UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 223 Menemanimu Mandi Bersama


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Tang Ruo Chu pulang ke rumah, dia berbicang sejenak dengan bibi Wu, lalu naik ke atas.


Saat melewati ruang kerja, dia pun menghentikan langkahnya, perlahan membuka pintu dan mengulurkan kepala ke dalam, hanya melihat Shi Jin sedang duduk di belakang meja, cahaya kuning menyinari rambutnya yang hitam, menunjukkan cahaya, ke 5 indranya terlihat semakin tampan.


Hello! Im an artic!


Dia pun menatapnya hingga tergila-gila.


Lu Shi Jin menyadari ada orang yang sedang menatapnya, tatapan yang panas membuat orang tidak bisa mengabaikannya.


Perlahan mengangkat mata, sebuah wajah mungkin masuk ke matanya, bibir tipisnya tanpa sadar perlahan terangkat.


Melepaskan buku di tangannya, dia mengangkat kepala dan menatapnya, lalu memanggilnya, “Chu Chu.”


Hello! Im an artic!


Tang Ruo Chu yang mendengar suara pun tersadar, bertemu dengan mata hitam yang sangat menarik, dia langsung sadar dengan apa yang dia lakuka barusan.


Dia bahkan tergila-gila karena ketampanan, melihatnya sampai melamun!!!


Saat melihatnya sedang menatap dirinya dengan tersenyum, wajah yang putih langsung memerah.


Chu Chu dengan canggung mengangkat tangan menarik rambut dikedua sisi telinganya, lalu bertanya, “Apakah kamu sudah makan malam?”


Saat dia, Xiao Xiao dan An Yi makan bersama, dia menerima panggilan dari Lu Shi Jin, mengatakan ingin menjemputnya pulang makan, tapi dia sudah sedang makan, hanya bisa menyuruhnya untuk pulang makan sendiri.


Memikirkaan itu dia pun merasa tidak tega. Semenjak menikah, tidak peduli betapa sibuk, Lu Shi Jin selalu berusaha untuk pulang lebih cepat untuk menemaninya makan malam bersama.


Sebagai seorang suami, dia melakukannya lebih baik dari pada dirinya sebagai istri.


Lu Shi Jin menjawab “en”, “Sudah makan.”


Setelah itu dia kembali berkata: “Kemari.”


Tang Ruo Chu dengan patuh berjalan menghampirinya, tiba-tiba, pinggulnya dipeluk dengan erat, setelah itu, dia langsung terduduk di panggkuannya.


Lengannya yang bertenaga merangkul pinggulnya yang ramping, dadanya menempel pada punggungnya, dagunya ditaruh di bahunya, diantara nafasnya, nafas yang hangat menyemburke telinganya yang sensitif, membuatnya merasa tidak nyaman dan menaarik lehernya.


Lu Shi Jin menundukkan wajah, tatapannya tertuju pada samping wajah Chu Chu yang putih, diatas wajahnya terlihaht memerah, kelihatan sangat enak seperti es krim.


Hati geli dan sulit ditahan, Lu Shi Jin tanpa sadar berinisiatif untuk menciumnya.


Tang Ruo Chu ditarik oleh Lu Shi Jin untuk duduk dipangkuannya, walaupun dulu juga pernah begitu, tapi tindakan yang begitu romantis, dia tetap massih tidak begitu terbiasa.

__ADS_1


Punggung Tang Ruo Chu menempel pada dadanya, bisa dengan jelas merasakan irama detak jantungnya yang stabil.


Dan saat Lu Shi Jin menaruh dagunya di bahunya, detak jantung Tang Ruo Chu langsung berdetak kencang dan kacau.


Oleh karena itu, saat bibirnya yang hangat menempel pada kulitt lehernya, dalam seketika Tang Ruo Chu tidak tahan dan mengeluarkan suara *******.


Setelah itu, dia membuka matanya dengan besar, buru-buru mengangkat tangan menutup mulut.


Dasar, apa yang sedang dia lakukan???!!!


“Hehe…”


Di telinganya terdengar suara tawa Lu Shi Jin, “Chu Chu, kenapa kamu begitu imut?”


Tang Ruo Chu duluan merasa malu, setelah itu merasa kalau bukan karena Lu Shi Jin tiba-tiba menciumnya, apakah dia akan mengeluarkan suara yang begitu memalukan?


Dalam hatinya muncul rasa kesal, dia pun membantah dan ingin berdiri, “Kamu lepaskan aku, lepaskan aku……”


Tapi sepasang lengan Lu Shi Jin seperti besi, sama sekali tidak bergerak.


Tang Ruo Chu yang mengetahui perbedaan kekuatan mereka, tetap tidak menyerah dan lanjut membantah.


Saat ini, di samping telinganya terdengar suara serak Lu Shi Jin, “Chu Chu, kalau kamu berani bergerak lagi, aku akan langsung menghabisimu di sini.”


Begitu ucapan ini keluar, Tang Ruo Chu langsung diam, dia menggerakkan bibir, tidak berani asal bergerak lagi.


Karena dia merasakan suhu panas yang beraasal dari tubuh Lu Shi Jin.


