Unperfect Wedding

Unperfect Wedding
Ch. 46 Nicholas


__ADS_3

"Sudahlah mbak, jangan meracau lagi. Sudah suamiku tegaskan kan, kalau kau itu hanya bagian dari masa lalu. Bahkan mungkin, kalau kau tak menipuku dengan surat palsu itu, aku yakin , sejak awal akulah yang akan selalu menemani kak Fary. Dan tak akan ada drama mantan minta balik kayak gini," potong Ayesha cepat. Ia sudah jengah meladeni perempuan gila seperti Restya itu. "Oh ya, aku tadi bilang ada bintang tamu kan, salah satunya yaitu suamiku. Tapi ada satu lagi dan sepertinya sudah datang," ucap Ayesha lalu ia menepuk kedua tangannya. Ghiffary hanya menatap bingung pada Ayesha, pun Restya yang begitu penasaran siapa yang Ayesha maksud. Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan mata Restya terbelalak. Ia meneguk ludahnya kasar saat melihat sosok di hadapannya itu.


"Kau ... " desis Restya murka pada Ayesha yang dibalas Ayesha menyeringai.


Kemudian Ayesha menepuk tangannya, tak lama kemudian pintu ruangan Ayesha pun terbuka. Dari baliknya muncul sesosok pria bertubuh jangkung namun sedikit kurus, tidak proporsional seperti Ghiffary. Wajahnya cukup tampan, tapi bagi Ayesha masih kalah tampan dengan Ghiffary. Ibaratnya, bila diberi skor, Ghiffary 90, maka laki-laki itu hanya 70. Kenapa bukan 100 karena bagi Ayesha tetap sang papi lah yang menempati nilai tertinggi itu. Hahahaha ...


"Halo tuan Nicholas, selamat datang di Angkasa Grup!" sapa Ayesha sambil tersenyum ramah.


Tidak seperti Ayesha yang terlihat begitu bahagia, maka ekspresi Restya justru sangat tegang. Wajahnya pias. Peluh pun sudah menetes satu persatu dari setiap pori di tubuhnya.


Bagaimana dengan Ghiffary?


Suami dari Ayesha itu hanya mengerutkan keningnya. Menatap bingung pada sosok yang masuk ke dalam ruangan istrinya itu. Ia pun penasaran, siapa sebenarnya laki-laki itu dan mengapa istrinya sampai menyambutnya dengan begitu girang.


"Halo juga. Senang bertemu dengan CEO muda berbakat seperti Anda," seru Nicholas yang sudah mengulas senyum. Namun, senyum itu berubah jadi tatapan tajam saat matanya bersirobok dengan mata Restya yang kini sudah menunduk atau lebih tepatnya menghindari sorot mata Nicholas.


"Silahkan masuk, tuan. Oh ya, saya hampir lupa, perkenalkan, ini suami saya Ghiffary Ramadhan. Kak, dia ini Nicholas, pengusaha batubara di Kalimantan yang juga ... " Ayesha melirik Restya yang tangannya sudah saling memilin, "suami dari Restya," imbuhnya membuat Ghiffary terperangah tak percaya.


Pikirnya, bagaimana istrinya bisa tahu mengenai suami dari mantan kekasihnya itu?


"Jangan mikir aneh-aneh!" sergah Ayesha seolah tahu apa yang Ghiffary pikirkan. "Aku itu hanya membantu seorang suami yang mencari istrinya yang kabur setelah ... ah sudahlah. Itu urusan mereka," ujar Ayesha sambil mengibaskan tangannya ke udara seolah enggan membahas masalah Restya dan Nicholas.


Ghiffary hanya mengangguk saja, kemudian ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Nicholas.

__ADS_1


"Perkenalkan, saya Nicholas, suami dari Restya. Maaf bila kelakuan istri saya mengganggu kalian," tukas Nicholas tersenyum ramah.


"Ah, iya. Saya Ghiffary. Senang berkenalan dengan Anda," sambut Ghiffary yang tersenyum kikuk.


"Anda ... mau duduk dulu atau ... "


"Saya akan langsung membawa istri saya pulang. Ia harus segera mempertanggungjawabkan perbuatannya pada keluarga besar saya karena sudah menipu dan menjebak saya untuk mengambil alih Markah Coal," tukas Nicholas sambil menatap Restya sinis.


