True King

True King
chapter 16


__ADS_3

Hari-hari di kafe berjalan dengan sangat baik, aku menjelaskan ketidakhadiran ku kepada bos dan dia memaafkanku. Glenn dan aku berbicara sedikit tentang apa yang dia lakukan di luar kota, tentang kuliner disana yang sangat enak dan budaya aneh disana.


Aku berjalan pulang dengan tidak sabar, aku sangat bersemangat karena akan segera naik tingkat menuju ke level 2. Semakin kuat diriku, menjadi semakin dekat aku dengan pembalasan dendam ku kepada organisasi yang dengan tega membunuh kedua orang tuaku.


Sesampainya dirumah, aku mengeluarkan dagger yang berada diruang roh kegelapan. Dagger itu berkilau dibawah sinar lampu. Aura gelap yang kuat memancar dari dagger itu membuat tangan ku sedikit bergetar. Aku memegangnya dengan erat mencoba membiasakan diriku.


Aku bertanya dengan heran.


"Senjata ini telah di isi oleh aura kekuatan, senjata ini disebut dengan Senjata Magis. Jika anda menaruh aura kekuatanmu ke dalam senjata ini dengan kuat, maka senjata magis akan tercipta." Jawab Roh kegelapan.


"Senjata ini memiliki aura yang sama dengan kita yang memiliki kekuatan kegelapan. Karena di dunia ini banyak yang memiliki kekuatan yang sama, namun kekuatan kegelapan seperti kita sangatlah jarang." Lanjutnya.


"Bukankah itu berarti ada orang yang memiliki kemampuan yang sama dengan kita?" Aku berkata sedikit terkejut dengan pernyataannya.


"Tentu saja ada. Tapi, kegelapan yang mereka miliki hanyalah kegelapan biasa, dan tidak bisa dibandingkan dengan milikku. Hanya aku satu-satunya yang memiliki kekuatan kegelapan yang bahkan bisa melahap kegelapan lainnya." Roh kegelapan berkata dengan bangga.


Aku hanya memutar mataku mendengar perkataan nya itu. Aku mencoba menyerang dengan menggunakan dagger yang kupegang. Aku mencoba melakukan sebuah tusukkan kuat. Angin berhembus kuat saat dagger itu menusuk. Percikan kegelapan keluar dari ujung dagger itu. Dagger ini sangat berat saat di pegang namun sangat ringan saat ku hunuskan, pikir ku.


"Percikan apa itu? Kenapa dagger ini mengeluarkan percikan kegelapan seperti itu?" Aku berkata sedikit merasa aneh.


"Itu adalah kekuatan yang dimiliki oleh dagger itu sendiri, disaat senjata magis telah di isi aura kekuatan, maka mereka akan memiliki kemampuan juga. Sepertinya dagger ini mengeluarkan percikan petir kegelapan yang mampu menyetrum musuhnya. Ini adalah dagger yang kuat." Roh kegelapan menjelaskan kepadaku.


Aku sedikit takjub setelah mendengar penjelasan roh kegelapan. Dagger ini sepertinya akan sangat membantu di pertarungan. Aku menyimpan Dagger itu kembali di ruang Roh kegelapan dengan hati-hati. Ini adalah harta karun ku yang pertama dan sangat penting. Aku pun kembali membereskan rumah dan membereskan diriku juga dengan baik.


"Baiklah Roh kegelapan, mari kita naikkan level ku." Aku berkata, sambil menyiapkan diriku dengan cepat.


Roh kegelapan pun langsung menyerap mayat Avithor yang berada di ruang miliknya. Avithor itu terlahap oleh kabut gelap yang pekat dengan cepat. Roh kegelapan pun menyelimuti tubuh ku, mengeluarkan cahaya merah gelap disekitarnya. Rasa sakit yang menusuk-nusuk itu kembali kurasakan. Namun kali ini rasanya seperti ribuan bahkan jutaan jarum kecil menusuk nusuk diriku.


Aku berusaha menahan rasa sakit itu. Rasanya kesadaran ku bisa hilang kapan saja. Menit demi menit berlalu, rasa sakit itu mulai mereda digantikan oleh rasa sejuk dan lega.


