Avithor'?! Bukankah itu mahluk yang terkenal kuat dan langka? Jantung Avithor sangat bagus untuk tubuh seseorang itu bisa memperkuatnya dalam waktu singkat.


Aku merasa sedikit ragu, apakah aku bisa membunuh Avithor dengan diriku yang sekarang?


"Terima tawarannya tuan. Percayalah padaku. Kita bisa membunuh mahluk itu." Suara Roh kegelapan terdengar.


Mendengar itu aku segera mengambil tawaran sang pria tua.


"Baiklah! Akan Kulakukan!" Ucapku dengan percaya diri.


"Bagus anak muda. Batas waktumu satu minggu untuk membawakanku jantung Avithor. Akan kuberikan pedang pendek ini untuk membantu karena Avithor adalah mahluk yang kuat. Dan dia juga sulit ditemukan karena kelangkaannya. Menurut informasi yang kumiliki, kau dapat menemukannya mahluk itu di bagian terdalam hutan yang ada di Utara luar kota Dyslan."


Lria tua itu berkata lalu mengambil pedang pendek yang terbuat dari besi dan memberikannya padaku. "Pedang itu sangat tajam". Pikirku dalam satu tatapan aku dapat mengetahuinya.


"Terima kasih, aku akan kembali secepat mungkin." Aku berkata dengan serius.

__ADS_1


Aku keluar dari toko, dan berjalan di gang sempit ini. Aku menyimpan pedang itu didalam ruang Roh kegelapan. Aku segera bergegas menuju kafe.


Melewati lautan orang-orang yang banyak, aku berjalan di bawah sinar matahari yang memudar di sore hari ini.


__ADS_2