
Hello! Im an artic!
“Oh?” Lu Shengyao menaikkan alis karena merasa tertarik, “Kamu takut aku cari wanita lain ya?”
Senyuman Ying Xiaoxiao langsung menjadi kaku, tetapi hanya sesaat saja, kemudian menepuk pundak Lu Shengyao, “Lu Shengyao, aku baru sadar, ternyata kamu adalah orang yang berimajinasi, kamu sudah bisa menjadi penulis skenario.”
Hello! Im an artic!
Karena ditepu terlalu kuat, Lu Shengyao pun menaikkan alis karena merasa sakit, kemudian membuang tangan Ying Xiaoxiao, “Ying Xiaoxiao, bicara ya bicara, buat apa main tangan?”
Tangan Ying Xiaoxiao berhenti di udara, ketika melihat Lu Shengyao tidak senang, dia pun menarik tangannya balik, “Maaf, aku terlalu semangat, terlalu semangat.”
Kemudian bertanya lagi, “Bagaimana? Besok mau berkencan dengan aku?”
Lu Shengyao menggosok pundaknya yang sakit, lalu berkata dengan tidak senang, “Besok pagi jam 9, aku pergi jemput kamu. Ingat berdandan yang cantik ya?”
Hello! Im an artic!
“Masih harus berdandan yang cantik?” Ying Xiaoxiao menggosok dagunya, kemudian matanya tiba-tiba bersinar, apakah Lu Shengyao mau…
Begitu mau bertanya, ternyata Lu Shengyao sudah masuk ke dalam kantor, kemudian “phom”, pintu kantor ditutup.
Dengan menatap pintu yang tertutup, Ying Xiaoxiao memonyongkan bibirnya, memang pria yang susah ditebak!
Terkadang bercanda tanpa mempedulikan kesan diri.
Terkadang susah didekat.
Sungguh manusia yang kontradiksi.
……
Rapat umum pemegang saham Tangshi dimulai pada pagi jam 9 tepat, Gu Ruoruo sudah tiba di kantor sejak pagi, bahkan sudah duduk di posisi utama, sepertinya dia sudah menganggap dirinya sebagai direktur utama yang baru.
Dan para pemegang saham juga sudah dibagi menjadi 2 kubu, kubu kepentingan dan kubu perasaan.
Pemegang saham kubu kepentingan sudah dibeli oleh Gu Ruoruo.
Sedangkan pemegang saham kubu perasaan adalah teman-teman seperjuangan Tang Song.
Gu Ruoruo melihat para pemegang saham yang duduk terbagi 2, hatinya pun semakin yakin.
Pada saat, saham yang di tangan dia sebesr 43%, ditambah dengan saham dari pendukungnya, dia yakin dia pasti akan menang.
__ADS_1
Dia pun tersenyum bangga, dia juga ingin melihat Tang Ruochu membalikkan keadaan ini.
Tetapi…
Begitu melihat seorang kakek tua yang duduk di paling ujung, Tuan Chen.
Bukankah Tuan Chen bersikap netral? Kenapa masih hadir?
Apakah?
Gu Ruoruo mengernyitkan alis, sebelum sempat berpikir, Tang Ruochu pun sudah tiba.
Begitu masuk ruang rapat, Tang Ruochu pun langsung melihat Tuan Chen, dia pun mengangguk dan tersenyum pada Tuan Chen.
Tuan Chen membalas senyuman dengan penuh belas kasih, suasana hati Tang Ruochu yang panik pun menjadi agak tenang.
Gu Ruoruo menangkap interaksi mereka berdua, dia menjadi yakin dengan keraguan dalam hatinya
Pandangan mata Gu Ruoruo berubah menyorot, ternyata Tuan Chen berada di pihak Tang Ruochu.
Ketika merasakan pandangan yang tidak ramah, Tang Ruochu pun membalikkan kepala, begitu melihat Gu Ruoruo, dia pun melengkungkan bibir.
Dia jalan mendekat, kemudian duduk berseberangan dengan Gu Ruoruo, mereka berdua saling menatap dari jauh-jauhan.
Suasana dalam ruang rapat menjadi sangat unik.
Karena sengketa antara kedua kakak adik sudah menjadi rahasia umum, di antara mereka berdua tidak bisa saling menerima dan sama-sama tidak menjadi abu pengorbanan.
Setelah sekian lama, Gu Ruoruo yang duluan membuka suara, “Semuanya sudah hadir, rapat dimulai.”
