UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 235 Anak Haram


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Pada pagi ini, saat bersarapan dengan Lu Shijin, Lu Shijin pun meletakkan flash disk di hadapannya.


Tang Ruochu melihat flash disk hitam itu, lalu bertanya dengan bingung, “Apa itu?”


Hello! Im an artic!


“Video.”


Jawab Lu Shijin.


“Video?” Tang Ruochu mengernyitkan alis, kemudian mengambil flash disk itu dan bertanya lagi, “Video apa?”


“Video yang aku rekam, supaya bisa membantu kamu dalam rapat hari ini.”


Hello! Im an artic!


Alis Tang Ruochu pun melambai, “Jangan-jangan, bukti kamu bersepakat bekerja sama dengan Tangshi?”


Lu Shijin menaikkan alis, lalu memberikan apresiasi melalui pandangan mata, “Sesuai yang kamu pikirkan, memang sebagai bukti.”


Jujur saja, pada waktu itu, Tang Ruochu merasa tindakan Lu Shijin terlalu berlebihan, sampai harus merekam video.


Tetapi jika ditinjau dari situasi saat ini, Lu Shijin memang menyediakan payung sebelum hujan, video ini memang sangat membantu.


Tang Ruochu mencolokkan flash disk ke laptop, kemudian disambungkan ke layar besar yang ada di ruang rapat.


Terlihat Lu Shijin yang duduk tegap di kursi kulit, ekspresi yang datar, pandangan mata yang jernih, walaupun dipisahkan oleh layar monitor, tetapi masih bisa merasakan aura Lu Shijin yang begitu kuat.


Begitu melihat Lu Shijin, wajah Gu Ruoruo langsung pucat, kedua tangannya mengepal.


Pada awalnya, dia masih tidak percaya dengan Tagn Ruochu, ternyata Tang Ruochu sudah melakukan persiapan penuh, bahkan video pun sudah disiapkan.


Video ini sangat di luar dugaannya, jika Huangting bersedia bekerja sama dengan Tangshi, maka Tang Ruochu akan menjadi di atas angin, dan sebaliknya, dia akan menjadi pihak yang terpukul.


Posisi direktur utama sepertinya bisa terbang.


Tidak! Dia harus mencari solusi untuk memutarbalikkan kondisi yang tidak menguntungkan ini.

__ADS_1


Di dalam video, Lu Shijin menjabarkan masalah kerja sama Huangting dan Tangshi secara singkat.


Dan pada terakhirnya, dia pun menegaskan, “Tentu saja, persyaratan paling utama dalam hal kerja sama Tangshi dan Huangting adalah Tang Ruochu harus menjadi direktur utama yang baru, jika tidak, semuanya akan menjadi tidak berlaku.”


Tang Ruochu melengkungkan bibir, walaupun ucapan Shijin sangat agresif, tetapi juga terasa naif.


Setelah video selesai diputar, para pemegang saham mulai berdiskusi dengan suara kecil, wajah mereka tidak lepas dari senyuman gembira. Karena janji Direktur Lu secara langsung adalah pertanda kerja sama Tangshi dan Huangting akan segera terwujudkan.


Walaupun ada syarat yang diminta oleh Direktur Lu, tetapi syaratnya sangat gampang diwujudkan. Pada saat ini, setiap pemegang saham pun sudah mempunyai jawaban.


Tuan Chen menatap Tang Ruochu dengan hati riang, jika Direktur Lu mau bekerja sama dengan Tangshi, berarti kemampuan Tang Ruochu tidak bisa diremehkan, dia pun bisa menyerahkan Tangshi kepada Tang Ruochu dengan tenang.


Jadi, Tuan Chen yang duluan membuka suara, “Aku rasa kemampuan Ruochu sudah terbuktikan. Jika dia yang menjalankan Tangshi, kita pun bisa tenang.”


“Betul, betul! Bagaimanapun juga, Ruochu adalah anak kandung Dirut Tang, buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya, aku yakin dia bisa membawa Tangshi ke jalan yang lebih baik.”


“Aku setuju.”


“Aku juga setuju.”


Mereka 1 per 1 menyatakan sikap, bahkan para pemegang saham yang tadinya 1 barisan dengan Gu Ruoruo juga mengangguk setuju.


Ketika dia berkata demikian, Tang Ruochu hanya merasa ironis, dia meras tindakan Gu Ruoruo adalah tindakan orang yang tidak berotak.


