True King

True King
chapter 28


__ADS_3

Pertarungan Azzure masih berlanjut dengan tangan kanan nya yang bersimbah darah. Roh kegelapan sedang mencoba untuk menciptakan kemampuan regenerasi ditubuh Azzure. Untuk sementara waktu, Azzure hanya bisa bertahan dari segala serangan Razel.


Serangan demi serangan terus berdatangan. sambil menahan sakit, Azzure menghindari semua itu sambil menutupi luka di tangannya itu.


Ini benar-benar menguntungkan Razel. Selagi tangan kanan Azzure terluka dan bercucuran darah, Razel bisa menyerangnya sekuat tenaga tanpa takut serangannya itu akan ditangkis.


Zef, Celestine dan lainnya terlihat cemas dengan kondisi yang dialami Azzure sekarang. Zef berkata dalam hati, “Ini pertama kalinya Azzure terpojok seperti ini. Lawannya kali ini tidak boleh dipandang sebelah mata.”


Selagi mereka khawatir, Azzure berpikir keras untuk membalikkan keadaan setelah Roh kegelapan berhasil menciptakan kemampuan regenerasi di tubuhnya. Dan Ia berpikir, “Untuk sementara waktu aku hanya bisa mengandalkan keberuntunganku untuk bisa mendapatkan celah dan melawan balik.”


“Proses penanaman kemampuan regenerasi selesai. Memulai regenerasi tubuh…….” Suara Roh kegelapan terdengar di tengah pertandingan.


“Yosh, sebentar lagi giliranku untuk melawan balik. Sementara itu, aku harus mengulur waktu sampai regenerasi selesai.” Pikir Azzure dalam hati.


Dia pikir regenerasi itu akan berjalan dengan kecepatan normal, terlebih lagi luka yang dialami nya itu cukup besar.


Tidak sampai 1 menit, bahkan kurang dari 30 detik regenerasi tersebut berhasil menutup luka lebar di tangannya. Para penonton terkejut dan terheran-heran. Biasanya, paling cepat 1 menit bagi regenerasi untuk menutup luka, itu pun jarang orang yang bisa melakukannya.


Tidak hanya penonton, Azzure juga heran. Kemampuan regenerasi macam apa yang ditanamkan Roh kegelapan ke dalam tubuhnya ini?


“Tidak ada waktu untuk berpikir, saatnya membalikkan keadaan!” Ucap Azzure dalam hati.


Azzure langsung mengeluarkan Shadow Spike nya, secepat kilat Ia bergerak ke belakang Razel. Razel terkejut. Ia tidak menyadari kalau lukanya sudah sembuh, dan Ia tidak bisa menghindari serangannya ini.


Pada akhirnya, Razel terkena serangan Azzure itu dan terbanting ke tanah. Mulutnya mengeluarkan sedikit darah.


“Kau sudah berani mengeluarkan darah dari tubuhku ini, sekarang giliranmu.” Ucap Azzure dalam hati.


Razel yang terbaring di tanah terlihat sedang lengah. Azzure mencoba menusuknya dengan Shadow Spike miliknya.


“Pemanggilan Roh, Roh Api!” Razel berteriak dengan keras, suaranya bergema menyeluruhi seluruh arena.

__ADS_1


Pusaran angin berputar dihadapan dirinya, percikan-percikan api mulai terlihat dengan mata telanjang. Seluruh arena merasakan hawa panas yang begitu pekat, membuat wajah para penonton sedikit memucat.


Sebuah bola api besar tercipta di tengah pusaran angin tersebut, semakin lama semakin membesar dan semakin panas juga bola api itu menjadi. Dan akhirnya sebuah sosok terlihat dari pusaran angin tersebut.


Sesosok layaknya monster yang telah dipanggil untuk membakar dunia dalam api ketakutan. Makhluk itu berwarna merah terang dan terbakar api kebiru-biruan. Wajahnya yang mengerikan membuat Azzure dan para penonton sedikit bergetar.


Makhluk itu dengan tanduknya yang runcing, menyeringai dengan menyeramkan, bola-bola api kecil tercipta dan mengelilingi tubuhnya tersebut.


Azzure terdiam sesaat. “Makhluk macam apa itu?!” Pikirnya dalam hati.


“Dari rapalan yang keluar dari mulutnya tadi, sepertinya itu adalah makhluk sejenis Roh.” Jelas Roh kegelapan.


Jika Razel mampu menggunakan kemampuan tingkat atas seperti itu, bisa dipastikan bahwa dia ini bukan sembarang murid biasa.


Para penonton termasuk Azzure tidak bisa berkata apa-apa. Baru kali ini Azzure melihat seorang yang bisa mengendalikan Roh. Di Kota Dyslan, orang yang bisa mengendalikan Roh sangat sedikit, bahkan jumlahnya tidak sampai sepuluh orang.


Kekuatan itu sangat sulit dikendalikan, tetapi apabila pengguna tersebut bisa mengendalikannya dengan baik, maka itu akan menjadi kekuatan yang sangat besar. Selain itu, kekuatan ini mempunyai resiko yang besar, jika pengguna tidak bisa mengendalikannya dengan baik, maka Roh nya akan mengamuk dan melukai siapapun bahkan pengguna nya sendiri. Karena itu kekuatan ini sulit dikuasai, dan dari sekian banyak orang, mereka hanya bisa mengendalikan satu macam Roh.


