
20 menit telah berlalu, namun yang ditunggu belum juga tiba membuat Restya kesal bukan main.
"Heh, kamu mau ngerjain aku ya!" bentak Restya kesal karena merasa waktunya telah terbuang sia-sia. Sudah 20 menit berlalu, tapi entah siapa yang Ayesha maksud bintang tamu belum juga menampakkan dirinya.
Ayesha tersenyum kecil sambil geleng-geleng kepala, "sabar ... Nggak lama lagi kok!" ujar Ayesha dengan jemari masih bergerak aktif di atas papan keyboard laptopnya.
"Ck ... " Restya berdecak kesal. Karena kesal, ia berniat ke kamar kecil. Ayesha pun mempersilahkannya.
5 menit kemudian, pintu ruangannya terbuka. Dari baliknya muncul Ghiffary yang menenteng sebuah paper bag dan seikat bunga mawar merah.
"Sha-Yang," seru Ghiffary sambil berjalan mendekati Ayesha. Ia meletakkan paper bag yang dibawanya ke atas meja kemudian menghampiri Ayesha dan memeluknya. Tak lupa ia mengecup mesra bibir Ayesha kemudian menyerahkan buket bunga mawar merah pada istrinya itu. "Untuk istriku yang tercinta," ujarnya sambil tersenyum manis.
Pipi Ayesha sontak bersemu merah. Ayesha mengecup bibir Ghiffary alih-alih mengucapkan terima kasih. Merasa bahagia dengan sikap manis sang istri, Ghiffary pun kembali memeluknya erat. Dalam dekapan Ghiffary, Ayesha tersenyum puas sebab dari cangkir air putih yang berada di atas meja, ia bisa bayangan Restya yang tengah menatapnya penuh kebencian.
"Oh ya, Sha-Yang, kamu tadi bilang ada yang mau bertemu dan bicara denganku, memangnya siapa? Kalau mau bicara denganku, kenapa justru melalui kamu? Emangnya ada orang luar yang tahu tentang pernikahan kita? Kan pernikahan kita belum dipublikasikan?" cecar Ghiffary penasaran. Sambil menunggu penjelasan, Ghiffary menuntun Ayesha agar duduk di sofa. Ia tadi sempat mampir ke toko kue dan membelikan Ayesha brownies kukus coklat keju kesukaan sang istri. Jadi ia bermaksud memakan kue itu bersama sang istri.
"Oh iya, hampir saja lupa," sahut Ayesha seraya terkekeh geli. "Tuh, ada mantan kamu," ujar Ayesha sambil menunjuk ke arah kamar mandi. berada dengan dagunya. Ghiffary pun segera menoleh ke arah yang istri. Dahinya mengernyit heran, untuk apa Restya datang ke kantor istrinya, pikirnya.
__ADS_1
"Ngapain kamu datang kemari?" tanya Ghiffary dingin. Nada bicaranya sangat berbeda dengan nada bicaranya dengan Ayesha yang begitu lembut sarat perhatian.
"Ghif, kenapa kamu jadi gini? Kenapa sikap kamu jadi dingin begini? Apa kamu masih marah? Maafkan aku, Ghif. Aku mohon maafkan aku. See, aku telah kembali. Aku sengaja kembali untuk bersama denganmu lagi. Aku bahkan rela meninggalkan suamiku demi kamu. Bukankah kau bilang setelah lulus kuliah dan menemukan pekerjaan tetap kau akan menikahiku. Kini aku menagih janjimu. Aku ingin kau menikahiku. Aku ingin kau menikahiku,. Ghiff!" lirih Restya yang kini sudah berdiri di hadapan Ghiffary.
"Kenapa aku jadi begini? Jadi aku harus bagaimana? Dengar Tya, kita status kita kini sudah berbeda. Kau hanya bagian dari masa laluku, sedangkan istriku sekarang adalah masa depanku. Aku sudah memiliki istri yang sedang hamil anakku, mana mungkin aku meninggalkannya hanya untuk masa lalu seperti dirimu. Lagipula aku tidak pernah meminta kau meninggalkan suamimu. Dan tentang janji, janji itu telah gugur setelah hari dimana aku mengetahui kau telah bersanding dengan lelaki lain di pelaminan. Jadi tak usah lagi kau mengharapkan aku karena aku sampai kapanpun takkan pernah meninggalkan istriku," tegas Ghiffary tanpa keraguan sedikitpun. Ia justru memamerkan kemesraannya dengan merengkuh pinggang Ayesha dan mengecup pelipisnya membuat Ayesha tersenyum penuh kemenangan ke arah Restya. Wajah angkuh Restya seketika berubah menjadi merah padam. Ia tak terima Ghiffary meninggalkannya begitu saja. Bagaimana pun caranya, ia harus bisa mendapatkan Ghiffary lagi.
