True King

True King
chapter 22


__ADS_3

Setelah melalui segala latihannya yang sangat berat, tidak terasa kalau besok adalah hari dimana pertandingan dimulai. Azzure menjalani hari latihannya yang terakhir dengan serius dan penuh semangat.


Azzure beristiarahat secukup mungkin, agar di esok hari Ia tidak merasa kelelahan sedikitpun. Karena besok adalah hari dimana Ia menunjukkan betapa besar kemampuannya.


Malam berganti pagi, matahari mulai memancarkan sinarnya yang terang menyelimuti seluruh kota.


Azzure bangun dan lekas mandi, lalu bergegas makan pagi. Setelah itu, Azzure berangkat sekolah dengan penuh keberanian dan percaya bahwa Ia bisa memenangkan pertandingan itu.


Disekolah, Azzure disambut oleh Kepala Sekolah, walikelas, dan para murid. Azzure sedikit merasa tidak nyaman. Dia tidak pernah berada di tempat penuh dengan banyak orang yang menatapi dirinya.


“Kau siap, nak?” Ucap Kepala Sekolah sambil tersenyum penuh harapan dan rasa bangga.


“Berjuanglah, kami semua akan mendukungmu. Percayalah dengan kemampuanmu.” Ucap walikelas Azzure memberikan semangat.


“Aku akan berjuang sekuat tenaga. Terima kasih karena sudah mendukungku.” Ujar Azzure.


Demikianlah awal dari hari dimana perjuangan mati-matian Azzure akan dimulai. Setelah pertemuan tadi, mereka semua bersama-sama berangkat ke sebuah arena pertandingan yang sudah ditetapkan sebagai tempat berlangsungnya pertandingan antar sekolah.


Setibanya di arena pertandingan, para guru dan murid duduk di kursi penonton, sedangkan Azzure berjalan ke tempat yang sudah ditentukan khusus untuk para peserta pertandingan.


Dengan santai Azzure melewati para peserta lain yang berbadan besar dan terlihat kuat. Azzure memasuki ruangannya. Ia mempersiapkan dirinya, dan menenangkan pikirannya agar Ia bisa berfokus dengan pertandingannya.


Klein Yang mendengar kabar bahwa Azzure mengikuti pertandingan ini segera datang untuk menyaksikan, Dia ingin melihat Azzure mempermalukan dirinya sendiri didepan banyak orang.


Chris dan Jito juga menunjukan diri mereka di samping klein yang berada dikursi penonton, Mereka tertarik dengan kemampuan yang di miliki oleh Azzure.


Pertandingan pun dimulai, Para penonton bersorak mendukung perwakilan sekolahnya masing-masing.


Sebelum pertandingan dimulai, orang yang menjadi wasit menjelaskan peraturan-peraturan yang berlaku selama pertandingan berlangsung.


“BAIKLAH, PERTAMA SAYA AKAN MEMPERLIHATAN URUTAN PERTANDINGAN YANG AKAN DIJALANKAN, PARA PENONTON BISA MELIHATNYA DI BAGIAN ATAS ARENA.”

__ADS_1


“BERIKUT ADALAH PERATURAN YANG BERLAKU. PERTAMA, PARA PESERTA HARUS SALING MELAWAN DENGAN KEKUATAN PENUH, SAMPAI LAWAN MENGAKU KALAH ATAU SAMPAI LAWAN SUDAH TERLIHAT TIDAK MAMPU MELAWAN.” Suara sang wasit terdengar menggema di dalam arena tersebut.


Mendengar hal itu, para peserta dan penonton sangat terkejut. Wajah mereka nampak ketakutan dan khawatir. Seketika arena tersebut terasa sedikit senyap.


Lalu sang wasit melanjutkan kata-katanya. “KEDUA. SELAMA PERTANDINGAN BERLANGSUNG, PARA PENONTON DILARANG KERAS MEMBANTU ATAUPUN IKUT CAMPUR, KECUALI JIKA TERJADI SESUATU YANG DILUAR DUGAAN.”


“KETIGA, PESERTA YANG KELUAR DARI BATAS ARENA AKAN LANGSUNG DI DISKUALIFIKASI.”


“DAN YANG TERAKHIR, PARA PESERTA TIDAK BOLEH MEMBAWA BENDA APAPUN SEPERTI BOM, SENJATA, DAN LAIN-LAIN. SEKIAN DARI SAYA, SELAMAT MENIKMATI PERTANDINGAN. PERTANDINGAN PERTAMA AKAN DIMULAI DALAM 5 MENIT. PARA PESERTA DIHARAPKAN UNTUK BERSIAP.”


Para penonton bertepuk tangan dan mulai bersorak.


Ronde pertama dimulai, ronde ini adalah ronde giliran Azzure. Azzure dan lawannya memasuki arena. Yang menjadi lawan Azzure adalah seorang pria yang terlihat kuat, namun Azzure tidak peduli. Apapun dan siapapun lawannya, Azzure akan mengalahkan mereka.