"Proses selesai. Anda sekarang sudah mencapai level 2." Roh kegelapan berkata lalu kembali masuk kedalam tubuhku. Aku mengecek tubuhku dengan hati-hati, perasaan ringan dan menyegarkan menyelimuti tubuhku.


"Rasanya begitu menyegarkan. Seperti terlahir kembali, tubuhku terasa begitu kuat ini sangat hebat." Ucapku dengan takjub.


"Kemampuan mu dan juga tubuhmu kini telah meningkat pesat. Dengan ini energiku juga pulih. Karena energiku telah pulih, skill kedua mu telah terbuka." Roh kegelapan berkata.


"Skill 2? Apa itu?" Aku bertanya sedikit bersemangat.


"Skill kedua mu, Midnight Steps telah terbuka. Dengan kemampuan ini anda dapat berpindah tempat sejauh 1 kilometer dan dibawahnya. Namun, skill Ini hanya dapat digunakan sebanyak 3 kali dalam sehari, dan setelah itu energimu akan terkuras habis jadi berhati-hatilah." Roh kegelapan menjelaskan dengan serius.


Aku yang mendengar itu serasa ingin melompat kegirangan. Ini adalah kekuatan yang hebat dan akan meringankan beban ku saat bertarung.


"Ini luar biasa! Dengan ini menghindar atau menyerang musuh dari belakang akan sangat mudah." Kata ku.


Aku sangat bahagia, diriku sudah menjadi semakin kuat. semua jerih payah yang telah kulakukan tidak sia-sia.

__ADS_1


"Anda benar. Dengan skill ini, ditambah dengan kombinasi dagger yang baru anda dapatkan, anda bisa membunuh musuh mu dengan sekali serang saja. Tentu saja itu musuh yang berada di bawah tingkatan mu dan untuk 1 tingakatan diatas mu." Roh kegelapan menjawab.


"Jadi Apa Rencana selanjutnya?" Ucapku.


"Seharusnya ini cukup untuk mu menjelajahi Makam Kuno itu dengan Aman. Jadi itu adalah tujuan Selanjutnya, Bila kita menemukan harta yang dapat membuat kita lebih kuat itu akan mempercepat tujuan kita kedepannya." jawab roh kegelapan.


"Kau benar, Baiklah Aku akan menjelajahi Makam Kuno itu."


"Dan jangan Lupa waktu Diskor mu hanya tersisa 4 Hari. Kita sebaiknya menyelesaikan penjelajahan ini sebelum 4 hari berakhir." Roh kegelapan mengingat kan diriku.


"Ah ya, tentu saja. Aku benci sekali sekolah itu." Ucapku kesal mengingat semua kejadian buruk yang telah terjadi padaki disana.


Aku melakukan latihan sampe malam mencoba membiasakan tubuh ku dengan kekuatan yang baru ku dapat. Aku juga melatih skill dagger ku, mencoba meningkat kan cara mengayunkan dan menusuk daggerku agar menjadi lebih tepat dan kuat.


Melakukan sedikit eksperimen dengan skill yang baru saja ku dapatkan, Aku mencoba berpindah tempat. Kabut gelap menutupi tubuhku dan aku muncul dengan cepat ditempat yang telah kutandai. Ini akan sangat bagus untuk serangan kejutan.


Hari-hari ku habiskan dengan berlatih dan mencoba membiasakan tubuhku, dan esok hari pun tiba menyinari dunia ini.


Aku bangun dari tempat tidurku dan bersiap pergi menuju makam kuno yang diberitahu Pria tua tersebut.


Berbekal tas dan sedikit alat yang mungkin membantu aku segera pergi menuju bagian barat luar kota Dyslan tempat dimana makam kuno itu berada.


Berjalan kaki kesana akan memakan waktu yang lama tetapi aku yang baru saja mendapatkan skill Midnight Steps dengan cepat berpindah tempat kesana. Di sana hutan luas membentang sampai bagian luar utara kota Dyslan.


Aku mengeluarkan Dagger miliku menyiapkan diriku bila bahaya datang dan menyerang. Memasuki hutan bagian barat itu, Aura yang berbeda menghampiri ku. Aura ini berbeda dengan hutan tempat aku mengalahkan Avithor. Aura ini terasa berbahaya seperti mencoba mengusir pengunjung yang tak dikenal yang memasuki hutan ini.Hari-hari di kafe berjalan dengan sangat baik, aku menjelaskan ketidakhadiran ku kepada bos dan dia memaafkanku. Glenn dan aku berbicara sedikit tentang apa yang dia lakukan di luar kota, tentang kuliner disana yang sangat enak dan budaya aneh disana.


