
Hello! Im an artic!
Saat sore, saat waktunya pulang kerja, Tang Ruochu turun dari kantor bersama Song Anyi.
Mereka berpisah di pintu depan, sebelum pergi, Song Anyi menatap ke arahnya dengan khawatir, “Rouchu, Apakah kamu mau menginap saja di tempat aku untuk beberapa hari kedepan?”
Hello! Im an artic!
Dia benar-benar tidak tenang kalau Tang Rouchu pulang, dia tinggal di satu atap dengan Gu Ruoruo, jadi pasti mereka akan bertemu, berdasarkan sifat tak tahu malu Gu Ruoruo, ia pasti akan melakukan sesuatu pada Tang Rouchu lagi.
Tang Rouchu tentu mengerti kekhawatiran teman baiknnya ini, hatinya juga ikut terharu.
“Anyi, terima kasih atas niat baikmu, tapi, aku bisa menghadapinya.”
Dia sama sekali tidak takut pada Gu Ruoruo.
Hello! Im an artic!
Lagi pula, dia sudah berjanji kepada Lu Shijin, bahwa dirinya akan tinggal bersamanya, jadi, dia harus pulang untuk bersiap-siap.
“Tapi…”
Song Anyi hendak mengatakan sesuatu, tapi ketika melihat ketegasan di wajah Tang Rouchu, dia terpaksa menghela nafas dan berkata, “Baiklah, kalau kamu sudah memutuskannya, aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi kamu harus berjanji, kalau ada masalah, kamu harus langsung meneleponku , mengerti?”
“Mengerti.”
“Kalau begitu aku pergi dulu, kamu hati-hati di jalan.”
“Iya, kamu juga.”
Setelah berpamitan dengan Song Anyi, Tang Rouchu juga tak menunggu lama, dia membalikkan badannya dan bersiap pergi.
__ADS_1
Tapi baru beberapa langkah, sebuah Maybach mewah tiba-tiba melaju dari belakang dan berhenti di sampingnya.
Pintu mobil terbuka, Mu Ling turun dari mobil, dengan wajah penuh hormat berkata kepada Tang Rouchu , “Nyonya, Presiden meminta anda untuk masuk ke mobil.”
Tang Rouchu terkejut, dia kemudian mengikuti arahan Mu Ling.
Saat ia berdiri di smaping mobil, dia melihat Lu Shijin duduk dengan elegan di mobil, tatapan yang gelap itu melihatnya lewat jendela mobil, ekspresinya terlihat sedikit malas dan santai.
Tang Rouchu mengangguk, naik ke atas mobil, kemudian duduk di samping Lu Shijin, dan berkatata, “Presiden Lu bukannya tadi sudah pulang?”
Satu jam sebelumnya, dia datang ke ShiRui, tak berlama-lama, selesai menyelesaikan urusannya, ia pun pergi.
Tang Rouchu mengira ia sudah pergi dari tadi, tapi ternyata ia masih di sini.
“Belum, aku menunggumu.”
Lu Shijin meliriknya sebentar. Dari ucapannya, sepertinya ia sudah menunggu sangat lama.
Tang Rouchu merasa sangat kaget.
“Uhh…ada apa?” Tang Rouchu bertanya dengan tergesa-gesa.
“Tidak ada, hanya ingin menanyakan kepada Nona, ini malam pertama pernikahan kita, bagaimana pemikiran kamu terhadap malam pertama kita sebagai sepasang suami istri.”
Nada bicara Lu Shijin sangat tenang seakan sedang menanyakan cuaca, tapi ini malah membuat orang yang mendengarnya cukup kaget.
Tang Rouchu juga tersedak karena pertanyaannya itu, “Pe…pemikiran ap? Aku tidak memiliki pemikiran apapun, kenapa tiba-tiba menanyakan hal ini?”
Mereka menikah hanya karena saling membutuhkan saja. Pria ini membutuhkan sebuah pernikahan untuk menjawab kegelisahan keluarganya, dan kebetulan Tang Rouchu juga ingin mencari orang untuk menikah dengannya.
Tidak ada cinta di antara mereka berdua. Jadi, jadi ia sama sekali tidak memiliki pemikiran apapaun mengenai malam pertama mereka, dia juga mengira Lu Shijin juga akan memiliki pemikiran sepertinya.
__ADS_1
….Paling tidak, sampai sebelum ia mengajukan pertanyaa ini, Ruochu mengira begitu!
“Kita sudah susah payah menikah, jadi pada malam pertama kita ini, menurut aku, kita tidak boleh meninggalkan sedikitpun penyesalan.”
Lu Shijin menatapnya dengan datar, di sepasang mata yang begitu tenang, tiba-tiba terbesit sedikit tatapan jahil.
“Apa maksud perkataanmu?” Tang Rouchu menatapnya dengan tidak tenang.
Walaupun ia sudah berjanji padanya, akan menjadi istri yang baik, tapi maksudnya bukanlah melakukan tanggung jawab seorang istri di dalam kamar, Apakah dia salah paham?
“Menurutmu?”
Lu Shijin terlihat tersenyum kecil, di dalam sepasang mata gelapnya itu, tiba-tiba muncul api.
Detak jantung Tang Rouchu sempat berhenti satu detik, dengan panik berkata, “Aku…aku mana tahu? Dan Presiden Lu, aku tidak menyangka, kamu ternyata tertarik pada malam pertama kita.”
Lu Shijin mengangkat bahunya, dengan bibir tipis itu, dia berkata dengan tenang, “Mencari tahu hal baru adalah hobi aku, walaupun pernikahan kita hanya pernikahan di atas kertas saja, tapi aku tidak berharap malam pertama kita ini dilalui dengan biasa saja…paling tidak, kita harus merayakan dengan makan malam.”
“Glek glek——”
Tang Rouchu tiba-tiba tersedak oleh air liurnya, sambil batuk tanpa henti dia berkata, “Kamu… Yang kamu maksud tanpa penyesalan itu, apakah maksudmu adalah makan malam?”
“Tentu saja! Apakah maksudmu bukan seperti itu? Atau kamu lebih ingin menggunakan cara lain selayaknya pengantin biasannya untuk melewati malam pertama kita?”
Lu Shijin menatapnya, kedua mata yang gelap itu, terlihat penuh kejahilan.
Aetelah mendengar ucapan pria itu, kedua pipi Tang Rouchu langungmemerah, seperti terbakar oleh api, ia langsung merasa malu, dia ingin sekali menggali sebuah lubang, masuk ke lubang itu dan bersembunyi disana.
Benar-benar memalukan sekali!
Dari awal, Lu Shijin tidak pernah bermaksud untuk menyuruhnya menjalankan tanggung jawabnya sebagai istri di dalam kamar, dia hanya sekedar menanyakan apa yang ingin ia lakukan untuk merayakan malam pertama mereka.
__ADS_1
Tapi ia malah salah tangkap, dan terus berimajinasi liar.
Tapi Rouchu tidak memikirkan, bahwa kalaupun Lu Shijin ingin melakukan ‘itu’ dengan dirinya, dengan status legal mereka berdua, Rouchu sama sekali tidak punya hak untuk menolak.