
Hello! Im an artic!
“Shijin, lebih baik jangan menelepon Mu Ling.” Tang Ruochu tertawa sambil menghentikan Lu Shijin, “Taman hiburan harus ramai, kalau tidak, tidak akan seru, tempat sebesar ini, kalau hanya kita berdua, tidak akan menyenangkan, ayo, aku tiba-tiba ingin naik roller coaster, kita main itu saja.”
Selesai berkata, tanpa menunggu reaksi Lu Shijin, Tang Ruochu langsung menarik tangannya dan masuk ke dalam gerombolan orang-orang.
Hello! Im an artic!
Setelah antri, membeli tiket, mereka kemudian menaiki roller coaster, sepanjang perjalanan Tang Ruochu sangat bersemangat.
Lu Shijin malah kelihatan lebih tenang, tapi sangat jelas, dia tidak terlalu menyukai tempat yang ramai dan berisik ini, karena itu, kedua mata indahnya terlihat binggung.
Tang Ruochu yg melihat, dengan baik hati mengingatkan, “Nanti kalau misalnya takut, kamu boleh berteriak dengan kencang.”
Lu Shijin hanya tersenyum saja.
Hello! Im an artic!
Malahan saat menaiki roller coaster itu, Tang Ruochu yang terus berteriak, bahkan setelah roller coasternya berhenti wajahnya sedikit pucat.
Mereka berdua beristirahat di sebuah kursi di pinggir jalan, Lu Shijin memegang tangannya, kemudian bercanda, “Istriku tadi terlihat senang sekali, apakah mau sekali lagi?”
“Tidak…tidak usah.”
Tang Ruochu tersenyum lemah, dia berpikir dalam hati bahwa dirinya telah salah langkah, mau mencelakakan orang lain, malah kena diri sendiri.
Di wajah Lu Shijin terlihat sebuah senyuman datar, dan ia tidak berbicara apapun lagi.
__ADS_1
Tang Ruochu yang melihatnya, sedikit tidak mau mengalah, “Bagaimana kalau kita main Histeria?”
(Histeria adalah wahana memacu adrenalin dengan cara melontar pemain ke atas atas dengan kecepatan 100 km per jam. Setelah itu, pemain akan dijatuhkan dengan kecepatan sekitar 60 km per jam.)
“Baiklah, aku akan mengikuti kemauanmu.” Lu Shijin mengangkat bahunya.
Lalu, tidak peduli roller coaster, histeria, ataupun wahana yang lebih menantang lainnya, bagi Lu Shijin sama saja tidak berarti, ekspresinya terlihat tenang dari awal sampai akhir.
Sedangkan Tang Ruochu setiap kali turun dari wahana, wajahnya pucat dan kedua kakinya terlihat lemas.
Mau menyiksa orang lain, malah jadi menyiksa diri sendiri, hal semacam ini membuat Tang Ruochu tidak berdaya.
Lu Shijin memberikan sebotol air mineral, dan duduk di sampingnya, berkara, “Minum lah sedikit , kamu akan merasa lebih baik.”
“Terima kasih!” Tang Ruochu menerimanya, kemudian membuka botol itu dan langsung meminum isinya.
“Tahu aku menikah denganmu saja, dia sudah sangat terkejut.” Lu Shijin tersenyum kecil, tatapannya sangat lembut.
Tang Ruochu tiba-tiba merasa tidak tega.
Bagaimanapun, latar belakang dan posisi Lu Shijin berbeda dengannya, reputasinya juga tidak ternilai, sekarang ia malah menemani Rouchu bermain di taman berani seperti ini, benar-benar sangat menurunkan reputasinya!
Dia menatap Lu Shijin dan merasa bersalah, dan seperti teringat sesuatu, “Ketika ibuku meninggal, aku masih sangat muda. Dia pernah berjanji padaku, pada hari ulang tahunku, dia akan menemaniku ke taman hiburan. Hanya saja, tidak disangka, sebelum hari ulang tahunku, dia sudah pergi, jadi aku tidak pernah datang ke sini. Bagiku, taman hiburan sangat spesial. Selain dengan orang yang sangat penting bagiku, aku tidak akan datang ke sini.”
