True King

True King
chapter 23


__ADS_3

Ronde-ronde berlalu, dan sekarang adalah giliran Azzure.


Lawan Azzure kali ini merupakan pengguna yang memiliki kekuatan racun. Di beberapa babak sebelumnya, orang ini berhasil melumpuhkan lawannya dengan mudah menggunakan kekuatan racun yang dia miliki. Racun yang orang ini miliki sangat berbahaya. Sebelumnya dia membusukkan kaki lawannya dengan semburan racunnya, lalu Ia mengeluarkan asap yang bisa membuat kulit lawannya melepuh apabila menyentuhnya.


Azzure jadi ragu untuk menyerangnya dari dekat. Ia harus benar-benar waspada terhadap racunnya itu, orang itu terlihat sangat ahli mengendalikan kemampuannya itu.


Ronde sudah mau dimulai, Azzure dan lawannya yang bernama Hezo itu memasuki arena. Sebelum ronde itu dimulai, Azzure mendengar ada kata-kata yang keluar dari mulut Hezo.


Dari gerak-gerik mulutnya dan juga tatapannya yang terlihat meremehkan, membuat Azzure yakin kalau dia sedang merendahkan Azzure. “Sebaiknya Kau menyerah saja, Aku bisa membunuh seratus orang seperti dirimu dalam sekejap mata.'' Kata Hezo.


Mendengar ucapan Hezo, Azzure terlihat sedikit kesal. Tapi dia harus tenang. Jika dia gegabah sedikit saja, itu bisa sangat membahayakan dirinya.


''Benarkah itu? Aku ingin melihat mu mencoba!'' Ujar azzure.


Ronde dimulai. Azzure kali ini tidak langsung menyerang, Ia memikirkan cara terbaik untuk melawan Hezo.


Melihat Azzure yang terdiam di arena, Hezo mulai memanasi Azzure dengan omongannya. “Diam saja? Kenapa tidak menyerang? Kau takut ya? Hahaha ini bukan tempat untuk para penakut, nak. Ini tempat untuk bertarung. Jika kau takut pulang lah, hahaha.” Kata nya.


Azzure mulai geram. Ia terlihat seperti ingin langsung membunuh Hezo.


“Tenanglah, tuan. Ia hanya memancingmu untuk menyentuh racun miliknya. Saya sarankan anda menggunakan dagger anda.” Ucap Roh kegelapan dalam pikiran Azzure.


“Tapi bukannya kita dilarang untuk membawa senjata dari luar? Aku bisa saja di diskualifikasi karena dianggap melanggar aturan.” Ucap Azzure dalam hati.


“Anda bisa berpura-pura membuat dagger dari sihirmu. Anda bisa mengelabui mereka. Agar mereka menganggap anda sendiri lah yang menciptakan dagger tersebut dengan kekuatan sihir anda. Dengan begitu anda tidak dianggap melanggar peraturan.” Jelas Roh kegelapan.


“Benar juga, tapi aku tidak ingin peserta lain melihat kemampuan-kemampuan apa saja yang ku miliki. Aku ingin menyimpan dagger ini di final sebagai senjata rahasia.” Ucap Azzure dalam hati.


“Baiklah tuan. Kalau begitu, anda hanya bisa memanfaatkan Shadow Spike mu kali ini.” Lanjut Roh keelapan.

__ADS_1


“Ya, tapi aku ingin mencoba sesuatu yang berbeda kali ini. Lihat saja nanti.” Ucap Azzure.


Azzure melancarkan serangan pertamanya. Ia melesat ke arah Hezo. Melihat itu, Hezo terlihat tertawa. Dia pikir Azzure ingin menghantam tubuhnya dengan tangan kosong, dengan begitu tangan Azzure akan membusuk karena racun yang dilapisi diseluruh tubuhnya.


Saat sudah dekat, Azzure mulai mengumpulkan energi kegelapannya dan dilapiskannya di tangan kanan miliknya. Saat tiba masa nya, Azzure menghantam bagian perut Hezo, lalu melepas energi kegelapannya dan membuat Hezo terseret lumayan jauh.


Para penonton bersorak keras melihat serangan Azzure tersebut.


“TIDAK MUNGKIN! Perkiraanku salah!” Ucap Hezo terkejut dalam hati.


Hezo terengah kesakitan karena serangan Azzure itu. Kemudian Ia menyemprotkan asap hijau yang merupakan racun yang bisa membuat kulit lawan melepuh apabila disentuh.


Asap racun tersebut mengelilingi area sekitar hezo membuatnya tidak dapat didekati sama sekali.


''Majulah, Sampah! Akan kutunjukan kekuatan sesungguh nya!'' Teriak Hezo.


Azzure segera melapisi tubuhnya dengan energi kegelapan, dengan begitu Ia tidak akan terkena efek dari racun tersebut. Akan tetapi, energi Azzure akan terus terhisap selama Azzure melapisi tubuhnya itu.


