UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 225 Musuh Bertemu, Sangat Cemburu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Ada rasa yang walaupun sangat mirip dan sangat enak, kalau bukan dimasak orang yang sama, saat dicoba juga tidak akan berasa.”


Ini adalah penjelasan Shi Jin padanya yang merasa heran.


Hello! Im an artic!


“Tapi kalau kamu yang membuatnya maka berbeda.”


Pada saat bersamaan, Lu Shi Jin juga mengungkapkan betapa istimewah dirinya.


Karena mencintainya, makanya mencintai segala tentangnya.


……


Hello! Im an artic!


Internal perusahaan Tang belakangan ini ada gosip yang berterbangan, karyawan terus mengosipkan siapa yang akan menjadi direktur perusahaan Tang yang selanjutnya.


Ada orang yang mengatakan saham Gu Ruo Ruo paling banyak, kebanyakan pemegang saham akan memihak di sisinya.


Juga ada yang mengatakan Tang Ruo Chu diam-diam sudah membeli saham dengan harga tinggi, ingin menyerang balik di rapat pemegang saham.


Namun, kebanyakan karyawan lebih memihak pada Tang Ruo Chu, penerus keluarga Tang yang sebenarnya.


Disaat direktur lama struk dan tinggal di rumah sakit, istri direktur dan Gu Ruo Ruo langsung mengikuti campuri masalah perusahaan, begitu buru-buru dan tidak sabar, bukankah karena ingin menguasai perusahaan Tang!


Orang yang rakus, diketahui oleh semua orang!


Oleh karena itu, pantas saja kebanyakan karyawan berada di pihak Tang Ruo Chu, berharap nona keluarga Tang yang sebenarnya bisa merebut posisi direktur dirapat pemegang saham.


Mereka sangat berharap, Tang Ruo Chu malah sangat khawatir.


Kemarin karena wajah Gu Ruo Ruo terluka, rapat pemegang saham pun diundur, tapi setelah Gu Ruo Ruo baikan, langsung mengajukan untuk mengadakan rapat pemegang saham.


Walaupun Shi Jin mereka dari awal sudah ada tindakan, tapi Tang Ruo Chu tetap sangat khawatir waktunya tidak sempat, persiapan tidak cukup sempurna, bagaimana kalau perang ini kalah, kalau begitu perusahaan Tang akan jatuh di tangan Zhao Xiao Wan ibu dan anak.


Kalau benar-benar sampai pada tahap itu, setelah ayahnya saja, bagaimana dia mempertanggung jawabkan padanya.


Demi menjamin perang ini menang, dia memohon pada Sheng Yao untuk menemaninya mengunjungi beberapa pemegang saham, walaupun saham di tangan mereka tidak banyak, tapi sampai saat itu pasti akan memiliki kegunaan yang besar.

__ADS_1


Yang perlu disyukuri adalah, beberapa pemegang saham yang dikunjungi ini adalah teman berjuang ayah Tang dulu. Jadi terhadap kedatangan Tang Ruo Chu, juga tidak mempersulitnya, juga berbicara dengan terbuka, tidak menyembunyikan apapun.


Asalkan syaratnya tidak keterlaluan, mereka bisa mendukungnya di rapat pemegang saham, Tang Ruo Chu biasanya akan setuju.


Tapi saat mengunjungi pemegang saham terakhir, mereka menemui masalah…..ditolak di luar pintu.


“Tuan besar mengatakan, dia hanya seorang pemegang saham kecil, tidak ingin digelut dalam perang merebut kekuasaan perusahaan Tang. Jadi, kalian silahkan pulang!”


Ini adalah ucapan yang tuan besar Chen suruh untuk disampaikan pada mereka.


Dan maksud dari ucapan tuan besar adalah, di rapat pemegang saham kali ini, dia berencana untuk menolak kesempatan memilih, tidak peduli dia ataupun Gu Ruo Ruo, dia tidak mendukung.


Tapi Tang Ruo Chu perlu dukungannya, jadi—


“Kakek Chen, anda dan ayahku sudah kenal puluhan tahun, hubungan juga sangat baik, anda juga sangat menyayangi orang yang lebih muda. Dan kali ini adalah krisis terbesar perusahaan Tang, aku benar-benar sangat memerlukan dukunganmu.”


Tang Ruo Chu berdiri di depan pintu, dari balik pintu berkata pada orang di dalam.


Setelah begitu lama, dari dalam sama sekali tidak ada suara, Tang Ruo Chu memalingkan kepala melihat sekilas Lu Sheng Yao yang ada di sisinya, tersenyum, dengan kecewa berkata: “Kelihatannya tuan besar Chen benar-benar tidak bersedia membantuku.”


“Kakak ipar, kalau dia tidak bersedia membantu, kalau begitu kita juga tidak perlu menghabiskan waktu di sini lagi. Kita pulang dan pikirkan cara lain saja.”


Tang Ruo Chu mencibir, dengan tidak berdaya mendesah, “Juga hanya bisa begitu, kalau begitu ayo kita pulang saja.”


