
Hello! Im an artic!
Tang Rouchu tidak tahu dirinya sudah dibenci mati-matian oleh Gu Ruoruo, tapi walaupun tahu, dia juga tidak peduli, karena kebenciannya pada Gu Ruoruo snagat amat dalam..
Setelah keluar dari aula acara, Tang Rouchu tidak berlama-lama, ia langsung berjalan keluar untuk mencari taksi dan pulang ke rumah Lu Shijin.
Hello! Im an artic!
Malam ini, dia sudah cukup lelah menerima semua tatapan dingin itu. Tiba-tiba dia malah teringat Lu Shijin.
Walaupun pria itu dingin, tapi ia bisa dengan mudah mengusir semua kekecewaan di dalam hati Tang Rouchu dan membuatnya merasa hangat.
Tang Rouchu yang sedang tenggelam dalam pikirannya, dia tidak sadar dari jauh, ada seseorang yang sedang menghampirinya.
“Istriku!”
Hello! Im an artic!
Pria itu memanggilnya pelan, suaranya di malam hari terdengar segar.
Tang Rouchu terkejut, dan langsung melihatnya.
Pria itu berdiri di lampu jalan yang tidak jauh darinya, ia memakai jas berwarna hitam, auranya sangat elegan, di bawah pemandangan malam, dirinya terlihat sangat tampan dan menggoda.
“Shijin?”
Ketika melihat jelas yang berdiri di bawah lampu itu, Tang Rouchu sedikit kaget, tapi ia sangat senang.
Dia baru saja memikirkannya, pria ini sudah langsung muncul di hadapannya!
Tidak tahu kenapa, ketika melihat Lu Shijin, hatinya yang tidak tenang itu, dengan ajaib kembali ketenangan.
“Kenapa kamu di sini?” Tanyanya sambil berjalan ke arah Shijin.
“Menjemputmu pulang.”
Satu tangan pria itu dimasukkan ke dalam saku celana, sudut bibirnya tersenyum halus.
__ADS_1
Tang Rouchu tiba-tiba merasa dadanya nyeri, ia ingin sekali memeluk pria itu sekarang.
“Aku…bolehkah aku memelukmu sebentar?”
Dia mengangkat kepala dan menatap Lu Shijin, matanya terlihat penuh emosi sedih, seperti seekor anak anjing yang ditindas yang membutuhkan tuannya.
Lu Shijin terkejut, lalu dengan cepat mengangguk dan membuka kedua lengannya untuk wanita itu.
Tang Rouchu langsung masuk ke dalam pelukannya, kedua tangannya dengan erat memeluk pinggang Lu Shijin, pipinya menempel di dadanya.
Aroma khas Lu Shijin langsung menyelimutinya, detak jantung yang kuat itu, terdengar di telinganya, suara detak jantung itu membuatnya merasa lebih tenang.
Lu Shijin memeluknya dengan lembut, telapaknya itu membelai halus rambut panjang Tang Rouchu, “Kamu sudah memenangkan perang ini, kenapa masih sedih?”
Tang Rouchu menggelengkan kepalanya, “Aku tidak sedih, aku hanya merasa ini semua tidak adil bagiku.”
Tiba-tiba Tang Rouchu menyadari sesuatu, dia mengangkat kepalanya, sambil bertanya, “Bagaimana kamu tahu aku telah memenangkan perangnya?”
Lu Shijin menekan kembali kepala wanita itu ke dada,nya “Di Beining, tidak ada hal yang tidak aku ketahui.”
“Iya.” Lu Shijin bicara dengan lembut, tapi hati Tang Rouchu malah bergetar, dia tiba-tiba merasa sebuah kehangatan masuk ke dadanya.
Pantas saja!
Pantas saja dia menunggunya di sini, pantas saja dia berpakaian seperti ini!
“Kalau begitu, kamu juga yang memanggil Zhao Fan?”
Dia dengan cepat menangkap poin utamanya.
“Ini sudah merupakan tindakanku yang paling sabar.” Lu Shijin mengakuinya, suaranya menjadi lebih dingin.