Aku berjalan pulang dengan tidak sabar, aku sangat bersemangat karena akan segera naik tingkat menuju ke level 2. Semakin kuat diriku, menjadi semakin dekat aku dengan pembalasan dendam ku kepada organisasi yang dengan tega membunuh kedua orang tuaku.


Sesampainya dirumah, aku mengeluarkan dagger yang berada diruang roh kegelapan. Dagger itu berkilau dibawah sinar lampu. Aura gelap yang kuat memancar dari dagger itu membuat tangan ku sedikit bergetar. Aku memegangnya dengan erat mencoba membiasakan diriku.


Aku bertanya dengan heran.


"Senjata ini telah di isi oleh aura kekuatan, senjata ini disebut dengan Senjata Magis. Jika anda menaruh aura kekuatanmu ke dalam senjata ini dengan kuat, maka senjata magis akan tercipta." Jawab Roh kegelapan.


"Senjata ini memiliki aura yang sama dengan kita yang memiliki kekuatan kegelapan. Karena di dunia ini banyak yang memiliki kekuatan yang sama, namun kekuatan kegelapan seperti kita sangatlah jarang." Lanjutnya.


"Bukankah itu berarti ada orang yang memiliki kemampuan yang sama dengan kita?" Aku berkata sedikit terkejut dengan pernyataannya.


"Tentu saja ada. Tapi, kegelapan yang mereka miliki hanyalah kegelapan biasa, dan tidak bisa dibandingkan dengan milikku. Hanya aku satu-satunya yang memiliki kekuatan kegelapan yang bahkan bisa melahap kegelapan lainnya." Roh kegelapan berkata dengan bangga.


Aku hanya memutar mataku mendengar perkataan nya itu. Aku mencoba menyerang dengan menggunakan dagger yang kupegang. Aku mencoba melakukan sebuah tusukkan kuat. Angin berhembus kuat saat dagger itu menusuk. Percikan kegelapan keluar dari ujung dagger itu. Dagger ini sangat berat saat di pegang namun sangat ringan saat ku hunuskan, pikir ku.


"Percikan apa itu? Kenapa dagger ini mengeluarkan percikan kegelapan seperti itu?" Aku berkata sedikit merasa aneh.


"Itu adalah kekuatan yang dimiliki oleh dagger itu sendiri, disaat senjata magis telah di isi aura kekuatan, maka mereka akan memiliki kemampuan juga. Sepertinya dagger ini mengeluarkan percikan petir kegelapan yang mampu menyetrum musuhnya. Ini adalah dagger yang kuat." Roh kegelapan menjelaskan kepadaku.

__ADS_1


Aku sedikit takjub setelah mendengar penjelasan roh kegelapan. Dagger ini sepertinya akan sangat membantu di pertarungan. Aku menyimpan Dagger itu kembali di ruang Roh kegelapan dengan hati-hati. Ini adalah harta karun ku yang pertama dan sangat penting. Aku pun kembali membereskan rumah dan membereskan diriku juga dengan baik.


"Baiklah Roh kegelapan, mari kita naikkan level ku." Aku berkata, sambil menyiapkan diriku dengan cepat.


Roh kegelapan pun langsung menyerap mayat Avithor yang berada di ruang miliknya. Avithor itu terlahap oleh kabut gelap yang pekat dengan cepat. Roh kegelapan pun menyelimuti tubuh ku, mengeluarkan cahaya merah gelap disekitarnya. Rasa sakit yang menusuk-nusuk itu kembali kurasakan. Namun kali ini rasanya seperti ribuan bahkan jutaan jarum kecil menusuk nusuk diriku.


Aku berusaha menahan rasa sakit itu. Rasanya kesadaran ku bisa hilang kapan saja. Menit demi menit berlalu, rasa sakit itu mulai mereda digantikan oleh rasa sejuk dan lega.


"Proses selesai. Anda sekarang sudah mencapai level 2." Roh kegelapan berkata lalu kembali masuk kedalam tubuhku. Aku mengecek tubuhku dengan hati-hati, perasaan ringan dan menyegarkan menyelimuti tubuhku.


