UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 95 Tenang Ada Aku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Pandangan Tang Ruochu menggelap, jantungnya pelan-pelan menjadi lambat, sekujur tubuhnya terasa sakit, dan dia mulai kehilangan kesadaran…


Orang baik yang kebetulan lewat membantunya, dan bertanya dengan perhatian, “Nona kamu tidak apa-apa? Apakah harus membantumu menelepon ambulan?”


Hello! Im an artic!


“Mobil tadi setelah menabrak orang, langsung kabur, benar-benar gila sekali…”


Kepala Tang ruochu sangat sakit, dia dengan pandangan buram melihat ke arah mobilnya, dan ingin meneriakikan nama Gu Ruoruo!


Tang Ruochu tidak pernah menyangka, Gu Ruoruo si wanita gila ini, berani menabraknya, dan berusaha membunuhnya.


Wanita ini, benar-benar bukan gila lagi, tapi benar-benar sangat kejam, sangat menakutkan.


Hello! Im an artic!


Tang Ruochu berusaha mempertahankan kesadarannya, dia menggigit bibirnya, berusaha mencegah dirinyaa pingsan.


Dia berusaha mencari ponselnya, dan menelepon, “Shijin…”


Ketika Tang Ruochu menelepon Lu Shijin, ia sedang berada di kantor dan mendengar laporan dari para petinggi.


Suara dering telepon yang tiba-tiba ini, memecah keheningan di dalam ruangan, Lu Shijin melihat sekilas ke layarnya, kemudian mengulurkan tangan untuk menyuruh mereka berhenti sejenak, dan menjawab teleponnya.


Ekspresinya menjadi lebih lembut, bahkan suaranya juga ikut melembut, “Sudah mau pulang?”


“Shijin…”


Di seberang telepon, terdengar suara dia yang lemas.


Lu Shijin tercengang, kemudian mengerutkan keningnya, “Kenapa suaramu lemas? apa yang terjadi?”


“Aku…ditabrak oleh sebuah mobil.”


Suaranya sedikit bergetar, sangat jelas ia sedang terluka, ucapannya juga terdengar bergetar karena ketakutan.


Setelah mendengar ini, Lu Shijin langsung berdiri dari kursi, dan mengerutkan keningnya, “Apa yang terjadi? Kamu dimana? Apa kamu baik-baik saja? Beritahu aku alamatnya, aku akan langsung ke sana.”


“Aku mengeluarkan banyak darah, aku di…”


Tang Ruochu merasa matanya mulai buram, rasa sakitnya menyelimuti seluruh benaknya, membuat dia tak sanggup bicara.


“Kamu tunggu aku di sana, aku akan segera datang.”


Dengan cepat ia mematikan teleponnya, Lu Shijin mengambil jasnya, setelah memberitahu bawahannya, dan langsung pergi dari ruangannya.

__ADS_1


“Apa yang terjadi?”


Semua orang saling bertatapan, ini pertama kalnya merekai melihat Lu Shijin yang lepas kontrol.



Shijin bergegas ke tempat kejadian kecelakaan mobil itu bersama Lu Shengyao dan Mu Ling.


Ketika tiba, ia dengan cepat berlari ke samping Tang Ruochu, Rouchu sekarang sudah hampir kehilangan kesadaran, wajah cantiknya pucat pasi, seperti sebuah bunga gugur, kehilangan warna kehidupannya.


Ketika Lu Shijin mengantarnya ke Kediaman keluarga Tang satu jam yang lalu, wanita ini masih baik-baik saja, tapi sekarang wanita itu terkulai lemas belumuran darah, dia merasakan kekhawatiran dan kemarahan yang memuncak di kepalanya


“Kakak, cepat, kita antar kakak ipar ke rumah sakit dulu. Mu Ling, kamu di sini dan bereskan lokasinya.”


Lu Shengyao yang menghampiri mereka, juga terkejut melihat pemandangan ini, dia berlari tergesa-gesa membuka pintu mobilnya.


Mereka berdua dengan cepat bergegas ke rumah sakit, dalam perjalanan, Lu Shijin memeluk Tang Ruochu, wajah pucat dan panik.


“Istriku, sadar, buka matamu dan lihat aku…”


Dia menunduk dan terus memanggil Rouchu, kemudian menyuruh Lu Shengyao, “Menyetirlah lebih cepat!”


Tang Ruochu bersandar di pelukannya setengah sadar, dan mata tidak bisa fokus.


Pelukan pria ini sangat hangat.


Rasa hangat itu yang akrab ini, membuat wajahnya tersenyum tenang.


Dia bergumam, kemudian pelan-pelan kesadarannya hilang, dan ia masuk ke dalam kegelapan.



Ketika Tang Ruochu sadar kembali, Lu Shijin sedang menggenggam tangannya.


