UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 78 Kejutan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Xiao Ai mengangguk, kemudian dengan cepat berdiri dan menarik seorang pramugari, “Maaf, wanita tadi itu memesan tiket kelas ekonomi, kenapa kamu tidak menghalanginya?”


Pramugari tersenyum dengan ramah, menjawab, “Jadi begini, nona ini awalnya memang memesan kelas ekonomi, tapi dia sudah mengganti tiketnya ke kelas satu tadi.”


Hello! Im an artic!


Xiao Ai langsung marah, “Bukankah kalian mengatakan seisi kabin kelas satu sudah direservasi? Kenapa ia bisa mengganti tiketnya sednagkan kami tidak bisa?”


“Maaf nona, apakah anda salah paham?Ada seorang tamu yang mereservasikan kursi kelas satu untuk nona tadi.”


“Bagaimana bisa?”


Xiao Ai tercengang, bahkan Ji Yinfeng tidak berhak mereservasi seluruh kabin kelas satu, tapi ada orang yang bisa melakukannya?


Hello! Im an artic!


Xiao Ai tidak bodoh, dia langsung teringat sesuatu, dan bertanya, “Siapa tamu yang memesan seisi kabin kelas satu itu?”


“Maaf, kami tidak boleh membocorkan nama tamu tersebut.”


“…”


Pramugari itu tidak mau memberitahu nama tamu itu, tapi Xiao Ai bisa menebak, orang yang mereservasi seisi kabin kelas satu, mungkin adalah pacar misterius Tang Ruochu.


Xiao Ai terkejut, dia tiba-tiba mengerti maksud tatapan aneh Tang Ruochu di ruang tunggu tadi.


Dia teringat ucapannya kepada Tang Ruochu tadi, seketika ia menjadi sangat malu.


Gu Ruoruo melihat Xiao Ai kembali dan tidak berbicara, seketika dia bertanya dengan tidak sabar, “Apa yang terjadi?”


Xiao Ai terdiam sejenak, kemudian dengan takut berkata, “Sepertinya ada yang mereservasi kabin kelas satu untuk Tang Ruochu.”

__ADS_1


Selesai Xiao ai berkata, seketika, mereka berempat terdiam, tapi bisa terlihat bahwa Gu Ruoruo sangat marah.


“Sudahlah, Ruoruo, biarkan saja dia duduk disana, sudah, jangan marah lagi.”


Ji Yinfeng berusaha tetap tenang, tapi pandangannya terus mengarah ke kabin kelas satu.



Tang Ruochu masuk ke dalam kabin kelas satu, sama sekali tidak mempedulian kata-kata atau ekspresi Gu Ruoruo dan gerombolannya.


Dia sangat penasaran, kenapa tiket pesawatnya bisa berubah menjadi tiket kelas satu.


Tapi ketika melihat sosok seorang pria di dalam kabin itu, seluruh pertanyaannya terjawab.


Ketika Tang Ruochu melihatnya,pria itu sedang mengangkat gelas alkohol, sambil menikmatinya.


Dia mengenakan setelan jas yang dibuat khusus, kacamata berbingkai emas yang elegan bertengger di hidungnya, ia duduk dengan kaki menyilang dengan elegan, bibir tipisnya seksi, dan senyum lembut menghiasi wajahnya. Saat mata hitam itu tertuju pada Tang Rouchu, cahaya menyilaukan seakan terpancar dari tubuh pria itu, “Shijin?”


Tang Ruochu terkejut senang melihatnya, “Kenapa kamu bisa di sini?”


“Sangat terkejut dan juga sangat senang.”


Tang Ruochu mengangguk seperti ayam yang sedang mematok padi, “Aku tadinya penasaran, siapa yang mengganti tiketku ke tiket kelas satu.”


Lu Shijin mengelus kepalanya, dan tersenyum sambil berkata, “Ketika kamu keluar tadi, bukannya aku sudah mengatakan, sampai ketemu nanti malam?”


“Aku mana tahu maksudmu sebenarnya!” Tang Ruochu melihatnya sekilas, kemudian melirik ke sekitar, “Kenapa kabin kelas satu ini sepi sekali?”


“Hanya ada kita berdua, aku tidak ingin orang lain mengganggu waktu kita berdua.”


Tang Ruochu menatapnya terkejut, “Kamu yang mereservasi seisi kabin kelas satu ini?”


“Iya.” Lu Shijin mengangguk.

__ADS_1


Tang Ruochu berkata, “Ckck, kamu benar-benar kaya.”


Lu Shijin dibuat tertawa olehnya, kemudian sambil mencium pipinya, Shijin berkata, “Kamu mau minum apa?”


“Jus.”


“Baiklah.”


Lu Shijin memanggil pelayan, dan meminta segelas jus, Tang Ruochu bertanya sambil memegang gelasnya, “Kenapa kamu bisa ke sini? Kamu bahkan tidak memberitahuku.”


“Karena kamu mengatakan bahwa kamu akan rindu padaku, agar tidak membuatmu terlalu rindu padaku, aku pun datang kemari.” Lu Shijin menatapnya dalam, dan bicara dengan suara yang sangat seksi.


Tang Ruochu terkejut, wajahnya sedikit memerah.


Lu Shijin membelai wajahnya, “Apakah kamu senang?”


“Senang.”


Tang Ruochu mengangguk dengan serius, selama ada Lu Shijin, Tang Rouchu tidak takut apapun.


Karena ada Lu Shijin, penerbangan selama tiga jam ini sama sekali tidak membosankan, setelah turun dari pesawat, Tang Ruochu dan Lu Shiijin berpisah, mereka akan bertemu di hotel nanti.


Ketika keluar dari pesawat, Tang Ruochu kembali berkumpul dengan rombongan Gu Ruoruo.


Kali ini, ekspresi mereka berempat tidak lagi sama, ekspresi Gu Ruoruo terlihat suram, Xiao Ai dan Xiao Mei sangat malu sampai-sampai mereka tidak berani melihat mata Tang Ruochu.


Dan Ji Yinfeng, ekspresinya terlihat rumit, tapi ia tidak mengatakan apapun.


Suasanya menjadi sedikit canggung, tapi Tang Ruochu malah sangat tenang, setelah mengambil kopernya, ia langsung berjalan keluar tanpa memperhatikan mereka semua.


Setelah sejenak, orang yang menjemput mereka datang, Gu Ruoruo dan Ji Yinfeng masuk ke mobil terlebihdulu , kemudian diikuti oleh Xiao Ai dan Xiao Mei, ketika Tang Ruochu hendak masuk, Gu Ruoruo tiba-tiba berkata, “Ruochu, kalau kamu sanggup naik kelas satu, pasti kamu tidak akan suka duduk satu mobil dengan kami, bukan? Aku rasa lebih baik kamu naik mobil sendiri saja.”


Selesai berkata, tanpa menunggu reaksi Tang Ruochu, ia langsung menutup pintu mobilnya.

__ADS_1


Tang Ruochu mengerutkan keningnya, dia juga tidak marah, ia hanya merasa wanita ini sangat kanak-kanakan.


Dia menggelengkan kepalanya, kemudian mengambil koper dan mencegat taksi sebuah taksi.


__ADS_2