UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 232 Aku Cari Wanita Lain


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kemarin kamu ada datang?” tanya Tuan Chen sambil menilai Lu Shengyao.


Lu Shengyao mengiyakannya, “Bukan kemarin saja, kemarin lusa juga datang. Tetapi Tuan Chen tidak mau bertemu dengan aku.”


Hello! Im an artic!


Kemarin lusa? Tuan Chen mengernyitkan alis, setelah bepikir-pikir, dia pun bertanya, “Apa hubungan kamu dengan Tang Song?”


Lu Shengyao menjawab dengan tersenyum, “Anak perempuannya adalah kakak ipar aku.”


“kamu dari Keluarga Ji,” ekspresi Tuan Chen langsung mendingin.


Lu Shengyao, “…”


Hello! Im an artic!


Mengira dia dari Keluarga Ji? Hebat juga kakek tua ini.


Sebenarnya tidak boleh menyalahkan Tuan Chen juga, karena sepengetahuan Tuan Chen, anak perempuan Tang Song dari istri pertama, Tang Ruochu, masih belum menikah, yang sudah mempunyai calon pasangan adalah anak tiri, yaitu Gu Ruoruo, dan calon pasangannya adalah Ji Yinfeng yang seharusnya merupakan calon suami Ruochu.


Jadi, begitu Lu Shengyao mengatakan anak perempuan Tang Song adalah kakak iparnya, yang masuk ke dalam pikirannya adalah Gu Ruoruo, sehingga dia mengira Lu Shengyao adalah anggota Keluarga Ji.


Lu Shengyao membatuk, lalu menjelaskannya, “Tuan Chen, sebenarnya kakak ipar yang aku maksud adalah Tang Ruochu.”


“Ruochu?” Tuan Chen pun merasa heran, “Bukankah dia belum menikah?”


“Sudah, tetapi jarang ada yang tahu,” Lu Shengyao melihat ke Tang Ruochu. Tang Ruochu pun menggerakkan bibir dan jalan mendekat, “Paman Chen.”


Tuan Chen mengangkat kepala, begitu melihat Tang Ruochu, pandangan matanya pun bergejolak, lalu memanggil, “Ruochu.”


Tang Ruochu tersenyum lembut, “Iya, ini aku.”


Kemudian jalan ke samping Lu Shengyao, “Paman Chen, seharusnya anda tahu kenapa aku bisa datang. Kemarin, anda memang sudah memberikan jawaban, tetapi aku masih ingin mencoba.”


Tang Ruochu langsung mengungkapkan tujuan kedatangannya.


Tuan Chen pun tertawa, “Ruochu, buat apa kamu seperti ini?”


Tang Ruchu melengkungkan bibir, “Paman Chen, Tangshi adalah hasil jerih payah ayahku seumur hidup, aku tidak akan melihat Tangshi jatuh ke tangan orang berhati jahat.”


Usia dia baru 20 lebih, tetapi sudah mempunyai sifat yang stabil dan dewasa yang tidak cocok dengan usianya. Perasaan Tuan Chen pun menjadi komplikasi, tidak tahu merasa senang atau sedih.


“Huh!” Tuan Chen menghembuskan nafas dengan berat, “Kalau gitu, apa rencana kamu?”

__ADS_1


Walaupun usia Tuan Chen sudah tinggi, tetapi otaknya masih sangat cerdas. Kedatangan Tang Ruochu pada hari ini pasti penuh persiapan.


“Paman Chen, anda bermain catur dengan dia,” Tang Ruochu menunjul Lu Shengyao, “Jika dia menang, maka anda harus berjanji untuk berpihak pada aku.”


Tuan Chen menatap Lu Shengyao dengan pandangan mata yang tenang, tidak ada yang tahu dengan jalan pemikirannya.


Lu Shengyao melambaikan alis, Tuan Chen ini memang tidak gampang.


Setelah beberapa waktu kemudian, Tuan Chen mengangguk, “Baiklah, kalau dia bisa mengalahkan aku, jawaban aku adalah iya.”


Tang Ruochu yang tadinya masih cemas pun menjadi ceria ketika mendengar Tuan Chen menjawab iya, bagaikan cuaca yang cerah setelah hujan, sangat gemilang.


“Terima kasih, Paman Chen,” suaranya sampai bergemetaran karena terlalu semangat.


“Tidak usah terima kasih dulu, kalahkan aku dulu.”


Tuan Chen mulai menyusun biji catur, sedangkan Lu Shengyao sudah menyusun catur di bagiannya sejak awal.


Permainan catur ini akan berpengaruh dengan menang kalahnya taruhan Kakak Ipar pada besok hari. Lu Shengyao sadar bahwa dia tidak boleh kalah, dia harus memenangkan permainan ini.


