
Hello! Im an artic!
“Iya, Mu Ling sudah memberitahuku.” ekspresi Lu Shijin tidak berubah, dia hanya menjawab tenang dan membantu mengupas udang untuk Tang Ruochu.
Tang Ruochu melihatnya dengan terkejut, “Ternyata kamu sudah tahu dari awal?”
Hello! Im an artic!
“Jishi Grup melakukannya dengan diam-diam, tapi tentu saja aku mengetahuinya dengan mudah, aku tidak memberitahumu, karena aku tau kamu akan bisa menghadapinya.”
Dia mengupas udang pertama dan meletakkannya di mangkok Tang Ruochu, kemudian mengupas seekor udang lagi untuk Tang Rouchu.
Tang Ruochu juga mengambil ikan dan menyuapkannya ke mulut Lu Shijin, sambil berkata, “Benar juga, tadi di dalam, Gu Ruoruo ingin membuat aku malu, tapi dia tidak berhasil.”
Tatapan Lu Shijin menyipit, ekspresinya semakin dingin, “Jishi masuk ke Shirui, orang pertama yang akan diserang pasti kamu.”
Hello! Im an artic!
Tang Ruochu menggerakan bahunya, “Tidak masalah, aku tidak takut, jika mereka mau menyerangku, ya biarkan saja, kita lihat saja, siapa yang akan menang pada akhirnya.”
Lu Shijin menatap dalam, dengan pelan berkata, “Tidak peduli bagaimanapun, aku tidak ingin kamu terluka.”
Di dalam hati Tang Ruochu mengalir rasa, senyumannya semakin melebar, dan suara dia menjadi sangat lembut dan dengan pelan berkata, “Aku akan hati-hati.”
Selesai makan, Song Anyi kembali ke ruang pertemuan terlebih dahulu, meninggalkan Tang Rouchu berdua dengan Lu Shijin.
Tanpa orang lain di ruangan itu, tatapan Lu Shijin berubah semakin lembut, kemudian ia menarik Tang Ruochu untuk duduk di pahanya, kedua tangannya memeluk pinggang Rouchu, dengan mesra berkata, “Nanti saat kamu kembali, carilah alasan untuk pulang lebih cepat, temanin aku pulang.”
“Tanpa kamu suruhpun, aku juga ingin pulang denganmu.”
Tang Ruochu merangkul lehernya, dan meletakkan kepalanya di bahunya.
Baginya, selama ada pria ini, hatinya akan merasa tenang.
__ADS_1
Dan juga, dia sangat suka menghabiskan waktu bersama Lu Shijin, karena pria itu menghormatinya, menghargai usahanya, dan selalu baik kepadanya.
Pria ini dan Ji Yinfeng sangat berbeda, pria itu membantunya mengobati lukanya dalam sekejap.
“Kalau begitu aku akan menunggu kamu.” Lu Shijin menciumnya lembut di sudut bibirnya, suaranya terdengar sangat rendah dan terdengar nyaman di telinganya.
Tang Ruochu tersenyum dan mengangguk, kemudian berdiri dari paha Lu Shijin, kembali ke ruangan pertemuan, setelah mencari alasan, dia kemudian pamit pulang lebih awal.
Tapi ketika berada di Lorong, Tang Ruochu malah bertemu Gu Ruoruo dan Lu Xiaolin yang baru keluar dari toilet.
Ketika melihat Tang Ruochu, wajah mereka berdua langsung terlihat sangat suram, mereka masih merasa kesal karena dipermalukan di depan umum tadi.
Tang Ruochu malas mempedulikan mereka, tapi Gu Ruoruo tidak bermaksud melepaskannya, “Tang Ruochu, kamu seharusnya tahu bukan, Jishi sudah memegang saham Shirui, jad aku akan menandatangani kontrak dengan Shirui secepatnya, ketika itu semua sudah selesai, hari baikmu juga akan habis, aku benar-benar sangat penasaran, keadaannya sudah begini, kenapa kamu masih begitu sombong?”
“Karena hari untuk sombong tinggal sedikit lagi, jadi harus memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Jadi, nyonya Ji, sebelum itu terjadi, kamu harus menahan diri dengan baik.”
Tang Ruochu tersenyum penuh arti, ucapannya itu benar-benar misterius.
Wajah Gu Ruoruo langsung berubah, “Tang Ruochu, kamu benar-benar mengira aku tidak berani menyentuhmu? Apa kamu tidak percaya, dengan dengan satu kalimat, aku bisa langsung memecatmu dari Shirui?”
