True King

True King
chapter 7


__ADS_3

"20.... 21.... 22.... 23.... 24.... 25...."


Matahari terbit dengan indahnya menyinari dunia. Di rumah sakit yang ramai akan orang-orang, terdapat sosok lelaki berambut putih yang menepati salah satu kamar.


Keringat menetes di kening lelaki tersebut, matanya yang biru berkilau disinari cahaya mentari dari jendela kamarnya.


"26.... 27.... Huhhh.... 28.... 29.... Huhhhh " Azzure sedang melakukan Push-up yang merupakan salah satu hal yang harus dia lakukan dalam list panjang yang telah di berikan oleh Roh kegelapan.


"Aku tidak sanggup....ini sangat.... melelahkan." Azzure tidak pernah melakukan kegiatan olahraga apapun, melakukan push-up sedeharna seperti ini sudah cukup membuatnya mencapai batas fisiknya.


"Tuan, kau hanya perlu melakukan 50 push-up per hari, bersemangatlah. Lampaui batas tubuh mu, kerja keras tidak akan menghiaknati hasilnya." Roh kegelapan berkata dengan nada datar mencoba menyemangati azzure yang pada akhirnya gagal total.


"Mudah untuk mu berkata seperti itu, aku hampir tidak pernah berolahraga dalam 14 tahun hidup ku." Azzure berkata dengan terengah-engah, wajahnya yang putih memerah di bawah teriknya matahari.


"Hmm..... Bagaimana bila kita tambahkan sedikit penyemangat." Ucap Roh kegelapan.


"Hah...? Apa yang kau maksud?" Azzure menunjukkan ekspresi yang kebingungan, sebelum dia dapat bereaksi sebuah setruman keras menyetrum tubuhnya.


"Argghhh! Cukup! Hentikan!" Azzure berteriak dengan sakit, tubuhnya bergetar di bawah kuatnya setruman tersebut. Setelah beberapa detik setruman tersebut berhenti dan Azzure menghela nafas lega.


"Sekarang kau harus menyelesaikan Semua tugas mu dalam 15 menit, atau kau harus menerima setruman tersebut lagi selama 1 jam." Roh kegelapan mengatakan hal mengerikan tersebut dengan nada datar.


"1 Jam? Apakah kau gila?!! Aku bisa mati dengan Hukuman seperti itu." Azzure tercegang mendengar perkataan Roh kegelapan.


"15 menit telah dimulai."

__ADS_1


"Sialan kau Roh kegelapan!" Azzure dengan cepat melanjutkan latihannya. Walau dia merasa lelah dia harus memaksakan dirinya, menit demi menit berlalu tersisa 1 menit sebelum waktu habis.


Azzure terbaring kelelahan, keringat membasahi pakaiannya. Dia harus melakukan Push-Up, Sit-Up dan Squad sebanyak 50 kali dalam waktu 15 menit setiap hari. Azzure merasa dirinya akan pingsan setelah melakukan semua hal itu, kakinya terasa kaku dan dia tidak mampu berdiri.


"Selamat, tuan. Anda berhasil menyelesaikannya, sekarang anda selangkah lebih dekat menjadi yang terkuat." Roh kegelapan berkata dengan santai.


"Kau benar-benar tak berperasaan. Aku merasa benar-benar akan mati dengan latihan Ini." Azzure menarik nafas yang dalam dan mencoba merileks kan tubuhnya yang kelelahan.


"Untuk mencapai sesuatu kau harus berusaha sekeras mungkin, tidak ada yang gratis di dunia ini Tuanku."


"Kau ada benarnya, untuk membalaskan dendam pada orang-orang Xavier itu aku harus berusaha sekeras mungkin." Azzure bertekad untuk merubah dirinya yang lemah menjadi lebih kuat. Dia telah di berikan kekuatan, dan dia tidak akan menyianyiakan kekuatan itu.


Azzure membangunkan dirinya dari lantai yang basah oleh keringatnya, Dia mengganti pakaiannya yang basah kuyup dengan pakaian yang telah disiapkan oleh perawat sebelumnya.


Sebuah suara ketukan terdengar dari pintu kamarnya, Azzure menoleh dan menemukan Glenn berjalan masuk memegang bungkusan makanan ditangannya.


"Ya, aku merasa jauh lebih baik daripada sebelumnya. Terima kasih telah membawakan ku makanan. Maaf ya, aku selalu saja merepotkan dirimu."


"Tidak perlu berterima kasih, sudah seharusnya teman saling membantu. Bos mencari dirimu, sebaiknya kau segera kembali ke kafe. Banyak pelanggan perempuan yang merindukan mu." Glenn tertawa dengan riang.


Aku tersenyum kecil mendengar candaannya, Ini pertama kali aku merasa dekat dengan orang lain. Semua orang biasanya menindas diriku atau mengucilkan ku, tapi hanya Glenn yang satu-satunya tidak melakukan itu. Apakah ini yang dimaksud _teman_?


"Aku akan segera kembali ke kafe. Katakan pada bos kalau aku baru sembuh dan akan segera kembali ke kafe. Aku harus kembali kerumah terlebih dahulu." Jawabku.


Glenn menganggukan kepalanya lalu berkata,

__ADS_1


"Jadi apakah kau mengingat apa yang terjadi pada dirimu kemarin?" Glenn menatap ku dengan wajah penasaran.


"Entahlah, mungkin saja sebuah kulit pisang membuatku jatuh dan pingsan." Aku tersenyum.


Glenn tertawa terbahak-bahak dengan candaan garing ku, apakah selucu itu candaan ku?


"Baiklah, aku harus pergi. Masih ada beberapa urusan yang harus ku selesaikan." Glenn melambaikan tangan nya kepadaku lalu pergi keluar. Aku membalas lambaian tangannya dan menunggu dirinya pergi keluar.


Aku memutuskan untuk pergi dari rumah sakit dan kembali kerumah ku. Pertama aku menghabiskan makanan yang dibawa Glenn untukku, lalu berjalan keluar rumah sakit, menghirup kembali udara segar. Dan seperti biasa tatapan orang-orang tertuju pada diriku, rambut putih mencolok ini lebih menonjol di terangi sinar matahari.


Berjalan melewati sungai dimana aku membunuh diriku sendiri, mengingat sakitnya pisau yang menusuk dada. Aku menggelengkan kepala ku berusaha melupakannya, dan aku teringat satu hal yang telah ku lupakan.


"Ibuku! Apakah tubuhnya masih berada di dalam rumah?!" Aku berlari secepat mungkin menuju rumahku.


Rumah kayu tua tempat ku lahir dan tumbuh kembali seperti biasa, semua tampak normal tanpa bekas kekacauan. Warga desa melakukan kegiatan mereka masing-masing, tidak ada yang mempermasalahkan rumahku yang sebelumnya kelihatan berantakan.


Aku segera masuk kedalam rumah ku, mencoba mencari ibuku namun tubuhnya menghilang bagaikan dimakan oleh bumi.


Disaat aku berpikir yang tidak-tidak, suara Roh kegelapan kembali terdengar.


"Ibumu berada di dalam Ruang Kosong ku, tubuhnya akan lebih lama bertahan disana daripada diluar."


Mendengar perkataan itu aku menghela nafas lega, mengetahui bahwa tubuh Ibuku baik-baik saja.


"Tetapi untuk apa kau menyimpan tubuh Ibuku, bukan kah sebaiknya kita mengubur mayatnya?" Kataku dengan serius.

__ADS_1


"Kupikir kau akan tertarik untuk menghidupkan Ibumu kembali." Roh kegelapan dengan tenang berkata.


"Apa?!"


__ADS_2