True King

True King
chapter 12


__ADS_3

Aku kembali melanjutkan perjalanan ku, sudah berjam-jam aku berjalan namun aku tidak menemukan apapun sama sekali. Bahkan melihat hewan atau mahluk buas sangat jarang di hutan ini.


"Bukankah hutan ini seharusnya berbahaya?" pikirku. Hanya satu mahluk buas yang nenyerang ku tadi, seharusnya aku bersyukur melawan 1 mahluk buas. Itu saja sudah merepotkan. Tetapi, bukankah ini terasa sedikit aneh?


Disaat itu juga suara-suara lolongan terdengar, aku segera melihat sekelilingku dengan waspada, bersiap dengan pedang kecil ku. Tiga serigala berbadan besar melompat dihadapan ku, menatap ku dengan ekspresi ganas.


Aku segera melangkah mundur dan mengambil posisi bertahan. "Sepertinya mereka adalah kawanan serigala yang tadi telah kubunuh." Pikirku. Satu serigala yang berada di belakang mulai berlari kearah ku, memamerkan cakarnya yang tajam kearah badan ku.


Aku segera melompat kearah samping kiriku mencoba menghindari cakar sang serigala, namun serigala lain segera menyerang ku. Aku terjatuh dari serangan mereka, satu serigala berada diatas tubuhku mencoba mengigit wajah ku namun aku menahan dirinya dengan pedang ku.


Aku segera mengeluarkan Shadow Spike dan melancarkannya ke kepala sang serigala yang berada di atas tubuhku. Sang serigala yang tidak mengetahui hal itu jatuh terkapar diatas tubuhku, lubang besar dikepalanya mengalirkan darah yang banyak.


Aku segera menyingkirkan tubuh sang serigala dan segera berdiri menghadapi dua serigala lain yang siap menerkam ku dengan cakar dan gigi runcing mereka. Menggunakan Shadow Spike sangat memakan tenaga ku. Aku hampir merasa lemas karna menggunakan satu Shadow Spike saja sudah benar-benar menguras tenaga.


"Aku harus memikirkan cara untuk membunuh mereka berdua dengan satu Shadow Spike." Pikirku.

__ADS_1


Aku mengayunkan pedang ku kearah serigala yang berada dikanan ku membuatnya menghindari kearah kiri dimana serigala yang satunya berada. Aku berlari dan menendang sang serigala dengan kuat membuat serigala itu terlempar kearah serigala satunya.


Tubuh mereka yang bertumpuk adalah kesempatanku untuk memakai Shadow Spike dan menghabisi mereka berdua di saat bersamaan. Dengan itu aku segera melempar Shadow Spike kearah mereka.


Kabut gelap berputar mengelilingi lengan ku dengan cepat dan membentuk duri tajam yang besar, aku segera melemparnya mencoba mengenai sasaran ku dengan tepat. Lemparan itu berhasil mengenai kedua serigala itu menembus perut mereka berdua yang sekarang menguncurkan darah merah gelap.


Tetapi mereka masih bernafas, melolong rendah dengan sakit seperti meminta tolong.


Aku segera mengakhiri mereka berdua dengan menebas leher mereka, mengakhiri penderitaannya untuk selamanya.


Aku melanjutkan perjalanan ku mencari mahluk itu, sepertinya sudah 1 hari lewat di dalam hutan ini, aku sudah kehilangan arah dan waktu. Pohon-pohon bergoyang tertiup angin mereka serasa menjadi hidup, Hutan kembali menjadi hening.


Aku terus berjalan lurus sampai beberapa menit berlalu. Dan kini di depanku terdapat goa yang terlihat besar. Goa itu tertutupi oleh lumut yang tebal dan tanaman-tanaman yang menjalar panjang di dinding goa.


Aku berjalan memasuki goa itu dan memutuskan untuk menjelajahinya, mungkin saja terdapat hal berharga di dalamnya.

__ADS_1


"Luar biasa! Tempat ini benar-benar luas!" Ucapku pelan.


Aku memutuskan untuk meninggalkan tanda batu untuk menandai jalan ku, agar aku tidak tersesat didalam goa tersebut.


"Roh kegelapan, apakah kau bisa merasakan kehadiran Avithor disini?" Aku bertanya kepadanya.


"Samar-samar, sepertinya ini adalah sarang sang Avithor berada. Kita sudah sampai di tujuan kita." Jawabnya.


Aku kemudian kembali melanjutkan penjelajahan ku didalam goa tersebut. Di dalam goa ada banyak jalan dan lubang yang membuatku sedikit bingung. Rasanya seperti berada didalam labirin yang besar sekali.


Banyak serangga dan kelelawar yang hidup di dinding-dinding goa ini, terkadang suara mereka sedikit membuat ku panik dan terkejut.


Lalu setelah beberapa menit berjalan tanpa arah di dalam goa ini, sebuah cahaya terlihat di dalam salah satu jalan. Aku segera menghampirinya. Disana terdapat ruang luas dan lebar yang disinari cahaya matahari dari lubang yang berada diatas goa.


Sinar itu menyinari sebuah mahluk besar yang sedang tertidur, sayapnya yang merah tertutup rapat. Mahluk itu dikelilingi sinar berwarna kuning yang berkelap-kelip di bawah naungan sinar matahari.

__ADS_1


Aku yang melihat itu segera menyadari apa itu sebenarnya, "Itu emas!"


__ADS_2