True King

True King
chapter 17


__ADS_3

"Aku bahkan tidak tau pasti letak tempat makam kuno ini. Aku seharusnya bertanya pada pria tua itu." Ucapku sedikit kesal.


Karena sudah berjam-jam aku berjalan di hutan ini tanpa arah, aku sudah tidak tau lagi kemana aku harus pergi. Hutan adalah salah satu tempat yang kubenci. Bukan karena makhluk buas atau hewan yang berbahaya, tapi karena aku sering tersesat disini.


"Tenanglah, aku berusaha mencari aura yang cocok dengan dagger ini. Aura itu akan membawa kita tepat menuju makam kuno itu, jadi teruslah berjalan." Ucap Roh kegelapan.


Hutan ini lebih terang daripada hutan sebelumnya, jauh terasa lebih hidup dan lebih baik. Namun aura berbahaya yang menyelimuti hutan ini selalu membuatku siaga tidak seperti hutan sebelumnya. Banyak hewan dan serangga kecil yang hidup di hutan ini. Hutan ini menjadi terasa lebih ramai, namun aku belum melihat satupun makhluk buas.


Daun-daun kering memenuhi tanah, membuat suara renyah saat ku injak, daun-daun kering itu berjatuhan dari pohon saat angin dingin berhembus.


Aku terus berjalan memasuki hutan lebih dalam dan dalam. Sudah hampir 3 jam aku mencari makam kuno ini. Hari sudah memasuki siang, tapi aku sama sekali tidak dapat menemukan tanda tanda keberadaan makam tersebut.


Saat aku sedang berjalan dengan santai, sebuah sosok besar menimpa tubuhku, membuat diriku terjatuh ke tanah yang dipenuhi daun daun kering. Aku terkejut dan mencoba mendorong sosok itu menjauh namun sosok itu sangat berat dan mencoba mengigit diriku yang sedang berada di tanah.


Sosok itu memiliki bulu hitam gelap yang menutupi tubuh besarnya, dia tampak seperti manusia yang bergabung dengan serigala. Moncong nya yang besar mengarah pada wajah ku terlihat sedang berusaha merobek wajahku ini. Aku mengangkat kedua kaki ku dan menendang perutnya. Makhluk itu terbang terpental ke sebuah pohon di belakang nya.


Aku lalu berdiri dengan cepat. Wajah ku menjadi suram disaat Aku melihat empat sosok manusia serigala tersebut muncul di hadapanku. Manusia serigala yang baru saja kutendang bangkit kembali, membuka lebar tangannya dan mengeluarkan cakar panjang miliknya.


Aku yang jelas-jelas kalah jumlah, segera berlari pergi dari tempat itu berusaha kabur dari mereka berlima. Makhluk itu mengejar diriku dengan cepat, mereka berlari seperti serigala sungguhan. Aku mempercepat langkah kaki ku, karena dikejar lima makhluk ini sangatlah menyeramkan.


Makhluk itu memanjat ke atas sebuah pohon, lalu melompat dari dahan ke dahan berusaha mengejar ku. Aku berlari sekuat tenaga ku, memasuki hutan lebih dalam.


"Sialan, makhluk apa itu sebenarnya?! Aku belum pernah melihat ataupun mendengar makhluk menyeramkan seperti itu." Aku berkata sedikit panik.


"Mereka disebut Lycan. Hutan adalah tempat mereka tinggal dan sepertinya mereka sedang berburu. Kau hanya sedang tidak beruntung berada satu jalan yang sama dengan mereka, dan saling bertemu." Jawab Roh kegelapan dengan santai.


"Berhentilah berkata seolah-olah hal ini bukanlah masalah besar! Bantulah aku disini, sekarang!" Teriak ku sambil menghindari serangan para Lycan yang dengan teguh mengejar ku.

__ADS_1


"Tenanglah. Disini belok kearah kanan mu, aku merasakan aura yang sama dengan dagger yang kau miliki." Ucap Roh kegelapan


"Arah kanan?" Aku langsung melihat kearah kanan ku. Disana masih sebuah hutan, namun hutan disana terasa berbeda dengan hutan yang kulihat sebelumnya. Disana terasa lebih gelap dan memiliki aura misterius yang kuat.


"Apa kau yakin? Disana terlihat berbahaya." Kata ku dengan lantang sambil berlari.


"Iya, cepatlah! Daripada kau mati disini akibat dicabik-cabik mahluk mengerikan itu." Jawab Roh kegelapan.


Aku segera memutar Arah berlari ku kearah kanan, Para Lycan itumasih mengejarku tanpa lelahnya. Mereka sangat menggangu. Aku harus kehilangan mereka, pikirku.


Aku berlari dengan sangat cepat, meninggalkan mereka sangat jauh. Setelah beberapa detik aku berlari, di depanku terlihat sebuah bangunan yang nampak sebuah makam yang sangat mirip dengan kuil besar.


