
Hello! Im an artic!
“Ya, keluargaku sangat keras dan berantakan.”
Lu Shengyao menyeringai dan mulai berbicara tidak masuk akal lagi.
Hello! Im an artic!
Tang Rouchu sangat tak berdaya, “Ini pertama kalinya aku melihat seseorang yang menjelekkan keluarganya sendiri. Tapi, aku mendengar Mu Ling memanggilmu Tuan ketiga, kamu anak ketiga di keluargamu?”
“Ya, aku dan Kakak memiliki ibu yang sama, sedangkan anak kedua dan
keempat memiliki ibu yang sama.” Lu Shengyao tiba-tiba berkata dengan sinis, matanya terlihat dingin.
Tang Rouchu tertegun sejenak.
Hello! Im an artic!
Dia karena penasaran, jadi dia bertanya mengenai hal itu.
Tapi ia tidak menyangka bahwa jawaban yang luar biasa seperti itu akan keluar dari mulut Lu Shengyao.
Keluarga besar ini benar-benar rumit. Tidak heran Lu Shijin tidak pernah menceritakan tentang keluarganya.
Lu Shengyao tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, Kakak ipar juga merupakan keluarga kami. Namun, situasi keluarga kami benar-benar rumit, jadi kakak ipar lebih baik tidak tahu terlalu banyak untuk sementara waktu.”
“Baik.”
Tang Rouchu mengangguk dan tidak bertanya lagi.
…..
Lu Shijin melakukan perjalanan bisnis selama dua hari, dan Tang Rouchu memanfaatkan waktu ini untuk segera menghubungi penulis skenario dan memberikan pendapatnya untuk referensi.
__ADS_1
Setelah itu, Tang Rouchu memperoleh persetujuan perusahaan dan memilih aktor lain.
Aktor-aktor ini ada yang sudah memiliki pangkat tinggi, tengah dan juga orang baru. Mereka semua mencari pemain yang cocok dengan karakter dalam film. Ketika semuanya sudah ditentukan, mereka tinggal menunggu.
Pada hari ketiga, Lu Shijin akhirnya kembali dari luar negeri, dan Tang Rouchu meminta Lu Shengyao mengantar dirinya ke bandara untuk menjemputnya.
Orang-orang berlalu lalang di lobi bandara, ketika pria itu berjalan keluar dengan penampilan yang menawan, semua orang pun memperhatikannya.
Tang Rouchu menatapnya, perasaan rindu membuat pikirannya menimbulkan ilusi seakan dia sudah tidak berjumpa dengan pria itu selama tiga tahun.
Mata Lu Shijin juga terkunci erat pada Tang Rouchu, tatapan yang biasa dingin itu, menyorotkan secercah cahaya.
Setelah meninggalkan bandara, Tang Rouchu terlebih dulu menaiki ke dalam mobil, ketika Lu Shengyao dan Mo Ling hendak naik, mereka dihentikan oleh Lu Shijin yang memerintahkan, “Kalian berdua naik taksi.”
Kemudian, tanpa menunggu reaksi mereka berdua, Lu Shijin masuk ke kursi pengemudi, menyalakan mobil, menginjak pedal gas, dan pergi, menyisakan mereka berdua yang masih terbengong.
Lu Shengyao, “…”
Mu Ling, “…”
“Apa tidak apa-apa jika kita tinggalkan mereka di sana seperti itu?” Tang Rouchu menahan senyum dan bertanya pada Lu Shijin sambil melihat dua sosok yang berdiri di luar dengan simpatik
“Tidak masalah, aku ingin berduaan denganmu.” Wajahnya bersinar, suaranya juga terdengar hangat, dan bahkan tatapannya yang dalam itu menunjukkan rasa bahagia.
Tang Rouchu buru-buru berkata, “Kemana kita akan pergi sekarang?”
“Pulang ke rumah, aku sudah tidak sabar untuk menciummu.” Lu Shijin berkata dengan suara rendah, nada itu, seperti cello yang merdu, sangat menyentuh.
Hati Tang Rouchu tiba-tiba bergetar dan benar-benar kacau, pipinya langsung memerah, cantik dan menawan.
Setelah empat puluh menit di jalan, mobil akhirnya tiba di Long Yu Sheng Jing.
Keduanya memasuki rumah, Lu Shijin mengunci Tang Rouchu di tangannya dan menciumnya.
__ADS_1
Ciuman itu sedikit tergesa-gesa, seolah-olah dia telah lama menahannya.
Tang Rouchu mengangkat tangannya dan melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu, merespon ciuman pria itu dengan antusias, dia juga sudah tidak bisa mengontrolkan dirinya, akal sehatnya sudah direbut oleh ciuman itu.
Semakin dalam ciuman itu, semakin Lu Shijin tidak bisa mengobtrol dirinya, matanya memerah, seakan ada api yang membara.
Tepat ketika Tang Rouchu hampir kehilangan kekuatan kakinya, Lu Shijin menggendongnya dan membawanya menuju ke kamar.
Lu Shijin meletakkan Tang Rouchu di tempat tidur, dan ciuman yang dalam jatuh lagi, tapi kali ini, dia tidak menahan diri, tangannya terulur, menyelinap ke dalam pakaian Tang Rouchu.
Tubuh Tang Rouchu bergetar, sekujur tubuhnyaseakan dialiri arus listrik. Sentuhan panas itu membuat kulitnya seakan terbakar api.
Pada saat ini, Tang Rouchu tersadar, dia hendak menghentikan Lu Shijin, tetapi pria itu sudah kehilangan kontrol dirinya.
Kemudian, tangannya berusaha menyusup ke celananya, tetapi Tang Rouchu menghentikannya.
Pada saat inilah Lu Shijin tiba-tiba sadar.
Dia memandang istrinya dan melihat bahwa pipinya yang memerah, ia mengigit bibirnya, dan tubuhnya sedikit gemetar, gugup dan ketakutan.
Kesadaran Lu Shijin pulih.
Dia cepat-cepat mundur dan buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, dan ekspresinya penuh kekesalan dan menyalahkan diri sendiri ia berkata, “Maaf, istriku, aku kehilangan kontrol diriku.”
Tang Rouchu tidak tega dan menghiburnya, “Tidak apa-apa, aku tidak menyalahkanmu.”
Bahkan dia hampir jatuh ke dalam kegilaan itu tadi, jika bukan karena rasa sakit yang mengingatkannya, mungkin dia juga tidak akan sadar.
Lu Shijin mengambil napas dalam-dalam dan mencoba menekan kegelisahan dirinya, lalu memeluk Tang Rouchu dengan ringan dan berkata, “Aku berjanji ini tidak akan terjadi lagi, kecuali kamu mengizinkannya.”
“Baiklah.”
Dengan wajah memerah, Tang Rouchu bersandar di bahunya, ini adalah pertama kalinya pria itu kehilangan kontrolnya, ini membuat Tang Rouchu merasa sedikit malu.
__ADS_1
Kali ini, Lu Shijin tidak melakukan sesuatu yang gila lagi, ia hanya memeluknya, mencium sebentar dengan lembut, saat Lu Shengyao mengetuk pintu kamar mereka, barulah mereka berpisah.