Mata Gu Ruoruo menyipit, dan ketika mengingat dirinya ditampar waktu itu, hatinya masih merasa takut.
Ia bisa menghadipi Tang Ruochu, tapi pria itu, bukan orang biasa!
Melihat Gu Ruoruo yang menampilkan ekpsresi takut, Tang Ruochu tertawa sambil berkata, “Jaga dirimu baik-baik nyonya Ji, dia bukan orang yang bisa kamu singgung.”
Gu Ruoruo yang malu langsung marah dan berteriak, “Wanita ******, pria itu pasti hanya pria jalanan yang kamu pilih kan?! Kamu benar-benar mengira aku akan takut? Kalau Yinfeng mau, ia bisa membuat pria itu hilang dari kota Beining ini.”
Mendengar ancamannya, Tang Ruochu hanya tersenyum dingin, “Mungkin Ji Yinfeng tidak punya kemampuan itu.” Selesai berkata, tanpa basa-basi, ia langsung masuk ke dalam lift.
Di Lorong, wajah Gu Ruoruo terlihat sangat suram, ekspresinya sangat menakutkan.
Lu Xiaolin dengan hati-hati menghiburnya, “Ruoruo, kamu jangan marah, dia tidak akan senang untuk waktu yang lama, setelah kamu masuk ke kantor, kita bisa menyiksanya dengan perlahan, setelah itu terjadi, dia tidak mungkin bisa sesombong itu.”
__ADS_1
Gu Ruoruo mendorongnya dengan kasar, dengan ekspresi kesal berkata, “Nanti, aku akan membuatnya menderita.”
…
Ketika Tang Ruochu pergi dari hotel, ia kemudian turun dan bertemu dengan Lu Shijin di bawah.
Waktu menunjukkan pukul 9, karena waktu masih belum larut, mereka tidak langsung pulang, mereka berkendara berkeliling kota.
Sampai tengah malam, mereka baru kembali ke rumah.
Karena keesokan paginya adalah akhir pekan, Tang Ruochu lebih malam.
Ketika ia bangun, tempat tidur di sampingnya sudah dingin, Tang Rouchu segera bangun dan mandi, ketika turun ke bawah, dia melihat Lu Shijin dan Lu Shengyao sedang berbicara, seperti sedang mendiskusikan sesuatu yang penting.
Dua pria ini, benar-benar sangat menarik perhatian, satu terlihat tampan dan terlihat rasa angkuh dan susah diatur, satu lagi terlihat dingin dan elegan, seluruh tubuhnya seakan memancarkan aura tegas dan kuat, rasa dingin dari tubuhnya dan mata tajamnya, membuatnya terlihat menakutkan.
Tang Ruochu merasa senang, karena pagi-pagi begini, ia sudah melihat pemandangan yang seindah ini,
Di saat yang sama, kedua pria ini menyadari Tang Ruochu yang sedang berdiri di tangga , mereka langsung berhenti berbicara, dan melihat ke arahnya.
Lu Shengyao tersenyum dan berkata, “Kakak ipar, air liurmu sudah mau keluar.”
Tang Ruochu baru sadar, ekspresinya malu, dia kemudian melototnya dan berkata, “Kamu yang airliurnya sudah mau keluar.”
“Haha, kakak ipar jangan berbohong, aku melihatnya dengan jelas. Aku tahu kakakku ini sangat menarik, kalau aku seorang wanita, aku juga pasti akan sangat tertarik dengan kakakku ini.”
Lu Shengyao tertawa terbahak-bahak, ketika berbicara, tidak lupa mengedipkan mata ke arah Lu Shijin.
Wajah Lu Shijin yang dingin it berubah, menatap adiknya itu dengan jijik, “Menjauh dariku.”
“Kenapa begitu blak-blakkan dan tidak tahu malu?”Tang Ruochu juga tidak tahan dan tertawa, dia kemudian melihat ke arah Lu Shijin, “Apakah kalian sudah sarapan?”
Lu Shijin mengangguk, “Sudah, sarapanmu juga sudah disiapkan, setelah kamu makan, kita keluar.”
__ADS_1
“Pergi ke mana?” Tanya Tang Ruochu yang penasaran.
Lu Shijin tidak menjawab, Lu Shengyao mendahuluinya, dan sambil tersenyum, “Belanja.”