
“Ini tempatnya.”
Mereka sampai disebuah tempat yang tidak asing bagi Azzure. tempat itu merupakan Guild yang baru saja Azzure lihat tadi pagi.
“Apa yang akan kita lakukan disini Vai?”
“Disini merupakan tempat yang cocok untuk mencari pendapatan, ….meskipun kakak sudah punya banyak uang….. lalu disini kakak juga bisa melatih kemampuan kakak dan meningkatkannya. Aku juga ingin tau seberapa besar kekuatan kakak~” Vai berkata sambil tersenyum.
Mereka lalu berjalan ke tempat mendaftar Guild. Disana Azzure mengambil sebuah lembaran untuk mendaftar.
Di bagan atas lembaran tersebut tertulis “Isi Biodata Dibawah Ini Untuk Mendaftar. Selain Nama, Anda Boleh Mengosongkan Pertanyaan Lainnya Jika Anda Ingin Merahasiakannya.”
“Nama…. Kuisi dengan nama asli. Usia….. kosongkan, Alamat kosongkan juga, Tempat dan tanggal lahir? Tidak peduli. Gaya Bertarung? Hmm, akan ku isi Bertarung Sendiri Tanpa Ampun. Tujuan Dirimu Bertarung…...” Azzure berhenti di pertanyaan itu. Pada saat itu Ia langsung teringat kembali dengan kejadian yang menimpa kedua orang tua nya.
Tanpa berpikir panjang, akhirnya Azzure mengisi “Balas Dendam.”
“Balas dendam?......” Vai berkata dalam hati sambil terdiam.
“Elemen? Ini akan kurahasiakan.” Azzure berkata dalam hati.
Kemudian Azzure menyerahkan kertas tersebut kepada salah satu penjaga. Penjaga tersebut membaca lembaran yang diberikan Azzure, lalu Ia berkata, “Baiklah, sekarang ikuti saya, ada satu lagi yang harus anda lakukan sebelum anda terdaftar secara resmi di Guild ini.”
Azzure dan Vai mengikuti penjaga itu, lalu mereka sampai di sebuah ruangan kosong dengan sebuah Kristal di tengah ruangan tersebut. penjaga tersebut menyuruh Azzure untuk memberikan serangan ke arah Kristal tersebut dengan lima puluh persen kekuatan yang Azzure miliki. Setelah itu Ia akan mencatat hasilnya.
“Padahal ingin kurahasiakan….. tapi, ya sudahlah.” Azzure berkata dalam hati.
Azzure ingin menyerang dengan Shadow Spike nya, namun Ia berubah pikiran. Azzure hanya mengeluarkan trik sederhana.
__ADS_1
Azzure mengarahkan tangannya ke arah Kristal itu, lalu mengeluarkan energi kegelapan yang Ia miliki. Sebuah energi berwarna hitam pekat berkumpul di tangannya, lalu Azzure melepaskannya.
Energi yang Azzure lepaskan tadi menyentuh Kristal tersebut, awalnya tidak terjadi apa-apa. Namun kemudian Kristal tersebut mulai retak, dan hancur berkeping-keping. Penjaga tersebut terdiam sejenak, lalu Ia mencatat kejadian barusan.
Vai menatap wajah Azzure dengan kagum. “Kakak memang kuat! Inilah Kakak yang ku kenal~” Vai tersenyum memeluk Azzure.
“L-luar biasa. Padahal belum ada satupun orang yang pernah menghancurkan Kristal ini, namun untuk pertama kalinya benda ini hancur ditangan seorang anak yang masih muda….. anda akan menjadi petualang yang hebat. Mulai sekarang anda adalah bagian dari Guild kami dengan nama Azzure. Peringkat sementara anda adalah D, peringkat paling awal dan terendah. Anda bisa meningkatkan peringkat anda dengan menyelesaikan beberapa misi yang ada di Mission Board disana. Disana tersusun misi-misi mulai dari peringkat D, peringkat C, peringkat B, peringkat A, dan peringkat tertinggi yaitu S.” Penjaga menjelaskan dengan senyum ramah.
“Begitu ya….. Kalau begitu terima kasih, sudah membantuku mendaftar disini, Saya akan bekerja sebaik mungkin.” Azzure menjawab.
