
"Ti-tidak m-mungkin..."
"M-Makhluk itu kan......."
Sebuah makhluk bertubuh sangat besar mulai berdiri. Aura yang besar nan pekat, aura yang bukan berasal dari monster biasa.
Makhluk yang menyerupai iblis itu berdiri dengan kedua kaki nya, tangan kannya menggenggam sebuah Spear hitam yang ujungnya diselimuti oleh energi yang padat.
Sayap nya membentang lebar, di belakang tubuh nya terdapat sebuah ekor iblis yang panjang.
Disekitar kaki nya nampak berbagai macam iblis kecil yang bangkit dan menatap ke arah Azzure dan kelompoknya.
"K-k-kita akan mati... Kita, KITA PASTI AKAN MATI DISINI!!" salah satu orang berseru membuat yang lainnya juga ikut ketakutan.
Iblis itu mengangkat kepalanya. Mata merahnya bersinar menatap ke arah kawanan Azzure yang sedang ketakutan. Di dahi iblis tersebut terdapat sebuah dua buah tanduk yang melengkung ke atas dan diselimuti api berwarna hitam, di antara dua tanduk itu terdapat sebuah permata berwarna ungu pekat yang juga bersinar.
"JANGAN KETAKUTAN DAN PANIK SEPERTI ITU! KITA KESINI BUKAN UNTUK MELAKUKAN HAL SEMACAM INI. KALIAN BOLEH TAKUT, TAPI JANGAN MERUSAK FORMASI!!" Pemimpin itu berseru dengan keras sambil perlahan membunuh rasa takut di dalam hati nya.
"KEMBALI KE FORMASI!! JANGAN TERPEC-"
Tiba tiba pemimpin kelompok itu kehilangan tangan kiri nya. Dalam kedipan mata, iblis itu menyerang dengan serius.
Ketakutan yang Ia pendam kini terluapkan. Rasa sakit bercampur panik dan takut kini bercampur di otak nya membuat si pemimpin kelompok itu gila.
Anggota lain yang melihatnya semakin ketakutan dan berlari ke arah pemimpin itu lalu membalut tangannya untuk
menghentikan pendarahan pada tangannya.
"DISAAT SEPERTI INI MEREKA MASIH SAJA LENGAH? BENAR BENAR TIDAK BERGUNA." Azzure berkata dalam hati, menahan emosi nya yang meluap luap.
"MENTAL PECUNDANG. TIDAK BISA DIPERCAYA. MANUSIA MANUSIA LEMAH INI BENAR BENAR TIDAK BISA DIHARAPKAN." Lanjut nya dalam hati.
"KAU SENDIRI YANG BILANG JANGAN PANIK! SEKARANG APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?! BERTINDAKLAH LAYAKNYA PEMIMPIN!!" Azzure dengan kesal membentak pemimpin yang sudah tak ber nyali itu.
"M-m-mmundur... MUNDURR!! CEPAT KELUAR DARI-..... sejak kapan, para makhluk ini... menjegat jalan keluar satu satu nya itu...." Pemimpin itu seketika lemas dan otak nya tidak bisa berpikir lagi. Ia sudah putus asa dengan keadaan nya sekarang.
Para iblis iblis kecil itu sudah menjaga jalan keluar mereka dengan sangat ketat. Di sisi lain, iblis raksasa itu bisa melancarkan serangan kapan saja.
__ADS_1
"B-b-bagaimanapun kita harus KELUAR DARI SINI!!! KITA TIDAK BOLEH MATI SEMUA DISINI!!"
"HEI MANUSIA BODOH!! KAU ITU PEMIMPIN! BERIKAN PERINTAH YANG JELAS! KALAU KAU PANIK, KITA SEMUA AKAN MATI DISINI!" Azzure berteriak.
"BERHENTI BERTERIAK PADA KU!!! MEMANGNYA APA YANG BISA KITA LAKUK-"
Azzure memukul wajah nya dengan keras sambil berteriak, "TENANGKAN DIRIMU! BERSIHKAN PIKIRANMU ITU!! TUGAS MU ADALAH MEMIMPIN KAMI KAN??!!!"
Tidak lama kemudian iblis raksasa itu melemparkan sebuah bola api hitam raksasa ke arah Azzure. Dengan cepat Azzure menciptakan Shadow Spike dan melemparnya ke arah bola api hitam tersebut, dan meledak di langit.
"Perintah kan?! BAIKLAH! SEKARANG JUGA KAU SERANG MAKHLUK BESAR GILA ITU. KAMI AKAN MEMBERSIHKAN JALAN KELUAR NYA!"
"KENAPA TIDAK DARI TADI?!" Azzure menciptakan sayap di punggung nya, Ia terbang ke arah iblis raksasa itu dengan cepat sambil Menghunuskan pedangnya.
Iblis raksasa itu menahan serangan Azzure dengan Spear hitam nya. Meskipun memiliki perbedaan ukuran tubuh yang sangat jauh, tetapi Azzure masih bisa mengimbangi kekuatan iblis tersebut.
Azzure berterbangan dan terus menyerang dari berbagai arah. Dibelakang Itu, para anggota kelompok nya sedang membersihkan iblis kecil yang menutupi pintu masuk.
"KUAT SEKALI MEREKA INI!"
"KALAU BEGINI TERUS MEREKA MALAH MENJEPIT KITA!! KITA HARUS SEGERA MEMBUKA JALAN!"
"KAU GILA! TAPI TIDAK ADA PILIHAN LAIN!" Jawab salah satu orang.
"LALU BAGAIMANA DENGAN MISI INI?" Tanya salah satu orang.
