
Seminggu telah berlalu dan selama seminggu pula mereka habiskan dengan mengeksplor keindahan alam pulau Lombok yang ada di Nusa Tenggara Barat, setelah menyelesaikan pekerjaan mereka di sana tentunya.
Dan hari ini merupakan hari terakhir mereka berbulan madu tipis-tipis di Lombok. Raut bahagia terpancar jelas di wajah pasangan itu. Tak pernah terbesit di benak mereka akan menjalani rumah tangga tak terduga seperti ini apalagi dengan usia yang masih terlampau muda. Ya, memang mereka masih begitu muda. Bahkan usia mereka hanya terpaut beberapa bulan saja. Keduanya juga merupakan anak-anak berprestasi di masa sekolah dahulu dan keduanya lulus dengan jalur kelas akselerasi. Namun, Ayesha ternyata lebih cerdas sehingga ia lebih cepat menyelesaikan pendidikannya. Karena itu, meski usia mereka hanya terpaut beberapa bulan, Ayesha telah lulus magister, sedangkan Ghiffary hanya strata satu.
Kini keduanya sudah berada di bandara untuk melakukan penerbangan pulang ke ibu kota asal mereka tinggal. Dengan tangan saling bertaut, mereka berjalan memasuki gate penerbangan untuk menuju pesawat pribadi yang telah disiapkan sebelumnya. Sesekali keduanya saling melempar senyum dengan wajah malu-malu. Hubungan mereka kini telah melangkah lebih jauh. Bahkan keduanya sudah tak sungkan-sungkan lagi untuk memulai bila ingin bermesraan. Ya, semenjak malam penyatuan mereka untuk pertama kali secara sadar, sejak itu pula nyaris setiap hari tiada hari mereka lewati tanpa bercinta. Mereka kini sudah layaknya pengantin baru yang baru mengenal nikmatnya bercinta.
"Kak, Yesha mau ke toilet dulu. Mau pipis, nggak tahan lagi," ujar Ayesha dengan raut wajah yang tak nyaman. Ya, semenjak kehamilannya frekuensi buang air kecil Ayesha meningkat drastis. Bahkan hampir tiap jam, pasti ia akan ke toilet untuk menuntaskan kebutuhan biologisnya itu. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan hormon hCG (human chorionic gonadotropin), yaitu salah satu hormon kehamilan yang dapat membuat produksi urine bertambah disertai pembesaran ukuran rahim.
Ghiffary pun mengangguk dengan tersenyum manis, membuat Ayesha meleleh dibuatnya. Lalu Ghiffary pun menuntun Ayesha ke toilet bandara.
"Kakak tunggu di sini aja. Yesha bisa sendiri kok," tukas Ayesha menolak secara halus. Namun bukan Ghiffary namanya bila angguk-angguk saja. Apalagi di tempat umum seperti ini, ia tak mau membiarkan istrinya berjalan seorang diri ke toilet. Apalagi kondisi bandara hari ini cukup ramai. Ghiffary tentu tak ingin sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada istri dan calon buah hatinya.
Ghiffary pun menggeleng, "nggak. Kakak akan temenin kamu," jawabnya sambil menggandeng tangan Ayesha menuju toilet.
"Nggak usah Kak, kakak di sini aja. Yesha nggak papa kok jalan sendiri. Malah udah biasa jadi nggak perlu khawatir berlebih," kekeh Ayesha tak ingin merepotkan suaminya. Lagipula ia rasa terlalu berlebihan bila hanya ke toilet saja harus ditemani.
"Sha, kakak cuma mau temenin kamu sekalian kakak juga mau ke toilet. Kakak juga udah kebelet soalnya," dusta Ghiffary agar Ayesha tidak menolak diantarkan.
Mendengar hal tersebut, Ayesha pun mengangguk. Lantas mereka pun segera menuju toilet bandara dengan Ghiffary menggenggam erat Ayesha. Bahkan sesekali ia maju mendekap Ayesha saat melewati orang-orang yang bergerombol. Ayesha tersenyum kecil melihat bagaimana sigapnya Ghiffary menjaganya.
"Suami siaga, hm?" goda Ayesha saat mereka kembali berjalan bersisian dengan santai.
"Bukan hanya suami siaga, tapi juga calon ayah siaga," sahutnya penuh percaya diri.
__ADS_1
"Oh, berarti kalau nanti dedeknya bangun tengah malam bersedia dong gantian jagain dedeknya."
"Oh udah pasti. Suamimu ini bukan hanya bisa membuatnya aja, tapi juga menjaga dan merawat," ucapnya sambil mengulum senyum membuat Ayesha memutar bola mata jengah kemudian terkekeh dengan pipi bersemu merah.
"Kamu cantik kalau pipinya lagi merah begitu," puji Ghiffary tulus.
"Cantik pas pipi lagi merah aja? Jadi kalau nggak, nggak cantik dong!" Ayesha seketika mencebikkan bibirnya. Mood swing merupakan salah satu efek dari kehamilan dan hanya karena kesalahan satu kata saja bisa membuat moodnya tiba-tiba berubah membuat Ghiffary seketika gelagapan.
