UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 227 Bukankah Masih Ada Kamu?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Waktu makan siang sudah lewat, sehingga orang-orang yang di kantin pun tinggal sedikit, hanya ada beberapa meja saja yang masih berisi.


Tang Ruochu dan lainnya duduk di posisi paling sudut, jika tidak sengaja memperhatikan mereka, maka tidak akan ada yang tahu kalau Lu Shengyao sang GM juga makan di sini.


Hello! Im an artic!


Jadi, suasana cukup tenang.


“Chuchu, apa rencana kamu?” tanya Song Anyi dengan penuh perhatian.


Rapat umum pemegang saham Tangshi sangat penting bagi Chuchu, sehingga mereka semua sangat mengkhawatirkannya.


“Aku sudah meminta bantuan Shengyao untuk mengawas Tuan Chen, aku akan menemukan solusinya.”


Hello! Im an artic!


Berbeda dengan mereka yang merasa khawatir, Tang Ruochu justru terlihat sangat tenang, sepertinya semua yang terjadi masih dalam rencana.


“Solusi apa?”


Tang Ruochu tertawa, “Tunggu saja, kalian akan tahu.”


Ying Xiaoxiao langsung cemberut, “Harus tunggu sampai kapan? Aku bisa penasaran sampai mati.”


Song Anyi pun lepas tawa, “Tidak akan penasaran sampai mati, 3 hari lagi, rapatnya akan dimulai.”


3 hari, akan segera tiba.


Waktu yang cukup mendesak, walaupun Chuchu sangat yakin, tetapi Song Anyi tetap merasa khawatir.


“Chuchu, kamu yakin bisa? Kalau tidak, minta bantuan kepada Direktur Lu.”


Dari kemampuan Direktur Lu, masalah kecil ini bisa diselesaikan dengan gampang.


“Tidak usah,” tawa Tang Ruochu dengan geleng kepala, “Aku bisa menyelesaikannya, tidak perlu merepotkan dia. Dia sudah banyak membantu aku.”


Sebagian besar sahamnya adalah hasil pembelian oleh dia dengan harga tinggi.


Karena sudah mengenal sifatnya yang keras, Song Anyi pun tidak bilang apa-apa lagi.


……


Keluarga Ji.


“Ruoruo, setelah kamu mendapatkan Tangshi, aku akan mencari hari yang baik untuk hari pernikahan kamu dengan Yinfeng. Kalian harus cepat punya anak, supaya aku dan ayah kamu bisa gendong cucu.”

__ADS_1


Sikap Qin Silian terhadap Gu Ruoruo langsung berputar 180 derajat, jauh lebih ramah daripada sebelumnya.


Gu Ruoruo sangat jelas dengan alasan perubahan Qin Silian, semuanya adalah demi Tangshi yang akan segera didapatkan.


Tetapi Gu Ruoruo sangat menikmati perubahan ini.


“Bibi, anda cari hari baiknya dulu, karena Tangshi sudah pasti menjadi milik aku.”


Gu Ruoruo tersenyum lembut kepada Qin Silian.


Senyuman Qin Silian terkaku sesaat, tetapi hanya sesaat saja, setelah itu langsung berubah menjadi senyuman ceria, “Oh ya? Kalau gitu, aku akan segera mencari harinya.”


“Iya, harus merepotkan Bibi,” sikap Gu Ruoruo sangat sopan dan sungkan, tetapi rasa bangganya masih tidak bisa ditutup.


Dia mengira dia akan menikah dengan Yinfeng? Mimpi saja sana.


Walaupun hatinya tidak senang dengan Gu Ruoruo, tetapi wajahnya masih tersenyum dengan penuh kasih, “Tidak merepotkan, ini adalah tugas Bibi.”


Gu Ruoruo hanya tertawa. Dia melihat villa yang sudah menjadi tempat tinggal Keluarga Ji selama belasana tahun ini, kemudian melihat Qin Silian dengan senyum ria, pikirannya sudah muncul sebuah ide.


Setelah menikah, dia akan meminta Ji Yinfeng membeli rumah baru, mereka akan pindah ke tempat lain, karena dia tidak mau tinggal bersama Qin Silian yang munafik.


Qin Silian juga sedang melihat Gu Ruoruo, hatinya sangat meremehkan Gu Ruoruo. Setelah mendapatkan Tangshi, dia akan menyuruh Yinfeng mengusir Gu Ruoruo keluar, karena wanita seperti ini tidak pantas menjadi menantunya.


Kedua wanita yang duduk bersama ini ternyata mempunya pikiran yang berbeda, tetapi mereka tidak tahu bahwa dirinya telah menjadi target penjebakan.