Bangunan itu terlihat sangat tua dengan tanaman merambat menutupi hampir semua bangunan tersebut. Aku segera berlari masuk kedalam bangunan itu melalui sebuah gerbang besar. Gerbang tersebut memiliki simbol-simbol kuno yang tak dapat kupahami.


Aku berhenti didalam bangunan ini dan mengambil nafas setelah berlari bermenit-menit tanpa henti yang membuat ku sangat lelah. Di dalam bangunan yang minim pencahayaan ini, banyak simbol-simbol seperti pada gerbang sebelumnya terpahat pada dinding-dinding.


"Seperti nya memang ini tempatnya. Karena aura itu sangat kuat disini." Jawab Roh kegelapan dengan yakin.


Disaat aku sedang mengamati ruangan tempatku berada, sebuah lolongan yang seperti serigala namun sedikit berat terdengar dari luar bangunan. Aku yang mendengar itu langsung menyadari bahwa para Lycan telah sampai ditempat ini dan masih mencari diriku.


"Bagaimana mereka masih bisa menemukan ku disini?!! Padahal aku sudah meninggalkan mereka sangat jauh." Ucapku.


"indera penciuman para Lycan lebih kuat dari serigala biasa. Bahkan jika kau pindah kota, mereka masih bisa mencium bau mu secara samar-samar." Jawab Roh kegelapan.


"Sebaiknya kau memasuki makam ini lebih dalam, Aku akan sebisa mungkin menutupi aura dan bau kita dari para Lycan itu." Lanjut Roh kegelapan.


Aku segera memasuki ruangan kedua yang berada tepat didepan ruangan pertama, Disini banyak pilar-pilar besar yang mengarah keatap makam kuno ini. Tetapi aku sedikit kecewa karena ruangan ini adalah ruangan kosong tanpa ada apapun.

__ADS_1


Aku melanjutkan penjelajahan ku kedalam makam kuno ini, Diruangan ketiga hanya terdapat Sebuah kolam kecil ditengah ruanganya. Di ruangan ini Aku menemukan sebuah pedang besar yang terbuat dari perak. Karena terlihat mahal, aku menaruhnya di ruang Roh kegelapan untuk ku jual.


Diruangan keempat hanya terdapat sebuah lukisan di dinding-dinding ruangan tersebut. Aku mengamati lukisan seorang pria yang berkuda dengan memegang pedang di tangannya. Orang tersebut seperti menatap pada diriku yang membuat aku sedikit merinding.


Aku melanjutkan perjalanan ku keruangan kelima, Ruangan ini penuh dengan peti-peti mati dan Lukisan pemandangan yang indah di seluruh dinding. Aku berjalan hati-hati dan membuka salah satu peti mati tersebut, bau busuk memasuki penciuman ku. Tulang belulang terdapat didalam peti tersebut dan didalam juga peti itu terdapat sebuah Jam saku dengan simbol Blbulan sabit yang indah. Jam saku tersebut terbuah dari sebuah bahan yang tak pernah kuliat.


Jam saku itu sepertinya rusak karena tidak bergerak sama sekali. Entah kenapa semakin lama aku memegang jam tersebut semakin pusing kepalaku ini.


"Aku merasa pernah melihat simbol itu disuatu tempat. Simbol itu terasa familiar." Ucap Roh kegelapan secara tiba-tiba.


"Apakah kau tau arti simbol ini?" Aku bertanya.


"Entahlah, tapi seperti nya itu penting sebaiknya kau menyimpan jam saku itu." Roh kegelapan berkata dengan serius.


Aku memasukan jam saku itu di dalam ruang Roh kegelapan dan melanjutkan memeriksa peti-peti mati yang berada diruangan itu namun tidak menemukan hal bagus atau berguna.


Di ruang selanjutnya pola-pola di dinding menghilang, hanya tembok kosong tanpa pola. Dan disana gerbang besar berdiri, gerbang itu tertutup dengan pintu batu besar, rantai-rantai besar mengunci ketat pintu tersebut.


Didalam ruangan yang luas itu juga terdapat peti-peti mati yang hampir memenuhi seluruh ruangan. Peti-peti itu terbuat dari batu berbeda dengan peti sebelumnya yang terbuat dari kayu.


"Didalam gerbang itu, auranya semakin kuat dan pesat. Berhati-hatilah, sepertinya akan berbahaya." Ucap Roh kegelapan.


Aku berjalan menuju gerbang itu. Disana simbol bulan sabit terukir dengan besar di pintu batu. Aku memegang simbol tersebut dan tanpa ku ketahui simbol itu adalah sebuah tombol yang telah baru saja kutekan.


Tanah bergetar dan ruangan itu terasa aneh.


"Ah, sial." Ucapku.

__ADS_1


__ADS_2