
Di hari yang sama, ronde berlanjut. Dan ronde kali ini juga merupakan giliran Azzure. Karena pertarungan sebelumnya membuat Azzure terluka, maka wasit memutuskan untuk menambah masa istirsahat Azzure.
Azzure yang masih kelelahan terbaring di tempat tidur yang ada di ruangannya. Ia benar-benar kelelahan setelah pertarungannya, melawan Celestine tadi.
“Hmmm…. Dia baik-baik saja tidak, ya? Wajahnya sangat pucat. Dan tubuhnya benar-benar terlihat sangat lemas. Aku jadi mengkhawatirkannya.” Kata Azzure sambil terbaring di kasurnya.
“Tuan, anda tidak perlu memikirkan orang lain. Sekarang lebih baik anda fokus beristirahat, karena pertandingan anda selanjutnya pasti akan sangat sulit. Karena lawan anda kali ini adalah pengguna elemen cahaya.” Kata Roh kegelapan menasihati.
“Cahaya…… ya? Ronde kali ini pasti akan lebih sulit, tapi aku akan tetap memenangkannya.” Ucap Azzure percaya diri.
“ Ya, tuan. Kali ini akan menjadi pertarungan yang sulit. Lawanmu adalah seorang murid bangsawan yang bernama Oriel. Meski statusnya hanyalah Murid, Ia sudah dikenal sebagai orang jenius nomor 1 di Kota Dyslan. Dia sudah bisa menggunakan elemen cahayanya dengan sangat baik. Bahkan, dia sudah menciptakan beberapa teknik baru dari elemen cahaya biasa.” Jelas Roh kegelapan.
“Orang kuat lagi kah? Bangsawan memang penuh dengan orang-orang hebat ya. Ini tidak akan mudah…..” Keluh Azzure.
“Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan, Ia kini sudah mempunyai berbagai macam teknik yang telah Ia kembangkan sendiri. Ia bisa memanipulasi cahaya, dimana Ia bisa membuat senjata, sayap, pengikat, bahkan Ia bisa membuat dirinya tidak terlihat. Tidak hanya itu, saya juga dengar bahwa Ia bisa menggunakan teknik Cahaya yang bisa membutakan penglihatan lawan dalam jangka waktu yang cukup lama. Yang paling merepotkan, Ia juga memiliki kemampuan regenerasi atau yang sering disebut sebagai Self Healing.” Jelas Roh kegelapan.
“Sejenius itu kah orang itu?! Benar-benar merepotkan…. Tapi, membuat sayap ya? Apakah hal itu juga bisa kulakukan?” Tanya Azzure.
“Dengan dirimu yang sekarang, saya rasa hal itu tidak mustahil. Tapi, untuk melakukan hal itu diperlukan konsentrasi dan fokus yang luar biasa. Jika anda kehilangan konsentrasi anda, sayap yang anda ciptakan bisa saja lenyap seketika.” Jelas Roh kegelapan.
“Akan kucoba! Aku pasti bisa! Bagaimana saja prosesnya? Bisa kau mengajarkanku?” Ujar Azzure sedikit bersemangat.
“Tentu saja, tuan. Dengan senang hati akan saya ajarkan.” Ucap Roh kegelapan.
Ronde segera dimulai, Azzure berusaha untuk tetap tenang dan fokus pada lawan dan kemampuan baru yang diajarkan oleh Roh kegelapan.
Tidak lama kemudian, wasit memulai pertandingan. Di awal pertandingan, Azzure langsung mengeluarkan Shadow Spike untuk berjaga-jaga dari serangan Oriel.
Benar saja, di awal pertandingan Oriel langsung mengikat Azzure dengan tali Cahaya. Dan tanpa menunggu lama, Oriel langsung terbang menggunakan sayap cahaya nya dan melesat cepat kearah Azzure sambil memegang pedang yang diciptakannya menggunakan cahaya.
Azzure langsung melepaskan dirinya dari ikatan itu, lalu menangkis serangan Oriel.
Serangan Oriel berhasil ditangkis, Oriel langsung menjauh. Tidak lama setelah itu, Oriel menghantam tanah dengan pedangnya dengan tujuan membuat kabut pasir dari tanah.