Cari mati sendiri tidak ada obatnya.


Ekspresi para pemegang saham itu pun berubah menjadi buruk, membocorkan transaksi kotor di depan umum memang membuat mereka merasa malu, tetapi emosional yang lebih berdominan adalah rasa marah.


Ada yang berdiri, “Gu Ruoruo, aku akan mengembalikan uang kamu. Hari ini, aku akan memberikan dukungan kepada Tang Ruochu, pewaris asli dari Keluarga Tang.”


“Aku juga,” yang lainnya juga berdiri.


Angin telah berubah haluan, wajah Gu Ruoruo langsung memucat.


……


Semuanya mendukung Tang Ruochu, Tang Ruochu pun berhasil menjabat posisi direktur utama.


Berita ini langsung menyebar di seluruh perusahaan, karyawan-karyawan yang mendukung Tang Ruochu pun bersorak gembira.

__ADS_1


Inilah harapan mereka.


Di dalam ruang rapat, Gu Ruoruo terjatuh dari kursi, jiwanya seperti juga menghilang.


Tang Ruochu menatap dia dengan penuh sindiran, inilah namanya karma.


Kemudian, dia menggunakan momen para pemegang saham masih di tempat, dia mengambil surat pengalihan ekuitas itu dan berkata dengan serius, “Karena ayah aku belum siuman, aku tidak bisa memastikan keaslian dokumen ini. tetapi aku pernah mendengar percakapan Gu Ruoruo dan ibunya, Zhao Xiaowan, di kamar pasien ayah aku.”


Gu Ruoruo langsung membalikkan kepala, matanya membelalak tidak percaya.


Tang Ruochu melengkungkan bibir, lalu melanjutkan, “Mereka membahas masalah saham, bahkan mengungkapkan masalah pemalsuan dokumen. Jadi, tulisan dokumen ini harus diperiksa, jika terbukti palsu, aku akan melayangkan tuntutan terhadap Gu Ruoruo dan Zhao Xiaowan.


Para pemegang saham tidak menyangka kalau Gu Ruoruo dan ibunya akan melakukan hal seperti ini, padahal mereka masih mengira Gu Ruoruo dan ibunya memang mau membantu Tang Song, ternyata hanyalah serigala berbulu domba.


“Ruochu, apapun yang kamu lakukan, kami tetap mendukung kamu,” ucap Tuan Chen dengan penuh welas kasih.


“Iya, Ruochu! Kami adalah teman lama ayah kamu, kami juga tidak ingin melihat dia ditipu.”


“Ruochu, jika butuh bantuan kami, sampaikan saja, jangan merasa tidak enak.”


Ucapan dari paman-paman ini membuat Tang Ruochu terharu, matanya pun berkaca-kaca.


Setelah menghirup nafas dalam-dalam, semua rasa terharu dikonversikan menjadi, “Terima kasih semuanya.”


Rapat umum pemegang saham berakhir dengan gembira, Tang Ruochu berhasil menduduki posisi direktur utama.


Saat dia mau pergi, Gu Ruoruo yang terbengong tiba-tiba berdiri dan menabrak Tang Ruochu dengan kuat.


Karena tidak ada rasa waspada, Tang Ruochu pun tertabrak, kemudian punggungnya menabrakn kusen pintu, rasa sakit langsung menyebar di seluruh badannya. Pandangan matanya menghitam, jika bukan Tuan Chen merespon dengan cepat, dia pun sudah tergeletak di lantai.


“Tang Ruochu, wanita ******, kamu bukan anggota Keluarga Tang, kamu adalah anak haram dari ibumu dengan pria lain…”


Kata-kata kasar Gu Ruoruo seperti mendatang dari tempat jauh, dia berusaha membuka mata, terlihat Gu Ruoruo yang mengamuk-amuk dan mengeluarkan kata-kata yang sangat kasar.


Gu Ruoruo sedang menghina dia dan ibunya.


Boleh menghina dia, tetapi tidak boleh menghina ibunya, karena itu adalah ambang batasnya. Dia ingin melawan Gu Ruoruo, menyobek mulut Gu Ruoruo, tetapi rasa sakit dari punggung membuat dia susah membuka mata.


Pada akhirnya, suara Gu Ruoruo menghilang seiring dengan kesadarannya yang menipis.

__ADS_1


__ADS_2