
Hello! Im an artic!
Setelah bertengkar dengan Tang Song, keesokannya, Tang Rouchu langsung pindah.
Lu Shijin menyuruh Mu Ling untuk pergi menjemputnya, sebelum pergi, Tang Rouchu dengan tak rela melihat rumah ini untuk terakhir kali, hatinya terasa pedih.
Hello! Im an artic!
Bagaimanapun, ini adalah tempat ia tinggal selama 20 tahun lebih, sebenarnya ia juga tak rela pegi.
Tapi, Tang Rouchu juga tidak bersedih untuk waktu lama.
Sudah tidak ada hal manis yang bisa dia kenang lagi di rumah ini.
Tempat tinggal Lu Shijin, bernama Long Yu Sheng Jing, terletak di daerah mewah di selatan daerah perkotaan, lingkungannya tenang, indah dan dilengkapi dengan keamanan kelas atas, harga perumahan ini mahal, dan walau kaya pun belum tentu bisa membelinya. Yang bisa tinggal di sini, hampir semuanya adalah orang memiliki kekuasaan dan kekayaan.
Hello! Im an artic!
Ketika Mu Ling membawa Tang Rouchu ke rumah itu, Lu Shijin juga sedang berada di rumah.
Hari ini ia mengenakan jas berwarna biru tua, jas itu dikerjakan dengan begitu teliti, garis yang sederhana, ditambah dengan dasi indahnya itu, membuat ia terlihat sangat berwibawa dan elegan. Kedua bola mata hitam itu, memancarkan aura yang dingin, membuat orang tidak berani mendekatinya.
Tang Rouchu tiba-tiba tersadar, pria ini seperti bukan manusia, kapanpun ia terus memancarkan aura yang begitu menggoda.
“Barang-barang kamu hanya ini saja?”
Lu Shijin berjalan ke depannya, kemudian menunjuk ke arah tiga kopernya itu dan bertanya.
Tang Rouchu baru sadar dan tersenyum, “Apakah terlalu sedikit?”
__ADS_1
“Rumah ini cukup besar, barang-barang kamu ini memang sangat sedikit. Tapi tidak masalah, jika kamu membutuhkan sesuatu, aku bisa menyediakannya untukmu.”
Lu Shijin kemudian memanggil pembantu dan menyuruhnya membawa koper Tang Rouchu ke lantai atas, kemudian menatap Rouchu dari atas sampai bawah, dan sedikit mengerutkan keningnya, “Kenapa kamu kelihatan lelah? Apa kamu kurang tidur?”
Tang Rouchu sedikit tercengang, dia kemudian mengangguk jujur, “Aku tidak bisa tidur nyenyak.”
Hatinya sangat kecewa, mana bisa ia tidur dengan nyenyak?
Lu Shijin menatapnya dengan dalam, seperti tahu dia bahwa ia sedanh menderita, pria itu mengulurkan tangannya dan membelai pipi Rouchu, “Mulai sekarang, ada aku disampingmu, tidak ada orang yang akan mengganggumu lagi.”
Telapak tangannya besar, membawa sebuah kehangatan dan rasa aman yang bisa dipercaya.
Tang Rouchu kemudian tersenyum, “Aku percaya padamu.”
“Mau naik ke atas dan melihat kamarmu?” Lu Shijin menarik kembali tangannya, di dalam matanya terdapat pancaran yang susah ditebak oleh orang.
Tang Rouchu kemudian mengangguk, “Baiklah.”
Tang Rouchu melihat sekeliling dan menyadari ruangan ini sepertinya didekorasi ulang, selain barang-barang yang lebih baru, sepertinya ada penambahan beberapa barang yang diperlukan wanita, lemari bajunya juga sudah kosong setengahnya, sepertinya sudah disediakan untuknya.
“Apakah kamu puas?”
Ketika Tang Rouchu sedang melihat sekeliling, Lu Shijin memanfaatkan waktunya untuk menuangkan 2 gelas anggur merah, dan memberikan satu gelas kepada dirinya.