“Tidak perlu berterima kasih, ini adalah bagian dari tugas saya. Baiklah saya pamit, saya harus melanjutkan pekerjaan saya. Sekali lagi selamat datang di Guild kami.” Penjaga tersebut berjalan meninggalkan mereka.
Setelah mendaftar ke Guild, Azzure pergi meninggalkan tempat tersebut. Ia berjalan ke sebuah toko pakaian yang terlihat mewah. Tempat itu kelihatannya menjual pakaian yang berkualitas, jadi Azzure pergi ke sana untuk membeli pakaian untuknya. Karena pakaiannya yang ada di rumah hanya sedikit. Azzure memilih beberapa pakaian yang bagus, tanpa memikirkan harga nya yang tinggi.
“Kau tidak mau membeli apapun Vai? Kau boleh membeli apa saja, jangan ragu ragu.” Ucap Azzure.
“Kau tidak perlu memilih, jika ada yang kau sukai katakan saja, akan ku belikan untukmu.”
“B-benarkah? Apa boleh?”
“Tentu saja boleh, kamu itu adikku kan? Kau boleh meminta apapun. Anggap saja ini sebagai hadiah kecil tanda terima kasih ku untuk kejadian kemarin.” Azzure mengelus kepala Vai dan tersenyum.
Lalu Azzure memilih beberapa baju, begitu juga Vai. Setelah membeli beberapa pakaian, mereka pergi makan di restoran lalu pulang.
Langit mulai menjelang gelap, waktu menunjukkan jam tiga sore. Azzure dan Vai sampai dirumah dengan suasana hati yang senang. Mereka memasuki rumah, meletakkan pakaian yang baru saja mereka beli lalu duduk di sofa sambil beristirahat.
“Kau menikmati hari ini?” Tanya Azzure.
__ADS_1
“Aku sangat senang! Kakak memang terbaik. Aku sayang kak~ hihi.” Vai memeluk Azzure sambil tersenyum bahagia.
“Kau menyayangiku? Padahal baru satu hari sejak kita bertemu, kita bahkan belum terlalu mengenal lebih dalam satu sama lain.” Azzure tersenyum.
“Aku ingin bertanya, elemen apa saja yang kau kuasai Vai?”
“Aku bisa menguasai dua elemen, Air dan Besi.”
“Besi? Aku belum pernah mendengar elemen itu.”
“Ya, elemen Besi lumayan langka dan sulit ditemukan pengguna nya. Aku menguasai elemen ini karena mendiang kedua orang tua ku dulu….. adalah seorang pengguna elemen besi.” Jawab Vai pelan.
“A-maaf membuatmu jadi teringat dengan itu, maaf karena aku menanayakannya.” Azzure menyaut pelan.
“Tidak apa apa, Kak. Aku sudah terbiasa dengan ini. Aku terlahir sebagai penerus pengguna elemen Besi. Elemen ini bisa menciptakan sesuatu yang terbuat dari besi. Semakin besar dan rumit benda yang ingin di buat, semakin banyak energi dan fokus yang akan dibutuhkan. Aku bahkan masih belum bisa mengendalikannya dengan baik. Aku masih butuh latihan. Lalu, jika pertarungan jarak dekat…. Aku tidak bisa melakukan apa apa. Aku sangat buruk dalam pertarungan fisik…” Vai menjawab sambil menyenderkan kepala nya di tangan Azzure.
“Begitu, ya… kalau kau mau aku bisa mengajarkanmu beberapa teknik bela diri yang ku kuasai. Mungkin itu akan berguna suatu saat nanti.”
“Benarkah?! Aku ingin mempelajarinya juga!”
“Mungkin tidak hari ini, kamu sudah kelelahan setelah perjalanan tadi. Akan kuajarkan lain waktu, mungkin besok. Oke?”
“Oke~~” Vai tersenyum.
Hari semakin gelap, hari ini mereka tidur lebih awal.
“Aku masih khawatir dengan apa yang terjadi dengan Drex. Aku sudah lama tidak mendengar suaranya. Kuharap Ia baik-baik saja.” Azzure berkata dalam hati sambil memejamkan matanya mencoba untuk tidur.
__ADS_1
“Aku tidak bisa mengingat kenapa aku bisa sampai di tempat ini, tapi…… Aku merindukan Celestine.”