Lalu dihadapan dirinya sebuah pusaran angin berputar. Di dalam pusaran angin tersebut nampak sesosok yang hampir serupa dengan Roh tadi.


Pusaran angin tersebut menghempaskan angin yang kuat dan menghilang. Sosok yang berada didalam pusaran tersebut terlihat menyeramkan. Di kepalanya terdapat sebuah tanduk yang dialiri angin. Tubuhnya yang berwarna hijau itu dialiri angin yang begitu kencang, kedua pergelangan kaki dan tangannya tercipta sebuah lingkaran menyerupai cincin angin, dirinya melayang di udara seolah sudah benar-benar menyatu dengan angin.


Aura nya yang kuat membuat dirinya terlihat semakin menyeramkan. Kedua Roh tersebut berada disamping Razel yang wajahnya terlihat sangat serius itu.


Tanpa perintah, Roh Api mengeluarkan sebuah bola api raksasa tepat diatas Azzure, lalu Ia menjatuhkannya ke arah Azzure. Azzure ingin menghindar, tetapi dalam sekejap mata, entah sejak kapan Razel berada di depannya sambil melakukan sebuah tebasan menggunakan pedang cahaya buatannya.


Azzure membentuk sayap di punggungnya, berniat untuk lari setelah meladeni serangan Razel. Azzure dengan cepat menggunakan Shadow Spikenya untuk menangkis serangan Razel.


Serangan Razel tertahan, lalu Ia mengikat kedua tangan Azzure dengan tali cahaya. Razel langsung menjauh, diiringi oleh pusaran angin topan ciptaan Roh Angin. Azzure sekuat tenaga memutuskan ikatan tangannya, lalu Ia hendak untuk menhindar.


Tapi sayangnya, hal itu terlihat mustahil. Meski dirinya menghindar, Ia tidak akan selamat tanpa luka, karena Ia pasti langsung diserang oleh Razel jika berhasil menghindar. Azzure tidak memiliki pilihan lain selain bertahan dari segala serangan tersebut.

__ADS_1


Ia mengeluarkan satu Shadow Spike lagi, dengan kedua Shadow Spike tersebut Ia akan menahan bola api raksasa itu.


Azzure terbang dengan cepat kearah bola api raksasa tersebut, lalu menusuk bola api tersebut dengan kedua Shadow Spike nya sekuat tenaga. Belum sempat mendekat, tubuh Azzure sudah terbakar dengan hawa panas dari Bola Api tersebut.


Azzure tidak bisa mundur, Ia meningkatkan kecepatan dan menebas bola api tersebut dengan kedua Shadow Spike nya sekuat tenaga. Sebuah aura berwarna hitam terlihat membelah bola api raksasa tersebut setelah serangan Azzure yang menembus bola api itu.


Seketika bola api ciptaan Roh mengerikan itu lenyap, kulit Azzure terlihat hangus terbakar oleh hawa panas yang luar biasa.


Sambil menjaga jarak, Azzure mulai beregenerasi. Raut wajah yang terpasang di kepala Razel mulai mengkerut, matanya yang tajam melotot kearah Azzure dengan wajah jengkel.


Aura kuat pada Razel menguat. Ia terlihat sedang melakukan kuda-kuda dengan Pedang Roh nya. Azzure tidak menangkis bahkan menyentuh benda itu, satu-satunya pilihan adalah menghindarinya. Azzure membentangkan sayapnya, bersiap untuk berpindah.


Dalam sekejap, tanah dibawah Azzure mengeluarkan api dengan panas yang luar biasa. Azzure terkejut dan terbang ke udara. Tetapi saat Ia memalingkan pandangannya, Razel sudah bersiap tebasannya kearah kepala Azzure.


Tetapi sebelum itu terjadi, Azzure menusuk kaki Razel dengan Shadow Spike nya secepat kecepatan suara. Dengan begitu serangan Razel dibatalkan, kedua dari mereka saling menjauh.


Mereka berdua mempunyai kemampuan beregenerasi, pertarungan kali ini akan berlangsung sangat lama, mungkin akan berakhir apabila salah satu dari mereka kehabisan energi dan stamina.


Razel melakukan regenerasi sambil mengerahkan kedua Roh panggilannya, menyuruh mereka menyerang Azzure terus-menerus agar dirinya tidak sempat melakukan regenerasi.


Kedua Roh itu menyerang dengan sangat agresif. Perpaduan elemen mereka benar-benar mulus. Azzure bahkan kewalahan meladeni mereka itu.


Azzure menjauh dari kedua Roh, menggunakan Midnight Steps nya ke belakang Razel, lalu menebasnya dengan kuat namun tidak kena.


Insting dari seorang Razel benar-benar kuat, Ia hanya bisa dikalahkan melalui celah yang dia tunjukkan, namun dirinya sangat jarang membuka celah sedikitpun.


Hampir dua jam sejak pertandingan mereka dimulai. Hari mulai berawan, rintikan air mulai turun dari awan-awan gelap di langit.


Hal ini menguntungkan Azzure meski hanya sedikit. Dengan turunnya hujan, si Roh Api tidak bisa bertahan di tempat terbuka seperti itu. Roh Api menghilang, yang tersisa hanyalah Roh Angin.


Karena hujan, angin berhembus lumayan kencang, dan itu membuat Roh Angin bisa mengamuk sepuas hati. Auranya terpancar kuat, pertandingan menjadi semakin sengit.

__ADS_1


__ADS_2