Dan lagi, Oriel langsung menyerang Azzure dari segala arah dengan kecepatan yang luar biasa. Azzure terlihat sedikit terdesak. Kabut itu menghalangi dirinya.
“Mau menyerang terus-terusan, ya? Boleh. Aku juga akan menyerang.” Ucap Azzure dalam hati.
Azzure menggunakan kemampuan yang baru saja ia pelajari itu, Ia membuat sebuah sayap yang berwarna hitam, dilapisi dengan Aura kegelapan yang amat tebal.
Oriel yang melihat itu sedikit terkejut, para penonton pun juga merasakan hal yang sama. Sayap Azzure terbuka lebar dengan Gagah layaknya iblis yang muncul untuk menarik seseorang ke dalam Neraka paling dalam.
''Sepertinya aku sedikit meremehkan mu.'' Oriel tersenyum.
Giliran Azzure untuk menyerang. Ia langsung menghempaskan kabut pasir itu dengan sayapnya. Setelah itu Ia terlihat mengeluarkan Shadow Spike nya yang kedua. Kedua tangannya terdapat Shadow Spike dan terlihat ingin menyerang balik.
Azzure menerjang Oriel dengan salah satu Shadow Spike nya. Serangan itu langsung ditahan, lalu Azzure langsung menancapkan Shadow Spike nya yang lain ke kaki kanan Oriel.
Oriel terbang ke atas arena, melakukan Healing untuk menyembuhkan luka di kakinya. Azzure tidak tinggal diam, Ia langsung menggunakan Midnight Steps nya untuk bergerak ke atas Oriel, lalu dengan kuat menghantam kepala Oriel dengan Shadow Spike nya.
__ADS_1
Azzure berniat menyelesaikan pertandingan tersebut dengan serangan ini, namun Oriel menyadari serangannya dan menghindar, tetapi serangan Azzure tetap berhasil mengenai pundaknya, dan terdengar suara tulang yang patah.
Oriel terpental ke bawah, lalu Ia memanipulasi cahaya untuk menghilang kan dirinya dan melakukan Heal terlebih dahulu. Azzure yang menyadari hal itu langsung mencari Oriel, tetapi tidak ditemukan.
“Bisa saya pastikan bahwa Oriel sedang melakukan heal. Sebaiknya anda memperkuat seluruh indera anda dan mencari nya sebelum semua luka nya pulih kembali.” Jelas Roh kegelapan di tengah pertandingan.
Azzure terdiam untuk sesaat, mencoba untuk fokus mencari keberadaan Oriel dari suara yang mungkin dia keluarkan.
Azzure mendengar suara nafas Oriel tepat dibelakangnya. Seketika, Azzure langsung menebas menggunakan Shadow Spike nya ke arah belakang dirinya. Dan benar saja, Oriel menghindar dari serangan itu membuat dirinya kembali terlihat.
Ia terlihat sudah pulih. Ditangannya terlihat sebuah pedang yang sepertinya ingin digunakannya untuk menebas Azzure tadi.
“Sepertinya dia sudah menggunakan hampir semua kemampuannya. Dia terlalu gegabah.” Ucap Azzure dalam hati.
Meski begitu, Azzure tetap berhati-hati. Ia tidak tau apa Oriel masih mempunyai kemampuan yang masih disembuyikan.
Setelah menghindar, Oriel melemparkan bola-bola cahaya dalam jumlah yang sangat banyak, hampir memenuhi Arena. Azzure masih belum mengetahui tujuan Oriel. Tetapi Ia akan terus siaga untuk apapun.
Oriel membentangkan sayapnya, terbang tinggi dan menyerang Azzure dengan pedangnya, tidak hanya satu, tapi kini Ia menggunakan dua pedang. Melihat itu, Azzure juga mengeluarkan satu Shadow Spike nya lagi.
Belum cukup dekat dengan Azzure, Oriel meledakkan salah satu bola cahaya yang Ia tebarkan itu, dan memancarkan cahaya yang amat terang untuk membutakan Azzure.
“Cih, kurang ajar. Tapi bukan masalah, aku akan bertarung dengan mata tertutup. Aku masih mempunyai telinga ku.” Ucap Azzure dengan nada kesal.
Dalam keadaan buta, Azzure membuat posisi bertahan. Ia mendengar suara angin dari arah kiri nya, Ia yakin bahwa itu adalah Oriel yang sedang menyerang. Lalu dengan cepat menghindari serangan itu.
