
"....karena itu, aku harus terus meningkatkan kemampuan tubuh ini. Mimpi yang harus ku kejar itu sangat berat dan masih jauh." Lanjut Azzure dengan raut wajah serius.
"Aku... Mungkin tidak bisa membantu banyak, tapi aku akan membantu Kakak sebisa mungkin." Saut Vai sambil sedikit tersenyum.
"Terima kasih adik kecilku..." Azzure mengelus kepala Vai sambil tersenyum.
"Besok aku akan berangkat sangat awal, aku ingin mengambil banyak misi untuk latihan. Aku mungkin akan pulang sedikit lebih larut besok. Maaf kalau aku tidak bisa menemanimu di rumah." Kata Azzure.
"Tidak apa-apa... Kalau itu demi kepentingan Kakak, aku tidak masalah. Kalau Kakak senang, aku juga akan senang. Kakak tidak perlu mencemaskan ku. Lakukan semua yang Kakak anggap benar. Aku akan selalu mendukung Kakak." Vai menjawab.
Setelah itu, Azzure pergi mandi. Setelah mandi Ia langsung tidur karena besok Ia akan bangun sangat awal.
Hari yang membuang waktu itu berakhir, dan hari esok yang melelahkan akan segera datang.
Pada keesokan hari nya, di pagi yang sangat awal sekitar pukul 2 dini hari, Azzure terbangun. "Sebenarnya ini masih terlalu pagi, tapi yasudah lah. Aku lebih baik bersiap dari sekarang." Azzure bangun dari tempatnya, dan segera mandi dan berpakaian.
"Semua sudah siap. Aku pergi dulu ya, Vai." Azzure pamit kepada Vai yang masih tidur lelap. Azzure memakai mantel hitam nya dan bergegas pergi.
"Gelap juga tempat ini saat dini hari..... Aku harus Tetap waspada." Azzure berjalan melewati jalanan yang sunyi dan gelap. Suara suara binatang malam berbunyi dari pepohonan. Sepanjang jalan Azzure hanya bisa mendengar langkah kaki nya dan suara suara binatang malam.
"Aku merindukan tempat tinggal ku... Aku rindu Kota Dyslan, aku merindukan keluargaku..... Aku rindu Celestine..... Untuk itu, aku harus menjadi lebih kuat. Aku harus terus berlatih agar aku tidak kewalahan saat diserang mendadak Seperti hari itu."
Azzure berlari sangat cepat ke arah Kota. Sesampainya di Kota, Ia langsung berjalan menuju Guild. Ia mengambil Beberapa misi dari Mission board yang dapat Ia selesaikan dalam sekali perjalanan.
Setelah mengambil beberapa misi, Ia menyerahkannya kepada petugas Guild.
Saat melihat jumlah misi yang di ambil oleh Azzure, Petugas itu sedikit terkejut. "Kau yakin bisa menyelesaikan semua ini?" Tanya petugas tersebut.
"Tentu saja bisa, itu mudah." Jawab Azzure.
"Baiklah, berhati-hati lah. Kau harus menyelesaikan semua misi yang kau ambil ini sebelum esok hari tiba."
"Baiklah."
__ADS_1
Misi pertama yang akan Ia selesaikan adalah meratakan desa Goblin yang terletak lumayan jauh dari kota.
"Midnight Steps."
"Disini tempatnya? Sangat sederhana. Seperti desa goblin pada umumnya. Mungkin akan sangat tepat waktu jika aku bisa membasmi mereka semua selagi masih malam dan mereka masih tidur.... Tapi itu tidak akan seru."
Azzure menciptakan sayap di punggung nya, Ia terbang tinggi dan melihat seberapa besar daerah desa goblin itu.
"Lumayan besar untuk sebatas Desa.... Sepertinya itu rumah pemimpin nya, mungkin aku akan membuat sedikit keributan..."
Azzure mengeluarkan Shadow Spike yang sangat besar di tangan kanan nya, lalu Ia melesat kearah bangunan yang menurutnya adalah tempat pemimpinnya berada.
Ia mengangkat Shadow Spike nya, lalu menghantam atap bangunan tersebut sampai rubuh.
Suara yang bising membuat para goblin terbangun. "Ini akan menarik..." Azzure menatap para goblin itu dengan tatapan tajam nan dingin.
Para goblin yang melihat pemimpinnya terkubur puing puing bangunan terlihat kesal. Mereka segera mengeluarkan senjata tajam mereka. Mereka menggunakan tameng kayu berlapis besi, pedang besi, dan beberapa menggunakan busur.
