True King

True King
chapter 43


__ADS_3

Langkah demi langkah, Azzure berjalan ke rumah, di tiap langkah nya Ia berpikir. "Bagaimana cara nya aku bisa bertambah kuat sedangkan disini sangat jarang ada lawan yag kuat."


"...Jika ada dungeon disekitar sini, atau misi atau apalah itu. Aku ingin menelusuri tempat tempat berbahaya yang menantang."


Waktu demi waktu berlalu langit masih lumayan gelap, Azzure sampai di rumah. Azzure membuka pintu rumah nya, Ia melihat Vai sedang berbaring di sofa dan bertingkah layaknya bosan.


"Ehh.. Kakak! Kenapa Kakak keluar di awal hari yang gelap seperti ini? Apa yang Kakak lakukan??" Vai menghampiri Azzure dan sedikit cemberut.


"Aku hanya pergi ke hutan untuk latihan, sudah lama aku tidak berlatih. Yang ku lakukan hanyalah sebatas menjalankan misi, sudah lama aku tidak melatih tubuh ku ini. Dan sampai sekarang belum ada lawan yang cukup layak untuk dijadikan lawan latihan." Azzure menjawab dengan santai.


"Hmmm..... Mungkin Kakak yang terlalu kuat, bukan lawan mu yang lemah... Kenapa Kakak tidak mencari misi menjelajah dungeon di Guild? Biasanya ada misi seperti itu di dungeon, misi menelusuri dan membunuh semua lawan di suatu tempat berbahaya." Saut Vai.


"Sebenarnya aku memang mau melakukan itu pagi nanti. Tapi apa akan ada ya misi seperti itu...?"


"Pasti ada. Tapi, apa Kakak akan pergi dengan tangan kosong? Bahkan kakak tidak punya rekan atau apapun itu untuk membantu, aku juga tidak bisa berbuat banyak, elemen ku hanya besi. Hanya bisa digunakan untuk membuat peralatan..."


Dari dalam hati Azzure merenung, Ia memang tidak mempunyai rekan atau apapun. Kehidupan sosial nya juga tidak luas, dia orang yang tertutup.


"Tunggu, aku belum tau apa isi dari benda itu... Benda yang diberikan sebagai hadiah pemenang turnamen..."


"Benda? Hadiah? Turnamen?"


"Yahh, hadiah. Sebuah.... Telur? Nampaknya memang telur, tapi telur apa itu? Aku sudah tidak mengecek nya lagi."


Azzure membuka penyimpanan nya, mengeluarkan sebuah telur yang Ia bicarakan.


"K-Kakak bisa melakukan itu?... Bukan kah teknik itu sedikit rumit dan pengguna nya juga langka.... Hebat!"


"Itu hal biasa. Lalu, apa kamu tau sesuatu tetang telur sejenis ini?" Azzure memberikannya ke Vai.


"Dari bentuknya, seharusnya hewan biasa. Tapi..., cangkang telur ini, berwarna biru. Ditambah dengan garis berwarna keemasan.... Rasanya tidak mungkin jika ini hewan biasa."


"Padahal sudah lama ku tinggalkan, tapi sampai, sekarang masih belum menetas juga... Apa ada sesuatu yang harus dilakukan untuk menetaskan telus ini? Mungkin akan kualiri sedikit energi elemen kegelapanku..., berharap saja telur ini bereaksi."


Energi yang dialiri Azzure ke telur itu terlihat seperti sedang terjadi respon dari telur aneh itu.


Telur itu terlihat bergetar, energi yang dialiri Azzure diserap, Azzure terus mengalirinya dengan energi sampai terjadi sesuatu.


"Diserap? Telur macam apa ini... Tapi, dia bergetar." Azzure kebingungan.

__ADS_1


"Aneh, ini tidak wajar. Semua telur pasti akan menetas secara alami, tapi jika sudah dalam kurun waktu lama masih belum menetas.... Ada yang tidak benar. Lalu, dia menyerap energi?"


Lama kelamaan cangkang telur tersebut retak. Retakan nya membesar, tidak lama kemudian, dari dalam cangkang ada sebuah kaki yang keluar.


"Mulai menetas! Kaki nya sudah mulai keluar!" Azzure sedikit terkejut.


"Dari bentuknya... Itu kan kaki... Naga..... Hewan yang sangat langka.." Vai terkejut dan bingung, pada zaman itu, naga seharusnya sudah sangat langka. Namun di depan matanya ada sebuah telur naga yang sedang menetas.


"Naga? Tidak mungkin..."


Telur itu terus bergetar dan cangkang atas telur mulai terbuka. Sebuah kepala naga muncul dari sana, dengan tubuh dan sayapnya yang masih sangat kecil.


"B-benar benar seekor naga....." Azzure terdiam.


Seekor naga yang masih bayi muncul dari dalam telur aneh yang diberikan sebagai hadiah pemenang turnamen sekolah nya. Yang masih menjadi pertanyaan adalah, kenapa masih ada naga yang hidup di zaman itu?


"A-aku akan mengambilkan sesuatu sebagai tempat tidur nya." Vai berkata sambil kebingungan.