Tidak lama kemudian, Azzure mengeluarkan Shadow Spike nya sebagai senjata.


Hezo ahli dengan kemampuannya utuk bertarung jarak jauh, jika dia berhadapan dengan lawan yang bertarung agak dekat juga bersenjata, itu akan merugikan Hezo. Kemungkinan Hezo untuk menang tidaklah besar.


Azzure mulai menyerang kembali dari dekat. Namun sayang, Hezo dengan cepat menyemprotkan racunnya kearah Azzure. Meskipun Azzure sudah menghindar, tangan kirinya tetap terkena racun dan kulitnya melepuh kepanasan. Azzure langsung menjauh dari Hezo.


Selagi Azzure kesakitan, Hezo terus melancarkan serangannya. Azzure mulai terpojok. Dengan tangannya yang melepuh itu, Ia kesulitan untuk bergerak.


Tetapi, Azzure memaksakan diri untuk membalas serangan Hezo. Karena jika Azzure hanya menghindar saja, Ia bisa saja kalah dengan cepat.


Azzure membalas serangan Hezo dengan Shadow Spike yang ada di tangannya, Ia berhasil melukai Kedua tangan Hezo. Dengan begitu, Azzure bisa membalaskan perbuatan Hezo tadi. Azzure juga menyerang Hezo sampai Ia terpojok.

__ADS_1


Tetapi, Hezo tiba-tiba melompat ke belakang Azzure, lalu bergerak sampai ke bagian tengah arena. Tidak lama kemudian Hezo mengeluarkan sebagian besar kekuatannya, Ia mengeluarkan cairan hijau yang merupakan racun pembusuk miliknya.


Hezo terus mengeluarkan racun itu, Ia terlihat ingin menutupi arena bertarung ini dengan racunnya.


“Ah, SIAL! Tidak ada pilihan lain, ini adalah jalan keluar terakhirku. Jika ini tidak berhasil, aku pasti kalah.” Ucap Azzure yang terlihat sedikit panik.


Tidak ada pilihan lain, Azzure mengeluarkan Shadow Spike nya dengan jumlah yang sangat banyak, berniat untuk menghajar Hezo dengan sisa kekuatannya.


Penonton bersorak sangat keras. Keadaan mulai memanas, ini adalah penentu siapa yang akan masuk ke ronde berikutnya. Kepala Sekolah, walikelas, dan teman sekelas Azzure terlihat khawatir. Karena posisi Azzure sangat terpojok, tetapi mereka tetap mendoakan yang terbaik untuk Azzure.


Serangan Azzure dimulai. Azzure melemparkan Shadow Spike nya yang sangat banyak itu secara terus menerus, Hezo mencoba menghindari semua serangan itu, tetapi di tengah serangan Azzure, Hezo juga melemparkan racun nya.


Kedua pihak terlihat saling menyerang. Sampai pada akhirnnya, Shadow Spike Azzure berhasil menembus perut Hezo, dan racun Hezo mengenai kedua tangan Azzure itu membuat kedua tanganya melepuh kesakitan. Hezo tersungkur ke tanah, sedangkan Azzure terlihat menahan rasa sakit yang ia alami, karena Ia masih melapisi tubuhnya dengan energi dia tidak terluka terlalu parah.


Penonton bersorak sangat keras. Kepala Sekolah dan walikelas Azzure terlihat lega dan sangat bersyukur. Teman-teman sekelas Azzure hanya bisa terdiam melihat Azzure yang ternyata sangat kuat.


''Sialan, Kau! Akan kuingat Kejadian ini Jangan pikir permasalahan kita telah selesai!'' Hezo berteriak sambil memegang perutnya yang berdarah, Matanya merah dan melototi Azzure seolah-olah ingin mengulitinya.


Dengan demikian, ini adalah kemenangan bagi Azzure.


“PEMENANG RONDE YANG SANGAT SERU DAN INTENS INI ADALAH, AZZURE! BERIKAN IA TEPUK TANGAN YANG MERIAH!” Seru sang wasit.


Penonton tidak hanya bertepuk tangan, mereka juga bersorak sangat keras kepada Azzure.


Azzure kembali ke ruangannya untuk istirahat penuh. Ia terlihat sangat lelah pada pertarungan hari ini. Sedangkan Hezo dikerumuni petugas medis dan juga teman-temannya.


“Selamat atas kemenangan anda, tuan. Anda memang sangat cocok untuk mendapatkan gelar Raja Kegelapan. Saya akan terus menjadi pengikut anda yang setia sampai akhir.”


“Ya, sekarang biarkan aku beristirahat.” Ucap Azzure, Tangannya masih terluka karena racun milik hezo dia harus berhati-hati di ronde mendatang.

__ADS_1


Sungguh hari yang melelahkan, dan pertandingan ini akan terus berlanjut sampai ada yang mendapatkan gelar JUARA.


__ADS_2