"Bu-bukan begitu, sayang. Hanya saja ... "
"Hanya apa?" potong Ayesha ketus.
"Hanya saja jadi makin cantik. Lebih cantik dari biasanya. Biasa aja udah cantik. Lagi tidur polosan aja cantik. Apalagi kalau lagi bersemu kayak tadi, ibaratnya cantiknya jadi plus-plus. Nggak perlu pakai pemerah pipi lagi, udah cantik banget. Serius deh!" ucap Ghiffary. Terkesan gombal memang, tapi itulah nyatanya. Dan ternyata hal tersebut pun berhasil membuat mood Ayesha pulih kembali. Bahkan ia sampai menyembunyikan wajahnya di pundak Ghiffary karena ucapan tersebut yang sukses membuatnya berbunga-bunga.
...***...
Setelah selesai mengeringkan tangannya, Ayesha pun segera melangkahkan kakinya menuju pintu hendak keluar. Namun baru saja ia membuka pintu, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dengan tergesa hingga menabraknya.
"Awww ... " pekik Ayesha saat orang tersebut menabrak tubuhnya hingga ia reflek mundur ke belakang beberapa langkah.
"Sayang, kamu nggak papa?" seru Ghiffary panik saat ia mendengar pekikan istrinya dari dalam toilet. Tanpa banyak bicara, ia pun menerobos masuk untuk melihat keadaan sang istri. Bahkan ia sampai lupa kalau ini merupakan toilet perempuan karena terlampau panik.
"Maaf, maafkan saya! Saya tadi ... Ghiffary ... " Baru saja ia mengucapkan kata maaf, tapi ucapannya langsung ia telan kembali saat melihat keberadaan Ghiffary.
__ADS_1
Bahkan raut penyesalannya tadi telah hilang berganti bahagia saat melihat keberadaan Ghiffary.
Namun karena terlalu sibuk memeriksa keadaan Ayesha, ia jadi tak mendengar sama sekali saat namanya disebut. Berbeda dengan Ayesha yang justru mendengar dengan jelas saat perempuan yang menabraknya itu menyebut nama suaminya.
"Yesha nggak papa kok kak. Hanya kaget saja," ucap Ayesha sambil mengusap punggung tangan Ghiffary yang terlihat jelas sedang mengkhawatirkannya.
Pemandangan itu tak lepas dari sorot mata penasaran perempuan yang baru saja menabrak Ayesha.
"Jalan itu makanya hati-ha ... ' Ghiffary baru saja hendak melontarkan kekesalannya tapi seketika terhenti saat melihat sosok perempuan yang berdiri di hadapannya.
"Ghif, kamu ... di sini!" serunya riang. Bahkan ia mengabaikan keberadaan Ayesha yang pundaknya sedang dirangkul Ghiffary.
"Kau ... '" Ghiffary benar-benar terkejut melihat keberadaan perempuan itu. "Kalau jalan itu lihat pakai mata. Jangan asal jalan saja! Kau tahu kau hampir saja menyakiti istriku dan calon anak kami. Kalau sampai terjadi sesuatu pada istriku dan calon anak kami, aku pastikan takkan pernah melepaskanmu begitu saja," desis Ghiffary dengan sorot mata emosi.
Deg ...
Jantung perempuan itu seketika berdegup dengan kencang. Ia tak menyangka, pertemuannya setelah sekian lama terpisah, justru dihadiahi dengan kabar mengejutkan ini.
Lalu tanpa mempedulikan perempuan itu sama sekali, Ghiffary pun segera menuntun Ayesha keluar dari sana. Ia sudah merasa tak nyaman. Apalagi beberapa pasang mata mulai memperhatikannya dengan raut tak nyaman. Mungkin karena itu toilet khusus perempuan jadi sangat tak nyaman saat melihat ada laki-laki masuk ke dalamnya.
"Ini tak mungkin. Bagaimana bisa? Mengapa ia tiba-tiba sudah menikah? Perempuan itu istrinya? Apa katanya tadi, calon anak? Berarti perempuan itu tengah hamil? Ba-bagaimana mungkin? Nggak ... Aku pasti sudah salah dengar. Ini pasti hanya kesalahpahaman. Perempuan itu pasti bukan istrinya. Ghiffary hanya mencintaiku jadi sangat tak mungkin ia menikah dengan perempuan lain. Ya, aku yakin, aku hanya salah dengar," ucap perempuan itu berusaha meyakinkan dirinya kalau apa yang didengarnya itu merupakan suatu kesalahan.
Ingat alasan ia masuk ke dalam toilet itu, perempuan itu pun segera masuk ke salah satu bilik dan menguncinya rapat. Terdengar di luar sana langkah kaki beberapa orang yang tampak terburu-buru. Bahkan ada yang tanpa ragu masuk ke dalam toilet perempuan itu membuat beberapa perempuan yang ada di dalam sana memekik dan mengusir mereka dengan lantang. Merasa yang mereka cari tak ada di sana, orang-orang itu pun segera berlalu dari sana membuat perempuan yang menabrak Ayesha tadi tersenyum dengan lega.
__ADS_1
...***...
...Happy Reading π₯°ππ₯°...