UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 83 Keinginan Yang Penuh Bergairah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika foto Tang Ruochu dan Gu Ruoruo Tersebar di internet, berita itu langsung menjadi berita panas.


Mereka berdua bukan artis terkenal, tapi karena cinta segitiga mereka bertiga, jadi banyak orang yang mengikuti kisah mereka.


Hello! Im an artic!


Tapi, seluruh dunia tahu Gu Ruoruo dan Tang Ruochu adalah musuh, jadi, ketika Shurui menampilkan foto mereka yang ‘terlihat damai’ itu, kemarahan langsung memenuhi para netizen.


Banyak netizen yang membela Tang Ruochu dulu, sekarang menjadi sangat kecewa.


Ada yang memarahi Tang Ruochu, karena oa memaafkan wanita seperti Gu Ruoruo. Kalau pada akhirnya ia memaafkan wanita itu, apa gunanya semua perlawanan yang terjadi di masa lalu? Untuk apa para netizen mendukungnya dulu?


Ada yang memarahi tang Ruochu sangat bodoh, sehingga pantas pacarnya direbut orang.


Hello! Im an artic!


Tapi, banyak juga orang-orang yang mengerti, dan menjelaskan kondisi Tang Ruochu di Shirui, dengan kekuatannya di Shi Rui, Gu Ruoruo pasti bekerja sama dnegan pihak atasan Tang Rouchu, dan memaksa Tang Ruochu melakukan hal seperti ini.


Banyak juga yang memarahi Gu Ruoruo,dan berkata bahwa tidak seharusnya dia datang dab mengotori dunia entertainment, membuat skandal-skandal konyol, membuat netizen jijik melihatnya.


Seketika, komentar di dunia maya menjadi ramai, tapi sebagai pemeran utama, Tang Ruochu sama sekali tidak memberikan respon apapun.


Malam hari, selesai Tang Ruochu makan dan mandi, ia memakai baju tidur dan duduk di sofa, kemudian bersandar pada Lu Shijin, sambil melihat layar komputernya dengan tatapan tak berdaya, berkata, “Setiap kali aku bersama wanita itu, pasti tidak ada hal baik yang terjadi.”


“Ia memang pandai mencari masalah, tapi orang yang mengerti tentang keadaan sebenarnya juga banyak, fakta sebentar lagi akan kebongkar.” Lu Shijin berkata sambil membaca dokumennya, bahkan tidak mengangkat kepalanya.


“Aku tidak terlalu peduli dengan apa kata netizen, tapi, selalu dikait-kaitkan dengan Gu Ruoruo, membuatku merasa muak.” Tang Ruochu mengigit bibirnya, kemudian menutup berita di layar laptopnya itu, dia malas membaca berita itu lagi.

__ADS_1


Lu Shijin yang melihatnya, langsung mengangkat kepala dan berkata pelan, “Kali ini, ada serangan balik seperti apa?”


“Tidak ada.”


Tang Ruochu meletakkan laptopnya ke samping, kemudian meletakkan kepalanya di paha Lu Shijin, tersenyum kepadanya, “Tidak perlu menyerang balik, jika perusahaan ingin melindungi Gu Ruoruo, itu urusan mereka. Tapi lain kali kalau mereka memaksa aku melakukan klarifikasi apapun lagi,aku tidak akan melakukannya, aku tidak akan mengikuti semua kemauan mereka.”


“Sepertinya, aku benar-benar tidak perlu khawatir padamu.”Lu Shijin membelai pipinya, dan ekspresinya menjadi lebih lembut.


Tang Ruochu juga tersenyum manis, “Tentu saja, kalau aku harus mengandalkanmu dalam segala hal, bukankah kamu akan kewalahan?”


“Tapi, kamu masih tidak cukup hati-hati.”Berbicara sampai sini, tatapan Lu Shijin menjadi lebih suram.


Tang Ruochu tertegun, “Apa maksudmu?”


“Dua hari ini, ada seorang wartawan yang diam-diam mengikutimu.”


“Apa?”


“Iya, Sepertinya dia sangat tertarik dengan siapa pria di belakangmu.” Lu Shijin tersenyum.


“Wanita itu, benar-benar oantang menyerah!”


Tang Ruochu menggigit bibirnya, hatinya merasa sedikit dingin.


Ketika dia teringat bahwa setiap gerak geriknya diperhatikan oleh orang lain, seluruh tulang belakangnya berasa merinding.


Sangat menakutkan!


“Jangan khawatir, aku sudah menyuruh Mu Ling untuk membereskannya.”

__ADS_1


Seperti bisa merasakan ketakutannya, Lu Shijin dengan cepat menenangkannya sambil menggenggam tangannya.


Tang Ruochu menggosokkan kepalanya di lengan Lu Shijin, seperti seekor kucing, lalu berkata, “Untung kamu menyadarinya, kalau tidak identitasmu akan terbongkar.”


“Biarkan saja kalau terbongkar, aku tidak peduli.” Lu Shijin berkata dengan tenang, terlihat seperti tidak peduli apapun.


Tang Ruochu tiba-tiba berkata, “Aku peduli, kamu terlalu hebat. Kamu membuat orang ingin menyembunyikanmu.”


Lu Shijin terkejut, mata yang gelap hitam itu, menjadi lembut seperti es abadi yang mencair.


Dia kemudian memeluk Tang Rouchu, dan ketika mereka saling berhadapan, dia baru berkata, “Istriku, ucapanmu sangat mudah membuat orang kehilangan kontrol.”


Sekarang posisi mereka berdua terlihat mesra, Tang Rouchu berbaring di pelukannya, jarak keduanya sangat dekat, mereka bisa merasakan panas nafas satu sama lain, dan jarak yang sedekat ini, membuat wajah Tang Ruochu memanas, dan detak jantungnya menjadi lebih cepat.


Dia tersenyum, mengulurkan kedua tangan putihnya itu, dan merangkul leher Lushijin, sambil mengedipkan matanya, lalu berkata, “Kalau begitu tidak usah mengontrol diri lagi, tidak masalah.”


Tatapan Lu Shijin menjadi semakin gelap, kemudian, dia memutuskan bahwa ia tidak akan menahan diri, ia kemudian mencium bibir Tang Rouchu.


Ciuman itubegitu terburu-buru dan panas, mengambil semua akal sehat Tang Rouchu, seakan ingin menghisap jiwanya.


Kepalanya terasa ringan, nafasnya memburu, Tang ruochu ingin berusaha mengambil kembali akal sehatnya, tapi ciuman dia yang seperti badai ini, membuatnya tak mampu melakukan itu.


Dia bisa merasakan dadanya dipegang oleh sebuah telapak besar, rasa yang panas ini, membuatnya gemetaran.


Tatapan pria yang gelap itu pelan-pelan semakin panas, seperti sepasang kembang api, telapak tangan besarnya mengelus melewati perutnya, jari dinginnya itu, seperti membawa arus listrik, dan membuat Tang Rouchu merasa seakan disengat listrik.


Ketika mereka berdua mereka berdua melewati garis terlarang itu, keduanya baru sadar kembali.


Tang Ruochu lemas di pelukan Lu Shijin, mulut kecilnya sedikit terbuka, dan berusaha menarik nafas dalam-dalam.

__ADS_1


Lu Shijin menatapnya, tatapan yang dalam itu, menyimpan sebuah emosi yang tertunda.


Tang Ruochu dengan wajah merah, dan suara serak, “Kamu selalu seperti ini, bukankah ini tidak baik?”


__ADS_2