
Hello! Im an artic!
Lu Shengyao yang bergetar, langsung meminta maaf, “Baiklah, aku bersalah. Kakak ipar, kamu tenang saja, aku sudah bicara dengan dokter di sini, dan mereka menjamin kamu tidak akan memiliki bekas luka sama sekali. Dan juga aku akan membalaskan dendam pada orang yang menabrakmu itu untukmu, aku akan membuat dia menderita.”
Tang Ruochu tercengang, “Apakah kalian sudah tahu siapa yang menabrakku?”
Hello! Im an artic!
Lu Shengyao mengangguk, “Tentu saja, di sekitar rumah kalian ada cctv, hanya perlu periksa saja kita sudah langsung tahu siapa yang menabrakmu.”
Ekspresi Tang Ruochu kemudian menjadi suram.
Kekejaman Gu Ruoruo benar-benar diluar dugaan, kalau bukan reaksinya cepat, mungkin ia sudah ditabrak sampai mati.
Teringat kejadian itu, Tang Ruochu masih merasa sedikit takut.
Hello! Im an artic!
Lu Shijin yang melihat ekspresinya, merasa sedikit kesedihan, dengan cepat bertanya, “Istriku, apakah kamu bisa memberitahuku, apa yang terjadi hari ini?”
Dia tahu ketika Rouchu pulang ke rumah keluarga Tang, pasti terjadi sesuatu.
Tang Ruochu mengangguk, tanpa menyembunyikan apapun, ia menceritakan, “Wanita itu menginkan 20% saham dari Tangshi Grup, tapi karena pewaris Tangshi Grup adalah diriku, jadi mereka harus mendapatkan persetujuan untuk bisa mendapatkan saham itu. Tapi aku menolak memberikannya, dia mungkin tidak senang, dan sengaja menabrakku.”
“Benar-benar wanita kejam! Merebut tunangan orang, dan sekarang merebut harta warisan, bahkan nyawamu juga ingin direbut olehnya. Ini pertama kalinya dalam hidupku melihat wanita yang begitu menakutkan.”
Lu Shengyao berkata dengan terkejut.
Tatapan Lu Shijin juga lebih menakutkan, “Kamu tenang saja, orang yang melukaimu, tidak akan aku lepas begitu saja.”
…
Setelah Tang Ruochu ditabrak, ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit selama 2 hari, setelah dokter memastikan tidak ada masalah pada dirinya, barulah Lu Shijin membawanya pulang untuk istirahat.
Di malam hari, saat Tang Ruochu hendak mandi, Lu Shijin menariknya untuk duduk di atas pahanya, dengan lembut berkata, “Kata dokter, lukamu tidak boleh kena air.”
“Aku…aku akan hati-hati.”
Wajah Tang Ruochu sedikit memerah, sedikit canggung karena posisi duduk ini.
Ekspresi Lu Shijin tetap tenang, “Kalau begitu biarkan aku membantumu mandi.”
__ADS_1
Selesai berkata, dia langsung menggendong Rouchu, berdiri dari sofa, dan berjalan ke arah kamar mandi.
Tang Ruochu memeluk lehernya dengan kedua tangan, kemudian matanya membesar, “Tidak, tidak pelu, aku bisa mandi sendiri.”
Tapi Lu Shijin mana mungkin membiarkannya?
Dia langsung menggendong wanita itu ke dalam kamar mandi, dan mulai mengatur suhu air dan mengisi bak air untuknya.
Tang Ruochu langsung menjadi gugup , hatinya penuh dengan ketegangan.
Walaupun setiap inchi tubuhnya sudah pernah dilihat oleh pria itu, tapi mereka berdua belum sampai tahap seintim itu, sekarang pria ini malah bilang mengatakan bahwa ia ingin memandikannya.
Tidak bisa!
Ketika Tang Ruochu membayangkannya pria ini memandikannya, dia benar-benar sangat malu dan berharap bumi menelannya.
“Jangan takut, aku akan berhati-hati, dan tidak akan membuatmu kesakitan.”Lu Shijin sudah selesai mengisi air, kemudian tersenyum kepadanya.
Wajah Tang Ruochu memerah, seluruh kakinya menjadi tegang, dan iaberkata, “Aku benar-benar bisa melakukannya sendiri…” Baru selesai berkata, karena lantainya licin, dia langsung terhuyung ke belakang.
“Berdiri saja tidak bisa, mana mungkin bisa mandi sendiri?”