Angin bertiup sepoi-sepoi, tirai jendela melayang, lampu yang redup menerangi ruang baca, sebuah badan yang kecil duduk di kursi kulit yang lebar, kelihatannya sangat kecil dan lemah.


Tang Ruochu sedang melihat laporan laba rugi Tangshi selama beberapa tahun ini dengan serius.


Layar komputer yang sudah dihidupkan menampilkan sebuah judul yang ditulis dengan tulisan tebal dan besar:


Prospek perkembangan Tangshi untuk 10 mendatang.


Jika ingin mendapatkan dukungan para pemegang saham, maka dia harus mencetuskan ide, sehingga dia mau membuat laporan perkembangan Tangshi pada masa yang akan datang.


Tetapi, dia tidak begitu paham terhadap manajemen perusahaan, laporan laba rugi saja sudah membuat kepalanya pusing.


Lu Shijin sudah tiba di rumah, tetapi Bibi Wu berkata pada dia bahwa Nyonya Muda sedang di lantai atas, katanya jangan ganggu dia,


Tetapi sekarang sudah waktunya makan malam, Bibi Wu juga ragu apakah harus memanggil Nyonya Muda makan atau tidak.


“Aku yang pergi panggil,” Lu Shijin tersenyum kepada Bibi Wu, kemudian jalan ke arah tangga.


Seharusnya Ruochu sedang memikirkan masalah rapat umum pemegang saham yang akan diadakan pada 3 hari kemudian. Karena Shengyao sudah menceritakan bahwa Ruochu sudah bisa menyelesaikan sendiri.


Lu Shijin tersenyum tidak berdaya, karena Ruochu selalu percaya diri, tetapi selalu dijebak orang lain, dia juga tidak tahu harus bagaimanakan Tang Ruochu ini.

__ADS_1


Begitu membuka pintu ruang baca, terlihat orang yang sedang duduk di depan meja.


Dia mendekat, kemudian mendengar suara Tang Ruochu yang berbicara dengan diri sendiri.


“Apaan sih nilai wajar? Kenapa laporan laba ruginya sangat ribet?”


Dia sama sekali tidak sadar kalau ada orang yang masuk ke dalam ruangan, dia sudah terkecimpung dalam laporan laba rugi di tangannya.


Lu Shijin tersenyum tidak berdaya, kemudian mengetuk meja.


Tang Ruochu yang mendengar suara pun mengangkat kepala, begitu melihat Lu Shijin, kedua matanya pun bersinar.


“Shijin, kamu sudah pulang.”


Tidak tahu kenapa, Lu Shijin punya perasaan menjadi mangsa, hatinya pun merinding.


“Makan,” ucap Lu Shijin.


“Nanti dulu,” Tang Ruochu meletakkan laporan di tangannya, kemudian bangkit dan menarik tangan Lu Shijin, “Shijin, bantu aku lihat laporan laba rugi ini, apa maksudnya?”


Setelah mendudukkan Lu Shijin ke kursi kulit, Tang Ruochu pun mencondongkan badannya untuk membuka laporan yang ada di meja, kemudian melihat Lu Shijin dari samping, “Apa yang dimaksud dengan nilai wajar?”


Lu Shijin melirik, “Kenapa tiba-tiba mengecek laporan laba rugi?”


Tang Ruochu merapatkan bibir, kemudian menegapkan punggung, “Aku mau membuat para pemegang saham percaya bahwa aku bisa menjalankan Tangshi dengan baik, makanya…”


Tang Ruochu menaikkan pundak, ekspresinya terlihat tidak berdaya.


Lu Shijin menaikkan alis, pandangannya melirik ke dokumen yang terbuka di layar komputer, ketika melihat judul di layar komputer, dia pun tertawa.


“Persiapan kamu sangat matang,” canda dia.


“Bukankah kamu yang bilang tidak boleh berperang tanpa persiapan?”


Tang Ruochu mencemberutkan bibirnya, karena sedikit tidak senang terhadap Lu Shijin yang menertawakan dia.


Ketika merasakan ketidaksenangan dia, Lu Shijin pun mengangguk, “Aku memang pernah bilang begitu, tetapi bukan berarti sistem kebut semalam.”


“Memang iya,” pundak Tang Ruochu melorot, kenyataan memang sangat sadis, dia harus mengaku.


Tetapi laporan laba rugi saja sudah membuat kepalanya pusing, dia tidak berani bayangkan yang lain lagi.


Rapat umum pemegang saham sisa 3 hari, masa depannya akan sirna.


Tetapi…


Dia seperti kepikiran sesuatu, wajah yang sirna pun tiba-tiba bersinar, lalu tersenyum licik, “Bukannya ada kamu?”

__ADS_1


“Oh?” Lu Shijin menaikkan alis, “Maksudmu suruh aku bantu kamu?”


__ADS_2