Tidak tahu setelah berapa lama, suhu paahan di bokongnya perlahan menghilang, Chu Chu pun diam-diam merasa lega.


Setelah itu, dia merasakan aroma Lu Shi Jin mendekati belakang telinganya, suara serak Lu Shi Jin terdengar: “Kalau bukan takut kamu kelelahan, benar-benar sangat ingin memakanmu.”


Jantung Tang Ruo Chu bergetar, tangan yang ditaruh di kakinya pun menggepal dengan erat.


Oh tuhan! Suaranya benar-benar sangat menggoda, Chu Chu benar-benar sangat ingin menghampirinya, tapi keleganan wanita membuatnya hanya berani memikirkannya dan tidak berani melakukannya.


“Ada apa dengan An Yi hari ini?”


Setelah begitu lama, Lu Shi Jin bertanya.


Begitu mengungkit sahabatnya, Tang Ruo Chu buru-buru mengusir pemikirannya, mendesah, “Tentu adalah perbuatan Mo Fei.”


Lu Shi Jin mengerutkan dahi, “Ada apa dengannya?”


“Kalau dia tidak bisa memberikan hal yang diinginkan An Yi, maka dia tidak seharusnya mengganggu An Yi. Sekarang sudah gawat, An Yi juga sudah menyukainya, demi membersihkan hubungan mereka, juga hanya bisa menggeraskan hari memutuskan harapannya sendiri.”

__ADS_1


Membicarakan sampai di sini, Tang Ruo Chu pun merasa sedih, “An Yi barusan disakiti oleh Han Yi Chen si pria brengsek itu, sekarang masih harus menerima penderitaan seperti ini, aku benar-benar sangat tidak tega padanya.”


Memikirkan tatapan sedih An Yi, hatinya pun merasa sakit.


“Maaf.” Lu Shi Jin memeluk pinggulnya dengan semakin erat, kepala mereka berdua menempel bersama, Lu Shi Jin menempel pada wajahnya, “Pihak Mo Fei, aku yang akan membicarakan dengannya.”


Tang Ruo Chu mengangkat tangan memegang tangannya, dengan tidak puas berkata: “Aku tahu Mo Fei juga menyukai An Yi, tapi aku tetap marah, dia seorang pria apakah tidak tahu batasan?”


Lu Shi Jin tersenyum tidak berdaya, “Kalau begitu aku akan memanggilnya kemari agar kamu bisa memukulnya.”


“Adik sepupumu, apakah kamu tidak kasihan?” Tang Ruo Chu memalingkan kepala meliriknya.


“Tidak, aku hanya kasihan padamu.”


Mata yang hitam terlihat cahaya lembut.


Tang Ruo Chu mendengus “Huh”, jelas-jelas sangat terharu, tapi mulut masih berkata: “Siapa yang percaya padamu? Itu adalah adik sepupumu dari kecil sampai besar.”


“Gadis yang kata hati dan ucapannya berbeda.” Lu Shi Jin tersenyum mengelus rambutnya, dahinya terlihat penuh kasih sayang.


“Apa kata hati dan ucapan berbeda?” Tang Ruo Chu marah dan memukul tangannya, “Kalau begitu kamu panggil Mo Fei kemari, aku akan memukulnya habis-habisan di hadapanmu, lihat kamu merasa kasihan atau tidak.”


“Benarkah?” Lu Shi Jin mengangkat alis.


Tang Ruo Chu menganggukkan kepala, “Tentu saja benar.”


“Kalau begitu aku telepon dia yah.”


Setelah berkata, Lu Shi Jin mengulurkan tangan pergi mengambil ponsel yang ada di meja, membuka ponsel, saat ingin menelepon, sebuah tangan menutupi layar ponselnya.


Lu Shi Jin mengangkat kepala, hanya melihat Chu Chu sedang tertawa, “Aku hanya membohongimu, aku tidak ingin memukul Mo Fei, menghabiskan tenagaku saja.”


Selanjutnya, dia pun turun dari pangkuannya, “Aku pergi mandi dulu, nanti barusan berbincang lagi.”


Pelukannya tiba-tiba kosong, membuatnya masih belum sadar.


Saat sadar, Chu Chu sudah berjalan ke depan pintu ruang kerja, memalingkan kepala dan mengedipkan mata padanya, “Tuan Lu, jangan membaca buku sampai lupa waktu, lupa kalau masih ada istri yang imut sedang menunggumu yah.”


Setelah berkata, Chu Chu memuncungkan mulut dan menciumny dari udara, lalu berjalan keluar.


Lu Shi Jin tertawa pelan, kalau Chu Chu sudah berkata seperti itu, dia mana mungkin tega membiarkannya menunggu.


Jadi, dia menutup buku yang ada di meja, mematikan laptop, lalu bangkit dan meninggalkan ruang kerja.


Tidak lama kemudian, dari kamar mandi kamar terdengar sebuah suara.

__ADS_1


“Lu Shi Jin, kenapa kamu masuk?”


“Menemanimu mandi bersama, hemat air.”


__ADS_2