
Hello! Im an artic!
Setelah setengah jam kemudian, Tang Ruochu tiba di hotel, ia pergi ke bagian resepsionis untuk check-in.
Tapi bagian resepsionis malah mengatakan bahwa pesanan kamarnya sudah dibatalkan.
Hello! Im an artic!
Tang Ruochu bisa menebak bahwa ini pasti ulah Gu Ruoruo.
KArena Gu Ruoruo sampai terlebih dulu, ia membatalkan pesanan kamarnya.
Benar-benar kekanak-kanakan!
“Maaf, apakah anda bisa membantuku untuk membuka satu kamar baru?”
Hello! Im an artic!
Resepsionis dengan sopan berkata, “Maaf nona, kamar hotel kami sudah penuh sekarang.”
“Sialan!” Tang Ruochu mengumpat dalam hati.
Ketika sedang memikirkan apa yang harus ia lakukan, Gu Ruoruo dan yang lain berjalan turun sambil tersenyum, dengan pura-pura merasa bersalah berkata, “Maaf sekali, Ruochu, tapi kami tidak sengaja membatalkan pesanan kamarmu, mungkin kamu harus keluar mencari hotel lain!”
“Gu Ruoruo, aku rasa sepertinya kamu sengaja bukan?” Tang Ruochu melihatnya dengan tajam, tatapannya sedingin es, dan sedikit menakutkan.
“Kalau iya memang kenapa? Apa kamu akan melakukan sesuatu kepadaku?”
__ADS_1
Gu Ruoruo mengangkay dagunya tanpa takut, ia ingin membuat Tang Ruochu marah.
Tang Ruochu menyipitkan matanya, ketika ingin bicara, tiba-tiba resepsionis di belakangnya menepuk bahunya dan berkata, “Nona Tang, maaf sekali, ada orang yang telah mereservasi president suite di hotel kami untuk anda, anda sudah boleh masuk sekarang, maaf kami telah menunda waktu anda.”
“Apa?!” Gu Ruoruo yang terlihat senang tadi, tiba-tiba langsung menjadi maraha.
Hotel ini adalah hotel bintang lima yang terkenal di kota H, president suite di hotel ini sangat susah didapatkan, mereka bisa tinggal di hotel ini juga karena koneksi Ji Yinfeng.
Tapi, president suite bukan kamar yang bisa dipesan begitu saja.
Tapi tidak disangka, Tang Ruochu bisa menginap di kamar itu!
Tang Ruochu tidak bereaksi seheboh Gu Ruoruo, karena dia tahu, pasti Lu Shijin yang mengatur ini semua untuknya.
Dia tersenyum kepada Gu Ruoruo, dengan senang berkata, “Terima kasih atas niat baikmu, sepertinya aku tidak perlu keluar untuk mencari hotel yang lain.”
Tang Ruochu tidak meliriknya sama sekali, dia langsung mengurus check-in, kemudian menarik kopernya ke atas.
Di dalam president suite.
Lu Shijin sudah menunggu dari tadi, Tang Ruochu menarik kopernya masuk, kemudian cemberut sambil berkata, “Untung kamu datang, kalau tidak, malam ini aku tidak akan memiliki tempat untuk menginap.”
Lu Shijin menarik kopernya, dan tersenyum berkata, “Kalau kamu mau, aku bisa membuat mereka tidak punya menginap.”
“Sudahlah, biarkan saja orang-orang gila itu, kita bukan orang gila, kita tidak boleh melakukan apa yang mereka lakukan.” Tang Ruochu kemudian melihat ada setangkay bunga tulip di meja, matanya langsung bersinar, “Bunga yang aku suka! kamu yang membeli bunga ini?”
“Tadi melewati sebuah toko bunga dan melihat bunga tulip di toko mereka sedang mekar,aku tahu kamu menyukai bunga tulip, jadi aku mmebelinya.”
__ADS_1
Tang Ruochu mengambilnya, menghirupnya, dan tersenyum sambil berkata, “Harum sekali.”
Lu Shijin bertanya, “Apa kamu tidak pernah menerima bunga dari orang lain?”
Tang Ruochu menggelengkan kepalanya, “Tidak semua orang bisa romantis dan baik seperti kamu. Aku sangat senang dan terharu kamu bisa menemani aku berdinas, aku senang sekali.”
“Apa kamu menyukai bunga ini?” Mata Lu Shijin mengembun sejenak, melihat wajahnya yang lembut, senyum pun muncul di sudut mulutnya.
Dia mengangguk dengan serius, kemudian berkata, “Tentu saja, ini adalah bunga pemberianmu!”
Lu Shijin menatapnya dan berkata, “Kamu benar-benar berbeda dengan wanita lain, kamu memiliki suami yang kaya, tapi kamu tidak menginginkan berlian, tidak menginginkan properti, tidak ingin panjat sosial, dan juga tidak ingin menghabiskan uangku, sebagai suami, aku merasa tidak berguna.”
Tang Ruochu tertawa dibuatnya, “Aku punya berlian, aku punya propersi, dan aku bisa menggunakan kemampuanku sendiri untuk mendapatkan tempat di masyarakat, kalau uang, seluruh Tangshi Grup milikku, selama aku tidak menghambur-hamburkannya, uang itu cukup untuk membiayaiku seumur hidup. Kamu cukup menemaniku selamanya, bagaimana?”
Ucapannya membuat wajah Lu Shijin yang seperti es abadi itu sedikit berubah, detak jantungnya menjadi lebih cepat, dia menarik nafas dalam, dan menatapnya sambil bertanya, “Aku bisa melakukannya, tapi apa kamu yakin kamu tidak akan kecewa?”
Tang Ruochu tercengang, menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku….aku tidak tahu, tapi aku rela hidup denganmu selamanya.”
Iya, dia memang tidak yakin 100%, tapi di dalam hatinya, dia ingin hidup selamanya bersama pria ini.
Karena prianini menghormatinya, tulus padanha, dan memberikan rasa aman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Jadi jika Tang Rouchu memberikan seluruh hidupnya pada pria ini, itu adalah hal yang setimpal!
“Aku akan mengingatnya, aku akan menunggu kamu menerimaku sepenuhnya , tapi aku berharap, hari itu akan segera tiba.”
Selesai bicara, Lu Shijin menciumnya, ciuman itu begitu dalam dan panjang.
__ADS_1