True King

True King
chapter 41


__ADS_3

Azzure memasukkan kepala Goblin Lord itu kedalam penyimpanan ruang nya.


Tidak lama kemudian pandangan Azzure mulai memudar, seluruh tubuhnya melemas. Kepala nya sangat sakit, lalu perlahan kesadarannya juga ikut menghilang.


Tubuh Azzure terbaring di dalam gua gelap dengan sinar matahari sore yang menerangi sebagian gua yang telah lumayan rusak akibat pertarungan tadi.


"...Sial.... Aku kehabisan tenaga..."


Dengan kondisi yang sangat lemah Azzure pingsan di dalam gua yang terlihat bisa runtuh kapan saja.


Di mimpi hitam nya, Azzure terpikirkan sesuatu.


"Kemana dia pergi... kalau kau ada saat aku bertarung tadi, pertarungan itu mungkin aksn lebih mudah dan lebih cepat selesai. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, Drex...?"


"Aku tidak boleh pingsan sekarang.... Aku harus cepat bangun..., entah apa yang terjadi diluar sana saat aku tertidur ini."


"Hanya menempuh Misi tingkat C sudah membuat tubuhku sampai seperti ini, aku masih lemah, aku masih jauh dari mimpi ku itu... Tubuh yang masih kurang kuat, serta tempat baru tanpa ada orang yang ku kenal, selain Vai. Aku tidak boleh membuat tubuhku melemah."


"Aku akan membalaskan dendam Ibuku, orang yang paling ku sayangi. Pembunuhan yang sangat keji, akan kubalaskan dendam ku ini suatu saat nanti... Aku meninggalkan tanah kelahiran ku, kenangan terakhir ibuku, tempat tinggalku, semuanya hancur. Aku merindukan Kota itu, aku bahkan meninggalkan pekerjaannku, aku juga meninggalkan orang-orang yang sudah menjadi keluargaku sendiri... Aku merindukan mereka, Celestine, Paman Zef, Glenn... Aku akan segera kembali, setelah tubuh ini sudah cukup untuk membantai orang-orang sialan itu."


"Aku harus segera bangun.... Aku tidak tau kapan bahaya bisa datang, itu bisa terjadi kapanpun..."


Azzure membuka matanya sedikit, Ia menatap gua yang gelap utu dibawah sinar matahari yang cerah.


"Berapa lama aku pingsan? Sekarang... Sepertinya pagi...menjelang siang?" Azzure merasakan tubuh nya sudah pulih, regenerasi nya berjalan seiring Ia beristirahat untuk memulihkan tenaga nya. Namun tubuhnya masuh belum pulih sepenuhnya.


Ia berdiri. Melihat dinding gua yang sudah retak, Ia segera keluar dari gua. Di depan gua Azzure langsung menggunakan Midnight Steps.


Kabut gelap muncul disekitar tubuhnya, melahap tubuh Azzure dan mengantarkannya ke Guild. Azzure sampai di depan Guild, dengan santai nya Ia berjalan ke arah tempat pengambilan misi, lalu Ia menemui pengurus Guild yang kemarin.


"Hei, nak. Apa ada yang kau perlukan? Bagaimana dengan misi mu?" Tanya si pengurus guild kepada Azzure.

__ADS_1


"Sudah selesai, berjalan dengan lancar." Azzure membuka penyimpanannya, menjatuhkan sebuah kepala Goblin Lord yang besar itu didepan Guild yang sedang ramai.


"Ini bukti nya, dengan begini misi ku terbukti selesai bukan?"


"T-t-tunggu sebentar... Dalam waktu satu hari?! Kau membunuh monster ganas ini?! Banyak orang yang gagal dan kembali lima hari setelah pengambilan misi untuk menyerah. Dan kau..... A-aku tidak habis pikir. Sungguh Luar Biasa. Melihat kemampuan mu yang setinggi ini..., mungkin sudah saatnya kau ku promosikan menjadi tingkat C, eh tidak. Mungkin B? Tapi sayangnya itu mustahil, aku tidak punya hak untuk menaikkan dua pangkat sekaligus. Mulai hari ini kau adalah petualang tingkat C, jika kau masih ingin pangkat yang lebih tinggi, buktikanlah melalui pencapaianmu."


"Baik, terima kasih."


"Hebat sekali orang itu, Melumpuhkan monster ganas dalam sehari? Tidak bisa dipercaya..."


"Lihat tubuh nya. Bahkan Ia hanya tidak mengalami luka serius. Seperti hanya ada tusukan dan luka sobek yang kecil. Padahal lawannya adalah monster raksasa yang benar-benar kuat."


"Dia pasti di anugerahi bakat yang luar biasa dari lahir. Aku jadi iri."


