
Tempat itu runtuh, menelan segala yang ada didalamnya.
"Sial, tidak ada jalan untuk keluar dari sini...."
Sebuah getaran yang luar biasa terjadi di sekitar dungeon tersebut. Azzure pingsan di dalam sana dalam keadaan terluka parah dan energi nya yang tersisa sedikit.
"...bangun......Hei bangun......kamu belum boleh mati disini....." Sebuah suara seorang perempuan terdengar di pikiran Azzure.
"Suara itu.... Celestine?!"
Azzure mulai membuka matanya, tempat itu Sangat gelap, yang tersisa hayalah beberapa api biru yang masih menyala di dinding ruangan itu.
"Mungkin hanya khayalanku saja..... Tempat ini sudah benar benar hancur."
Disekitar Azzure hanya ada tumpukan batu batu besar yang runtuh dari atas, sangat sulit untuk melalui itu.
Azzure mencoba untuk membangunkan tubuhnya yang dikelilingi batu batu besar, tubuhnya masih lemas karena kehabisan energi.
"Pedang dan Daggerku?...."
Azzure melihat sekelilingnya dan Ia melihat pedangnya terbaring di tanah dan Daggernya menancap ke sebuah batu.
Azzure menghampiri Daggernya, Ia ingin mencabut Dagger miliknya, namun tangannya terasa sangat berat. Ternyata tangan kanannya patah terkena akibat ledakan.
"Rasanya sangat berat dan sulit digerakkan. Sial sekali aku hari ini..."
Azzure menarik Dagger nya dengan tangan kiri, lalu menyimpannya di penyimpanan ruang miliknya, lalu Ia mengambil pedangnya dan memasukkannya ke dalam sarung pedangya.
Azzure berjalan mencari pintu keluarnya. Ia sangat kesulitan melewati jalan yang dipenuhi runtuhan batu yang lumayan runcing, bila Ia salah langkah, Ia bisa saja terluka.
Setelah beberapa langkah, Azzure sampai di pintu keluar yang tertutup oleh batu. Azzure mengaliri energinya yang tersisa ke pedang yang Ia pegang di tangan kiri.
Ia menebas batu didepannya dengan kuat dan batu itu terbelah.
"Fhuh, aku bisa pingsan kehabisan tenaga disini..."
Azzure meneruskan langkah nya keluar dari dungeon itu.
"Aku beruntung tempat ini tidak hancur total."
__ADS_1
Azzure terus berjalan melewati jalan yang rusak dan dipenuhi tumpukan batu. Ia terus melangkah meskipun tubuhnya masih lemas dan kelelahan.
Setelah ratusan langkah, akhirnya Ia sampai di depan pintu pertambangan itu. Didepan sana Ia disambut dengan sinar matahari berwarna sore yang gelap. Sepertinya Ia terkubur didalam sana selama berjam jam.
"Aku sudah tidak bisa melanjutkan langkah lagi, aku akan menunggu tubuhku menyembuhkan diri, dan sampai energi ku cukup untuk berpindah dari tempat ini ke rumah dengan Midnight Steps."
Azzure duduk bersandar di pintu pertambangan itu. Tubuhnya yang terluka parah membuat Azzure merasakan sakit setiap gerakan, nafas nya juga tidak teratur.
"Kepalaku sangat sakit... Tubuhku babak belur. Ditambah aku tidak tau apa yang akan terjadi lagi disini ataupun saat aku sampai di rumah."
Azzure membuka penyimpanannya dan mengambil permata milik iblis yang Ia bunuh tadi. Saat ingin mengambil permata itu, Ia merasakan sesuatu yang bereaksi di dalam penyimpanannya.
Setelah Ia mengambil permata itu, Ia menarik benda yang bereaksi tersebut ke genggaman tangannya. Sebuah Jam saku yang terbuat dari emas keluar dari penyimpanan milik Azzure.
"Benda ini?.... Kalau tidak salah ini salah satu barang yang ku ambil saat mengunjungi makam kuno berbulan-bulan lalu. Aku memang belum pernah mengecek benda ini."
"Kira-kira apa fungsi Jam saku ini...... Dari luar memang terlihat biasa saja, tapi benda ini mengandung energi yang kuat."
Azzure menyimpan kembali Jam saku itu ke dalam penyimpanannya, lalu Ia mengamati permata milik iblis yang Ia bunuh. Permata itu berwarna ungu yang pekat.
Warnanya tidak terang seperti tadi, saat permata itu masih menempel di dahi sang iblis, permata itu bersinar menghasilkan warna ungu yang lebih cerah.
"Benda ini sepertinya masih belum bisa bekerja karena belum diaktifkan, tapi bagaimana caranya? Akan ku lihat lagi saja saat di rumah nanti."
Ia masih mengingat pengkhianatan rekan kelompoknya di dalam dungeon tadi, Azzure masih memendam emosi di pikirannya. Hal itu tidak akan pernah bisa Ia maafkan.
Azzure memasuki Rumah dengan raut wajah datar dan pikiran yang dipenuhi oleh amarah.
