
Di kafe aku disambut oleh remaja-remaja yang sedang menikmati kopi dan teh di sore hari. Mereka dengan sibuk membaca buku dan mengobrol dengan santai bersama teman mereka.
Aku berjalan memasuki Ruang staff. Ruangan tersebut kosong dengan beberapa loker yang berbaris di belakang ruangan, meja dan beberapa kursi ditempatkan di tengah ruangan. Aku berjalan ke salah satu locker dan mengganti pakaian ku menjadi seragam kafe yang berwarna coklat dengan corak putih.
Menatap diriku dari cermin yang berada disamping loker, aku memastikan diriku rapih. Mata biru ku berkilau dalam cahaya lampu ruangan, aku memakai topi kafe ku lalu berjalan dari ruang staff menuju tempat ku bekerja.
Aku bekerja sampai malam hari, langit sudah dipenuhi bintang-bintang. Entah kenapa aku tidak bisa menemukan Glenn. "Apakah dia memiliki masalah?" Pikirku.
Aku berjalan menuju kantor boss, dan melaporkan apa yang terjadi padaku kemarin. Tentu saja aku tidak memberitahunya apa yang benar-benar terjadi.
"Omong-omong, kemana Glenn pergi? Aku tidak melihatnya dari sore hari." Aku bertanya.
"Dia meminta izin kepadaku untuk pergi menyelesaikan beberapa masalah. Mungkin dia pergi keluar kota mengujungi keluarganya."
Apakah keluarga Glenn mengalami masalah? Yaa, semoga semuanya baik-baik saja. Dia memang berkata mempunyai beberapa urusan untuk diselesaikan saat dirumah sakit.
Aku lalu pergi dari kafe yang sudah tutup namun walau malam hari sudah datang, Kota Dyslan tetap ramai seperti biasanya.
__ADS_1
Pedagang-pedagang masih berjualan dan kerumunan orang-orang masih membanjiri jalan yang luas ini. Lampu-lampu jalan menyala terang menerangi kota yang ramai.
Sudah saatnya pulang, aku berjalan keluar dari Kota Dyslan menuju rumah ku yang berada di bagian Timur luar Kota Dyslan. Bagian luar Utara dan Barat Kota Dyslan dipenuhi hutan-hutan yang dipenuhi mahluk buas berbahaya, terkadang mereka akan menyerang Kota Dyslan karena hal itu banyak penjaga di kota ini.
Aku masuk kedalam rumahku yang sepi, menyiapkan makan malam ku dan segera pergi tidur. Aku merindukan keberadaan Ibuku yang selalu menemani ku. Tinggal sendiri dirumah ini terasa sangat aneh. Sangat Aneh seperti kau kehilangan sesuatu di dalam Hidupmu...
Pagi hari datang, dunia di sinari terangnya mentari. Aku bangun dari kasur ku dan melakukan latihan seperti biasa. Hari ini Adalah hari aku menuju hutan yang berada di bagian utara luar kota dyslan dan mendapatkan jantung Avithor untuk pria tua itu.
Aku segera mempersiapkan diriku, membawa tas dan beberapa peralatan yang mungkin akan berguna, lalu segera berangkat menuju hutan itu. Hutan itu sering disebut sebagai Hutan Terlarang karena sedikit orang yang bisa kembali dari hutan itu.
Memasuki hutan dunia terasa gelap, pohon-pohon yang lebat menutupi datangnya sinar matahari. Aku berjalan terus menuju bagian dalam hutan yang sunyi. Bersiap-siap mengeluarkan pedang kecil yang kupunya bila terdapat mahluk buas menyergap ku.
Semakin lama diriku berjalan, semakin terasa gelap hutan ini menjadi. Tetapi anehnya mataku bisa melihat seperti biasanya, Apakah ini salah satu kemampuan milikku? Sungguh luar biasa.
Sebenarnya aku tidak mengetahui seperti apa wujud Avithor. Aku hanya mendengar tentang mahluk itu dari orang-orang. Sepertinya dia sejenis burung besar yang memiliki tanduk yang melengkung di kepalanya dan juga kaki yang sangat besar.
Hanya itu yang ku ketahui tentang Avithor, sepertinya ini akan menjadi perjalanan yang lama dan membosankan. Aku bahkan tidak menemukan jejak atau tanda yang menunjukan keberadaan Avithor yang kucari.
__ADS_1
Namun di saat aku sedang fokus mencari jalan yang harus ku tuju, Suara melolong bisa terdengar Di samping ku. Aku segera mengeluarkan pedang yang berada diruang Roh kegelapan dan melompat mundur menjauh.
Dalam beberapa detik muncul sesosok serigala berbulu abu-abu, badan serigala itu sangat besar. Serigala itu memamerkan gigi-gigi runcingnya kepadaku dengan ganas. Mata merah nya menatap ku dengan tajam.
"Sial, Aku tidak menyangka akan bertemu mahluk buas yang kuat seperti Ini." Aku merasa panik karena Aku belum pernah bertarung dengan mahluk buas sama sekali.
Aku menyiapkan kuda-kuda dan bersiap menahan serangan yang akan dilancarkan sang serigala. Serigala itu berlari menerjang mencoba mencakar wajah ku, Aku segera menahan cakar itu dari wajah ku dan menendang tubuh sang serigala menjauh.
Sang serigala mengerang dengan marah dan kembali berlari menuju diriku, Aku mengangkat pedang ku dan mengayunkan nya kearah sang serigala. Sang serigala menghindar dengan cepat kearah samping kanan ku, Aku yang sudah menebak tindakannya itu sudah mengarahkan Shadow Spike diarea itu.
"Shadow Spike!" Teriak ku.
Dengan cepat kabut kegelapan membentuk Spike yang tajam meluncur ke arah sang serigala melukai kakinya dengan parah. Serigala besar itu melolong penuh rasa sakit. Mengambil kesempatan itu, aku segera berlari ke arah sang serigala dan menebas lehernya dengan cepat.
Sang serigala yang tidak bisa menghindar dengan kakinya yang terluka menerima takdirnya. Darahnya mengucur dengan deras membasahi tanah. Kepala sang serigala jatuh dengan perlahan terpisah dari badannya.
Aku menghela nafas, semuanya aman untuk saat ini.
__ADS_1