Meski serangannya meleset, Oriel langsung melakukan serangan lainnya. Ia mencoba menebas tangan Azzure, tapi sayang sekali Azzure berhasil menangkisnya dengan Shadow Spike di tangannya. Meski tertangkis, serangan Oriel malah mengenai sayap Azzure dan membuatnya menghilang.
“Kau mau main-main dengan ku ya?”
Oriel menghiraukannya dan melanjutkan serangannya. Azzure menghindari serangan itu, dan langsung membuat sayap dalam keadaannya yang sedang terikat itu. Tali tersebut putus karena sayap yang di buat Azzure, dan tanpa menunggu, Azzure menyerang Oriel dengan menggunakan pendengaran dan juga sambil merasakan hawa keberadaan Oriel.
Meski sedang dibutakan, Azzure menyerang tanpa ampun seperti seorang pembunuh. Serangan terakhir Azzure tertahan oleh pedang Oriel.
“Makhluk apa kau? Kekuatan macam apa ini? Mengapa kau masih bisa menyerang seagresif dan setepat itu?!” Ucap Oriel dengan nada kesal.
“Aku hanya kuat……. ITU SAJA!!” Ucap Azzure dengan nada yang agak tinggi sambil menatap Oriel dengan tatapan pembunuh.
“Kau sudah membuatku terluka tadi, kau akan membayar untuk itu……” Kata Azzure dan Ia mengeluarkan aura kegelapan yang menyeramkan. Ia terlihat muak. Ia langsung menendang Oriel sampai terpental jauh, lalu Azzure mulai mencoba membuka matanya.
Teman-teman, walikelas, dan Kepala Sekolah Azzure terlihat berteriak mendukung Azzure. Tidak hanya hanya itu, di sisi lain arena juga terlihat para murid dari sekolah Angelic Mage yang mendukung Azzure, termasuk Zef. Di sebelah Zef, Azzure melihat Celestine yang tersenyum penuh harapan dan terlihat seolah berkata, “Berjuanglah, menangkan pertandingan ini.”
Melihat dirinya ditonton dan didukung oleh orang banyak, Azzure tidak boleh kalah.
Azzure yang terlihat muak itu mengeluarkan satu Shadow Spike yang besar, Shadow Spike itu membentuk seperti pedang besar yang runcing yang di kelilingi aura kegelapan pekat, lalu dengan mudah Ia genggam di tangan kanannya.
“Seberapa besar tenaganya? Sampai bisa mengangkat benda sebesar itu?! Aku yakin dia akan menang!” Ucap Zef yang sedikit terkejut.
“Ya, dia….. pasti menang.” Ucap Celestine sambil tersenyum.
__ADS_1
Azzure melesat kearah Oriel, lalu berbisik, “Akan ku akhiri semua ini.” Dengan cepat Oriel bertahan. Meski tertahan, Azzure terus melancarkan serangan dengan kuat dan sangat cepat. Oriel yang sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya, mulai kehabisan tenaga.
Pertahanan Oriel terpecah. Azzure menusuk nya dan melemparkannya sampai ujung arena. Oriel menghantam dinding arena sampai retak. Darah keluar dari mulutnya sedikit.
“ORIEL NAMPAK TIDAK SANGGUP LAGI, MAKA PEMENANGNYA ADALAH…….”
“Masih belum…… Aku masih belum kalah!” Teriak Oriel.
Oriel melepaskan dirinya dari dinding arena, menerjang dengan cepat ke arah Azzure sambil memperbesar ukuran dan kekuatan pedang ditangannya, lalu menebasnya kearah Azzure.
Tanpa ragu, Azzure menebas pedangnya itu sampai hancur berkeping-keping. Lalu dengan kuat Ia menendang Oriel sampai terpental ke tempat yang sama. Tanpa ampun, Azzure melemparkan tiga Shadow Spike nya ke arah Oriel.
Tangan kanan dan kiri Oriel tertusuk, dan Shadow Spike ketiga menembus perut Oriel. Tubuh Oriel terlihat tersalib di dinding arena. Kedua tangan dan perutnya terlihat tertusuk dan tertancap di dinding arena.