“Jadi, aku sangat penting bagimu?” Lu Shijin menyipitkan matanya, hatinya yang dingin mulai merasa hangat.
Tang Ruochu tersenyum melihatnya, kemudian mengangguk, “aku sepertinya pernah memberitahumu bahwa aku rela hidup bersama kamu selamanya. Jadi bagiku, kamu sangat penting.”
__ADS_1
“Kalau ini bukan tempat umum, aku pasti akan menciummu.” Lu Shijin meliriknya, di mata yang hitam gelap itu terlihat ada emosi yang tak bisa dijelaskan.
Kedua pipi Tang Ruochu memerah, dia langsung menjaga jarak dengannya, sambil tersenyum ia berkata, “Hal seperti itu, lebih baik dilakukan saat kita pulang saja, ayo kita pergi.”
“Tidak mau main lagi?” Tanya dia.
“Hmm.” Tang Ruochu mengangguk, dia kemudian berdiri dan menepuk gaunnya, “Tidak mau main lagi, banyak orang yang melihatmu disini hari ini, walaupun tidak ada akan yang berani memberitakanmu, tapi juga tidak baik jika kita terus berada di depan umum, lagi pula, aku sudah sangat senang dan puas.”
“Kenapa kamu begitu mudah sekali merasa puas?” Lu Shijin juga ikut berdiri, tatapannya cerah .
“Aku rasa diriku sudah sangat rakus, karena aku sudah memiliki kamu, tidak semua orang bisa mendapatkan keberuntungan seperti ini.” Mereka berjalan berdampingan, Tang Ruochu tersenyum melihat ke depan, dia merasa sangat puas.
Saat mendengar ini, Lu Shijin terkejut, dan langsung menghentikan langkahnya, lengan panjangnya itu langsung merangkul pinggang Tang Ruochu, dengan cepat menciumnya Tang Rouchu yang masih terkejut itu sekali ,”Mulutmu ini, benar-benar manis sekali, saku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk menciummu.”
Melihat pemandangan ini, banyak sekali orang-orang yang melihat ke arah mereka, tatapannya itu ada yang iri, ada yang terpukau, karena mereka berdua terlihat begitu cocok.
Setelah dicium, wajah Tang Ruochu menjadi memerah, dengan terburu-buru menarik Lu Shijin pergi dari sana.
Siang hari, Tang Ruochu dan Lu Shijin mencari makan di luar, setelah itu, mereka pergi menonton film yang baru rilis di bioskop, dan minum teh di sore hari dan makan malam, saat mereka tiba di hotel, waktu sudah menunjukkan pukul 7 lebih 10 menit.
Ketika mereka kembali ke kamar, tak lama kemudian , Gu Ruoruo yang membawa Xiao Ai dan Xiao Mei datang mengetuk pintu kamar mereka dengan keras.
Tetap di depan pintu president suite, Gu Ruoruo yang marah menunjuk-nunjuk ke hidung Tang Ruochu, berkata, “Tang Ruochu, besar sekali nyalimu, seharian kamu tidak pergi ke lokasi syuting, kamu ini masih menghormati perusahaan ini atau tidak?”
Ketika meninggalkan Tang Ruochu di hotel hari ini, Gu Ruoruo hanya ingin memberikan dia pelajaran, ia bermaksud ingin kembali menjadikan Rouchu kambing hitam saat tiba di lokasi syuting, ia bahkan sudah memikirkan berbagai cara untuk mempersulit Rouchu.
Tidak disangka, dia menunggu seharian, tapi Tang Ruochu tidak kunjung datang.
__ADS_1
Gu Ruoruo sangat marah, ketika dia pulang ke hotel, ia langsung datang ke kamar Rouchu untuk memarahinya.