"Untuk sebatas Goblin sepertinya ini sangat berlebihan, tapi tidak masalah. Akan ku basmi mereka semua."
"Meski hanya goblin, kalian cukup menghiburku dengan perlawanan ini." Azzure menebas kepala goblin di depannya, lalu beralih ke goblin yang lain. Kombinasi antara Shadow Spike dan serangan fisiknya berhasil mengalahkan pada goblin itu.
"Daerah ini sudah habis. Tinggal yang di sana..."
Azzure menciptakan Shadow Spike di kedua tangan nya, dengan cepat Ia menusuk goblin yang ada di depannya.
"Sebenarnya aku ingin bertarung fisik, tetapi sepertinya itu akan memakan waktu yang cukup lama." Azzure terbang ke langit, dan melemparkan Shadow Spike dalam jumlah yang banyak.
Suara bangunan yang rubuh terdengar menggelegar dengan keras dari arah desa pada goblin. Tempat itu dibanjiri dengan darah biru para goblin. Percikan darah terdapat di setiap sisi desa.
Dengan begitu misi ini selesai, Azzure pergi meninggalkan desa goblin tersebut dan bergegas untuk menyelesaikan misi lain.
Di malam yang gelap dan dingin itu Azzure tidak berhenti bergerak. Ia terus menyelesaikan misi yang Ia ambil.
__ADS_1
Sampai pada suatu saat dimana Ia sudah menyelesaikan lumayan banyak misi, Ia menatap ke langit. Langit tampak mulai terang akan cahaya matahari. Memandang langit yang cerah membuat suasana hati nya sedikit tenang, lalu Ia memakan setengah bekal yang Ia bawa tadi di bawah pohon yang rindang.
"Hah.... Masih banyak yang harus ku selesaikan. Perjuangan hari ini akan sangat panjang." Ucap nya.
Setelah istirahatnya itu Azzure melanjutkan perjalanannya.
"Mmmmm...? Sudah pagi ya......." Vai mengusap mata nya dan bangun. Ia melihat bahwa Azzure sudah tidak ada di rumah. "Kakak sudah berangkat, aku akan mengurus rumah sampai Ia pulang." Ucap nya.
"Semoga dia baik baik saja... Entah kenapa aku merasa cemas. Tidak biasanya aku merasa seperti ini." Vai selalu terpikirkan tentang Azzure.
Menit demi menit, jam demi jam berlalu. Matahari sudah berada tepat diatas langit.
"Tidak kusangka misinya sudah habis. Sekarang aku harus Pergi ke Guild." Ucap Azzure dalam hati.
Midnight Steps nya mengantarkan Azzure ke Guild, dengan tubuh yang berkeringat Ia berjalan ke arah petugas yang Ia temui pagi tadi, dan melaporkan misi nya.
"Cepat sekali... Baiklah, karena kali ini adalah misi tindakan, maka kami akan mengirim beberapa orang untuk memeriksa secara langsung misi yang telah kau selesaikan sebagai bukti. Mungkin akan memakan waktu 1 jam, kau boleh menunggu nya ataupun pulang dan mengambil bayarannya nanti." Ujar petugas Guild itu.
"Aku akan menunggu, sementara itu aku akan mengintip beberapa misi lagi." Jawab Azzure.
"Sepertinya kau orang yang giat bekerja nak, padahal kau masih muda. Baiklah, katakan padaku jika kau ingin mengambil sebuah misi."
Azzure berjalan ke Mission Board, Ia mencari beberapa misi yang lebih sulit. Tetapi Ia tidak menemukan satupun misi bertarung yang tersisa.
Karena terlalu mudah, Azzure mencoba melihat misi misi tingkat C. Disana Ia melihat banyak misi yang menantang, lalu Ia melihat salah satu misi yang mempunyai upah yang sangat besar.
Azzure mengambil kertas tersebut dan bertanya kepada petugas Guild tadi, "Maaf, aku ingin bertanya. Aku... Boleh mengambil misi ini?" Azzure menyodorkan kertas tersebut.
"Kau masih peringkat D, kau yakin akan mengambil misi ini? Aku dengar ada beberapa orang yang gagal menyelesaikan misi ini dan berakhir dengan terluka parah."
"Aku rasa aku sanggup. Misi misi di tingkat D ini cukup membosankan, aku lebih suka misi yang menantang." Azzure menjawab.
"Baiklah, tapi jika ada sesuatu yang terjadi diluar dugaan, jangan salahkan aku yaa."
__ADS_1
"Ya tentu."