Tang Rouchu menerima gelasnya, tiba-tiba telinga dan wajahnya memerah, “Ini…adalah kamar kita berdua?”
“Tentu saja, kita sudah menikah!” Lu Shijin menjawab dengan alami sambil minum anggur merahnya.
Wajah Tang Rouchu semakin memerah, kemudian dia melirik ke arah ranjang besar itu.
__ADS_1
Ranjang untuk dua orang, spreinya juga diganti yang baru, sepertinya kamar ini didekor dengan segenap hati, di atasnya masih ada tulisan selamat menikah yang dihiasi dengan kelopak bunga, kelihatan tidak berlebihan, tapi malah membawa sedikit keromantisan.
Tang Rouchu mengira Lu Shijin akan membawanya melihatnya kamar pribadinya sendiri sendiri, tapi seperti ia salah. Pemandangan di depan ini memberitahunya, bahwa mulai sekarang, mereka akan tidur bersama.
Wajah Tang Rouchu semakin panas dan memerah, dia terlihat sangat malu, bahkan leher dengan kulit putihnya itu, juga terlihat sedikit merah.
Lu Shijin melihat kecanggungannya, seketika ikut tersenyum, dan mengangkat dagu Rouchu dengan jari, lalu berkata, “Nona kecil, walaupun aku bilang aku tidak akan menyentuhmu sampai kamu siap, tapi ekspresimu ini benar-benar membuat aku kesulitan menahan diri.”
Suaranya rendah dan dalam, seperti cello, merdu dan menarik.
Napas hangat tiba-tiba menghembus ke wajah, dicampur dengan wangi cologne yang segar dan elegan, hormon-hormon yang kuat menyelimuti pria itu, penuh pesona dan seksi.
Detak jantung Tang Rouchu berhenti sedetik, seluruh tubuhnya menjadi sangat tegang.
Tang Rouchu tidak bodoh, tentu saja ia tahu apa maksud Lu Shijin, apalagi setelah melihat api di dalam matanya itu.
Tang Rouchu berusaha menelan ludah, seluruh badannya sangat tegang, dia juga tidak tahu harus beraksi seperti apa.
Melihat ekspresinya, di mata Lu Shijin terbesit niat untuk tertawa, kemudian setelah melihat tatapan penuh kaget Tang Rouchu itu, ia pun melepaskan tangannya, “Jangan tegang, aku mengatakan bahwa aku tidak akan menyentuhmu sebelum kamu siap, aku akan menepati janjiku.”
Mendengar ucapannya, Tang Rouchu juga merasa tenang, di dalam hatinya, ia sangat bersyukur dengan sikap gentleman pria ini.
Hanya saja, mereka sudah menikah, tapi malah Lu Shijin yang terus berkorban, ia menyiapkan makan malam romantis di malam pernikahan mereka, menyiapkan kamar untuknya dengan segenap hati, bahkan baru saja selesai mengurus surat nikah, dia langsung membantunya di kantor…
Rouchu yang terlebih dulu menawarkan diri untuk menikah dengan Lu Shijin, tapi dirinya tidak mengorbankan apapun, dan malah terus menerima kebaikannya.
Ketika memikirkan semua ini, Tang Rouchu kemudian sedikit menggigit bibirnya, dia seperti sedang memutuskan sesuatu, dan tiba-tiba tangannya menarik lengan baju Lu Shijin.
“Hmm?”
__ADS_1
Lu Shijin menatapnya dengan sedikit terkejut, ia melihat Tang Rouchu menundukkan kepalanya,matanya terlihat gugup, dan dengan ragi ia berkata, “Sebenernya, kalau kamu mau, juga…juga tidak apa-apa, kita…kita adalah suami istri, cepat atau lambat juga ….harus…melakukannya, jadi kalau pelan-pelan…mulai…sedikit-sedikit, aku bisa menerimanya…”