"Rasanya begitu menyegarkan. Seperti terlahir kembali, tubuhku terasa begitu kuat ini sangat hebat." Ucapku dengan takjub.


"Kemampuan mu dan juga tubuhmu kini telah meningkat pesat. Dengan ini energiku juga pulih. Karena energiku telah pulih, skill kedua mu telah terbuka." Roh kegelapan berkata.


"Skill 2? Skill macam apa itu?" Aku bertanya sedikit bersemangat.


"Skill kedua mu, Midnight Steps telah terbuka. Dengan kemampuan ini anda dapat berpindah tempat sejauh 1 kilometer dan dibawahnya. Namun, skill ini hanya dapat digunakan sebanyak 3 kali dalam sehari, dan setelah itu energimu akan terkuras habis jadi berhati-hatilah." Roh kegelapan menjelaskan dengan serius.


Aku yang mendengar itu serasa ingin melompat kegirangan. Ini adalah kekuatan yang hebat dan akan meringankan beban ku saat bertarung.


"Ini luar biasa! Dengan ini menghindar atau menyerang musuh dari belakang akan sangat mudah." Kata ku.


Aku sangat bahagia, diriku sudah menjadi semakin kuat. Semua jerih payah yang telah kulakukan tidak sia-sia.


"Anda benar. Dengan skill ini, ditambah dengan kombinasi dagger yang baru anda dapatkan, anda bisa membunuh musuh mu dengan sekali serang saja. Tentu saja itu musuh yang berada di bawah tingkatan mu dan untuk 1 tingakatan diatas mu." Roh kegelapan menjawab.


"Jadi, apa rencanamu selanjutnya?" Ucapku.


"Seharusnya ini cukup bagi mu untuk menjelajahi Makam Kuno itu dengan aman. Jadi itu adalah tujuan selanjutnya. Bila kita menemukan harta yang dapat membuat kita lebih kuat, itu akan mempercepat tujuan kita kedepannya." Jawab roh kegelapan.


"Kau benar. Baiklah aku akan menjelajahi Makam Kuno itu."


"Dan jangan lupa waktu skors mu hanya tersisa 4 hari lagi. Kita sebaiknya menyelesaikan penjelajahan ini sebelum 4 hari tersebut berakhir." Roh kegelapan mengingatkan diriku.


"Ah ya, tentu saja. Aku tidak akan pernah melupakan bangunan menyebalkan itu seumur hidupku. Aku sangat membenci sekolah itu." Ucapku kesal mengingat semua kejadian buruk yang telah terjadi padaki disana.


Aku melakukan latihan sampai malam hari mencoba membiasakan tubuhku dengan kekuatan yang baru kudapatkan. Aku juga melatih skill dagger ku, mencoba meningkatkan kecepatanku dalam mengayunkan dan menusuk dagger ku agar menjadi lebih tepat dan kuat.


Melakukan sedikit eksperimen dengan skill yang baru saja ku dapatkan, aku mencoba berpindah tempat menggunakan skill baru ku. Kabut gelap menutupi tubuhku dan aku muncul dengan cepat ditempat yang telah kutandai. Ini akan sangat bagus untuk serangan kejutan.


Hari-hari ku habiskan dengan berlatih dan mencoba membiasakan tubuhku, dan esok hari pun tiba menyinari dunia ini.


Aku bangun dari tempat tidurku dan bersiap pergi menuju makam kuno yang disebutkan oleh si Pria tua.


Berbekal tas dan sedikit alat yang mungkin membantu, aku segera pergi menuju bagian Barat luar Kota Dyslan tempat dimana makam kuno itu berada.

__ADS_1


Berjalan kaki kesana akan memakan waktu yang lama, tetapi aku yang baru saja mendapatkan skill Midnight Steps dengan cepat berpindah tempat kesana. Di sana hutan luas membentang sampai bagian luar Utara Kota Dyslan.


Aku mengeluarkan dagger milikku, menyiapkan diriku bila bahaya datang dan menyerang. Memasuki hutan bagian Barat itu, aura yang berbeda menghampiri ku. Aura ini berbeda dengan hutan tempat aku mengalahkan Avithor. Aura ini terasa berbahaya seperti mencoba mengusir pengunjung yang tak dikenal yang memasuki hutan ini.


__ADS_2