
Hello! Im an artic!
Tang Ruo Chu beristirahat beberapa hari di rumah, setiap hari kalau tidak menonton drama yang tidak bermutu, maka belajar masak dengan bibi Wu, hari-hari dilewati dengan sedikit membosankan.
Hari ini, bibi Wu mengatakan ingin mengajarinya memasak iga babi asam manis kesukaan Shi Jin.
Hello! Im an artic!
Dia langsung membawa buku dan berlari masuk ke dapur.
Di dalam dapur, bibi Wu sedang membersihkan iga, begitu melihatnya masuk, bibi pun tersenyum dan berkata: “Nyonya, begitu mengatakan adalah masakan kesukaan tuan muda, kamu langsung berlari begitu cepat yah.”
Mengetahui bibi sedang mengejeknya, tapi Tang Ruo Chu juga tidak kesal, malah sikapnya terlihat seperti tentu saja dan berkata: “Tentu saja, orang-orang mengatakan ingin mengambil hati seorang pria, maka harus menguasai lambungnya. Asalkan aku bisa memasak makanan kesukaan Shi Jin, aku rasa ke depannya dia tidak akan bisa meninggalkanku lagi.”
Mengatakan sampai di sini, di dalam benaknya langsung muncul sebuah gambaran: Shi Jin dengan wajah penuh air mata memohonnya untuk membuatkan iga babi asam manis, menangis dengan sangat kasihan dan sedih.
Hello! Im an artic!
“Hehe…” dia pun tertawa.
Bibi Wu tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan, melihatnya tertawa, bibi pun merasa lucu dan bertanya: “Apa yang sedang kamu pikirkan? Terus tertawa bodoh.”
Suara bibi Wu menariknya kembali dari pikirannya yang sudah terbang, dia melihat bibi Wu yang heran dan tertawa, lalu mengalihkan topik, menunjuk iga yang ada di dalam baskom dan bertanya: “Bibi Wu, iga ini perlu dicuci berapa kali?”
Perhatian Bibi Wu langsung dialihkan, “Cuci 3 kali sudah cukup, nanti masih harus dimasak sebentar dengan air.”
“Oh oh, ternyata begitu yah.” Tang Ruo Chu barusan tahu dan menganggukkan kepala, lalu menunjuk buku yang ada di tangannya, tersenyum dan berkata pada bibi Wu: “Aku catat dulu.”
Langsung menaruh buku di tempat yang bersih, menundukkan kepala, mengambil pena dan mencatatnya.
Bibi Wu juga sudah selesai mencuci iga.
Setelah itu, bibi Wu selangkah demi selangkah mengajarinya membuat iga babi asam manis kesukaan Shi Jin.
Apa yang perlu diingat, Chu Chu akan mencatatnya di buku.
Membuat sepiring iga babi asam manis memang membutuhkan waktu yang lebih lama, ditambah dengan harus mengajarinya, menghabiskan waktu selama 1 jam lebih, barusan menyelesaikan masalakan ini.
Hasilnya terlihat tidak buruk, hanya tidak tahu bagaimana rasanya.
“Nyonya, kamu cobalah, lihat enak atau tidak.” Bibi Wu memberikan sumpit pada Tang Ruo Chu.
__ADS_1
Tang Ruo Chu mengambil sumpit dan menjepit sepotong iga, setelah menghembusnya, lalu dengan hati-hati mengigit sesuap.
Bibi Wu dengan berharap menatapnya.
Rasa asam manis dalam seketiak memenuhi mulutnya, dia memicingkan mata, dengan terkejut berkata: “Enak sekali.”
Begitu mendengarnya berkata seperti ini, bibi Wu langsung lega, dengan senang berkata: “Kalau enak itu berarti nyonya pintar, belajar dengan baik.”
Pujian bibi Wu membuat Tang Ruo Chu malu, “Tidak, ini karena kemampuan masak bibi Wu hebat, lagi pula semua ini hampir dibuat sendiri olehmu. Kalau aku memasaknya sendiri, pasti tidak bisa membuat rasa ini.”
Dia dengan rendah diri, membuat bibi Wu tidak berdaya dan menggelengkan kepala, “Kamu ini….”
Tang Ruo Chu mengulurkan lidah, lalu menjepit sepotong iga ke mulutnya, “Sini, bibi Wu, kamu juga coba, sangat enak loh.”
Bibi Wu menatapnya dan termenung karena senyumannya yang begitu cerah itu.
Dalam seketika, dia seperti kembali ke 20 tahun yang lalu, gadis yang juga memiliki senyuman cerah, menghidangkan sepiring iga babi asam manis, dengan wajah senang yang sulit disembunyikan dan berkata padanya: “Kak Wu, aku akhirnya sudah bisa membuat iga babi asam mani. Kamu cepat coba.”
