
Hello! Im an artic!
Suasana di dalam mobil seketika menjadi sedikit aneh.
Di depan, Mu Ling yang sedang menyetir, bahunya terus menerus bergetar-getar, seperti sudah tidak bisa menahan tawanya.
Hello! Im an artic!
Kalau bukan karena Lu Shijin melototnya lewat kaca belakang dan memperingatinya, mungkin tawanya sudah lepas.
Kedua pipi Tang Rouchu benar-benar merah, bahkan leher indahnya itu terlihat berwarna merah muda.
Tatapan Lu Shijin menjadi lebih dalam, “Kamu tenang saja, aku tidak suka memanfaatkan orang lain. Sebelum kamu sendiri siap, aku tidak akan menyentuhmu.”
Ia mengucapkan ini untuk menghilangkan kecanggungan Rouchu, ini juga merupakan sebuah janji yang akan ia tepati pada wanota itu.
Hello! Im an artic!
Setelah mendengarnya, Tang Rouchu menghela nafas.
Dia menatap Lu Shijin dengan penuh rasa terima kasih, ia tiba-tiba merasa, memilih menikah dengan pria ini, sepertinya adalah bukanlah sebuah piliha yang buruk.
Lu Shijin adalah pria sejati, kalau ia mengatakan bahwa ia tidak akan menyentuhnya, maka ia benar-benar tidak akan menyentuhnya!
Sifat Lu Shijin-lah yang membuat Tang Rouchu percaya padanya.
Dia berbeda dengan Ji Yinfeng.
Ji Yinfeng termasuk orang yang tidak akan menepati janjinya, padahal sebelumnya ia berjanji tidak akan menyentuhnya sebelum mereka menikah, tapi malah sering memberikan kode bahwa ia ingin tidur dengannya.
Lu Shijin sangat berbeda, padahal dia memiliki hak untuk menyentuhnya, tapi dia malah berjanji untuk tidak akan memaksanya, dan bahkan memberikan waktu padanya hingga ia bersiap.
Tang Rouchu merasa sangat senang dan beruntung telahmenikah dengannya.
“Terima kasih, Presiden Lu!”
“Kamu tidak perlu sungkan.”
__ADS_1
Di sela pembicaraan mereka, mobil berhenti, Lu Shijin melihat ke arah luar jendela, “Kita sudah sampai.”
Tang Rouchu juga ikut keluar, dan sempat terkejut sesaat.
Mobil berhenti di depan restoran yang bernama ‘YinHe Zhi Hai.’
Tempat ini berada di pinggiran kota, restoran ini berdiri di area gunung, sangat luas, di sekelilingnya juga banyak sekali hotel dan villa, pemandangannya pun sangat indah. Interior di dalam restoran ini sangat mewah dan indah, dan di belakang juga ada sebuah balkon besar, ketika para tamu menikmati hidangan, mereka bisa menikmati pemandangan malam hari di kota, dan melihat bintang-bintang di langit.
Karena itu, ‘YinHe Zhi Hai’ sangat terkenal di Kota Beining, untuk makan disini, pelanggan perlu melakukan reservasi dari 1 bulan sebelumnya, tempat ini adalah tempat yang sering dimasuki oleh orang kaya.
“Ayo masuk.”
Entah kapan Lu Shijin turun dari mobil, dia sudah berjalan ke arah pintu mobil tempat Tang Rouchu duduk dan membantunya untuk membuka pintu dengan elegan.
Tang Rouchu menundukkan kepalanya sambil berjalan keluar, kemudian dia berkata, “Seharusnya kamu memberitahuku bahwa kita akan ke sini, agar aku bisa mengganti pakaianku dulu.”
Lu Shijin melihatnya sekilas, lalu berkata dengan tenang, “Kamu sudah memiliki kecantikan alami, Memakai pakaian apapun akan tetap terlihat cantik, dengan pakaian seperti ini saja kamu sudah sangat cantik. ”
Ucapannya memang benar.
Tang Rouchu mempunya kecantikan yang alami, auranya membawa ketegasan yang kuat, penampilannya elegan dan segar, ditambah postur tubuh yang proposional, dan cara berpakaian yang bagus, walaupun mengenakan pakaian kerja, tapi ia tetap terlihat sangat menarik.