Lu Shijin memegangnya, dan memeluknya, suaranya terdengar sedikit geli.
Tapi sebelum ia sempat mengucapkan apapun, Lu shijin sudah mulai membuka kancing bajunya.
Tang Ruochu yang terkejut, terus menatap jari pria itu, kedua pipinya memerah, ia tidak berani melihat wajah Lu Shijin.
Melihat Rouchu gemetaran, Lu Shijin berkata dengan pelan, “Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apapun kepadamu.” .
Tang Ruochu menggigit bibir bawah, dan mengangguk, “Aku mengerti.”
Dia hanya sedikit tegang, makanya dirinya gemetaran.
“…”
Melihat ekspresinya yang malu itu, Lu Shijin menyipitkan matanya, setelah melepaskan semua kancing pakaian Rouchu, dia berkata dengan suara agak serak, “Angkat tanganmu.”
Tang Ruochu kemudian mengangkat tangannya, dan membiarkan pria itu melepas bajunya.
Dengan cepat, di tubuhnya hanya tersisa pakaian dalam yang tipis, dada indah dan perut yang rata itu, terlihat begitu menggoda.
__ADS_1
Lu Shijin menyipitkan matanya, setelah terdiam sesaat, dia kemudian melepaskan kancing pakaian dalamnya dari belakang.
Dan setelah kancing itu terlepas, dada indahnya terlihat jelas.
Lu Shijin juga mulai merasa panas.
Ruangan kamar mandi memang tidak besar, ditambah uap dari air, membuat pandangannya menjadi buram, dan Tang Ruochu yang lekuk tubuhnya terlihat buram itu sangatlah menggoda dimatanya.
Lu Shijin menarik nafas dalam-dalam, berusaha menahan nafsu yang muncul dari dalam hatinya, dan mulai menggosok tubuh Tang Ruochu.
Gerakannya sangat lembut, seperti takut membuat Rouchu kesakitan, ia sangat fokus.
Tang Ruochu sangat tegang, dia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya.
Dia bahkan lupa bernafas…
Untungnya, gerakan Lu Shijin sangat cepat, dengan cepat dia membersihkan tubuh Rouchu, dan mengambil handuk untuk menutup tubuhnya.
Tang Ruochu menggenggam erat handuknya, dan menatap Lu Shijin dengan wajah memerah.
Pria di depannya, wajahnya sudah tidak setenang tadi.
Api nafsu membara di dalam matanya, wajahnya kelihatan menahan diri , kedua tangan yang bersiap mengeringkan tubuh Rouchu.
“Kalau tidak, biar aku sendiri saja, aku bisa sendiri.” Tang Ruochu berkata dengan pelan, suaranya sangat kecil dan manja, nada yang enak didengar itu, membuat darah Lu Shijin semakin mendidih.
Lu Shijin hampir tidak bisa mengontrol diri, dan menjilati batang telinganya, kemudian dengan suara serak ia berkata, “Kalau bukan karena kamu terluka, aku akan menciummu dengan dalam, sampai kamu tidak bisa bernafas.”
Sambil berkata, tanpa menunggu reaksi Tang Ruochu, pria itu langsung keluar dari kamar mandi, meninggalkan Tang Ruochu seorang.
Seluruh energi di tubuhnya seperti tersedot habis, dia bersandar lemas di dinding, detak jantungnya terasa sangat cepat, seperti akan meledak.
Dia menutupi dadanya dengan terburu-buru, dan terus menarik nafas dalam-dalam, setelah sejenak, dia baru merasa tenang kembali.
Tang Ruochu dengan cepat mengeringkan tubuhnya, tapi ia tidak sengaja membuat lukanya basah, setelah keluar, perban di kakinya sudah memerah karena darah.
Lu Shijin sudah menahan nafsunya sebisa mungkin, melihat lukanya terkena air, dia langsung mengambil kotak p3k dan membantu Rouchu menganti perbannya.
Karena takut dia kesakitan, saat menggati perbannya, Lu Shijin tidak lupa meniup luka Tang Rouchu dengan perlahan.
Tang Ruochu merasa sangat tersentuh dan terhar karena perlakuan suaminya yang begitu lembut.
__ADS_1
Pria ini, padahal ekspresinya begitu dingin, tapi selalu memberikan kelembutan untuknya.
Sepertinya dia semakin tidak bisa menjauh darinya lagi…