Bibi Wu yang melamun membuat Tang Ruo Chu menggerutkan dahu, bibi Wu terus menatapnya, tatapannya masih bercampur dengan rasa rindi, apakah bibi Wu sedang teringat dengan seseorang?
“Bibi Wu..” dia dengan berhati-hati memanggilnya.
“Ah?” bibi Wu tersadar, lalu menatapnya, saat melihat ekspresi herannya, buru-buru tersenyum, berkata: “Nyonya mengatakan enak maka pasti enak, aku tidak perlu coba lagi.”
Saat ini, Tang Ruo Chu memanggilnya, “Bibi Wu, apakah barusan kamu melihat seseorang dari diriku?”
Langkah kaki bibi Wu terhenti, udara hening sejenak.
Setelah sejenak, bibi Wu sama seklai tidak memalingkan kepala, dengan nada yang acuh tak acuh berkata: “Tidak, nyonya sudah berpikir berlebihan.”
Tang Ruo Chu melihatnya buru-buru masuk ke dapur, tatapannya pun seperti memikirkan sesuatu.
……
Malam hari, Tang Ruo Chu memanaskan iga babi asam manis yang diajarkan bibi Wu padanya dengan microwave, lalu menghidangkannya di meja makan.
Saat Lu Shi Jin melihat iga babi asam manis itu, dahinya perlahan merengut.
“Apakah ini buatan bibi Wu?” dia bertanya.
“Bukan.” Tang Ruo Chu menarik kursi duduk di depannya, sepasang tangan dilipat dan ditaruh di pinggir meja, tersenyum menatapnya, “Bibi Wu yang mengajarinya padaku, dia bilang ini adalah makanan kesukaanmu.”
__ADS_1
Tatapannya bersinar, Lu Shi Jin tersenyum, “Apakah bisa dimakan?”
“Tentu saja bisa. Betapa kamu merendahkan kemampuan masakku.” Tang Ruo Chu dengan kesal melototinya, lalu mengambil sumpit dan menjepit menaruh di mangkuknya, “Cepat coba.”
Lu Shi Jin menatapnya sekilas, lalu menjepit iga dan mengigitnya.
“Bagaimana?” Tang Ruo Chu dengan sangat berharap menatapnya.
Lu Shi Jin mengunyah dengan pelan, tatapannya terlihat tenang, tidak terlihat suka atau tidak.
Tang Ruo Chu pun menggerutkan dahi, dengan hati-hati bertanya: “Apakah tidak enak?”
Lu Shi Jin melepaskan sumpit, perlahan berkata: “Sangat enak.”
Mendengar pujiannya, Tang Ruo Chu langsung berbunga-bunga, dengan senang berkata: “Kalau enak makanlah lebih banyak.”
Dia kembali menjepit beberapa potong untuknya, dalam seketika mangkuk langsung terisi penuh.
Dia pun tersenyum padanya, lalu menundukkan kepala mengambil sesuap besar nasi sejujurnya, begitu dipuji olehnya, dia merasa nafsu makannya langsung bertambah, malam hari bisa makan 2 mangkuk nasi.
Lu Shi Jin tidak makan, hanya diam dan melihatnya makan, tatapannya terlihat perasaan yang rumit.
Bibirnya bergerak, lalu bertanya: “Chu Chu, apakah kamu tahu kenapa aku suka makan iga asam manis?”
Tang Ruo Chu mengangkat kepala menatapnya, menelan nasi di dalam mulutnya, tersenyum dan dengan bangga berkata: “Aku tentu saja tahu, bibi Wu sudah mengatakannya padaku, mengatakan saat kecil kamu sangat pemilih, sangat suka makanan asam manis, jadi sering membuatkan iga asam manis untukmu, ikan asam manis dan sebagainya.”
Lu Shi Jin tersenyum, “Ini hanya sebagian.”
“En?” Tang Ruo Chu dengan heran mengangkat alis, “Apakah masih ada alasan lain?”
“En.” Lu Shi Jin menganggukkan kepala, “Karena ini adalah makanan terenak yang bisa ibuku buat.”
Lu Shi Jin menundukkan kepala dan tersenyum, tatapannya tanpa sadar terlihat sedih, “Ini adalah masakan yang khusus ibuku pelajari sesuai dengan resep untukku, belajar sekali demi sekali, hingga akhirnya bisa.”
Ternyata masakan ini ada cerita seperti ini. Tang Ruo Chu tanpa sadar teringat dengan bibi Wu yang tadinya melamun, jangan-jangan juga karena ibu Shi Jin yah?
“Namun akhirnya ibuku buta, dia tidak pernah membuatnya lagi.”
Mengatakan sampai di sini, Lu Shi Jin tersenyum, “Namun, sekarang sudah ada kamu, aku sudah bisa makan lagi.”
Tang Ruo Chu: “……..”
__ADS_1
Bukankah bibi Wu juga bisa membuatnya? Bukankah menyuruh bibi Wu membuatnya sudah bisa.