Para penonton memandang Azzure dengan tatapan meremehkan, termasuk Klein. Azzure yang menyadari hal tersebut merasa kesal, dan Ia memutuskan untuk membuat mereka menyesal dengan pertarungannya.


“Ronde pertama… DIMULAI!”


Azzure mengumpulkan kekuatannya lalu memusatkannya pada kepalan tangan kanan nya, lalu dengan cepat Ia melesat dan menghantam lawannya di bagian dada. Suara retakan tulang terdengar. Tubuh lawannya itu terpental jauh keluar dari batas arena, yang berarti ini adalah kemenangan untuk Azzure.


Para penonton bersorak, Hampir seluruh penonton terpukau dan tidak dapat berkata melihat serangan Azzure. Demikian juga walikelas dan Kepala Sekolah beserta para murid, Mata mereka terbuka lebar, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Setelah itu, sekumpulan orang datang untuk menolong musuh Azzure yang terkena pukulan keras tadi, Klein yang melihat kejadian itu sedikit terkejut namun dia hanya mengeluh.


''Si sampah itu hanya beruntung.'' ucapnya.


Chris hanya tersenyum kecil mendengar itu, Dia bukan lah orang bodoh dan keras kepala seperti klein.


Tentu saja Chris mengetahui bahwa Azzure itu kuat dan dia punya rencana untuk memberi Azzure pelajaran.


“Selamat, tuan. Ini adalah awal yang bagus.” Ucap Roh kegelapan.

__ADS_1


“Ya….. tapi aku tidak percaya dia akan tumbang hanya dengan satu pukulan, apa aku terlalu berlebihan?” Suara kecil terdengar dari mulut Azzure.


Azzure lalu menatap kearah Kepala Sekolah dan walikelas nya dengan senyum tipis.


“PESERTA SILAHKAN KEMBALI KE RUANGAN MASING-MASING, DAN PARA PESERTA BERIKUTNYA MOHON BERSIAP.” Ucap wasit.


Azzure kembali ke ruangnnya, lalu membaringkan tubuhnya di kasur yang tersedia.


“Hmmm….. kira-kira perwakilan dari sekolah Silius itu sekuat apa ya?” Ucap Azzure bingung.


“Menurut informasi yang saya dapatkan, hampir semua murid dari sekolah itu mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa. Saya juga pernah dengar bahwa banyak pahlawan besar Kota Dyslan berasal dari sekolah ini.” Jelas roh kegelapan.


“Jadi begitu….. kurasa dia akan menjadi lawan yang sulit. Ya sudahlah, siapa peduli. Apapun yang terjadi, aku lah yang akan memenangkan turnamen ini. Aku bersumpah.” Ucap Azzure serius.


Ronde berikutnya akan segera dimulai. Para penonton bersorak keras. Azurre yang penasaran pun ikut menonton dari ruangannya.


“Itu dia perwakilan dari sekolah Silius, tuan. Namanya adalah Razel. Aura nya benar-benar luar biasa, sangat terlihat seperti anggota keluarga bangsawan.” Kata Roh kegelapan.


“Oooo….. pantas saja penonton bersorak keras. Kira-kira seberapa kuat dia itu ya?” Ujar Azzure.


Ronde dimulai. Razel langsung menyerang musuhnya dengan sangat kuat. Dilihat dari serangannya, elemen yang dia mililki adalah elemen cahaya. Pengguna elemen cahaya di Kota Dyslan lumayan langka. Karena sulit untuk dikuasai, tapi jika bisa dikuasai, elemen tersebut bisa sangat berguna.


“ELEMEN CAHAYA?! Aku belum pernah melihat elemen cahaya selama ini! Dia benar-benar kuat! Aku harus berhati-hati jika melawannya.” Ucap Azzure terkejut.


Serangan pertama yang diberikan oleh Razel tadi berhasil membuat musuhnya terjatuh dan pingsan, dengan demikian Razel menang.


Azzure yang melihatnya benar-benar terkejut tidak percaya. Orang itu terlihat lumayan berbahaya, tapi Azzure sama sekali tidak takut padanya.


Malah, Azzure terlihat semakin ingin mengalahkan Razel. Azzure berharap dia bisa melawan Razel nanti.


“Tuan, saya ingin menyampaikan sesuatu. Dalam sepanjang sejarah Kota Dyslan, belum ada satu pun pengguna elemen kegelapan yang bisa mengalahkan pengguna elemen cahaya. Jika anda berhasil mengalahkannya, nama anda akan terukir sepanjang sejarah.” Kata Roh kegelapan.

__ADS_1


“Tentu saja. Secara teori, cahaya adalah musuh terbesar bagi kegelapan. Tapi, aku akan mengalahkannya, apapun yang terjadi.” Ucap Azzure.


Dan Turnamen pun terus berlanjut.


__ADS_2