Karena dia sudah melihat kemampuan Tuan Chen, dia pun merasa kemampuan Chen tidak kalah dengan Kakak. Jadi, Lu Shengyao berkonsentrasi 2 kali lipat dalam permainan ini.


Tetapi hasilnya di luar dugaan dia.


Setelah 30 menit kemudian, terdengar suara orang-orang yang menyorakkan Lu Shengyao menang.


Menang, tetapi Lu Shengyao tidak merasa gembira.


Sejak kecil, dia sudah belajar bermain catur, selain tidak pernah mengalahkan Kakak, masih ada 1 orang lagi yang tidak pernah dia kalahkan.


Yaitu kakeknya, Jenderal Shen.


Jadi, dia masih bisa merasakan kuat atau lemah dari lawannya.


Pada awalnya, setiap langkah yang diambil Tuan Chen tertata dan penuh strategi.


Tetapi, setelah beberapa saat kemudian, semuanya menjadi berantakan dan tidak terencana. Tuan Chen tidak berhenti mencari sekak, sehingga semua biji catur yang bisa menyerang terus dimajukan.


Tidak ada strategi sama sekali. Tetapi setelah menang, Lu Shengyao baru sadar, ternyata Tuan Chen… sengaja mengalah.


“Kamu menang,” Tuan Chen tersenyum, lalu melihat Tang Ruochu, “Aku akan hadir di rapat besok hari.”


Tang Ruochu juga tersenyum, “Terima kasih Paman Chen.”


Tuan Chen tertawa, ketika melihat Lu Shengyao yang masih mengamat papan catur, dia pun menepuk pundak Lu Shengyao.

__ADS_1


Lu Shengyao mengangkat kepala, Tuan Chen pun tersenyum padanya, “Bocah, kalau masih ada kesempatan, kita baru melanjutkan pertarungan yang sejati.”


Usai berkata, dia menepuk pundak Lu Shengyao lagi, lalu berseru dengan nada yang panjang, “Generasi penerus yang cerdas! Sungguh menggembirakan!”


Tang Ruochu dan Lu Shengyao saling menatap dan tertawa. Pada awalnya, mereka masih merasa masalah ini sangat ribet, ternyata justru begitu lancar.


Ini adalah awal yang baik, berarti semuanya akan berkembang ke arah yang lebih baik.


……


Masalah Tuan Chen sudah diselesaikan, Tang Ruochu langsung pulang ke rumah, dia harus menyelesaikan proposalnya.


Shijin sudah setuju untuk bekerja sama dengan Tangshi. Grup Entertain Huangting adalah godaan yang menggiyurkan, dia yakin dia bisa mengubah pikiran para pemegang saham.


Tang Ruochu pulang ke rumah untuk mengerjakn proposal, dan Lu Shengyao langsung berangkat ke Shirui.


Ketika melintas tempat duduk sekretaris, dia pun menghentikan langkahnya, lalu menatap meja kuning itu sambil berpikir.


Ying Xiaoxiao datang dari tempat air, begitu melihat orang yang berdiri di samping mejanya, alisnya pun terbang ke atas.


Dia jalan mendekat, lalu meletakkan gelasnya ke meja, pandangannya menatap Lu Shengyao, bibirnya melengkung, “GM Lu, apa yang bisa aku bantu?”


Lu Shengyao menatap dia, setelah beberapa saat, baru berkata, “Besok, kamu ada waktu tidak?”


Ying Xiaoxiao terlengah sesaat, kemudian tertawa, “Kenapa? Kamu mau berkencan dengan aku?”


“Iya, aku ingin berkencan dengan kamu.”


Lu Shengyao yang terus terang membuat Ying Xiaoxiao terkagok, tetapi hanya sesaat saja, setelah itu, dia melangkah mundur, lalu kedua tangannya diletakkan di depan dada dengan penuh waspada, “Lu Shengyao, jangan harap bisa macam-macam dengan aku, aku bukan wanita sembarangan.”


Lu Shengyao, “…”


Wanita ini idiot ya?”


Lu Shengyao menghirup nafas dalam-dalam, “Lupakanlah, aku cari orang lain saja.”


Usai berkata, dia pun jalan ke kantornya.


Cari orang lain?


Wanita lain?


Mata Ying Xiaoxiao membelalak, tanpa berpikir panjang lagi, dia langsung menarik tangan Lu Shengyao.


“Ada apa?” Lu Shengyao menatap dia dengan tidak senang.

__ADS_1


Ying Xiaoxiao tersenyum, “Menurut aku, kamu jangan mencelakakan wanita lain, cari aku saja.”


__ADS_2