
Dalam perjalanan Azzure ke ruangannya, Ia berpapasan dengan seorang perempuan cantik yang setinggi bahu Azzure, namanya adalah Celestine. Namun, dilihat dari raut wajah dan tatapan matanya, bisa langsung disimpulkan bahwa dia itu orang yang dingin dan pendiam.
Azzure berjalan melewati Celestine, melajutkan langkahnya ke ruangannya, Ia duduk di kasur yang telah disediakan disana, dan menyaksikan pertarungan peserta berikutnya.
Peserta berikutnya adalah si perempuan tadi, Ia memasuki arena dengan wajah datar dan terlihat cuek. Penonton bersorak, “Lihat, itu Celestine dari sekolah Angelic Mage!''
''Seperti yang diharapkan dari perempuan tercantik di kota Dyslan, dia begitu elegan dan menawan!''
''Aku berharap bisa menjadi pacarnya.''
''Hei, berhentilah bermimpi!''
Para penonton terlihat begitu bersemangat melihat wanita cantik itu memasuki arena pertandingan, Wajahnya yang putih mulus menatap dengan tajam sekeliling Arena dan menunggu lawannya memasuki arena.
“Dia terkenal juga, ya.” Ucap Azzure.
“Ya, tuan. Ia juga termasuk salah satu pengguna sihir elemen petir yang kuat di Kota Dyslan Dan tidak hanya itu saja, Dia adalah salah satu orang langka yang memiliki 2 kemampuan yaitu petir dan Air.” Ucap Roh kegelapan.
''Apakah kau serius? Aku tidak pernah mendengar orang yang memiliki dua kemampuan. Sepertinya para dewa mencintai dirinya.'' Ucap azzure sedikit terkejut memandang wanita yang berada di arena tersebut.
Lawannya kali ini adalah seorang pria yang bertubuh besar dan tinggi pengguna elemen tanah.
Ronde dimulai, si pria menciptakan golem yang terbuat dari tanah. Meski terbuat dari tanah, golem itu terlihat seperti golem yang keras bagaikan baja.
Celestine tidak bergerak dari posisi awal, dia terlihat seperti sedang menunggu lawannya menyerang duluan.
Lawannya mulai menggerakkan golemnya berjalan perlahan kearah Celestine. Celestine menunggu saat yang tepat sampai lawannya itu benar benar cukup dekat dengannya.
Saat Celestine merasa sudah cukup dekat dengan lawan, Ia bergerak secepat kilat ke arah lawannya, Ia mengabaikan golem lawannya itu. Celestine menendang bagian samping tubuh lawannya, namun terhalang oleh tangannya yang dilapisi tanah keras.
Mengetahui serangannya gagal, Celestine langsung melompat menjauh. Sedangkan lawannya memanggil golem nya agar dekat dengan dirinya.
Celestine mengumpulkan energi petirnya, membuat pisau petir dalam jumlah yang banyak, lalu melemparkan pisau-pisau tersebut ke lawannya. Setelah melempar sekali, Celestine berpindah tempat dengan kecepatan yang luar biasa.
Ia terus melempar sampai pisau tersebut habis. Lawannya terlihat kelelahan setelah menghindari dan menangkis semua serangan Celestine.
Lawannya terlihat marah, dia memancarkan aura yang menyeramkan. Lawannya itu seketika memperbesar ukuran golemnya, dan juga menambah jumlahnya. Lawanya itu berniat menggunakan sisa kekuatannya untuk mengakhiri pertandingan.
Celestine menanggapi hal itu dengan wajah datar. Ia mengangkat tangannya, dan dalam sekejap, langit berubah menjadi gelap. Petir menyambar di langit, tetapi tidak turun hujan.
Celestine terlihat seolah mengendalikan petir tersebut. Tanpa menunggu lama, Celestine menyambarkan petir yang dicampur dengan seluruh kekuatan nya dengan sangat kuat. Lawannya tersambar dengan keras, teriakan kesakitan terdengar dari mulut lawannya.
__ADS_1
Lawannya terlihat hangus tersambar petir, golem nya berubah menjadi abu dan tertiup angin. Lawannya jatuh ke tanah, tim medis langsung menghampiri nya.
“PEMENANG RONDE INI, CELESTINE!!” Seru sang wasit.
Penonton bersorak, tetapi wajah Celestine nampak datar seolah tidak peduli dengan kemenangannya, lalu Ia langsung berjalan ke ruangannya dengan wajah datar.
Azzure tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada dirinya jika terkena sambaran petir sekuat itu. Azzure melihat daftar pertandingan. Ia melihat bahwa Ia akan melawan Celestine besok. Azzure menjadi tidak sabar untuk mengalahkan Celestine.
Azzure adalah satu satunya perwakilan Sekolahnya yang berhasil sampai sejauh ini, keempat orang lain sudah gugur karena tidak sanggup menghadapi musuh yang begitu kuat.
Pertandingan untuk hari ini telah berakhir. Para peserta dan penonton kembali ke tempat tinggal masing-masing. Final ini akan menjadi Final yang mengguncang kota Dyslan.
“Luar biasa, nak! Kau sangat berbakat! Saya sangat bangga padamu.” Puji Kepala Sekolah.
“Kerja bagus, nak. Kami tidak salah memilihmu menjadi perwakilan sekolah ini.” Ucap walikelas Azzure.
“Ini masih belum seberapa, pertandingan ini masih belum berakhir. Pemenang akan ditentukan dua hari lagi, di pertandingan final. aku belum bisa senang jika masih belum menang.” Ucap Azzure sambil tersenyum tipis.