“Terima kasih!” Ucap Tang Rouchu dengan terharu.
Baginya, acara ini adalah sebuah penyiksaan, Gu Ruoruo memang berniat jahat, membuat semua orang salah paham padanya, memarahinya, dan Tang Rouchu hanya bisa bersikap tegar saja.
Kalau bukan karena Zhao Fan tiba-tiba muncul dan menjadi saksinya, mungkin dia akan semakin dipermalukan.
__ADS_1
Ia memang memenangkan perang ini, tapi hatinya juga lelah, dan setelah melihat Lu Shijin, sekarang ia merasa lebih tenang.
“Aku sudah bilang, selama aku disampingmu, tidak ada orang yang bisa mengganggumu.”
Dia mendorong Tang Rouchu lembut dari pelukannya, Lu Shijin kemudian memegang pipinya, gerakannya sangat lembut, “Hanya saja, hari ini kamu langsung berhadapan dengan Gu Ruoruo, pengorbananmu terlalu besar, kamu memang berhasil melukai lawanmu tapi kamu juga melukai dirimu sendiri, ini tidak sepadan. Lain kali, biarkan aku saja yang mengurusnya.”
“Apa yang akan kamu lakukan?” Tang Rouchu mengedipkan mata, dan bertanya dengan penasaran.
“Aku akan membuat mereka tidak bisa bangkit lagi selamanya!” Ketika mengatakan inii, tatapan Lu Shijin setajam pisau, ekspresinya juga sangat dingin, seperti seorang kaisar dingin yang berkuasa di dunia.
Melihat ekspresinya, Tang Rouchu bisa memastikan, dia tidak bercanda.
Tapi dia tetap tersenyum sambil menggelengkan kepala , “Walaupun aku juga berpikir seperti itu, tapi sementara ini jangan dulu, ini hanya permulaan, kalau kita langsung membasmi musuh, kita tidak akan puas dengan kemenangan kita, kita harus pelan-pelan menyiksanya. Ji Yinfeng dan Gu Ruoruo…Aku ingin mereka mengembalikan semua yang mereka ambil, yang besar, yang kecil, semuanya!”
Tang Rouchu berkata dengan tegas, bahkan Lu Shijin bisa mendengar ketegasan di dalam nadanya.
Dia terus menatapnya, sambil berpikir, kemudian terpaksa menyetujuinya, “Aku akan mengikuti keinginan istriku.”
“Kalau begitu lain kali kamu jangan maju, aku ingin berhadapan dengan mereka sendiri.” Tang Rouchu mengajukan syarat lagi
Kali ini Lu Shijin tidak begitu cepat mengiyakan, “Tergantung kondisi.”
Kalau kondisinya seperti hari ini, dia tidak akan diam saja.
“Lain kali aku akan lebih hati-hati, kejadian hari ini adalah sebuah pelajaran bagiku.”
Tang Rouchu mengacungkan 3 jarinya dan berjanji kepadanya.
Lu Shijin tidak langsung setuju dengan Tang Rouchu, malah dia menarik Tang Rouchu ke arah mobil di pinggir jalan, dan mengatakan, “Nanti baru kita bicarakan lagi, sudah saatnya pulang, dibandingkan membicarakan ini, aku lebih tertarik dengan hadiah terima kasih darimu.”
Tang Rouchu tentu tidak mengerti maksudnya, smabil duudk di samping Lu Shijin, ia bertanya , “Hadiah apa?”
“Hadiah karena aku membantumu. Tadi kamu sudah berterima kasih padaku, tapi hanya dengan ucapan, aku lebih suka tindakan nyata.” Lu Shijin memiringkan wajahnya, bicara dengan pelan, jari panjangnya itu menyentuh bibir Tang Rouchu, dengan perpelan membelai bibirnya, tatapannya penuh dengan hawa nafsu, menyampaikan niatnya dengan jelas.
Setelah mencicipi rasa wanita ini sekali, Lu Shijin kecanduan dengan rasa wanita ini!
Hadiah hanyalah sebuah alasan, niat utamanya adalah… ia ingin mencium Tang Rouchu!
__ADS_1