
Hello! Im an artic!
Ji Yinfeng tidak berbicara, Tang Ruochu juga malas basa basi dengannya, seiring berjalannya waktu, dia mulai merasa pria ini yang dia sukai dulu semakin bodoh.
Mereka berdua saling bertatapan tanpa bicara, Tang Ruochu dengan ekspresi dingin, dan Ji Yinfeng dengan ekspresi suram.
Hello! Im an artic!
Setelah sejenak, Ji Yinfeng berkata, “Tang Ruochu, aku sudah pernah bilang, cepat atau lambat kamu akan kembali ke sisi aku.”
“Mimpi!”
Tang Ruochu tertawa, dia merasa pria ini pasti gila, makanya ia bisa mengucapkan kata-kata yang konyol ini.
Ji Yinfeng juga tidak peduli, dia menatapnya dengan tenang , dan berkata dengan pelan, “Mimpi atau bukan, aku akan menggunakan segala cara agar kamu kembali ke sisiku! Kalau tidak percaya, kamu lihat saja nanti.”
Hello! Im an artic!
Pada akhirnya, ada tatapan ganas yang tak bisa dijelaskan di dalam matanya.
Tang Ruochu waspada, ini pertama kalinya ia menyadari bahwa pria di hadapannya ini, bisa membuat orang merasa dalam bahaya.
Walaupun begitu, Tang Ruochu juga tidak ingin terlihat lemah di depannya, ia menjawab dengan dingin, “Ji Yinfeng, orang lain mungkin akan takut denganmu, tapi aku tidak takut. Aku ingin tahu, kalau Gu Ruoruo mendengar ucapanmu tadi, apakah dia akan kehilangan akal sehat, dan langsung bertarung nyawa denganmu? Karena kalau wanita itu menggila, aku juga akan sedikit takut.”
Ekspresi Ji Yinfeng berubah.
Dia tahu Tang Ruochu benar, Gu Ruoruo selalu sangat sombong, dan sangat ingin memilikinya.
__ADS_1
Selama ini, dia selalu menganggap Tang Ruochu sebagai hambatan, kalau dia tahu bahwa Ji Yinfeng masih menyimpan perasaan kepada Tang Ruochu, Entah hal mengerikan apa yang akan ia lakukan.
Melihat ekspresi Ji Yinfeng, Tang Ruochu tahu bahwa Ji Yinfeng setuju dengan kata-katanya, kemudian Tang Rouchu langsung menjauh tanpa menunggu pria itu bereaksi.
Setelah setengah jam, Gu Ruoruo akhirnya selesai berdandan, dan berjalan keluar dari ruang dandan.
Dia berdiri di depan Ji Yinfeng, dengan ekspresi kesal berkata, “Yinfeng, sebentar lagi syuting akan dimulai, tapi pakaian ini sangat jelek, jika aku memakai pakaian ini, pasti aku akan terlihat jelek di depan kamera, dan ini akan merusak citraku.”
Gu Ruoruo mengenakan pakaian olahraga berwarna biru dan putih dan sepasang sepatu kets putih. Rambut gelombangnya yang seksi itu, saat ini diikat ekor kuda. Riasannya sangat tipis, seperti biasanya. Gaya berpakaiannya sangat berbeda dan terlihat polos.
Ini bukan yang diinginkan oleh Gu Ruoruo.
Dia selalu menganggap dirinya tinggi dan merasa bahwa dia memiliki penampilan dan temperamen yang baik. Ia jauh lebih baik dibandingkan aktris-aktris terkenal di lingkungan entertaiment, dan setidaknya, merek-merek kelas atas lebih layak untuknya.
Ji Yinfeng menghiburnya, “Ruoruo, kamu baru kembali ke dunia hiburan, jadi tidak mungkin kamu bisa langsung mengambil proyek merek kelas atas. Jadi, sekarang kamu kerjakan proyek ini dulu, tunggu setelah citramu membaik, aku akan menyuruh orang untuk membantu mu mencari iklan lain, kamu bisa memilih sesukamu, makeup, pakaian, merek terkenal luar negeri…”
“Iya, kamu pergi syuting dulu, aku akan menontonmu dari ini.”
Ji Yinfeng selalu menepati seluruh janjinya kepada Gu Ruoruo.
“Iya, aku pergi dulu, aku akan berakting dengan baik.”
Dia tersenyum kepada Ji Yinfeng, kemudian berjalan pergi.
Tapi sebelum pergi, dia tidak lupa melirik ke arah Tang Ruochu dengan wajah penuh kebanggaan dan pamer itu.
Tang Ruochu hanya merasa ini konyol.
__ADS_1
Wanita ini mengira Tang Rouchu masih memiliki perasaan pada Ji Yinfeng, jadi ketika mendapatkan kesempatan, ia pasti akan memperlihatkan ekspresi kemenangannya.
Dia tidak tahu, Tang Ruochu sudah tidak peduli pada Ji Yinfeng, baginya, pria itu, hanyalah seorang badut yang sedang berakting saja.
Syuting iklan itu berjalan dengan cepat, selain harus mengambil beberapa gambar, Gu Ruoruo juga harus melakukan syuting video iklan merek tersebut.
Proses pemotretan foto berjalan lancar, Gu Ruoruo menampilkan beberapa pose seksi dan bersemangat.
Tapi pengambilan video iklan tidak berjalan lancar.
Gu Ruoruo memang bukan aktris profesional, ditambah ia tidak memiliki teknik berakting yang baik, jadi setiap ekspresi, gerakan dan sikap tidak bisa menampilkan apa yang diinginkan oleh sutradara iklan itu.
Dalam waktu setengah jam, sutradara sudah berkali-kali menghentikan proses pengambilan video karena ia tidak puas dengan akting Gu Ruoruo, sampai pada akhirnya, sutradara itu kehilangan kesabaran, dan wajah penuh kekesalan, menyuruh semua orang beristirahat.
Ekspresi Gu Ruoruo juga terlihat kesal.
Baginya, ini benar-benar memalukan, apalagi di sampingnya ada Ji Yinfeng dan Tang Ruochu.
Memikirkan Tang Rouchu yang akan menertawakannya, Gu Ruoruo menjadi semakin kelas.
“Aku tidak mau melanjutkan syuting ini.” Gu Ruoruo yang merasa tertekan, langsung merasa tidak tahan, dan berteriak kepada Xiao Ai dan Xiao Mei.
Xiao Ai langsung membawakan sebotol air, dan menghiburnya, “Ruoruo, kamu harus tenang, kita sekarang hanya butuh satu iklan saja, bertahanlah sebentar lagi, sebentar lagi juga selesai.”
Xiao Mei juga mengipas-ngipas Gu Ruoruo, sambil berkata, “Sebenarnya kamu sudah sangat hebat, tapi permintaan sutradara yang terlalu tinggi, kamu yang sabar, tenangkan dirimu, aku percaya kamu bisa melakukan yang lebih baik lagi, dan membuat mereka semua terpukau.”
Gu Ruoruo menggigit bibirnyadengan kesal, dia kemudian melirik ke arah Tang Ruochu yang berada jauh darinya itu, sambil menggigit bibir bawah, dia berkata, “aku tidak boleh membiarkan Tang Ruochu menonton lelucon ini, Xiao Ai, pikirkan sebuah ide, kalau aku tidak baik-baik saja, dia juga tidak boleh baik-baik saja.”
__ADS_1
Xiao Ai tertegun, kemudian tersenyum jahat, “Tenang saja, serahkan padaku.”