"DIA SUDAH MELAKUKAN KEKERASAN PADAKU, IA JUGA SEENAKNYA MEMERINTAH! ORANG SEPERTI DIA PANTAS MENDAPATKAN ITU. KITA AKAN MELAPOR MISI DIBATALKAN DENGAN ALASAN IA MENGKHIANATI KITA SEMUA, JADI KITA MENINGGALKAN DIA!" pemimpin itu berteriak tanpa berpikir.
Pemimpin yang sudah gila utu mengumpulkan energi elemen api nya dengan sangat kuat, lalu melemparkannya ke depan. Energi itu meledak dan membuat jalan terbuka.
"CEPAT LARI!!" mereka semua berlari ke jalan keluar.
"SIALAN!" Azzure menyadari tindakan mereka, namun Ia malah diserang oleh iblis raksasa itu dengan kuat. "AKU TIDAK BISA PERGI UNTUK SEKARANG! ORANG ORANG SIALAN!"
Kelompok nya yang pecundang tersebut meninggalkan tempat itu dan meruntuhkan pintu masuk nya agar tidak ada iblis yang mengejar.
"Tapi tidak masalah, aku bisa pergi sendiri dengan menggunakan....... Sihir transportasi TIDAK BISA AKTIF? OI OI KAU BERCANDA YA?! BAGAIMANA AKU BISA KELUAR?! TEMPAT INI DIBERI PENGHALANG ANTI SIHIR TRASNSPORTASI! JALAN KELUAR JUGA SUDAH DITUTUP DAN DIJEGAT OLEH IBLIS KECIL KECIL ITU! Aku harus fokus, tetap tenang... Aku tidak boleh lengah!"
__ADS_1
Iblis iblis kecil yang ada dibawah terlihat menatap dan mengarahkan serangannya pada Azzure. Mulai dari serangan sihir, senjata tajam, bahkan ada beberapa dari mereka yang bisa terbang dan menyerang secara langsung.
Azzure menjauhi iblis raksasa itu dengan segera dan menghabisi iblis iblis lain yang berterbangan.
"Aku harus membantai para iblis iblis kecil sialan itu, tapi iblis yang besar itu pasti tidak akan membiarkan aku melakukan itu. Dengan kata lain..., aku akan bertaruh dengan resiko yang tinggi pada tindakanku." Azzure membulatkan keputusannya tanpa berpikir panjang, karena Ia juga tidak punya banyak waktu.
Sambil menenangkan pikiran dan mempertahankan fokus nya, Azzure terbang kebawah dan menghantam tanah dengan keras, membuat daratan disekitarnya hancur berterbangan dan memecah kumpulan iblis kecil dibawahnya.
"Akan ku coba kemampuan pedang ini pada kalian. Aku memang tidak terlalu ahli berpedang, tapi aku tau gerakan yang cocok dengan benda setajam dan seringan ini."
Dengan sangat yakin Azzure menebas seluruh iblis didekatnya. Pedang tersebut lumayan ringan, namun sangat kuat dan tajam.
"Pedang ini ringan dan tajam, meski aku sudah menebaskan nya pada puluhan iblis sialan ini, pedang ini sama sekali tidak hancur. Namun tetap saja, sangat sulit untuk mengimbangi kecepatan menyerang dan menghindari serangan mereka semua."
Tidak lama kemudian iblis raksasa di belakangnya kembali menembakkan bola api hitam kecil dengan jumlah yang sangat banyak, laku kecepatannya juga luar biasa.
Azzure menghindari serangan itu, tapi saat bola api itu menyentuh tanah, sebuah ledakan yang cukuo besar terjadi.
"Dia tidak mempedulikan kaum nya itu? Dia membunuh puluhan iblis dibawah dalam sekali serang."
Azzure terbang dan memancing nya untuk terus menyerang Azzure. Azzure terus terbang di atas para iblis kecil di bawahnya dan memanfaatkan ledakan serangan iblis raksasa itu kepada mereka.
Serangan iblis raksasa itu terhenti, nampaknya dia sudah menyadari apa yang Azzure inginkan.
"Ternyata kau juga punya otak ya, IBLIS KURANG AJAR!!"
Dalam kedipan mata, iblis tersebut tiba tiba berasa di atas Azzure sambil mengerahkan Spear hitam nya. "Tentu saja, DASAR MANUSIA BODOH!!"
"Tch, Sial!" Azzure mengaliri pedangnya dengan energi yang cukup banyak lalu menangkis serangan iblis tersebut.
"Ternyata kau juga bisa bicara ya..., makhluk jelek?" Azzure mengeluarkan Shadow Spike yang besar dan menusuk perut iblis itu.
Iblis itu bergerak menjauh dari Azzure. Lalu Ia mencabut Shadow Spike dari perutnya itu. Dalam hitungan detik lubang di perut nya tertutup dengan sempurna.
"Lumayan untuk sebatas iblis." Azzure mengeluarkan Shadow Spike dengan jumlah yang sangat banyak dan menembakkannya ke bawah untuk membunuh sisa iblis kecil yang tersisa.
"Aku akan benar benar kesulitan melawan nya. Lengah sedikit saja, aku bisa terbunuh."
__ADS_1
"Jadi kita akan berduel?.... Kita tidak akan berhenti sampai salah satu dari kita kehilangan nyawa. Setuju?" Iblis itu berkata sambil mengangkat Spear hitam nya.
"Sial, tawaran yang buruk dan merugikan. Tapi nampaknya tidak ada pilihan lain.... Kuterima itu!"