Azzure membuka pintu rumahnya. Ia meletakkan pedangnya di sebelah pintu.
Di meja terdapat semangkuk sup yang dimasak oleh Vai. Azzure berjalan kedalam, Ia melihat Vai sedang tidur di tempat tidurnya.
Azzure berusaha untuk tidak memebuat kebisingan, Ia pergi mandi lalu menghabiskan makanan yang susah dimasakkan untuk nya.
Setelah makan Azzure duduk di sofa, Ia masih memikirkan kejadian tadi, Ia masih penasaran kenapa rekan rekan nya dengan mudah meninggalkan dua di dalam dungeon.
Azzure masih menyimpan dendam, rasa amarah nya sudah tidak tertahankan. Rasanya Ia ingin membunuh mereka semua. Ia ditinggalkan sendirian ditempat yang sangat berbahaya, bertarung melawan iblis yang sangat kuat.
"Aku hampir kehilagan nyawa di tempat itu. kekuatanku tidak setara dengannya, cukup beruntung aku selamat dari tempat itu......... Orang orang sialan itu, akan ku beri mereka pelajaran..." Azzure berbicara dalam hati sambil menahan emosinya.
__ADS_1
Azzure pergi keluar rumah, didepan rumah Ia duduk menatap langit. Sudah lama dia tidak menikmati pemandangan langit malam dengan suasana yang tenang.
Azzure mengeluarkan kembali permata yang Ia simpan.
"Bagaimana cara aku menggunakan benda ini...?"
Azzure memegang permata yang penuh dengan energi negatif itu di tangan kanan nya.
Azzure mencoba mengfokuskan pikiran nya dengan aliran energi yang mengalir di permata itu.
Perlahan Azzure mulai mencoba menyerap energi yang keluar dari permata itu.
Semakin lama energi yang keluar semakin besar, Azzure terus menjaga pikirannya agar tetap sadar dan tidak dikuasai oleh energi negatif yang besar dan sangat pekat yang keluar dari permata itu.
Perlahan wujud permata itu memudar seiring waktu Azzure menyerap energi nya.
Azzure merasakan energi yang meluap luap dari dalam tubuhnya. Seluruh luka nya tertutup, dan tubuhnya terasa menjadi lebih kuat.
"Sleep mode berakhir, pembangkitan kembali dimulai...." sebuah suara aneh terdengar di dalam pikiran Azzure.
"Suara apa itu?...."
"......Selamat malam, tuan......." Suara yang sangat tidak asing terdengar kembali di pikiran Azzure. Suara yang tidak lain adalah suara Drex, sebuah Roh kegelapan yang bersemanyam didalam tubuh Azzure.
"Drex? Benarkah ini? Kemana kau selama ini, kau menghilang tanpa alasan dan tanpa penjelasan, ku kira kau tidak akan muncul di hidup ku lagi." Azzure berkata dalam hati sambil mencoba untuk tenang.
"Pertama-tama biarkan saya meminta maaf, saya tidak bisa melayani dan mendampingi anda sejak beberapa hari kemarin. Saya menggunakan separuh energi yang saya miliki untuk mencegah kematian anda hari itu. Dan sisa energi yang saya miliki saya gunakan untuk memindahkan anda ke tempat ini, tempat yang jauh dari Kota Dyslan. Saya Bisa memastikan bahwa anda bisa terbunuh saat itu. Saya menggunakan seluruh energi yang saya miliki untuk membantu, karena itu saya memasuki sleep mode. Saya tertidur didalam jiwa anda dalam waktu yang cukup lama untuk memulihkan seluruh energi saya yang hilang, dan sekarang saya baru saja dapat bangkit sepenuhnya berkat energi yang saya dapatkan entah dari mana."
"Aku membunuh sebuah iblis, lalu aku mengambil sebuah permata dari nya. Aku menyerapnya dan sepertinya aku mendapat kekuatan dari benda itu." Jelas Azzure.
"Saya mendeteksi kekuatan baru di tubuh anda, kekuatan yang bisa meniru kemampuan musuh bahkan menyempurnakannya. Tetapi energi yang digunakan juga tidak main main."
"Sama seperti kemampuan iblis yang ku bunuh.... Lalu, apa kau tau benda ini?" Azzure mengeluarkan Jam saku dari penyimpanannya.
"Nampaknya itu sebuah jam saku, tapi juga mirip stopwatch, saya mendeteksi energi yang meluap-luap dari benda itu.... Dari bentuk dan energi nya, nampaknya itu bisa menghasilkan sihir waktu..." Ucap Drex.
Azzure menekan Tombol yang ada di atas pocket watch itu. Tiba tiba seluruh benda sekitar Azzure berhenti bergerak. Azzure terkejut dan langsung berdiri, tetapi setelah beberapa detik, semua kembalu normal.
"Apa apaan barusan itu? Apa itu kekuatan dari benda ini?!"
__ADS_1
"Benar tuan. Benda itu menghentikan waktu di seluruh bumi selama lima detik, hanya pengguna yang bisa bergerak selama efek ini berlangsung."
"Seluruh bumi?! Bukankah itu terlalu berlebihan...?"