Ini adalah pertama kalinya dia tersenyum tulus setelah melewati kejadian itu.
Lu Shijin juga kaget, dia kaget pada dirinya sendiri, setelah menikah, ia baru menyadari bahwa ia ternyata berbakat dalam memuji orang!
Untung, hanya ada mereka berdua saja, kalau sampai teman-temannya mengetahui bakatnya ini, mereka semua pasti akan sangat kaget!
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam restoran, Lu Shijin sudah mereservasi tempat duduk yang ada di balkon dan balkon itu sudah didekor dengan sangat teliti.
Setelah duduk, koki dari restoran langsung mendorong kereta makanan berisi makanan pesanan mereka, kemudian ada beberapa pemain biola yang berbaris rapi, dan mulai memainkan lagu yang indahr.
Bunga segar, lilin, anggur merah, musik, semua lengkap di atas meja, sangat romantis.
Di bawah suasana ini, Tang Rouchu menyadari bahwa kesulitan, rasa sakit, dan kesedihan yang diderita sejak siang hari ini, secara tidak sadar memudar, dan dia juga merasa sangat terkejut akan hal ini.
“Apakah makanan disini cocok dengan seleramu?” sambil menikmati makan malamnya, Lu Shijin tiba-tiba bertanya kepada Tang Rouchu.
__ADS_1
Tang Rouchu mengunyah daging sapi sambil mengangguk, “Sangat cocok dengan seleraku. Foie gras, borscht, steak asap gaya Eropa, hidangan penutup dengan rasa vanilla, semuanya adalah makanan kesukaan…” Dia berhenti sejenak, kemudian dengan kaget melihat ke arah Lu Shijin, “Semua ini…kamu yang memesan semua ini?”
Lu Shijin juga menatapnya, lalu berkata, “Tak dulit bagiku untuk mengetahui sesuatu.”
Tang Rouchu terdiam, dia tidak bisa mengatakan apapun.
Dia tidak pernah menyangka, seorang pria yang sangat tinggi di atas, dan susah didekati, ternyata begitu perhatian, bahkan dia juga tahu semua makanan yang Rouchu sukai.
Ji Yinfeng sama sekali tidak pernah melakukan ini, dia tidak pernah ingat makanan apa yang Rouchu sukai, pakaian apa yang dia sukai, film apa yang sukaia tonton.
Tapi Lu Shijin melakukan semua ini!
Tang Rouchu tidak bisa menjelaskan perasaan di dalam hatinya.
Yang satu adalah pria yang ia cintai seutuhnya, tapi pria itu malah menginjaknya dengan sekuat tenaga, menghancurkannya.
Yang satu adalah suami yang baru dia kenal tak sampai 1 hari, tapi malah melakukan sesuatu yang tidak bisa Ji Yinfeng lakukan seumur hidupnya.
Tang Rouchu tiba-tiba meyadari hal baru tentang Lu Shijin.
Pria ini, mungkin tidak sedingin kelihatannya, kebalikannya, dia ternyata sangatlah perhatian. Ia mengetahui ini karena pria ini berjanji untuk tidak akan menyentuhnya, ia juga memesan makanan kesukaannya… Dari ini sudah terlihat jelas, Lu Shijin adalah pria yang sangat perhatian.
Tang Rouchu bahkan curiga, kemunculannya sore tadi di Shirui, adalah demi membantunya.
Memikirkan ini, hati Tang Rouchu langsung merasa hangat, “Presiden Lu, terima kasih!”
Lu Shijin mengerutkan keningnya, dia sedikit tidak nyaman mendengar panggilannya itu, “Tidak masalah, tapi paling tidak, tolong ganti nama panggilanmu padaku.”
“Uuh…menjadi apa?”
Tang Rouchu terbengong seketika.
“Nama, kamu boleh mencoba memanggil namaku.” Dia menyarankan dengan baik hati.
Tang Rouchu mengedipkan matanya, setelah berpikir sejenak, “Shijin?”
“Tidak cukup mesra, tapi, aku akan membiarkanmu membiasakan diri dengan perlahan.”
__ADS_1
Lu Shijin memberikan sebuah ekspresi yang puas.