“PEMENANG RONDE YANG SANGAT MENEGANGKAN INI, AZZURE!! SETELAH BERTARUNG MELAWAN CELESTINE, IA MASIH BISA MEMBUAT ORIEL YANG KUAT BABAK BELUR SEPERTI INI. LUAR BIASA!!!” Seru wasit yang diiringi sorakan keras para penonton.
Azzure memalingkan pandangannya ke arah walikelas dan Kepala Sekolahnya, mereka terlihat terdiam tidak percaya. Lalu Azzure menolehkan kepalanya ke arah Celestie dan Zef, Azzure tersenyum bangga meski tubuhnya juga babak belur. Celestine terlihat kagum. Ia tersenyum bersama Zef. Mereka berdua tidak percaya bahwa Azzure bisa menang melawan orang jenius nomor satu di Kota Dyslan.
Azzure berjalan ke ruangannya. Jauh dibelakangnya, terlihat Oriel yang sedang dikerumuni tim medis dan para pendukungnya.
Ini adalah kemenangan besar bagi Azzure. Dengan berakhirnya ini, Ia bisa bertarung dia pertandingan Grand Final besok.
Setelah memulihkan dirinya sebentar, pintu nya diketuk oleh seseorang. Tetapi, didepan pintunya terdapat walikelas dan Kepala Sekolah Azzure yang berdiri memasang wajah senang.
“Kau hebat, nak. Terima kasih atas perjuanganmu.” Ucap walikelasnya.
Walikelas Azzure memegang pundak Azzure dan berkata, “Menangkanlah pertandingan besok. Saya yakin kau akan menang!”
“Terima kasih, aku akan berjuang. Maaf Pak Kepala Sekolah, Bu. Aku nanti akan pulang sendiri, aku masih ingin istirahat, tenaga ku benar-benar terkuras tadi.” Ucap Azzure sambil tersenyum tipis.
“Baiklah nak. Kami pamit ya, berjuanglah besok.” Kata Kepala Sekolah, lau Ia dan walikelas Azzure meninggalkan tempat pertandingan.
Kedatangan mereka berdua disusul oleh Zef dan juga Celestine.
“Nak, kau benar-benar hebat. Tadi saya sempat mengkhawatirkan mu, tapi kau yang menang. Kau hebat nak!” Ucap Zef sambil memeluk Azzure layaknya seorang Ayah. Azzure hanya bisa tersenyum dan berkata, “Terima kasih”.
Setelah Zef, Celestine juga memeluk Azzure. Azzure yang belum pernah dipeluk oleh perempuan merasa sedikit malu. Pertama kali dalam hidupnya, ada perempuan cantik yang memeluknya. Selama ini perempuan yang Ia kenal hanyalah Ibu nya seorang saja. Dan Ia pun sudah meninggal.
“Aku khawatir……. Kamu hampir terbunuh…… Tapi…… Syukurlah kau menang. Aku sangat bersyukur……” Ucap Celestine sambil sedikit menangis khawatir.
“Ya, terima kasih karena telah mendukungku.” Kata Azzure sambil membalas pelukan Celestine dengan terharu.
“Berjuanglah besok, aku akan mendukungmu.” Ucap Celestine sambil tersenyum. Lalu Ia melambaikan tangan dan pergi bersama Zef.
“Mereka berdua....... Sudah seperti keluarga ku.” Kata Azzure dalam hati sambil melambaikan tangan.
Azzure tidak jadi istirahat disana, Ia menggunakan Midnight Steps nya ke rumah. Ia langsung mandi dan lekas tidur sekejap.
Sebangunnya dari tidur, Azzure melakukan latihan bersama Roh kegelapan. Azzure akan menggunakan daggernya besok, jadi Ia berlatih secara maksimal hari ini.
__ADS_1
Siang berganti sore, sore berganti malam. Waktu berjalan dan Azzure hanya berlatih sepanjang waktu. Di malam hari, Azzure tidur lebih awal agar istirahat nya cukup, karena besok Ia harus bertarung dengan serius.
Hari telah berakhir, dan besok adalah hari dimana sang JUARA dari pertandingan besar ini akan ditentukan. Besok akan menjadi pertandingan yang paling seru. Azzure dan Razel pasti akan mengerahkan seluruh kekuatannya. Ini akan menjadi pertandingan terakhir yang sangat menegangkan.