True King

True King
chapter 39


__ADS_3

"Baiklah, kau boleh ambil misi ini. Batas waktu nya seminggu. Jika lewat dari itu, maka misi ini akan dinyatakan gagal meskipun kau sudah membawa bukti penyelesaian misi ini. Ku ingatkan lagi, jangan salahkan pihak Guild jika ada kejadian di luar dugaan, karena ini adalah pilihan mu sndiri. Terlebih lagi kau sudah bilang sandiri bahwa kau sanggup."


"Akan ku lakukan. Segala yang terjadi akan ku tanggung sandiri." Jawab Azzure.


"Baiklah, semoga beruntung."


Azzure meninggallan Guild, berjalan perlahan sambil berkata dalam hati. "Sudah lama tidak melawan monster yang kuat seperti ini. Goblin Lord, pangkat tertinggi dari monster jenis Goblin. Populasi nya sangat sedikit. Tapi aneh, kenapa misi ini terletak di peringkat C? Yahh, bagaimanapun itu akan kubunuh. Letaknya..... Di dalam Gua di tengah hutan? Lokasi yang cukup beresiko."


Ia pergi menggunakan Midnight Steps, dan Ia sampai di depan hutan. Di depan hutan tersebut sudah telihat bagian dalam hutan yang sangat sepi.


Azzure mulai berjalan memasuki hutan itu, langit ditutupi oleh dahan dan daun pohon yang tumbuh sangat rindang.


"Lumayan gelap, cahaya matahari tidak sepenuhnya masuk ke sini. Tempat ini juga sepi. Benar benar menggambarkan betapa berbahaya nya hutan ini."


Suasana yang senyap, suara suara serangga kecil menggema di dalam hutan, ditambah tidak terlihat satu pun hewan disana, membuat hutan itu seolah olah bukan hutan.


"Inikah yang disebut HUTAN itu? Kenapa begitu sepi... Bahkan tidak ada satupun hewan yang terlihat."


Azzure terus berjalan ke dalam hutan. Di depannya sudah tidak ada pepohonan lagi, namun sebuah tanah luas dengan sebuah bangunan batu yang sangat besar di tengah nya.


Azzure berjalan ke arah gua itu, "Ini pasti tempat Goblin Lord itu." Ucapnya dalam hati.


Didepan gua terlihat sebuah lubang besar menyerupai pintu gua. Pintu gua itu sangat tinggi dan lebar, membuat Azzure yakin bahwa makhluk Goblin Lord bukanlah makhluk yang berukuran biasa.


Azzure memasuki gua tersebut, dari pintu gua itu susah terasa hawa keberadaan yang amat pekat. Aura yang mengerikan memancar dari dalam gua, kekuatan yang luar biasa.

__ADS_1


Tanpa ragu Azzure memasuki gua itu sambil menciptakan sayap di punggungnya, dan dua Shadow Spike di tangannya. Langkah kaki nya menggema, dari dalam gua terlihat cahaya matahari yang menerangi raksasa yang sedang tertidur.


"Kesempatan!"


Azzure memperkuat kedua Shadow Spike nya dan melemparkannya ke arah punggung Goblin Lord. Yang Azzure kira akan menembus perutnya, ternyata Shadow Spike nya hanya tertancap di punggung Goblin Lord.


Spontan Goblin Lord langsung terbangun, mencabut Shadow Spike Azzure dari Punggungnya, lalu Ia mengambil dua bilah pedang raksasa yang terbuat dari besi.


"Tidak tembus?! Sekeras itu kah?! Lalu apa apaan pedang itu?! Ukuran yang besar dan terbuat dari besi, dan Goblin Lord itu mengayunkannya dengan sangat mudah. Aku harus menggunakan Dagger ku."


Dengan berharap serangannya akan lebih efektif menggunakan Dagger yang Ia miliki.


Goblin Lord itu berlari ke arah Azzure dengan kedua pedangnya, pertama Ia mengayunkan salah satu pedangnya. Azzure menghindari serangan itu lalu Goblin Lord kembali melakukan tebasan.