Di dalam rumah, beberapa pria dan wanita berdiri di dalam ruang tamu, dan seorang orang tua berusia 60-70an tahun sedang duduk di sofa, wajahnya terlihat tegang, sepasang mata terlihat dingin.


“Ayah.” Pria yang tadi membuka pintu berjalan ke dalam, duduk di sofa seberang orang tua, lanjut berkata: “Gu Ruo Ruo sudah menyetujuiku, asalkan ayah kamu mendukungnya di rapat pemegang saham, asalkan dia menjadi direktur perusahaan Tang, dengan begitu dia akan memberikan 5% saham lagi pada kita, dan juga akan memberikan cash sebesar 300 juta, syarat yang begitu baik, kalau kita masih tidak setuju, bukankah sangat bodoh?”


“Benar, ayah, kamu rasa dengan sedikit sahammu itu satu tahun barusan bisa mendapatkan berapa banyak uang, bahkan tidak cukup untuk menyelip celah gigi kami.” Di samping ada seorang pria yang lebih muda menjawab.


“Oleh karena itu, ayah, kamu menyetujuinya saja yah.”


“Ayah, Xiao Jie akan segera ujian masuk universitas tinggi, juga perlu menggunakan uang.”


“Ayah, demi kami, kamu menyetujuinya yah.”


“Ayah……”


Tuan besar Chen terdiam menatap beberapa putra dan menantunya yang terus membujuknya, kerakusan mereka membuatnya sebagai ayah merasa sangat gagal.


Kalau bukan karena sedikit saham perusahaan Tang yang ada di tangannya, dan kali ini kebetulan perusahaan Tang ada masalah seperti ini, mereka mana mungkin begitu sering datang melihatnya?

__ADS_1


Dulu, mereka hanya setahun sekali saat hari raya barusan akan datang melihatnya si orang tua ini, waktu lainnya bahkan satu bayangan juga tidak ada.


Tiba-tiba merasa sangat sedih.


Di samping telinganya masih adalah suara ricuh putra dan menantunya, tangan yang memegang tongkat semakin kuat, tiba-tiba, dia mengambil tongkat dan mengetuk lantai dengan kuat, suaranya sangat tebal dan kuat, berteriak: “Semuanya diam!”


Begitu ucapan ini keluar, putra dan menantunya buru-buru menutup mulut.


“Aku sudah mengatakan, aku tidak akan mendukung siapapun. Ini adalah prinsipku, tidak peduli betapa banyak yang kalian katakan juga tidak ada gunanya.”


Tuan besar Chen dengan tatapan tajam menatap beberapa putra dan menantunya, tidak menunggu mereka berbicara, dia langsung berdiri, berkata pada pelayan yang ada di samping dan berkata: “Kamu papang aku masuk beristirahat di dalam, lalu menyuruh mereka semua pulang.”


“Baik.” pelayan yang mendengar itu buru-buru memapangnya masuk ke kamar.


“Ayah!” salah satu putra masih ingin mengatakan sesuatu, namun melihat pintu kamar tertutup dengan kuat.


Setelah sejenak, pelayan keluar, berkata pada mereka: “Tuan besa Chen menyuruh kalian semua pulang saja, jangan datang lagi. Walaupun kalian menginjak pagar rumah sampai rata, dia juga tidak akan setuju.”


Wajah beberapa putra tuan besar langsung menggelap, salah satu terlihat ingin menghampirinya, mengejutkan pelayan dan buru-buru menghindar di samping, untungnya ditarik oleh yang lainnya.


“Sudahlah, kalau ayah sudah berkata seperti ini, kalau begitu kita pulang untuk membahas rencana dulu barusan datang lagi saja.”


…….


Tempat tinggal tuan besar Chen adalah gedung kuno, tidak ada lift.


Tang Ruo Chu dan Lu Shen Yao turun dari tangga, namun tidak menyangka akan bertemu dengan Gu Ruo Ruo dan Ji Yin Feng yang juga datang mengunjungi tuan besar Chen.


Wajah Gu Ruo Ruo masih belum bersih sepenuhnya, masih ada bekas, tapi dibandingkan dengan kemarin yang mengerikan sudah sembuh banyak.


Musuh bertemu sangat cemburu!


“Tang Ruo Chu, kenapa kamu ada di sini?” Gu Ruo Ruo dengan wajah dingin terus melototi Tang Ruo Chu, seperti ingin memaakannya saja.


Tang Ruo Chu menggoyangkan bahu, “Sama seperti tujuanmu datang ke sini.”


Dia menanyakan pertanyaan ini benar-benar sangat bodoh.


“Oh?” sepasang tangan Gu Ruo Ruo melipat di depan dada, bibirnya menunjukkan senyuman dingin, “Ternyata juga datang demi tuan besar Chen. Namun—”


Dia terdiam sejenak, senyumannya semakin jelas, samar-samar terlihat bangga.

__ADS_1


“Kamu jangan mengharapkan dukungan tuan besar Chen lagi, dia hanya akan mendukungku.”


__ADS_2