"Yang ku dengar dia itu baru mendaftar beberapa hari yang lalu. Tapi pencapaiannya sudah sejauh ini."


Para petualang yang ada di sekitar Guild menatapi Azzure dengan kagum, tapi beberapa orang juga heran dengan kemampuan Azzure yang sekuat itu di tingkat D.


"Oh iya, sudah ku konfirmasi. Semua bayarannya sudah kukumpulkan menjadi satu, ini. Ini sudah dtambah dengan bayaran misi hari ini." pengurus Guild itu menyerahkan sekantung yang berisi uang kepada Azzure.


"Aku harus segera pulang, adik kecilku di rumah pasti sudah menunggu. Sebelum itu aku akan membeli beberapa makanan untuknya." Azzure mengambil bayaran yang diberikan dan segera pergi meninggalkan Guild.


Sementara di rumah, Vai sedang khawatir pada Azzure. Ia tidak pulang ke rumah kemarin. Vai khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Azzure.


Tidur nya semalam tidak nyenyak, Ia tidak bisa berhenti memikirkan Azzure. Dan pagi ini setelah Ia bangun, Azzure masih belum pulang. Hal itu menambah kekhawatiran nya.


"Apa Kakak baik baik saja... Apa yang bisa kulakukan? Apa aku harus pergi ke Guild...? Tidak..., mungkin Kakak juga belum kembali ke Guild. Bagaimana ini.... Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi pada Kakak..."


Di depan rumah Azzure sudah sampai dengn beberapa makanan. Ia berjalan ke rumah nya, lalu Ia membuka pintu perlahan.


Vai yang sedang duduk di sofa melihat ke arah pintu yang terbuka. Azzure yang kotor dan terluka memasuki rumah.

__ADS_1


"Aku pula-"


"Apa yang Kakak lakukan se-lama itu?! Kau membuatku khawatir! Apa yang terjadi...? Kenapa Kakak terluka parah seperti ini....."


Vai memeluk Azzure yang baru masuk ke rumah, tubuhnya yang penuh luka tentu sangat mengkhawatirkan. Vai tidak bisa menahan air mata nya, air mata nya terus mengalir.


"Vai... Tubuhku ini kotor, lalu kau tidak perlu khawatir. Aku tidak selemah itu. Memang kemarin aku tidak pulang, aku kemarin mengambil misi yang sedikit bahaya. Aku pingsan setelah misi selesai dan aku terbangun saat sudah pagi. Ini hanya luka kecil. Kau tidak perlu khawatir..., ya? Sudah, tidak perlu menangis. Aku minta maaf jika membuatmu khawatir... Maaf ya. Sekarang lupakan itu, yang penting aku sudah kembali. Kau sudah makan? Aku mebelikan beberapa makanan tadi."


"Aku... tidak bisa makan dengan tenang...... Aku tidak bisa berhenti memikirkan mu tadi..."


"Kalau begitu kamu makan dulu ya. Aku akan mandi dan akan segera makan, sekarang sudah tengah hari." Azzure meletakkan makanannya di meja dan segera mandi.


Setelah mandi Ia pergi ke ruang makan, disana terlihat Vai sedang menunggu Azzure selesai mandi. Ia ingin makan bersama setelah Azzure seharian tidak di rumah kemarin.


"Kenapa kau tidak makan duluan? Kan aku sudah bilang, makanlah duluan, kamu pasti lapar."


"Tidak! Aku mau makan bersama Kakak... Hanya itu yang ku ingin kan saat ini..."


"Baiklah, ayo sekarang cepat makan."


Mereka berdua makan di meja makan. Makanan yang dibeli oleh Azzure habis dimakan oleh mereka berdua.


Setelah makan Azzure duduk di sofa. Ia masih kelelahan. Ia harus terus melakukan regenerasi, namun akan lebih cepat bila Ia juga tidur.


Perlahan tubuh nya juga mulai lemas, pikirannya yang tenang dan suasana yang tenang membuat tubuhnya tidak bisa menahan rasa lelah. Azzure yang sedang duduk pun tertidur.


Adik nya yang baru selesai mencuci piring, dan melihat Kakaknya tertidur di sofa. Ia mengambilkan selimut untuk kakak nya yang tertidur di sofa.


"Kakak tidur...? Dalam keadaan duduk? Kakak pasti sangat kelelahan..." Vai memakaikan selimut untuk Azzure dan bersandar di tangan Azzure, ikut tidur dengannya.


Di tengah hari yang melelahkan, Azzure akhirnya bisa beristirahat. Pertarungannya yang sangat menguras tenaga kemarin membuat tubuhnya melemah hari ini.

__ADS_1


Pertarungan yang sulit dan melelahkan akan terus berlanjut, sampai Ia sudah benar-benar kuat, melebihi siapapun.


__ADS_2