"Bagaimana? Kau sudah dengar bukan kalau Kak Fary takkan pernah meninggalkan diriku seperti yang kau katakan tadi. Jadi jangan pernah bermimpi ingin merebut kak Fary lagi dari tanganku. Bila dulu aku dapat kau bodohi, namun kali ini tidak," tegas Ayesha membuat dahi Restya berkerut karena kebingungan.
"Lagi?" Restya terkekeh mendengar kata-kata Ayesha yang menurutnya aneh. Sejak kapan juga dia merebut Ghiffary dari perempuan itu, pikirnya. "Asal kau tahu, aku ini cinta pertama Ghiffary jadi aku tak pernah merebut dia dari siapa pun," imbuh Restya dengan tatapan mengejek dan penuh percaya diri.
"Oh ya! Jadi ... kau lupa dengan gadis kecil berkaca mata yang pernah mengirimi Kak Fary surat saat SMA dulu? Padahal usiamu saat itu lebih dewasa dari kami, tapi sikapmu justru kekanak-kanakan. Kau justru membalas surat gadis kecil itu dengan caci maki dengan berpura-pura kalau itu balasan dari kak Fary. Masih belum mengingatnya?" seringai Ayesha membuat Restya membelalakkan matanya.
"Ya, itu aku. Karena sikap kekanak-kanakanmu, aku pergi menjauh. Asal kau tahu, cinta pertama kak Fary itu aku, bukan kau," ucap Ayesha penuh percaya diri membuat mata Restya kian terbelalak.
"Kau memang sungguh sangat keterlaluan, Tya. Aku tidak menyangka kau akan berbuat sepicik itu. Aku bersyukur, aku dipertemukan kembali dengan Yesha, kalau tidak sampai kapanpun aku takkan pernah tau kebusukanmu selama ini. Kau membuat Yesha pergi menjauh. Aku sangat kecewa padamu, Tya," ucap Ghiffary lagi membuat Restya menggeram kesal.
"Ya, itu memang perbuatanku! Aku yang lebih dahulu mengenalmu, aku yang selalu menemanimu, tapi yang kau sukai justru gadis cupu seperti dia, aku tidak terima Ghiffary. Kau itu hanya milikku," sahut Restya dengan suara meninggi.
__ADS_1
"Aku bukan barang, ingat itu. Perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Lagipula jangan lupa, kau sudah menikah. Tak sepantasnya kau mencari laki-laki lain, sedangkan kau masih terikat pernikahan dengan laki-laki lain. Begitu pula denganku, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku. Hanya dia satu-satunya yang akan menjadi istriku, ibu dari anak-anakku. Tak ada yang lain sampai kapanpun itu," tegas Ghiffary tanpa keraguan sedikitpun. Ayesha tersenyum bahagia mendengar pernyataan cinta yang begitu blak-blakan dari suaminya itu di hadapan sang mantan.
"Ghif, kenapa kau melupakan secepat itu? Aku tidak yakin kau telah melupakanku. Tidakkah kau ingat masa-masa indah kita saat bersama. Kita saling mencintai, tidakkah kau mengenangnya. Aku yakin, kau masih sangat mencintaiku dan ... "
"Sudahlah mbak, jangan meracau lagi. Sudah suamiku tegaskan kan, kalau kau itu hanya bagian dari masa lalu. Bahkan mungkin, kalau kau tak menipuku dengan surat palsu itu, aku yakin , sejak awal akulah yang akan selalu menemani kak Fary. Dan tak akan ada drama mantan minta balik kayak gini," potong Ayesha cepat. Ia sudah jengah meladeni perempuan gila seperti Restya itu. "Oh ya, aku tadi bilang ada bintang tamu kan, salah satunya yaitu suamiku. Tapi ada satu lagi dan sepertinya sudah datang," ucap Ayesha lalu ia menepuk kedua tangannya. Ghiffary hanya menatap bingung pada Ayesha, pun Restya yang begitu penasaran siapa yang Ayesha maksud. Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan mata Restya terbelalak. Ia meneguk ludahnya kasar saat melihat sosok di hadapannya itu.
"Kau ... " desis Restya murka pada Ayesha yang dibalas Ayesha menyeringai.
...***...
...Hai kak, othor mau tanya nih, disini ada pembaca dari apk novel Fiz zo nggak ya? Soalnya othor diundang nulis di sana juga. π...
...Oh ya, novel Unperfect Wedding sama Aku Sang Pelakor kemungkinan akhir bulan ini atau awal bulan depan tamat, othor gk mau panjang-panjang. Jadi kayak biasa, untuk 3 top fans tertinggi akan mendapatkan pulsa sebagai ucapan terima kasih dari othor atas dukungannya. Jadi yang belum dukung, sok atuh, dihaturin dukungannya siapa tau kakak yang dapat pulsanya. Mayan bisa nambahin beli kuota. π...
...Makasih ya! πππ₯°...
...Happy Reading π₯°ππ₯°...
__ADS_1
...Happy Reading π₯°ππ₯°**...