"Nggak, aku nggak mau ikut denganmu," tolak Restya yang sudah mengangkat wajahnya. "Aku tidak menipu, aku tidak menjebak. Kaulah yang sudah menandatangani surat pengalihan perusahaan itu denganku secara sadar," kilah Restya tidak terima atas tuduhan Nicholas. "Ghif, yang dia katakan itu semuanya bohong. Aku tidak pernah menipunya apalagi menjebak. Itu adalah kompensasi atas kesediaan ku menikah dengannya. Dia sendiri yang menawarkan perjanjian itu karena dia sudah tergila-gila denganku. Kau ingat kan cowok cupu yang sering kirimin aku surat saat aku masih SMA, nah itu dia. Ternyata, dia sebegitu terobsesinya denganku sehingga menghalalkan segala cara untuk menjadikanku sebagai istrinya. Termasuk dengan menawarkan kesepakatan pengalihan perusahaan Markah Coal kalau aku bersedia menikah dengannya," lanjut Restya cepat. Ia tak ingin Ghiffary salah paham dengannya dan menilai dirinya bukanlah perempuan baik-baik.


Ayesha tersenyum sinis, "kalaupun iya dan kau menikah dengannya karena penawaran itu, artinya kau pun tertarik artinya ... kau perempuan materialistis. Kau rela mengorbankan segalanya termasuk ... "Ayesha melirik Ghiffary, " untuk memenuhi obsesimu menjadi seorang wanita bergelimang harta," tukas Ayesha membuat nafas Restya tercekat. Maksud hati ingin berkilah, ia justru terjebak dengan kata-katanya sendiri.


Kedua tangan Restya mengepal erat. Dalam hati ia tak henti-hentinya mendesis dan mengumpati Ayesha karena telah secara lantang mempermalukannya di hadapan Ghiffary.


"Ghiffary, jangan percaya ucapan perempuan tak tahu diri ini. Dia hanya membual. Percayalah padaku, aku pun terpaksa menikah dengannya sebab dia mengancam akan menghancurkan keluargaku bila aku tidak menurut," dusta Restya.


Mungkin inilah alasan kita dilarang berbohong sebab sekali kita berbohong, maka akan menciptakan kebohongan lainnya. Seperti yang dilakukan Restya, awalnya ia berbohong untuk menutupi boroknya, namun karena nyaris ketahuan, ia pun menciptakan kebohongan lainnya.


"Siapa yang kau sebut tak tahu diri itu, Tya?" bentak Ghiffary murka. "Apa perlu aku berikan cermin padamu agar kau sadar siapa yang tak tahu malu di sini?" desis Ghiffary murka karena kata-kata Restya yang cenderung memojokkannya.


"Ghif, aku ... aku ..."


"Sudahlah Restya, tak ada lagi yang harus kau jelaskan di sini! Kau tak sabar ingin aku ceraikan, bukan? Baiklah, aku pun sudah muak memiliki istri culas dan penipu seperti dirimu. Aku, Nicholas Anggara mulai hari ini menalak tiga dirimu. Mulai hari ini kau bukan lagi istriku dan mulai hari ini seluruh tanggung jawabku padamu telah usai," ucap Nicholas tegas membuat nafas Restya tercekat. Kemudian Nicholas menjentikkan jarinya, tak lama kemudian dia orang berbaju hitam masuk dan langsung menyeret Restya untuk keluar dari sana.

__ADS_1


Nicholas pun mengucapkan terima kasih saat Restya telah ditarik keluar. Ia pun segera menyusul Restya.


Setelah Nicholas dan Restya keluar, Ayesha menghela nafas lega. Akhirnya, ia berhasil menyingkirkan bibit pelakor yang hampir saja merongrong keluarga kecilnya. Kakinya sudah terasa begitu lelah karena telah berdiri cukup lama.


Paham keadaan istrinya, Ghiffary pun segera merangkul pundak Ayesha untuk membantunya duduk. Sebenarnya banyak yang ingin ia tanyakan, tapi sepertinya istrinya sudah terlalu lelah bila harus kembali dicecar pertanyaan.


Namun, baru saja mereka berjalan beberapa langkah, sebuah seruan memekakkan telinga mengejutkan keduanya diikuti pekikan dari bibir Ayesha.


"Mati kau jalaaang!" teriak Restya dengan wajah kalap.


Prang ...


"Kak ... aaaakh ... "


"Sha-Yang ... "


...***...


...Ah, si othor mah lagi-lagi gantung! 🀦...


...😁😁😁...


...Happy Reading πŸ₯°πŸ˜˜πŸ₯°...

__ADS_1


__ADS_2