“Tenang, nak. Saya yakin kamu akan menang. Saya akan mendukungmu.” Ucap Kepala Sekolah mendukung Azzure.
Setelah perbincangan tersebut, mereka berjalan pulang. Tetapi, sebelum meninggalkan tempat itu, Azzure merasa sedang dipandangi oleh seseorang. Ia memutar pandangannya, dan mendapati bahwa Celestine sedang melihat Azzure dengan raut wajah yang datar.
Mengetahui tatapannya dibalas oleh Azzure, Celestine segera memalingkan pandangannya dari dia dan berjalan pergi.
Lalu Azzure menggunakan Midnight Steps nya untuk pulang. Di rumah, Roh kegelapan berkata, “Tuan, disaat anda menggunakan Midnight Steps, perempuan itu melihat anda dengan wajah yang tampak kagum, tetapi jangan khawatir, yang melihat anda hanyalah si perempuan itu.”
“Wah, berarti aku tidak bisa menyembunyikan kemampuan ini lagi saat melawannya. Sayang sekali, padahal aku ingin merahasiakan hal ini.” Ucap Azzure.
Azzure memasuki rumahnya, segera makan lalu langsung mandi.
“Semangat, tuan. Anda hanya harus melakukan pertandingan 2 kali lagi. Besok anda akan melawan perempuan tadi, lalu esok nya lagi anda melaksanakan pertandingan final.” Ucap Roh kegelapan.
“Ya. Besok aku harus menang.” Ucap Azzure semangat.
Setelah mandi, Azzure melakukan latihan dengan giat. Siang berganti sore, sore berganti malam. Waktu demi waktu Azzure lewati dengan latihan.
Malam ini, Azzure tidur lebih awal. Ia ingin tampil maksimal besok.
Malam berlalu, pagi telah tiba. Matahari mulai menampakkan dirinya di langit. Azzure bangun dan lekas sarapan, lalu mandi dan berangkat ke sekolah untuk berangkat bersama-sama dari sekolah.
Sesampainya disekolah, Azzure disambut oleh walikelas dan Kepala Sekolah beserta para murid.
__ADS_1
“Berjuanglah, nak. Semoga beruntung.” Ucap Kepala Sekolah.
“Ya, berjuanglah sekuat tenaga, ya!” Ucap walikelas Azzure memberikan semangat.
Dengan begitu mereka berangkat bersama-sama menuju tempat pertandingan.
Di tempat pertandingan, mereka disambut dengan suara meriah para pengunjung. Azzure berjalan ke tempat peserta, lalu yang lainnya pergi ke kursi penonton.
Di ruangannya, Azzure terlihat gugup.
“Duhh…. Aku tidak tega bersikap kasar pada perempuan. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus memenangkan ini.” Ucap Azzure.
“Ya, itu benar sekali tuan. Apapun yang menghalangimu, kalahkan mereka dan jadilah yang terkuat.” Ujar Roh kegelapan.
Ronde sebentar lagi dimulai. Azzure bersiap di tempatnya, lalu memasuki arena. Di arena, Azzure menguatkan tekadnya untuk menang. Ia akan mengalahkan lawannya dan memenangkan pertandingan ini.
“PESERTA KALI INI, ADALAH AZZURE DAN CELESTINE!” Seru sang wasit.
Penonton bersorak tidak sabar. Walikelas Azzure hanya bisa mendoakan Azzure dari kursi penonton.
“BAIKLAH, TANPA MENUNGGU LAMA, RONDE DIMULAI!” Seru sang wasit yang diiringi oleh sorakan penonton.
Azzure dan Celestine terlihat menerjang satu sama lain dengan tangan mereka yang terkepal dan dilapisi oleh energi sihir. Tangan mereka bertabrakan dan membuat asap berterbangan disekitar mereka.
Melihat itu, penonton bersorak keras. Ini adalah awal pertandingan yang sangat seru.
Setelah itu, Azzure dan Celestine bergerak menjauh bersamaan. Celestine kembali melancarkan serangan fisik, Ia menyerang Azzure dengan sangat cepat dari segala arah. Tetapi serangan itu tidak akan membuat Azzure terluka.
Semua serangan yang dilancarkan Celestine berhasil dihindari dan ada beberapa yang di tangkis.
Azzure menggunakan Shadow Spikes nya, mengubah area disekitarnya mengeluarkan duri dengan aura yang gelap dan membuat Celestine menjauh.
Dengan cepat, Azzure juga membalas serangan Celestine. Ia juga melancarkan serangan bertubi-tubi, namun lebih cepat dan lebih kuat dari Celestine.
Celestine menggunakan petirnya untuk melindungi tubuhnya, dengan tujuan agar Azzure menjauh.
Dengan menjauhnya Azzure, Celestine mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan serangannya. Ia membentuk sebuah tombak petir yang lumayan besar, dan membidiknya kearah Azzure.
Melihat itu, Azzure segera mengeluarkan Shadow Spike nya. Meskipun ukuran Shadow Spike nya tidak sebanding dengan tombak petir milik Celestine, Azzure percaya kalau Shadow Spike miliknya lebih kuat.
Kedua dari mereka saling melemparkan serangan. Tombak petir milik Celestine menabrak Shadow Spike Azzure, dan dalam sekejap tombak tersembut hancur ditembus oleh Shadow Spike milik Azzure.
__ADS_1
Wajah Celestine terlihat terkejut, Ia tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar. Celestine yang mengenai serangannya itu terpental kesakitan, Ia hanya bisa menghindar sedikit. Tangan kirinya tertusuk Shadow Spike milik Azzure.