Melihat dia membuka mata, Shijin langsung berdiri, dan mengelus pipinya, bertanya dengan pelan , “Bagaimana? Mana yang sakit ?”


Tang Ruochu terdiam beberapa detik, barulah ia menyadari apa yang terjadi, ia ingat dirinya ditabrak oleh Gu Ruoruo, dan sekarang berada di rumah sakit.


Dia merasakan sekujur tubuhnya sanat sakit.


“Apakah aku terluka parah?” Dia membuka mulutnya, dan bertanya, suaranya sedikit serak dan lemah.


Lu Shijin mengangguk, “Kaki dan tanganmu terluka, kepalamu juga terbentur ringan.”


“Pantas saja kepalaku sakit sekali.”


Tang Rouchu pelan-pelan duduk di atas ranjang, luka di kakinya membuatnya menarik nafas dalam-dalam, wajahnya terlihat sangat kesakitan.

__ADS_1


Lu Shijin langsung membantunya, gerakannya sangat lembut, “Apakah mau aku panggilkan dokter?”


“Tidak perlu, aku baik-baik saja.” Dia menggelengkan kepalanya, dan berkata dengan keras kepala.


Lu Shengyao kebetulan masuk dari luar, dan mendengar ucapannya itu, ia langsung berkata, “Sudah terluka parah seperti itu, masih bilang baik-baik saja, kamu tidak tahu, ketika kakak menemukan kamu, dia hampir menggila!”


Ini pertama kali dalam hidupnya, ia melihat ekspresi Lu Shijin yang begitu panik!


Tang Ruochu melihat ke arah Lu Shijin, “Maaf telah membuat kamu khawatir.”


“Tidak apa-apa, yang penting kamu baik-baik saja.”


Lu Shijin menghela nafas, dan memeluknya dengan lembut, seperti sedang menjaga sebuah harta karun.


Tang Ruochu bersandar di tubuhnya, menghirup aroma khas khas pria ini, menikmati rasa aman yang diberikannya, sama sekali tidak ingin melepaskan diri.


Lu Shijin menundukkan kepalanya, dan mencium lembut puncak kepala Tang Rouchu, dan kemudian melirik ke arah Lu Shengyao yang berdiri di belakang Tang Ruochu, seperti sedang menanyakan sesuatu kepadanya.


Lu Shengyao mengangguk, matanya terlihat sangat gelap.


Beraninya melukai wanitanya, orang ini pasti akan mati mengenaskan!


Setelah bersandar sebentar di pelukan Lu Shijin, Tang Ruochu merasa lelah, dia kemudian menutup mata, dan teringat kejadian sebelum ia kehilangan kesadarannya tadi.


Waktu itu, hatinya sedikit takut, dia mengira dirinya akan meninggal, dia takut tidak akan bisa melihat Lu Shijin lagi.


Dia sangat panik, jadi ia langsung menelepon pria itu.


Tang Rouchu ingat, sata ia berkata, “Aku…ditabrak oleh sebuah mobil.”


Shijin langsung berkata, “Apa yang terjadi? Kamu dimana? Apa kamu baik-baik saja? Beritahu aku alamatnya, aku akan langsung ke sana.”


Suaranya menenangkan.


Sejak ibunya meninggal, di dunia ini tidak ada orang yang begitu perhatian dengannya, dan melindunginya seperti pria ini.


Ayahnya tidak akan sebegitu perhatian padanya, Ji Yinfeng juga tidak akan begitu, hanya Lu Shijin yang seperti itu dengannya.


Dia tiba-tiba menangis, dan menyembunyikan kepala di pelukan pria itu, tangisannya itu sampai membuat tubuhnya bergetar.


Lu Shijin mengira dia sedang takut, dan mulai menepuk bahunya sambil menghibur, “Jangan takut, ada aku, semuanya baik-baik saja, tenang saja, jangan menangis lagi…”


Suaranya lembut, ia membiarkan Rouchu menangis di pelukannya, membiarkan airmata wanita itu membasahi pakaiannya.


Setelah beberpa saat, Tang Ruochu yang sudah puas menangis, baru melepaskan diri dari pelukan Lu Shijin.


Lu Shengyao kemudian berkata, “Semua wanita terbuat dari air… aku akhirnya mengerti kata-kata ini. Kakak ipar, kamu pasti sudah lapar, ayo makan dulu, jangan menangis lagi.” Lu Shengyao meletakkan makanannya di atas meja sambil berkata.

__ADS_1


Tang Ruochu kemudian berkata dengan senyuman kecil, “Ini pertama kalinya aku mendapat luka sebanyak ini, mungkin saja akan ada meninggalkan bekas seumur hidup, kamu malah menyuruh aku tidak menangis, apakah ada masih memiliki rasa keprikemanusian?”


Lu Shijin kemudian melotot ke arah adiknya sendiri, tatapannya itu sangat dingin.


__ADS_2