Vai mengambil sebuah kotak yang lumayan besar, yang sudah Ia berikan sebuah kain didalamnya. Azzure perlahan mengeluarkan bayi naga itu dari telurnya, mengangkatnya dan meletakkannya ke dalam kotak tersebut.


"Apa rencana Kakak selanjutnya...?"


"Pelihara! Kita besarkan dia dan kita latih menjadi petarung. Pasti akan cocok untuk dijadikan partner bertarung!" Seru Vai dengan semangat.


"Ide yang bagus... Tapi aku tidak pernah dan tidak tau bagaimana merawat naga seperti ini. Tapi, akan kupelihara." Azzure yang awalnya tidak mengerti akhirnya Ia memutuskan untuk mengatasinya secara normal. Mungkin membesarkan seekor naga dan dijadikan partner akan menjadi ide yang bagus.


"Harus ku namakan apa makhluk kecil ini... Kau mau menamainya, Vai? Kau boleh menamainya apapun."


"Crysan.... Bagus tidak ya..."


"Nama yang keren. Kau pandai memberi nama ya, Vai."


"T-tidak, itu hanya tiba tiba muncul di benak ku..."


"Apakah aku akan mengurusnya dulu, baru pergi dungeon? Tapi jika membawanya ke dungeon, Ia harus sudah dewasa. Dan itu pun mungkin akan lama..."


"Aku akan merawatnya. Di Guild Kakak pasti akan bertemu orang yang juga ingin ke dungeon, biasanya mereka akan pergi dengan jumlah yang banyak. Coba lah untuk bergabung dengan kelompok mereka."


"Baiklah..., meski aku tidak pandai bicara... Akan ku coba."

__ADS_1


"Kita biarkan Ia tidur dulu. Lalu, Kakak akan perlu banyak persiapan bukan? Akan kubantu. Untuk senjata... Aku belum pernah melihat senjata yang Kakak gunakan."


"Senjata..., selama ini aku hanya menggunakan Dagger ini..." Azzure mengeluarkan Dagger miliknya yang memiliki Aura yang sangat pekat.


"Aura nya mengerikan. Namun, apa ini cukup...? Aku akan coba membuatkan Kakak sesuatu." Ucap Vai


"Benarkah? Apa saja yang bisa kamu buat?" Azzure bertanya.


"Mungkin hanya senjata sederhana... Seperti pedang dan semacamnya. Namun di umur ku yang sekarang dan kemampuan ku yang belum terlalu tinggi, aku hanya membuat senjata semacam itu. Mungkin akan memakan waktu bebarapa jam. Akan ku coba buat."


"Baiklah, Terima kasih ya."


Di belakang rumah mereka tersapat sebuah bangunan kecil, tempat itu digunakan Vai sebagai tempat membuat barang. Perlengkapan, bahan-bahan, semuanya Ia simpan di tempat itu.


Vai pergi kesana, Ia mengecek kebutuhan untuk membuat sebilah pedang yang kuat dan sempurna.


"Pedang yang ukurannya cocok dengan Kakak... Pedang runcing, Tidak mudah patah, lalu mudah diayunkan, dan mungkin akan ku tanamkan batu sihir. Mungkin saja Kakak bisa memperkuat nya dengan energi miliknya."


Vai memilih bahan-bahan terbaik untuk mebuat pedang yang terbaik dan sempurna. Mungkin akan sukit, tapi Ia akan mencobanya.


Di rumah, Azzure mandi dan bersiap pergi ke Guild. Ia ingin mengecek apa ada kelompok yang ingin pergi juga ke dungeon.


Setelah sekitar satu jam, Azzure berangkat dengan Midnight Stepsnya. Didepan Guild masih sangat sepi karena masih dini hari.


Azzure berjalan ke salah satu pengurus misi Guild yang Ia temui kemarin.


"Permisi tuan, aku ingin bertanya. Apa disekitar Kota ini ada dungeon yang masih belum dimasuki orang?"


"Hai anak muda. Di sekitar sini yaa.... Seingat ku ada satu tempat pertambangan yang sudah bertahun tahun tidak di huni. Dan beberapa waktu lalu aku mendengar ada sebuah kelompok yang sedang mengumpulkan orang untuk menelusuri tempat itu. Disana merupakan tempat untuk misi dungeon, membeli peralatan, dan lain-lain. Seharusnya mereka sering berkumpul disana, coba saja kau cek. Tapi, datanglah lagi nanti. Setelah matahari sudah menampakkan diri nya."


"Baiklah, terima kasih info nya."


Azzure mencoba pergi ke tempat yang diberi tau oleh pengurus misi. Tempat itu memang masih kosong. Ia memasuki nya, disana sangat gelap.


Ia berjalan ke arah dinding, Disana ada daftar dungeon dan kelompok yang, sedang mencari anggota. Disana terdapat beberapa kelompok yang masih kekurangan orang.


"Sekali dungeon upah nya bisa sebesar ini, dan banyak yang mengantri. Aku akan kembali nanti pagi. Sebenarnya Aku ingin pergi sendiri, namun sepertinya itu aka sangat beresiko."


Azzure pergi meninggalkan Guild, Ia mencari toko makanan. Ia membeli banyak daging. "Mungkin Crysan akan menyukai daging, soalnya dia itu kan seekor naga."

__ADS_1


__ADS_2