Ini adalah rapat yang menentukan masa depan Tangshi, semua orang menanggap rapat ini dengan serius.
Gu Ruoruo memindai semua peserta rapat, kemudian mendorong dokumen di tangannya ke depan, “Ini adalah bukti pengalihan saham dari ayah aku, Tang Song, kepada aku, silahkan dicek.”
Jadi, para peserta rapat pun mulai membaca surat pengalihan ekuitas itu.
Para pemegang saham sudah bekerja sama dengan Tang Song selama bertahun-tahun, mereka pun sudah mengenal tulisan dan stempel Tang Song, hampir tidak ada orang yang ragu terhadap dokumen ini.
Tetapi begitu sampai tangan Tuan Chen, Tuan Chen menatap tanda tangannya dengan lama, sampai ada orang yang mengeluarkan suara tidak sabar.
“Tuan Chen, dokumennya asli, jangan dilihat terus.”
“Iya, jangan sia-siakan waktu kami.”
__ADS_1
“Aku paling mengenal tulisan Tang Song, aku yakin dengan keasliannya.
Tang Ruochu melihat orang-orang yang tidak sabar itu. Iya, betul sekali, semuanya adalah pendukung Gu Ruoguo.
Kemudian sengaja melihat Gu Ruoruo lagi, ternyata Gu Ruoruo sangat tenang, tidak merasa kewalahan sama sekali.
Cukup stabil!
Dia pun tertawa dingin dalam hati, kemudian mengalihkan pandangan kepada Tuan Chen, terlihat Tuan Chen menutup dokumennya dan berkata dengan suara rendah, “Tanda tangannya palsu.”
Dia memandang Gu Ruoruo dengan pandangan yang tegas, “Nona Gu, memalsukan dokumen adalah pelanggaran hukum.”
Gu Ruoruo tertawa pelan, “Tuan Chen, anda sudah berusia, wajar saja kalau salah lihat, karena sudah rabun tua. Aku tidak ingin berdebat masalah tanda tangan dengan anda.”
Usai berkata, dia menyuruh orang di sampingnya untuk mengambil dokumennya kembali.
Tetapi Tuan Chen adalah orang yang keras, dia mengerat dokumennya dan berkata dengan penuh emosional, “Aku tidak rabun, mana mungkin aku tidak mengenal tulisan A Song.”
Tang Ruochu melihat Gu Ruoruo memberikan isyarat mata kepada orang yang datang mengambil dokumen.
Dia khawatir dengan Tuan Chen, dia segera mendekat, lalu membisik kepada Tuan Chen, “Paman Chen, aku juga tahu dokumen ini palsu, tetapi kita tidak punya bukti, kita harus bersikap tenang dulu. Jika kita memenangkan pertarungan hari ini, kita pun bisa mempunyai kesempatan untuk membuktikan kepalsuan dokumen ini.”
Tuan Chen membalikkan kepala dengan heran, sepertinya dia terkaget dengan Tang Ruochu yang telah mengetahui kepalsuan dokumen.
Tang Ruochu mengangguk pelan, Tuan Chen pun paham, kemudian mengembalikan dokumennya.
Gu Ruoruo tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Tang Ruochu kepada Tuan Chen, hatinya pun mulai merasa tidak tenang.
Dia harus segera menjalankan rapat ini, dia harus menstabilkan posisi direktur utama Tangshi, supaya hatinya bisa tenang.
Jadi, dia mengencangkan suaranya, “Kalian semua tahu bahwa ayah aku dalam keadaan koma, bahkan dokter juga tidak tahu kapan pastinya ayah aku bisa sadar kembali. Jadi, demi perkembangan Tangshi, aku sarankan pemilihan ulang direktur utama baru untuk menjalankan operasional perusahaan hingga ayah aku siuman. Bagaimana dengan pendapat kalian?”
“Dirut Tang sakit parah, kami merasa sangat sedih, tetapi kami juga khawatir dengan jerih payah Tangshi selama ini akan hangus. Jadi, aku setuju dengan pendapat Nona, kita pilih direktur utama yang baru.”
“Iya, iya.”
Yang lainnya juga mendukung.
Tang Ruochu tidak bersuara, bibirnya terus tersenyum.
Dia mau membuat Gu Ruoruo merasa kemenangan di depan mata.
Kemudian, setelah sudah mau mencapai puncak, tiba-tiba, “phiak”, langsung terjun bebas.
__ADS_1
Akibatnya akan sangat mengerikan.
Tang Ruochu menantikan kejadian itu menjadi kenyataan.