Dengan cepat Azzure menggunakan Midnight steps ke tangan kanan Goblin Lord dan melakukan tebasan yang diperkuat dengan sihir.


"Regenerasi yang cukup cepat. Namun itu pasti akan menguras tenaga. Itulah keunggulan sekaligus kelemahanmu. Aku unggul dalam kecepatan. Akan ku buat luka sebanyak mungkin sampai kau tidak sempat meregenerasi seluruh luka itu, atau mungkin energi mu yang akan habis duluan? Mari kita lihat...."


Azzure memperkuat tubuhnya dengan Kekuatan kegelapan, meningkatkan kecepatan sekaligus kekuatannya. Azzure bergerak dengsn sangat cepat di seluruh tubuh Goblin Lord. Puluhan luka tergores per detik nya.


Goblin Lord mengeluarkan api dari dalam tubuhnya, membuat dirinya dilahap oleh api yang Ia ciptakan menggunakan energi nya. Dengan begitu Azzure Terbang mundur dan membatalkan serangannya.


Setelah Azzure menjauh, Goblin Lord melenyapkan api nya, lalu melancarkan serangan yang membabi buta.


Kedua pedang nya diperkuat dengan api, tebasan demi tebasan Ia luncurkan ke segala arah.

__ADS_1


"Cih, kurang ajar. Ayo kita adu serangan membabi buta."


Azzure menciptakan Puluhan Shadow Spike di belakangnya, sambil berterbangan di langit, Azzure melemparkan Shadow Spike nya satu demi satu dengan cepat.


Luka yang dihasilkan memang tidak fatal, namun jumlah sebanyak itu pasti mampu membuat Goblin Lord kewalahan untuk bertahan.


"Seberapa lama kau bisa bertahan?... Sebaiknya aku akhiri secepat mungkin sebelum dia terbiasa dengan serangan serangan ku ini..."


Goblin Lord yang awalnya bertahan sekarangan langsung menebas balik Shadow Spike milik Azzure. Beberapa Shadow Spike nya di pantulkan. Lalu beberapa yang tidak sempat Ia tangkis, Ia terima dengan tubuh terbuka. Ia berfokus untuk memantulkan serangan Azzure.


"Pantulan yang cukup Lurus. Kau memang layak disebut sebagai Goblin Lord." Ucap Azzure dalam hati yang sedang meyerang sekaligus menghindar dari serangan balik Goblin Lord.


Tidak lama kemudian Goblin Lord itu melompat ke arah Azzure dengan kedua pedangnya yang melindungi kepalanya sendiri.


Azzure menghindar dengan cepat ke belakangnya, lalu melemparkan seluruh sisa Shadow Spike yang Ia ciptakan. Goblin Lord tidak sempat menghindar, Ia hanya bisa bertahan dari serangan Azzure.


Setelah serangan Shadow Spike itu berhenti, Azzure menebas Tangan Kiri Goblin Lord sekuat tenaga hingga terlepas dari tubuhnya.


Goblin Lord meraung kesakitan. Sambil memfokuskan regenerasinya, Ia menatap Azzure dengan tatapan tajam.


Azzure yang melihat itu langsung menggunakan Midnight Stepsnya ke atas kanan Goblin Lord. "Apa apaan tatapanmu ini?" Azzure menancapkan Shadow Spike berukuran besar di mata kanan Goblin Lord.


Sambil meraung kencang, Goblin Lord itu mencabut Shadow Spike Azzure dari matanya, darah mengalir deras dari matanya.


"Mungkin akan Ku akhiri saja." Ucap Azzure

__ADS_1


Setelah itu Goblin Lord terbangun, Ia terlihat ingin bertarung menggunakan tangannya yang tersisa. Keputusan yang lumayan bijak.


"Untuk sebatas monster kau ini cukup bijak, kau manyimpan energi mu untuk bertarung ya. Namun sayangnya kau tidak mungkin bisa mengalahkanku dengan mudah. Akan ku tunjukkan apa arti bertarung....."


__ADS_2